6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Putu Dian Ujiana, Kapal Pesiar, dan Komik Beluluk yang Ikonik

Son Lomri by Son Lomri
June 27, 2024
in Khas
Putu Dian Ujiana, Kapal Pesiar, dan Komik Beluluk yang Ikonik

Animasi karya Putu Dian Ujiana | Foto: SIngaraja Menonton

SEBELUM dikenal banyak orang, sebelum menjadi seorang komikus, Putu Dian Ujiana pernah bekerja di kapal pesiar tanpa orang-orang mengetahuinya. Di sana, laut yang luas adalah wahana pertemuannya dengan sistem kerja yang sibuk. Birokrat benar-benar telah memenjarakannya sejak pelayaran pertama tahun 2009 silam.

Namun, sejak kecil, jiwa seninya, jiwa bebas itu, menggedor-gedor tubuhnya di kemudian hari tak henti-henti. Hingga di tahun ke dua, 2010, seperti dendam, laman Fesbuk miliknya benar-benar dipenuhi dengan karikatur komik karyanya yang ciamik.

Sekembalinya menggambar “komik” setelah sekian tahun dalam kungkungan tuntutan pekerjaan, Tahun 2011, lelaki yang biasa disapa Bli Dian itu akhirnya memilih hengkang dari perusahaan tempatnya bekerja dan memilih hidup menjadi seorang komikus sampai sekarang.

“Saya senang menggambar komik, bahkan sejak SD. Astungkara, akitivitas saya ini ternyata membawa perolehan yang sangat baik kepada diri sendiri. Dan ternyata, menggambar komik inilah yang justru menyelamatkan hidup saya setelah nggak lagi bekerja di kapal pesiar,” ucap Putu Dian Ujiana, komikus komik Beluluk.

Putu Dian Ujiana dalam acara “Pemutaran Film dan Diskusi Budaya”

Terhitung tiga tahun komikus asal Buleleng itu melalap peruntungan hidup di kapal pesiar. Tapi seni, telah ada di dalam dirinya sejak kecil. Dan barangkali, komik Beluluk telah membuktikan, membebaskan jiwa penciptanya dari penindasan yang tak kasat—“sistem kerja”. Menggambar komik, katanya, “berarti mentertawakan hidup! Membebaskan diri!”

Terlepas dari semua itu, menjadi seorang animator di film animasi (kartun) adalah pengalaman terbaru baginya. Film kartun pertamanya berjudul “Yap Leng”  itu, telah diputar dan didiskusikan di Kedai DeKakiang dalam acara “Pemutaran Film dan Diskusi Budaya” yang diselenggarakan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV dan Singaraja Menonton, Jumat (21/6/2024) malam.

Film kartun pendek tersebut mendapat respon baik, mendapat perhatian lebih—melalui saran dan kritik dari penonton setelah pemuteran selesai.

“Bagi saya, ini adalah pengalaman baru. Karena saya sendiri kan, aktifitasnya lebih banyak membuat komik daripada membuat animasi (film). Jadi, bisa dikatakan, dari komik ke film animasi cukup susah. Dan masukan saran dan kritik saat diskusi tadi sangat membantu saya pada proses saya ke depannya,” kata Dian menanggapi.

Tokoh Beluluk dan beberapa karkter lain seperti Yap dan Leng dalam Komik Beluluk yang kemudian dialihwahakan ke film animasi, memang memiliki karakter kuat. Memiliki peran penting satu sama lain dalam membangun cerita.

Sehingga mudah terpacak diingatan para pembacanya karena pembawaan karakternya yang kocak dan gokil, serta sederhana. Sejak diciptakan pada tahun 2017, Komik Beluluk telah berhasil menemui pembacanya yang setia di Bali maupun di luar Bali.

Dian dan Komik Beluluk Ciptaannya

Satire “kritik sosial” dibawakan oleh karakter Beluluk dengan sangat humor itu, diterima semua kalangan; anak-anak hingga dewasa. Tanpa harus memprovokasi untuk disukai, kehadiran Beluluk benar-benar membawa perspektif lain kepada pembacanya agar—terutama menanggapi sebuah persoalan penting dan genting yang ada di masayarakat—untuk tetap menjadi sesosok yang cermat dan kalem sebagai bagian dari masyarakat. Bukan pemarah atau mudah terbawa arus wacana, yang mudah diadu domba. Terutama dalam isu politik.

