2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wartawan Dulu, Kreator Konten Kemudian

Angga Wijaya by Angga Wijaya
December 28, 2024
in Esai
Wartawan Dulu, Kreator Konten Kemudian

Ilustrasi tatkala.co | Rusdy

AGAKNYA, profesi wartawan pada masa mendatang akan tergerus, makin hilang. Perkembangan teknologi luar biasa berpengaruh terhadap keberadaan para pekerja yang akan tergantikan oleh mesin dan robot, termasuk dalam jurnalisme.

Berita, kini mudah sekali diakses melalui akun-akun “berita” di media sosial, yang sejatinya bukan termasuk produk jurnalistik karena dibuat tanpa memenuhi kaidah-kaidah jurnalisme.

Meskipun, memang ada yang namanya “jurnalisme warga”, di mana warga masyarakat memproduksi tulisan atau menampilkan video tentang sebuah kejadian atau peristiwa—bak kerja seorang wartawan sesungguhnya. Berbeda halnya dengan “berita” dari media-media sosial.

Jika ingin membaca berita, kini orang cukup menengok akun-akun berita di media sosial. Walau dalam keterangannya, akun-akun tersebut menyebut diri sebagai “perusahaan media”, dengan pola kerja “repost” dan “rewrite”—mengutip 2-3 paragraf berita yang berasal dari akun resmi media online atau media sosial resmi perusahaan media.

Hal inilah yang kemudian menimbulkan polemik, terutama tentang pendapataan antara akun “perusahaan media” dengan akun resmi media online atau cetak.Atau, akun perusahaan media dengan platform digital, semisal Facebook dan Instagram yang mendapat penghasilan dari iklan yang disematkan pada konten berita.

Wartawan atau Konten Kreator?

Digitalisasi membuat perubahan luar biasa pada banyak bidang, termasuk jurnalisme. Jika dulu kita hanya mengenal profesi wartawan/jurnalis, kini muncul konten kreator, diambil dari istilah dalam bahasa Inggris: content creator. Dahulu wartawan hanya menulis pada media cetak yakni koran, majalah, tabloid, atau buletin.

Sekarang profesi ini dituntut untuk memiliki keterampilan lain di samping kemampuan menulis yaitu membuat video termasuk di dalamnya keterampilan menyunting video serta menguasai teknik desain, untuk misalnya membuat infografis atau sekedar membuat foto untuk ditampailkan pada akun media sosial perusahaan media.

Menjadi kabur dan bahkan rancu, ketika masyarakat awam menganggap sama antara profesi wartawan dengan kreator konten. Padahal, keduanya berbeda. Wartawan biasanya memiliki kartu pers atau sertifikasi wartawan yang dikeluarkan oleh Dewan Pers.

Tugasnya dilindungi oleh undang-undang negara. Terlepas dari kemampuan sampingan seperti desain, videografi dan fotografi, yang kini lebih banyak dilakukan oleh kreator konten, wartawan tetaplah wartawan. Konten kreator tidak bisa disebut sebagai seorang wartawan karena bukanlah pekerja pada media cetak atau media online (daring). Meskipun memiliki skill sama seperti seorang wartawan.

Berbeda kemudian jika perusahaan media merekrut tenaga kreator konten yang rata-rata berusia muda untuk dipekerjakan sesuai bidangnya. Status mereka pada perusahaan media bukanlah karyawan, melainkan mitra. Biasanya, setelah lamaran diterima, anak-anak muda ini mengikuti pelatihan jurnalistik secara online.

Redaktur atau wartawan perusahaan media membagi ilmu mereka tentang bagaimana cara menulis artikel atau berita, sistem kerja kreator konten, dan ilmu serta keterampilan lain yang menjadi bekal saat kreator konten mulai bekerja pada perusahaan media tersebut. Dalam sehari, biasanya mereka diharuskan menulis sebanyak 5 hingga 8 artikel.

Pendapatan mereka berasal dari performa masing-masing. Upah dihitung dari jumlah views atau tayangan dari tulisan mereka yang dimuat di laman perusahaan media. Semakin banyak pembaca atau pemirsa yang membaca tulisan mereka, upah yang diterima kreator konten semakin banyak.

