23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Single Mom” Masih Tidak Aman

Ahmad Sihabudin by Ahmad Sihabudin
January 28, 2025
in Esai
Kelecung ”Eco Village” Tabanan: Menjawab Keresahan Gempuran Investor

Ahmad Sihabudin

MENJADI single mother dan wanita karier di arena kosmopolitan mempunyai tanggung jawab yang besar. Seringkali menguras energi dan kurang memiliki waktu luang. Sebagian besar alokasi waktu dipergunakan untuk anak dan karier. Di samping harus menetralisir stigma negatif dari lingkungan. Image kegagalan berumah tangga, hubungan seksual menyimpang, penurunan kesejahteraan, nilai moral, dan pemberontakan terhadap kodrat wanita.

Artikel ini adalah pengalaman penulis  membimbing mahasiswa Doktoral dengan disertasi berjudul Representasi Identitas Diri Perempuan Dalam Teks “The Singel Moms”, atas nama Avi Fibry Octavina, yang sudah dipertahankan pada sidang promosi Doktor di Sekolah Pascasarjana, Universitas Sahid Jakarta, Tahun 2018. Fokus penelitian promovendus pada naskah teks buku The Single Moms, Karya Ainun Chomsun, Budiana Indrastuti, Mia Amalia, Rani Rachmani Moedarta, terbitan Lentera Hati, Anggota IKAPI. Buku single mom, merupakan kisah Inspiratif para penulisnya (4 Wanita) dalam membesarkan anak tanpa suami.

Menurut Martin Heidegger, realitas tidak hanya dapat diketahui hanya dengan menganalisisnya, melainkan membutuhkan pengalaman yang diciptakan oleh bahasa. Perkataan ini bila kita telaah artinya bahwa kenyataan tentang stigma negatif single mom tidak hanya dapat diungkap melalui analisis saja, melainkan perlu melibatkan seluruh rangkaian interaksi dalam lingkungan sosialnya, yang hasil rentetan panjang dari proses komunikasi.

Sedikit kita bergeser untuk melebarkan sayap menengok apa yang terjadi di negara maju, terkait dengan wanita yang berstatus single. Di negara maju single mom terkesan glamor seperti selebriti idola. Tidak seperti stereotip kuno, ketika wanita sangat mengandalkan pendapatan suami. Kondisi wanita menjadi terlihat lebih mandiri.

Semakin tinggi pendidikannya, semakin sanggup menyokong dirinya. Single mother menjadi tren yang menyenangkan. Kebutuhanmereka di negara maju memperoleh perhatian pemerintah. Kondisi kenyamanan demikian biasanya digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan.

Janda masih negatif

Sebuah buku  “The Single Moms“, karya Budiana Indrastuti, Mia Amalia, Ainun Chomsun, dan Rani Rachmani Moedarta menjadi acuan untuk ditelaah.  Kisah nyata ini bercerita tentang pengalaman masing-masing sebagai ibu tunggal. Konkritnya untuk memberikan gambaran tentang liku-liku menjadi single mother dan wanita karier di perkotaan. Disinggung diantaranya image negatif single mom yang berkembang di masyarakat.

Tiga orang penulisnya merupakan wanita karier yang sukses. Beberapa di antaranya menceritakan pengalaman pribadinya sebagai seorang single mom dengan sulitnya keuangan, alokasi waktu untuk anak-anak, dan aktualisasi diri. Ainun, salah seorang penulis dalam buku tersebut, menceritakan sulitnya membagi waktu antara pekerjaan dan urusan anak.  “Ibu tunggal tidak harus merana. Setiap pencapaian walaupun kecil terasa sangat berarti, karena aku kerjakan sendirian”, tutur Ainun. Setitik harapan tak lain untuk meraih kebahagiaan menurut versinya.

Mengutip cerita Dian dalam buku tersebut, tak kalah menarik. Ia menceritakan pengalaman pribadinya ketika naik kendaraan umum. Dalam percakapannya, ia mendengar “ocehan” orang mengenai sosok “janda” yang dinilai negatif. Perkataan “Hati-hati, dia janda, lho” Meski saya tak kenal dan saya tahu bukan saya objek pembicaraan mereka, tak tahan saya nyeletuk, “Bu, kenapa harus hati-hati sama janda? Hati-hati tuh sama teroris….”. Melalui percakapan itu, Dian berusaha menangkis anggapan negatif tentang “janda”.

Kisah berikutnya, masih pengalaman pribadi Dian saat reuni sekolah. Kawannya menyapa: “Gimana kamu?”. Ini adalah kalimat yang biasa kita dengar ketika pertama kali menyapa seseorang. Kemudian selanjutnya, “Pras apa kabar?” Ia tak lain Pras adalah mantan suami Dian. “Eh… tapi aku sudah cerai dari Pras”, sahut Dian. Selelah mengetahui kabar tersebut, reaksi kawannya Dian pun langsung berubah. Selanjutnya ditegaskannya perkataan “serius, kamu bercerai?” Kalimat tanya ini, seolah-olah menyudutkan yang ditujukan bagi wanita bercerai adalah negatif, yaitu status kegagalan dalam berumah tangga.