“Jadi dengan adanya komik semacam ini (humor), masyarakat itu tidak terlalu tegang. Mencairkan suasana dan tentunya, ada hal yang menjadi pertimbangan bahwa menanggapi sesuatu itu tidak mesti gawat, tetapi mesti cermat. Dan terlebih, komik ini sebagai bahan hiburan aja dan tentunya mengedukasi melalui kritik sosial,” jelas Dian.

Beluluk adalah plesetan dari Celuluk. Jika Celuluk dengan karakter seramnya yang menakutkan, Beluluk kebalikan dari Celuluk, yaitu lucu dan menggemaskan.

“Beluluk itu sebenaranya terinspirasi dari Celuluk. Namun saya plesetkan, dan mengganti karakternya yang seram itu menjadi karakter atau sesosok yang humor, jadilah Beluluk ini. Biasanya saya muat di laman Instagram, Fesbuk, dan beberapa sudah saya bukukan, kemudian dimuat di koran, dan terakhir ini dibuatkan film animasinya,” ujar Dian.

Dian benar-benar telah memperkirakan sangat matang tentang tokoh Beluluk seperti apa. Bagaimana Beluluk menjadi karakter yang berbeda dari Celuluk aslinya itu—tentu tidak mudah dibuatnya.

Tetapi justru Komik Beluluk yang ia ciptakan seperti sebuah cerita yang hidup. Artinya ia berhasil sebagai komikus lokal, yang membawa isu lokal dengan bahasa lokal Bali. Nyaris setiap hari atau beberapa hari sekali Komik Beluluk hadir dengan isi (konten) berbeda tetapi dengan tokoh dan karakter yang sama di laman Instagram @Beluluk.

Kardian Narayana dan Putu Dian Ujiana dalam acara “Pemutaran Film dan Diskusi Budaya”

Sebagai seorang komikus yang mencoret sejak 2010, ia memiliki reputasi sangat baik hingga sekarang. Dan sikapnya yang rendah hati, orang-orang merasakan kehadirannya sebagai sesosok yang bijaksana dan sangat ditunggu setiap karyanya di media sosial.

“Saya suka Komik Bli Dian itu sudah sejak 2015 (sebelum adanya Beluluk). Dan suka secara lebih dekat itu ketika karakter Beluluk yang sekarang ini. Karena kritik sosialnya itu dibawakan secara humor dan konsisten, dan itu memang dibawakan oleh Bli Dian sudah sedari dulu. Konsistensi beliau menggambar komik satir dan humor itu sudah sedari duluK” ucap Diana Putra, penikmat Komik Beluluk asal Buleleng.

Tak hanya orang dewasa yang mengidolakan Komik Beluluk, tetapi juga anak-anak. Ia dikenal cukup luas pula oleh sebagian besar anak-anak di setiap sekolah, dan nyaris semua tahu tentang Beluluk. Tokoh Beluluk yang ia ciptakan itu pun akhirnya mengantarkan dirinya ke meja pembahasan dan obrolan terkait kerja-kerja kreatif sebagai seniman.

Pada tahun 2022 lalu, tepatnya di bulan September, lelaki berumur 36 tahun ini berhasil menggelar pameran tunggal selama dua minggu. Sebanyak 20 karya komik, patung (ikonik), dan karya instalasi topeng ia pamerkan ke publik di Jl. Imam Bonjol Gang Rahayu nomor 16A, Denpasar, Bali.

Di acara itu, Dian berkolaborasi dengan The Ambengan Tenten (TAT) dengan menggagas tema “Pakedek, Pakenyem, Pawisik”.

Hal itu dilakukan Dian karena merasa bahwa sangat perlu sebuah hiburan dan rasa optimis dalam menjalankan hidup setelah babak belur oleh covid-19. Sebagaimana yang kita tahu, bahwa di tahun itu juga, cukup renggang orang-orang beraktifitas setelah sebelumnya seperti dipenjara di dalam rumah.