Bahkan, banyak dari mereka yang mengantongi pendapatan jauh di atas upah minimum bulanan sebagai karyawan biasa. Tergantung sejauh mana kualitas tulisan menarik minat pembaca untuk membaca tulisan mereka. Misalnya, pada bidang olahraga, otomotif, entertainment atau lainnya.

Dari sini, “ramalan” tentang profesi wartawan yang akan hilang bahkan punah menemui kebenarannya. Sistem atau mekanisme perekrutan karyawan perusahaan media justru yang sebenarnya menjadikan profesi wartawan lama-kelamaan hanya tinggal kenangan dan cerita.

Hadirnya media online atau daring juga melahirkan profesi baru selain wartawan, yakni kreator konten—yang mana generasi sekarang dan masyarakat awam belum mampu membedakannya. Perusahaan media sedikit banyak juga mempunyai andil munculnya dikotomi dua profesi ini.

Perpres Jurnalisme Berkualitas

Pada 20 Februari 2024, Presiden Indonesia terdahulu, Joko Widodo, mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 32 Tahun 2024 tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas. Perpres ini sebuah langkah signifikan yang diambil oleh pemerintah Indonesia untuk melindungi dan menghargai karya jurnalistik di era digital.

Perpres ini secara garis besar bertujuan untuk mendorong perusahaan platform digital (seperti Google, Facebook, dan lainnya) untuk memberikan kompensasi yang adil kepada media atas penggunaan konten berita mereka. Juga, memastikan kualitas konten berita yang beredar di platform digital sesuai dengan kaidah jurnalistik yang baik. Selain itu, untuk menguatkan posisi media dalam ekosistem digital yang semakin kompleks.  

Dengan adanya Perpres ini, platform digital wajib mendapatkan izin dari pemilik hak cipta sebelum menggunakan konten berita. Mekanisme negosiasi antara platform digital dan media untuk menentukan besaran kompensasi juga diatur dalam Perpres ini. Pemerintah membentuk komite mediasi untuk menyelesaikan sengketa terkait penggunaan konten berita. Apabila ada pelanggaran, terdapat sanksi bagi platform digital yang melanggar ketentuan dalam Perpres ini.

Perpres Jurnalisme Berkualitas diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para jurnalis/wartawan. Dengan adanya kewajiban platform digital untuk membayar kompensasi, diharapkan pendapatan media dan para jurnalis dapat meningkat. Perpres ini juga memberikan perlindungan hukum yang lebih kuat terhadap karya jurnalistik.

Adanya standar kualitas yang ditetapkan dalam Perpres ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas jurnalisme di Indonesia. Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan platform digital, diharapkan industri media dapat lebih berkelanjutan. Harapannya, Perpres Jurnalisme Berkualitas dapat menjadi tonggak sejarah dalam upaya membangun ekosistem media yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia. Dengan adanya dukungan dari pemerintah, industri media, dan masyarakat, diharapkan kualitas jurnalisme di Indonesia dapat terus meningkat dan memberikan informasi yang akurat dan terpercaya bagi masyarakat.


BACA artikel lain dari penulis ANGGA WIJAYA

Apakah Koran Sudah Menjadi Artefak Jurnalisme?
Dua Made Adnyana Suarakan Jurnalisme Warga dan Jurnalisme Sastra di Pekan Jurnalistik UPMI Bali
Tantangan Pers Bebas dan Bertanggung Jawab di Era Disrupsi Digital
Bawaslu, Pers, dan Perannya dalam Pemilu 2024
Pers di Bali Mulai Dari Buleleng
Tags: jurnalisjurnalismekreator kontenmediaperswartawan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Desa Peliatan Sarang Seniman, 50 di Antaranya Diberi Penghargaan Abisatya Sani Nugraha

Next Post

Barong Landung Mepajar di Denpasar Festival 2024: “Local Genius” dari Desa Adat Sumerta, Denpasar Timur

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Barong Landung Mepajar di Denpasar Festival 2024: “Local Genius” dari Desa Adat Sumerta, Denpasar Timur

Barong Landung Mepajar di Denpasar Festival 2024: “Local Genius” dari Desa Adat Sumerta, Denpasar Timur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co