6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mimpi-mimpi Dewi Sri | Cerpen Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
June 16, 2024
in Cerpen
Mimpi-mimpi Dewi Sri | Cerpen Mas Ruscitadewi

Ilustrasi tatkala.co

DEWI Sri atau sering juga disebut Bhatari Sri, Sanghyang Sri adalah sakti dari Dewa Wisnu atau Bhatara Wisnu, Sanghyang Wisnu.

Umat Hindu percaya Dewa Wisnu dan dan saktinya merupakan salah satu manifestasi Tuhan dalam fungsinya sebagai pelihara, penjaga, dan pelindungi dunia.

Sebutan Dewa/Dewi bermakna sinar atau cahaya  sedangkan sebutan Bhatara/Bhatari bermakna perbuatan sedangkan Sanghyang bermakna esensi/suksma. Kalau disamakan dengan seorang manusia, maka Dewi  Sri adalah cahaya antah karana sarira, tubuh penyebab, Bhatari Sri adalah Stula Sarira, tubuh fisik, dan Sanghyang Sri adalah Suksma Sarira, tubuh nafas.

Pada saat Dewi Uma ditugaskan turun ke dunia, sebagai orang bhuta dan suaminya Dewa Iswara ditugaskan turun sebagai gajah, maka konon kahyangan menjadi gempar. Para Dewa banyak yang tak setuju untuk turun ke bumi menitis menjadi manusia biasa.

Diantara para Dewa dan Dewi disertai para Apsara-Apsari yang ikut turun ke bumi adalah Dewa Wisnu, tapi sayangnya selama berada di bumi Dewa Wisnu tak bisa melaksanakan tugasnya sebagai penjaga, pelindung dan pemelihara bumi, karena saktinya Dewi Sri diturunkan ke bumi dalam kondisi tidur. Ya Dewi Sri, yang bermakna cemerlang, bersih itu telah lama tertidur, jiwa raga dan pikirannya dipenuhi oleh mimpi-mimpi.

“Mahadewa memang aneh, selalu tak terduga dan penuh kejutan, ” desir lembut Dewa Wisnu dari bibirnya yang selalu mengungging senyum itu.

Walaupun nyaris merasa dirinya sebagai pengangguran Dewa Wisnu tak kehabisan akal. Agar bisa menjalankan peran sebagai penjaga, pemelihara  pelindung bumi, Dewa Wisnu bekerja sebagai petani. Berbagai macam tananam ditanamnya.

Saat menanam Padi dan melihat bulir-bulir pada yang berma, Dewa Wisnu ingat jadi ingat pada saktinya Dewi Sri, yang juga disebut sebagai Dewi Padi. Bulir-bulir padi itu terlihat seperti kelopak bola mata Dewi Sri yang terpejam. Pada saat-saat seperti itu Dewa Wisnu hadir dalam mimpi Dewi Sri sebagai anak petani yang memandikan kerbau, duduk di atas punggungnya sambil meniup seruling yang mengungkap kerinduan hatinya.

Suara seruling yang mendayu-dayu justru membuat Dewi Sri semakin masuk ke dalam mimpi-mimpinya.

“Batang-batang padi itu terkecap manis. Padi-padi yang menguning seperti emas, dan teriakan para pengusir burung, seperti panggilan sorga yang sangat jauh, ” Dewi Sri terharu, dua titik air bening menetes dari kedua sudut matanya.

“Sttt junjungan kita akan segera terbangun,  jangan berisik, ” bisik-bisik Apsara-Apsari penjaga.

“Tanah tanpa air, tak bisa menumbuhkan pohon-pohon. Air tak dialirkan tergenang, tempat bersarang bakteri penyakit. Air tanpa dijaga, dikelola, akan diperebutkan, mendatangkan perselisihan, keributan, ” Dewa Wisnu  petani tercenung. Mengajak para petani berkumpul, berdiskusi, mencari solusi.

“Biasanya saya menanam padi perlu waktu tiga hari. Sekarang dibantu dua orang, menanam padi bisa sehari,” ucap seorang petani.

“Kalau dibantu 5 orang, setengah bisa selesai, ” tambah yang lain.

“Membangun rumah juga jadi cepat karena dibantu banyak orang. Pasti seru jika kita bisa selalu bersama, ‘”  yang lain menyimpulkan.

Para petani membuat perkumpulan, membagi air dengan adil, mengatur jenis tananam sesuai musim.

Bekerja bersama, dengan gembira, sambil menyanyi, menari atau membuat cerita lucu. Para istri petani tak mau kalah, berlomba membuat makanan enak, aneka kue, berbagai jenis anyaman juga tenunan. Dewa Wisnu, petani bersemangat memberi insprirasi, Apsara-Apsari membantu mengajarkan  seni, teknologi, dan strategi.

Dewi Sri masih bermimpi, dua sejoli, suami istri, dipuja-puji, dibuatkan cili.

Di Bali, sorga diturunkan ke bumi. Dewi Sri dibuatkan candi, diperbesar karena sumbangan politisi, dengan upacara berbiaya tinggi, seolah anugrah bisa dibeli, lupa karma menanti, tanpa terkecuali.

Dewi Sri gelisah, mimpi sorga dalam kobaran api. Musuh pikiran yang tak bertepi, semakin menjadi-jadi. Beritual untuk agar dianggap paling berpunya, paling benar, paling suci, paling mulia, paling baik, paling berjasa, dan paling alami. Menipu diri,  membohongi nurani demi gengsi.