Dian mengatakan ”norma di Indonesia umumnya adalah berpacaran (sambil sekolah), bertunangan, lalu menikah, punya anak, lalu setelah agak lama…mantu. Di luar itu, bisa dibilang anomali, jadi lain sendiri.” Dian merasa kesulitan, ketika ditanya “apa kabar suamimu?” Kemudian jawabannya, “maaf, nggak punya”, lalu orang itu berkata ”lho, saya kan datang waktu kamu menikah dulu….menurut Dian ini adalah percakapan yang tidak menarik”.

Budiana Indrastuti (Dian) adalah mantan editor sebuah majalah lifestyle. Lulusan Universitas Indonesia, jurusan Sastra Cina ini, melanjutkan masternya di bidang komunikasi, di University at Buffalo, New York. Kini Dian bergabung dengan group media, Media Indonesia. Ia adalah single parent, akibat perselingkungan yang dilakukan suaminya,  perpisahan pun tak terelakkan. Dian mengurus dan membesarkan putra semata wayangnya yang bernama Arya. Saat bercerai, ia tinggal bersama ibunya.

Masih menurut Dian, kebanyakan wanita dan keluarganya tidak siap mengatakan jika dirinya berstatus single. Kalimat “apa kata orang”, kerap kali diucapkan oleh keluarganya untuk menyembunyikan status single. Status single Dian disembunyikan oleh keluarganya rapat-rapat. Kerabat jauh, bibi Dian pun sampai-sampai tidak mengetahui.

Suatu ketika, Dian bertemu bibinya. Ia menyapa: piye kabare bojomu? Bagaimana kabar suamimu?, dalam percakapannnya. Dian terbata-bata menjawab, tidak tega harus menjawabnya, disaat suasana gembira. Teks tersebut artinya, baik para single mom, maupun keluarganya malu mendapatkan image single yang terkesan buruk oleh budaya lokal.

Percakapan berikutnya, Dian dengan pamannya. Di dalam percakapannya, paman ingin menjodohkan kakak laki-laki Dian dengan kenalannya. Perkataan yang muncul “Tapi…dia janda. Jadi agak gimanaaaa……” seraya Paman menoleh ke arah Dian, kemudian beliau meminta maaf.

Dian menelaah kata-kata pamannya. Meskipun beliau ingin mengkonfirmasi, bahwa ia tidak berniat menyakita hati Dian. Namun demikian, Dian berasumsi masih banyak hal yang dianggap negatif dengan status single. Akhirnya, Dian pun melangkah. Ia tidak terlalu memperdulikan lingkungan dan “yang penting berusaha menjadi yang terbaik, kan?”, pungkasnya.

            Alaminya, wanita itu lemah, membutuhkan kehadiran pria untuk keseimbangan. Namun sayangnya, situasi ini berbeda bagi para single mom. Baginya, penopang dapat berwujud materi, maupun psikologi. Baik diperoleh dari keluarga, maupun kerabat. Oleh karenanya, mereka perlu terus memupuk komunikasi dengan seseorang yang membuatnya merasa nyaman. Tujuannya, agar kondisi mental dan psikologis ibu tunggal tetap terjaga.           

Langkah yang ditempuh untuk mencari identitas diri positif, diperlukan pijakan kebenaran, keadilan dan sentuhan moral. Single mother tidak selamanya dinilai negatif. Penilaian masyarakat yang belum tentu benar. Hal itu perlu dikaji lebih lanjut, dianalisis dan dibuktikan, melalui teori pendukung.

Penerapan komunikasi lintas budaya ini diperlukan untuk memahami isu-isu budaya global versus budaya lokal. Alasannya, citra diri single mom ini menghadapi permasalahan dinilai negatif oleh tradisi lokal, namun bagi modernitas yang global merupakan hal yang lumrah. [T]

Penulis: Ahmad Sihabudin
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis AHMAD SIHABUDIN
Karya Sastra dan “Counter Ideology” Peran Perempuan
Kelecung ”Eco Village” Tabanan: Menjawab Keresahan Gempuran Investor
”Ngeceng”, Tradisi Lisan Humor Betawi — [Bagian 1]: Bentuk dan Struktur
Tags: orang tua tunggalPerempuansingle mom
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cegah Munculnya Masalah Gizi Sejak Dini

Next Post

Ucapan Terima Kasih sebagai Cerminan Peradaban dan Kehalusan Budi 

Ahmad Sihabudin

Ahmad Sihabudin

Dosen Komunikasi Lintas Budaya, Fisip, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Ucapan Terima Kasih sebagai Cerminan Peradaban dan Kehalusan Budi 

Ucapan Terima Kasih sebagai Cerminan Peradaban dan Kehalusan Budi 

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co