“Pawisik ini memiliki makna, seperti bisikan atau ajakan dari teman-teman, support dari keluarga, bahwa ada vibrasi positif untuk kembali membangun gairah baru lagi setelah masa-masa pandemi,” ucap optimis Dian, seperti dinukil dari Baliprawara.com pada (25/06).

Di tahun ini, di bulan Desember, katanya, Beluluk akan hadir dalam bentuk permainan atau game. Bisa diakses oleh semua kalangan melalui ponsel. Game yang memuat permainan tradisional itu sedang diproses untuk selesai di akhir tahun ini.[T]

Reporter: Sonhaji Abdullah
Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

Berkah Hari Raya Idul Adha, Gede Sedia, Lelaki 70 Tahun Itu Jajakan Koran Bekas dengan Suka Cita
Nenek Kaiyah, Kini 73 Tahun, Kerja Naik Pohon Sejak Usia 15 Tahun
Puji Hartono, Menggantung Hidup kepada Sadel Motor
Tags: animasikartunKomik Beluluk
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hadiah Kematian dalam Perayaan Hidup

Next Post

“Alia Tahu Semua Dosa Laki-Laki” Karya Yuni Lestari akan Dibedah di Jatijagat Kehidupan Puisi

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

by Agung Sudarsa
March 2, 2026
0
Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

“Jiwa muda adalah jiwa penuh energi, penuh semangat. Maka, dengan sendirinya penuh gejolak pula. Ia bisa membangkang, bisa memberontak, bisa...

Read moreDetails

Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

by Putu Ayu Ariani
February 27, 2026
0
Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

DESA Singapadu, Kabupaten Gianyar, dikenal sebagai salah satu tempat kerajinan perak di Bali. Di tengah arus modernisasi dan persaingan produk...

Read moreDetails

‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

by Dede Putra Wiguna
February 23, 2026
0
‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

TIGA dasawarsa bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi Pemuda Theravāda Indonesia (Patria), 30 tahun adalah rentang pengabdian, pembelajaran, dan konsistensi dalam...

Read moreDetails

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

by Jaswanto
February 22, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

“SAYA menangis saat survei sekolah setelah lolos seleksi P3K,” ujar Samsul Rizal bercerita kepada saya pada malam yang gerah di...

Read moreDetails

Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
February 22, 2026
0
Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

SABTU pagi itu datang dengan suara burung dan kokok ayam yang bersahutan. Di sela suasana yang masih lengang, telepon genggam...

Read moreDetails

Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

by Made Chandra
February 21, 2026
0
Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

CATATAN ini berawal dari ajakan Bli Vincent Chandra—seorang pemuda yang berapi-api ketika bercumbu dengan kebudayaan, untuk mengajakku untuk menyambangi Museum...

Read moreDetails

Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 19, 2026
0
Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

WIMBAKARA (Lomba) Opini Berbahasa Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali mirip sebuah ujian sekripsi atau tesis. Peserta tidak hanya menyelesaikan sebuah...

Read moreDetails

Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 18, 2026
0
Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

WAJAH-wajah kecil itu tampak amat serius pagi itu. Jas dokter kecil yang mereka kenakan terlihat rapi, lengkap dengan pin dan...

Read moreDetails

Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

by I Nyoman Darma Putra
February 15, 2026
0
Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet di Nyuhkuning, Ubud, Gianyar, Minggu, 15 Februari 2026, ditandai dengan peluncuran dan bedah empat buku...

Read moreDetails

Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

by Son Lomri
February 15, 2026
0
Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

MANG ADI memegang sebilah paku dengan gaya seperti layaknya memegang pena. Dengan ujung paku yang runcing itu, ia menggurat garis...

Read moreDetails
Next Post
“Alia Tahu Semua Dosa Laki-Laki” Karya Yuni Lestari akan Dibedah di Jatijagat Kehidupan Puisi

“Alia Tahu Semua Dosa Laki-Laki” Karya Yuni Lestari akan Dibedah di Jatijagat Kehidupan Puisi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co