Tubuh Dewi Sri makin beku  serupa Gunung Emas tinggi berkilau hanya membuat silau.

Apsara-Apsari panik manggil-manggil Dewa Wisnu, memujanya.

Tapi Dewi Sri tertidur lagi

tanpa mimpi. Berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun, hampir seribu tahun.

Hampir seribu tahun di bumi, Dewa Wisnu juga hampir melupakan tujuannya ke Bumi. Sebagai manusia bumi biasa, Dewa Wisnu hampir melupakan hakekatnya yang sejati, sebagai Dewa, Bhatara dan Sanghyang, Dewa Wisnu juga lupa bahwa tanpa Dewi Sri sebagai tubuh fisik, Kedewaan dan Kebhataraan Wisnu tidak akan terlihat.

Mahadewa tersenyum di angkasa, Dewa Wisnu tersadar akan kemahadewaan yang ada pada dirinya. Saatnya dia meniupkan nafas pada Dewi Sri, tubuh emas berkilau yang lama tertidur.

Sangkakala bergema, Dewi Sri terbangun dari tidur panjangnya. Saatnya Dewa Sri Sedana, kembali memutar kala cakra. [T]

[][][]

BACA cerpen-cerpen lain

Keris | Cerpen Mas Ruscitadewi
Luh Jalir | Cerpen Mas Ruscitadewi
Bom dan Bapak | Cerpen Surya Gemilang
Lelaki Tua Bersama Bunga-Bunga | Cerpen IBW Widiasa Keniten
Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Transisi PAUD ke SD Apakah Sudah Menyenangkan?

Next Post

Pelembagaan dan Pembudayaan Bahasa Bali

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

Kakek yang Inkompeten |  Cerpen Muhammad Khairu Rahman

by Muhammad Khairu Rahman
March 1, 2026
0
Kakek yang Inkompeten |  Cerpen Muhammad Khairu Rahman

DI sebuah kota yang tumbuh setengah hati—antara ambisi menjadi metropolitan dan kebiasaan menjadi desa besar—tinggallah seorang pejabat tua bernama samaran...

Read moreDetails

Rumah Wartawan | Cerpen Angga Wijaya

by Angga Wijaya
February 28, 2026
0
Rumah Wartawan | Cerpen Angga Wijaya

WARTAWAN itu menghela napas dalam-dalam. Ia merasa gundah. Rumah yang ia tempati belasan tahun terakhir hanyalah kamar sempit. Bersama istri...

Read moreDetails

Berisik Seharian | Cerpen Kadek Windari

by Kadek Windari
February 27, 2026
0
Berisik Seharian | Cerpen Kadek Windari

“Sudah matang, Bu?”  teriaknya. Itu pertanyaan pukul 05.30 pagi. Aku tahu persis jamnya karena sejak pindah ke kompleks perumahan ini,...

Read moreDetails

Idup, Idup! | Cerpen Putri Harya

by Putri Harya
February 22, 2026
0
Idup, Idup! | Cerpen Putri Harya

SESEORANG sedang menyalakan dupa ketika lantainya terasa bergerak sedikit ke kiri lalu ke kanan. Kayu-kayu usuk rumah ikut berderit. Mata...

Read moreDetails

Pejabat Kampus yang Sok Ilmiah | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
February 21, 2026
0
Pejabat Kampus yang Sok Ilmiah | Cerpen Ahmad Sihabudin

Di Universitas Bumi Langit, tempat matahari sering kalah terang dari ego para dosennya, terletak sebuah fakultas yang namanya saja sudah...

Read moreDetails

Penghapus di Kepala Ayah | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
February 20, 2026
0
Penghapus di Kepala Ayah | Cerpen Aksara Caramellia

SETIAP pagi, sebelum matahari benar-benar mengusir sisa gelap dari halaman rumah, Ayah sudah duduk di meja makan dengan buku catatan...

Read moreDetails

Menggali Kubur yang Telah Subur | Cerpen Safir Ahyanuddin

by Safir Ahyanuddin
February 15, 2026
0
Menggali Kubur yang Telah Subur | Cerpen Safir Ahyanuddin

AKU pertama kali menggali kubur itu ketika usiaku sembilan tahun. Pagi itu tanah masih menyimpan dingin dari hujan semalam. Kakiku...

Read moreDetails

Wartawan Gagal | Cerpen Angga Wijaya

by Angga Wijaya
February 14, 2026
0
Wartawan Gagal | Cerpen Angga Wijaya

DUL percaya satu hal, bahwa seks adalah tanda kehidupan. Selama masih bisa, berarti ia belum selesai. Itulah sebabnya, pukul 04.10...

Read moreDetails

Made Jadi Hakim | Cerpen I Made Sugianto

by Made Sugianto
February 13, 2026
0
Made Jadi Hakim | Cerpen I Made Sugianto

Kakek tua itu duduk melamun seusai menyabit rumput. Menyandarkan tubuh ringkihnya di batang pohon asem nan rimbun. Keranjangnya sudah penuh...

Read moreDetails

Melankolia di Akhir Kanda | Cerpen Galuh F Putra

by Galuh F Putra
February 8, 2026
0
Melankolia di Akhir Kanda | Cerpen Galuh F Putra

SITA menyandarkan pipinya pada telapak tangan, membiarkan jari-jarinya bergerak lembut menyentuh kulit wajahnya yang masih hangat dari sentuhan sore hari....

Read moreDetails
Next Post
Pelembagaan dan Pembudayaan Bahasa Bali

Pelembagaan dan Pembudayaan Bahasa Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co