6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kita Semua Berdagang

Angga Wijaya by Angga Wijaya
January 7, 2025
in Esai
Telenovela

Angga Wijaya

GURU pelajaran ekonomi pada sekolah menengah pertama, pernah sakit hati pada saya, dulu sekali.  

Pasalnya, dalam sebuah obrolan dengan teman-teman sekelas; saya berujar tentang  korelasi ilmu ekonomi yang dipelajari di sekolah, dengan kehidupan sehari-hari yang manusia jalani.

“Saat berbelanja ke pasar, apakah rumus-rumus ekonomi akan kita gunakan? Tidak, bukan?” kata saya waktu itu.

Bisa jadi, ada siswa yang menyampaikan soal perkataan saya itu kepada guru perempuan tersebut yang di sekolah dikenal dekat dengan murid-murid.

Sejak itu, guru ekonomi tersebut selalu menyuruh saya untuk menjawab pertanyaan seusai ia menjelaskan pelajaran. Ada yang bisa saya jawab, ada pula yang tidak. Hanya saja, saya tahu ia ‘sakit hati’ pada saya. Mungkin ia merasa tidak dihargai, merasa disepelekan, mungkin juga merasa diremehkan.

Padahal, sebenarnya saya hanya mengkritisi pelajaran ekonomi pada kurikulum saat itu yang saya lihat amat berjarak dengan kehidupan nyata. Jika belajar tentang para pemikir ekonomi di dunia berserta teori dan pemikirannya tentunya masih relevan. Tapi kalau belajar yang tidak ada hubungannya dengan kehidupan sehari-hari, tentu hanya membuang-buang waktu dan energi saja.

Sekarang, ilmu kewirausahaan juga diajarkan di sekolah. Ini tentu sebuah kemajuan. Apalagi, jika sekolah mengadakan kegiatan expo, dimana para siswa terjun langsung untuk berjualan, merasakan bagaimana menjadi pedagang kuliner, misalnya; mulai dari memasak makanan yang hendak dijual, menata barang dagangan, hingga kemampuan komunikasi agar pengunjung mau mampir, mencicipi dan membeli makanan yang ditawarkan.

Dengan praktik langsung, keilmuan tidak lagi menjadi ‘kaku’, hanya teori yang terpampang pada buku-buku. Pengalaman di lapangan juga memberi kesan penting bagi para siswa; bagaimana sebuah ilmu diterapkan dalam kehidupan nyata.  

Pengalaman pribadi saya di masa lalu, ketika mempertanyakan relevansi ilmu ekonomi di sekolah, ternyata membawa saya pada sebuah pemahaman yang lebih mendalam tentang interaksi manusia. Awalnya, saya hanya melihat ekonomi sebagai sekumpulan angka dan rumus yang jauh dari kehidupan sehari-hari.

Namun, seiring berjalannya waktu, saya menyadari bahwa ekonomi sejatinya adalah tentang bagaimana kita berinteraksi, bernegosiasi, dan membuat pilihan dalam hidup.

Setiap hari, kita terlibat dalam berbagai bentuk pertukaran. Ketika kita membeli makanan di warung, kita sedang bertukar uang dengan barang. Saat kita membantu teman mengerjakan tugas, kita sedang bertukar bantuan dengan persahabatan.

Bahkan ketika kita tersenyum kepada orang asing, kita sedang “menawarkan” keramahan dengan harapan mendapatkan respons yang positif. Semua interaksi ini, sekecil apapun, mengandung unsur pertukaran atau perdagangan.

Konsep “kita semua berdagang” ini tidak hanya berlaku dalam konteks ekonomi yang sempit, tetapi juga dalam hubungan sosial, politik, dan bahkan dalam kehidupan pribadi kita.

Dalam hubungan persahabatan, misalnya, kita seringkali “berinvestasi” waktu, energi, dan emosi dengan harapan mendapatkan dukungan, pengertian, dan kebahagiaan. Dalam dunia politik, para politisi “menawarkan” janji-janji kampanye dengan harapan mendapatkan suara pemilih.

Namun, perdagangan tidak selalu berjalan mulus dan adil. Seringkali, kita menghadapi situasi di mana kekuatan tawar menawar tidak seimbang. Misalnya, dalam hubungan antara pekerja dan pengusaha, pekerja mungkin merasa dipaksa untuk menerima gaji yang rendah karena takut kehilangan pekerjaan.

Dalam perdagangan internasional, negara-negara berkembang seringkali menghadapi tekanan dari negara maju dalam negosiasi perdagangan.

Selain itu, konsep “kita semua berdagang” juga memunculkan pertanyaan etis. Apakah semua bentuk perdagangan dapat dibenarkan? Bagaimana kita bisa memastikan bahwa perdagangan dilakukan secara adil dan tidak merugikan pihak lain? Dalam era globalisasi, di mana perdagangan lintas batas semakin marak, isu-isu seperti eksploitasi tenaga kerja, kerusakan lingkungan, dan ketidaksetaraan semakin menjadi sorotan.

