22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Timnas Sepak Bola, TBC Paru, dan Perlunya Sebuah Revolusi

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
December 9, 2024
in Esai
Besakih dan Medsos

KITA semua berdoa, semoga cita-cita kita bersama pemerintah untuk Indonesia Emas 2045 kelak nyata dapat terwujud. Jika emas adalah logam mulia idaman setiap orang yang harganya terus naik, maka Indonesia Emas adalah situasi dan kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara idaman seluruh rakyat di tanah air.

Untuk lebih mudah memahami soal idaman ini, bolehlah dijadikan contoh kehidupan warga negara maju seperti di Eropa Barat, negara-negara Skandinavia atau Singapura, misalnya.

Kita memiliki harapan dan semangat yang sangat besar untuk sampai ke sana. Namun apakah kita sudah punya mental yang kuat untuk mewujudkannya? Siapakah yang akan mewujudkan Indonesia Emas itu, pemerintah, Tuhan atau alam? Betulkah akan terwujud dengan sendirinya di tahun 2045 jika hari ini masih terjadi hal-hal ini.

Masyarakat kecil masih biasa menerobos lampu merah, buang sampah seenaknya di sepanjang got bahkan di pinggir jalan, merokok di kawasan bebas rokok seperti di area RS dan sulit diingatkan, di sana sini anak-anak di bawah umur mengendarai sepeda motor begitu bebas, dan seterus dan seterusnya. Atau para pemimpin merasa punya hak mengubah-ubah aturan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok, korupsi yang kian menjadi-jadi, bisnis narkoba seakan urusan pisang goreng saja, bahkan di penjara.

Percayalah, tak ada kejayaan yang bisa diraih dengan instan. Kurun waktu 21 tahun bukanlah waktu yang sangat panjang untuk penciptaan emas. Namun bukan juga waktu yang lalu cuma kita sia-siakan sekadar untuk berkhayal.

Fakta paling mencemaskan saat ini contohnya keinginan cepat menjadikan tim sepak bola nasional mencapai jajaran elit sepak bola dunia. Caranya dengan naturalisasai yang tak tanggung-tanggung dan nyaris seluruh suporter bola tanah air tetap merasa bangga dengan situasi ini.

Artinya, bukan hanya pemerintah yang doyan casing mentereng, rakyat pun demikian. Mohon maaf, bukankah ini bak seorang perempaun yang tampil eksklusif tubuhnya bergelimang intan berlian dengan make up wajah  sempurna namun semua barang pinjaman atau bahkan cicilan?

Rasanya masih jauh lebih membanggakan prestasi tim sepak bola nasional era 80-an ketika skuad tim adalah bumi putera seperti penyerang Bambang Nurdiyansah, Ribut Waidi, atau kiper hebat Hermansyah yang sudah mampu bersaing di level Asia.

Pola yang diterapkan untuk membangun tim sepak bola nasional saat ini takkan mampu membentuk pondasi yang kuat untuk sebuah tim yang membutuhkan sebuah ideologi dan karakter yang kuat. Bonus demografi jumlah penduduk produktif yang sedemikian besar belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

Contoh fakta lain yang begitu merisaukan adalah tingginya kasus TBC paru di negeri ini. Saat ini, Indonesia berada di nomor 2 terbanyak di dunia. Dan, walaupun belum ada data riset analitik hubungan sebab akibat, berani dikaitkan bahwa kecil sekali kemungkinan tim sepak bola nasional sebuah negara bisa berjaya jika kasus TBC paru negerinya adalah yang teratas di dunia.

Tingginya kasus TBC paru di sebuah negara, jangan dikira cuma masalah kesehatan semata. Ini secara mendasar juga dapat dikaitkan dengan mental sebuah bangsa yang kurang bertanggung jawab dalam segala hal. Mental yang abai, oportunistik, tak pedulian, hipokrit, bahkan penuh kebencian dan stigma. Sebuah kultur yang membuat masyarakatnya sulit bertumbuh menjadi emas.

Artinya kemudian, segala aspek kehidupan, bahkan yang tampaknya kecil-kecil dan remeh, akan saling berkaitan jika dihubungkan dengan proses pembangunan bangsa maju dan modern. Misalnya, RS akan selalu penuh dengan orang-orang sakit jika untuk buang sapah saja masyarakat masih sembarangan.

Memangnya pemerintah sudah punya tata kelola sampah yang canggih dan efektif seperti di Swedia, misalnya? Sampai-sampai negera itu saat ini krisis kekurangan suplai sampah karena saking efektifnya pengelolaan sampah di sana. Atau omong kosong saja korupsi di tanah air bisa dikikis jika masyarakat masih saja dengan cuek menerobos lampu merah di perempatan yang ramai atau sebaliknya.

Ada kaitan yang sudah pasti antara keburukan-keburukan kecil dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dengan masalah-masalah besar yang diderita negara. Ada hubungan yang erat antara perilaku pemimpin dengan rakyat yang sepakat, meski tak disadari, membawa bangsa ini ke puncak emas atau ke jurang kemiskinan.

Sisa waktu 21 tahun, masih memberi kesempatan sebuah bangsa untuk menggaungkan sebuah revolusi. Sebuah upaya paling mendasar untuk membangun kebaikan dengan pondasi paling kuat. Seuntai garis generasi baru harus diciptakan. Bangsa Jepang dapat dijadikan contoh untuk ditiru. Semua dimulai dari pendidikan dasar.

Pendidikan dasar tidaklah perlu buru-buru untuk menciptakan anak-anak jago matematika, kuat menghafal dan lain-lain. Pendidikan dasar seharusnya untuk mencetak karakter yang militan etik dan penuh tanggung jawab. Juga rasa hormat dan empati yang kuat. Dalam 21 tahun akan lahir manusia Indonesia baru yang sehat, cerdas dan berkarakter, dan membawa Indonesia ke puncak emas di tahun 2045![T]

Klik  BACA  untuk melihat esai dan cerpen dari penulis  DOKTER PUTU ARYA NUGRAHA

Hidup Tak Hanya Urusan Benar-Salah atau Baik-Buruk Semata: Mengusung Visi PKBI: Inklusivisme dan Sikap Respek
Cuaca Panas dan Kesehatan Kita
Sehat atau Kuat?
Debu-debu di Bangku Sekolah
Besakih dan Medsos
Tags: bonus demografiIndonesiaIndonesia Emas 2045SEPAK BOLA
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menyaksikan Parade Okokan, Gamelan, dan Tarian di Desa Penatahan yang Unik

Next Post

Listibiya Kabupaten Badung dan Simfoni Seni yang Menggema di Yogyakarta

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Listibiya Kabupaten Badung dan Simfoni Seni yang Menggema di Yogyakarta

Listibiya Kabupaten Badung dan Simfoni Seni yang Menggema di Yogyakarta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co