2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Timnas Sepak Bola, TBC Paru, dan Perlunya Sebuah Revolusi

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
December 9, 2024
in Esai
Besakih dan Medsos

KITA semua berdoa, semoga cita-cita kita bersama pemerintah untuk Indonesia Emas 2045 kelak nyata dapat terwujud. Jika emas adalah logam mulia idaman setiap orang yang harganya terus naik, maka Indonesia Emas adalah situasi dan kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara idaman seluruh rakyat di tanah air.

Untuk lebih mudah memahami soal idaman ini, bolehlah dijadikan contoh kehidupan warga negara maju seperti di Eropa Barat, negara-negara Skandinavia atau Singapura, misalnya.

Kita memiliki harapan dan semangat yang sangat besar untuk sampai ke sana. Namun apakah kita sudah punya mental yang kuat untuk mewujudkannya? Siapakah yang akan mewujudkan Indonesia Emas itu, pemerintah, Tuhan atau alam? Betulkah akan terwujud dengan sendirinya di tahun 2045 jika hari ini masih terjadi hal-hal ini.

Masyarakat kecil masih biasa menerobos lampu merah, buang sampah seenaknya di sepanjang got bahkan di pinggir jalan, merokok di kawasan bebas rokok seperti di area RS dan sulit diingatkan, di sana sini anak-anak di bawah umur mengendarai sepeda motor begitu bebas, dan seterus dan seterusnya. Atau para pemimpin merasa punya hak mengubah-ubah aturan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok, korupsi yang kian menjadi-jadi, bisnis narkoba seakan urusan pisang goreng saja, bahkan di penjara.

Percayalah, tak ada kejayaan yang bisa diraih dengan instan. Kurun waktu 21 tahun bukanlah waktu yang sangat panjang untuk penciptaan emas. Namun bukan juga waktu yang lalu cuma kita sia-siakan sekadar untuk berkhayal.

Fakta paling mencemaskan saat ini contohnya keinginan cepat menjadikan tim sepak bola nasional mencapai jajaran elit sepak bola dunia. Caranya dengan naturalisasai yang tak tanggung-tanggung dan nyaris seluruh suporter bola tanah air tetap merasa bangga dengan situasi ini.

Artinya, bukan hanya pemerintah yang doyan casing mentereng, rakyat pun demikian. Mohon maaf, bukankah ini bak seorang perempaun yang tampil eksklusif tubuhnya bergelimang intan berlian dengan make up wajah  sempurna namun semua barang pinjaman atau bahkan cicilan?

Rasanya masih jauh lebih membanggakan prestasi tim sepak bola nasional era 80-an ketika skuad tim adalah bumi putera seperti penyerang Bambang Nurdiyansah, Ribut Waidi, atau kiper hebat Hermansyah yang sudah mampu bersaing di level Asia.

Pola yang diterapkan untuk membangun tim sepak bola nasional saat ini takkan mampu membentuk pondasi yang kuat untuk sebuah tim yang membutuhkan sebuah ideologi dan karakter yang kuat. Bonus demografi jumlah penduduk produktif yang sedemikian besar belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

Contoh fakta lain yang begitu merisaukan adalah tingginya kasus TBC paru di negeri ini. Saat ini, Indonesia berada di nomor 2 terbanyak di dunia. Dan, walaupun belum ada data riset analitik hubungan sebab akibat, berani dikaitkan bahwa kecil sekali kemungkinan tim sepak bola nasional sebuah negara bisa berjaya jika kasus TBC paru negerinya adalah yang teratas di dunia.

Tingginya kasus TBC paru di sebuah negara, jangan dikira cuma masalah kesehatan semata. Ini secara mendasar juga dapat dikaitkan dengan mental sebuah bangsa yang kurang bertanggung jawab dalam segala hal. Mental yang abai, oportunistik, tak pedulian, hipokrit, bahkan penuh kebencian dan stigma. Sebuah kultur yang membuat masyarakatnya sulit bertumbuh menjadi emas.

Artinya kemudian, segala aspek kehidupan, bahkan yang tampaknya kecil-kecil dan remeh, akan saling berkaitan jika dihubungkan dengan proses pembangunan bangsa maju dan modern. Misalnya, RS akan selalu penuh dengan orang-orang sakit jika untuk buang sapah saja masyarakat masih sembarangan.

Memangnya pemerintah sudah punya tata kelola sampah yang canggih dan efektif seperti di Swedia, misalnya? Sampai-sampai negera itu saat ini krisis kekurangan suplai sampah karena saking efektifnya pengelolaan sampah di sana. Atau omong kosong saja korupsi di tanah air bisa dikikis jika masyarakat masih saja dengan cuek menerobos lampu merah di perempatan yang ramai atau sebaliknya.

Ada kaitan yang sudah pasti antara keburukan-keburukan kecil dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dengan masalah-masalah besar yang diderita negara. Ada hubungan yang erat antara perilaku pemimpin dengan rakyat yang sepakat, meski tak disadari, membawa bangsa ini ke puncak emas atau ke jurang kemiskinan.

Sisa waktu 21 tahun, masih memberi kesempatan sebuah bangsa untuk menggaungkan sebuah revolusi. Sebuah upaya paling mendasar untuk membangun kebaikan dengan pondasi paling kuat. Seuntai garis generasi baru harus diciptakan. Bangsa Jepang dapat dijadikan contoh untuk ditiru. Semua dimulai dari pendidikan dasar.

Pendidikan dasar tidaklah perlu buru-buru untuk menciptakan anak-anak jago matematika, kuat menghafal dan lain-lain. Pendidikan dasar seharusnya untuk mencetak karakter yang militan etik dan penuh tanggung jawab. Juga rasa hormat dan empati yang kuat. Dalam 21 tahun akan lahir manusia Indonesia baru yang sehat, cerdas dan berkarakter, dan membawa Indonesia ke puncak emas di tahun 2045![T]

Klik  BACA  untuk melihat esai dan cerpen dari penulis  DOKTER PUTU ARYA NUGRAHA

Hidup Tak Hanya Urusan Benar-Salah atau Baik-Buruk Semata: Mengusung Visi PKBI: Inklusivisme dan Sikap Respek
Cuaca Panas dan Kesehatan Kita
Sehat atau Kuat?
Debu-debu di Bangku Sekolah
Besakih dan Medsos
Tags: bonus demografiIndonesiaIndonesia Emas 2045SEPAK BOLA
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menyaksikan Parade Okokan, Gamelan, dan Tarian di Desa Penatahan yang Unik

Next Post

Listibiya Kabupaten Badung dan Simfoni Seni yang Menggema di Yogyakarta

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Listibiya Kabupaten Badung dan Simfoni Seni yang Menggema di Yogyakarta

Listibiya Kabupaten Badung dan Simfoni Seni yang Menggema di Yogyakarta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co