Pemahaman tentang konsep “kita semua berdagang” dapat membantu kita menjadi konsumen yang lebih cerdas, pekerja yang lebih baik, dan warga negara yang lebih bertanggung jawab.

Dengan menyadari bahwa setiap tindakan kita memiliki konsekuensi, kita dapat membuat pilihan yang lebih bijaksana dan membangun hubungan yang lebih sehat dengan sesama.

Konsep “kita semua berdagang” juga memiliki implikasi yang luas bagi cara kita memahami diri kita sendiri dan masyarakat. Jika kita melihat semua interaksi sebagai bentuk pertukaran, maka kita mungkin cenderung lebih fokus pada keuntungan pribadi daripada pada kepentingan bersama. Hal ini dapat mengarah pada individualisme yang berlebihan dan mengikis nilai-nilai sosial seperti solidaritas dan empati.

Di sisi lain, pemahaman yang mendalam tentang dinamika perdagangan dapat membantu kita membangun hubungan yang lebih sehat dan produktif. Dengan menyadari bahwa setiap interaksi melibatkan pertukaran, kita dapat lebih menghargai kontribusi orang lain dan berusaha untuk mencapai keseimbangan yang adil dalam semua hubungan kita.

Pada masa sekarang, kemampuan “menjual diri”, dalam artian mempromosikan tentang apa yang seseorang punya dan mampu lakukan—terutama dalam dunia kerja, menjadi sangat penting.

Tanpa disadari, mulai dari menjual kemampuan berbicara, menulis, mengajar, tenaga untuk pekerjaan fisik; misalnya pekerja proyek atau bangunan, hingga yang dianggap ‘salah’ di masyarakat sekalipun, yakni seks atau pelacuran—kita semua kalau mau jujur, ‘berdagang’, berjualan.

Bahkan, apa apa yang disebut menjilat sekalipun, itu butuh kemampuan tertentu. Jangan munafik. Jangan pula menghakimi. Apa yang menjadi contoh di atas adalah strategi untuk bertahan hidup yang makin keras, penuh persaingan, dan tidak jarang berlangsung secara tidak adil.

Menjadi catatan, jika kita membaca novel Supernova: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh karya Dewi Lestari (Dee), dimana Diva, salah satu tokoh dalam novel tersebut berujar: Ternyata, pelacuran terjadi dimana-mana. Hampir semua orang melacurkan waktu, jati diri, pikiran bahkan jiwanya. Dan, bagaimana kalau ternyata itulah pelacuran yang paling hina? (Hal 69)

Kalimat Diva dalam novel Supernova: Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh menyajikan sebuah pandangan yang provokatif dan kompleks tentang makna pelacuran. Melampaui definisi tradisional, Diva mengajak kita untuk merenungkan bahwa pelacuran tidak hanya terbatas pada pertukaran seks demi imbalan materi, tetapi juga mencakup berbagai bentuk eksploitasi diri.

Diva mendefinisikan pelacuran sebagai sebuah tindakan menjual sesuatu yang berharga, baik itu waktu, jati diri, pikiran, maupun jiwa. Dalam konteks modern, kita seringkali tanpa sadar terlibat dalam bentuk-bentuk pelacuran ini.

Misalnya, seorang pekerja kantoran yang menghabiskan sebagian besar waktunya di kantor demi mengejar karir, pada dasarnya telah “melacurkan” waktunya demi mencapai tujuan materi. Seorang influencer yang menjual citra dirinya demi mendapatkan pengikut dan endorsement, juga bisa dianggap sebagai bentuk pelacuran. Diva menyiratkan bahwa ada hierarki dalam bentuk-bentuk pelacuran. Pelacuran fisik mungkin dianggap lebih kasat mata dan seringkali distigma, namun pelacuran yang melibatkan waktu, jati diri, atau jiwa dianggapnya lebih hina. [T]


BACA artikel lain dari penulis ANGGA WIJAYA

Ibu Menemaniku Saat Skizofrenia Mendera
Pekerja Anak Dalam Kenangan
“Galbay” di Negeri “Wakanda”: Sebuah Renungan
Setelah Suami Berpulang
Enam Bulan Kerinduan
Perlukah Mal di Bali: Sebuah Kajian Antropologis
Tags: ekonomiPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Fajar Harapan Menuju Indonesia Emas     

Next Post

Susah Senang Mahasiswa NTT Kuliah Sambil Kerja di Denpasar

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Susah Senang Mahasiswa NTT Kuliah Sambil Kerja di Denpasar

Susah Senang Mahasiswa NTT Kuliah Sambil Kerja di Denpasar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co