14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Paradoks di Tanah Suci: Ketika Keyakinan Dianiaya

Elpeni Fitrah by Elpeni Fitrah
May 29, 2024
in Esai
Paradoks di Tanah Suci: Ketika Keyakinan Dianiaya

Ilustasi diolah tatkala dari Canva

TULISAN ini saya ketik di tengah keprihatinan mendalam melihat situasi di Timur Tengah belakangan ini. Berita tentang kekerasan, intimidasi, serangan militer, dan penderitaan manusia mengalir terus bagai air pancuran, tak pernah putus walau dipancung.

Otak pandir saya ini tetiba bertanya, bagaimana mungkin kawasan Timur Tengah, “Tanah Suci” kata orang, merujuk pada kenyataan bahwa blok tersebut merupakan wilayah sakral bagi tiga agama besar dunia; Islam, Kristen, dan Yahudi, namun justru dilanda “bencana”, sebuah kiasan untuk menyebut konflik, kekerasan, dan penindasan yang merajalela? Tidakkah ini sebuah paradoks?

Bukankah tanah suci seharusnya menjadi simbol perdamaian dan kasih sayang, bukan gelanggang bagi tindakan represif yang jelas-jelas melanggar ajaran agama? Sementara kita semua tahu bahwa setiap tindakan dzalim sekecil apa pun pasti mengundang konsekuensi spiritual yang tidak sepele, sama artinya melawan Tuhan yang secara tegas melaknat tabiat tersebut.

Nah, berpijak pada asumsi receh itu, saya kepikiran untuk mengulas sisi lain yang mungkin belum banyak dibahas orang: di mana posisi keyakinan agama dalam konflik di Timur Tengah? Tesis saya kira-kira begini: Agama tidak cukup mampu mengendalikan rasionalitas seseorang untuk tidak menindas sesama. Pada titik ini saya menyebutnya dengan “Menganiaya Keyakinan”.

Penjelasan dan Kasus

Agama, tidak dapat tidak, memainkan peran sentral dalam kehidupan masyarakat Timur Tengah dengan Islam sebagai keyakinan mayoritas. Salah satu prinsip inti dalam ajaran Islam adalah larangan untuk menyakiti atau menganiaya orang lain, baik sesama Muslim maupun non-Muslim.

 Dalam Al-Quran, kitab suci umat Islam, terdapat banyak ayat yang menekankan pentingnya kasih sayang, perdamaian, dan penghormatan terhadap kehidupan manusia. Namun, paradoksnya, wilayah ini telah menjadi saksi bisu atas banyak kejahatan kemanusiaan yang mengerikan.

Keyakinan akan siksa Tuhan akibat menganiaya orang lain seharusnya menjadi faktor penghambat bagi tindakan kekerasan dan peperangan. Namun, realitasnya jauh berbeda. Konflik-konflik di Timur Tengah seringkali dipicu oleh faktor-faktor seperti persaingan ideologi, sengketa wilayah, ketimpangan ekonomi, dan upaya untuk memperebutkan kekuasaan politik.

Meskipun demikian, agama sering digunakan sebagai alat pembenaran oleh pihak-pihak yang bertikai, baik secara sadar maupun tidak. Salah satu contoh yang paling tragis adalah perang saudara yang berkecamuk di Suriah sejak tahun 2011. Konflik ini telah menewaskan ratusan ribu orang, menciptakan krisis pengungsi terbesar di era modern, dan mengakibatkan kehancuran infrastruktur dan kehidupan masyarakat.

Menurut data dari PBB, lebih dari 5,6 juta orang telah melarikan diri dari Suriah, dan lebih dari 6,1 juta orang terlantar di dalam negeri. Meskipun konflik ini dipicu oleh faktor-faktor politik dan ekonomi, agama sering digunakan sebagai alat untuk membenarkan tindakan kekerasan oleh pihak-pihak yang bertikai, baik pemerintah Suriah maupun kelompok-kelompok pemberontak.

Di Yaman, konflik yang dimulai pada tahun 2015 telah menewaskan lebih dari 233.000 orang, menurut laporan PBB, dengan lebih dari 80% populasi membutuhkan bantuan kemanusiaan. Konflik ini melibatkan pemerintahan yang diakui internasional yang didukung oleh koalisi pimpinan Saudi melawan pemberontak Houthi yang didukung oleh Iran.

Situasi ini memperparah penderitaan rakyat Yaman, dengan blokade yang menyebabkan kelaparan dan krisis kesehatan yang parah. Meskipun kedua belah pihak mengklaim berjuang untuk tujuan yang benar, tindakan mereka sering kali bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan dan ajaran agama.

Salah satu konflik yang paling menonjol dan panjang di Timur Tengah adalah konflik Israel-Palestina. Konflik ini berakar pada perebutan wilayah dan klaim atas tanah yang dianggap suci oleh tiga agama besar: Islam, Kristen, dan Yahudi.

Sejak pembentukan negara Israel pada tahun 1948, terjadi serangkaian perang dan intifada yang telah menewaskan ribuan orang dan menciptakan kondisi kemanusiaan yang sangat sulit bagi rakyat Palestina, terutama di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Ketegangan terus berlanjut dengan berbagai insiden kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh kedua belah pihak.

Situasi di Jalur Gaza sangat memprihatinkan dengan blokade Israel yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade, membatasi akses terhadap barang-barang dasar seperti makanan, obat-obatan, dan bahan bakar.

Menurut laporan PBB, lebih dari 70% penduduk Gaza bergantung pada bantuan kemanusiaan. Sementara itu, Tepi Barat terus mengalami pembangunan pemukiman Israel yang dianggap ilegal menurut hukum internasional, memperparah ketegangan antara kedua belah pihak.

Konflik-konflik ini memperlihatkan bahwa agama sering dijerumuskan sebagai alat pembenar tindakan kekerasan. Namun, sejatinya, konflik-konflik ini lebih banyak dipicu oleh faktor-faktor politik, ekonomi, dan sosial.

Persaingan untuk menguasai sumber daya alam yang melimpah, seperti minyak dan gas, juga menjadi salah satu pemicu utama ketegangan di wilayah ini. Misalnya, Perang Teluk pada awal 1990-an sebagian besar dipicu oleh invasi Irak ke Kuwait, yang bertujuan untuk menguasai cadangan minyak yang besar di negara tersebut.

Selain itu, ketimpangan ekonomi yang mencolok antara negara-negara di Timur Tengah juga berkontribusi terhadap konflik. Negara-negara kaya minyak seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar memiliki tingkat kekayaan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara miskin seperti Yaman dan Suriah. Ketidakadilan ekonomi ini sering kali menciptakan ketegangan sosial dan politik yang memicu kekerasan.

Oase dan Harapan

Meskipun demikian, masih ada secercah harapan. Terdapat banyak gerakan dan individu yang berupaya mempromosikan perdamaian, rekonsiliasi, dan penghormatan terhadap kehidupan manusia di Timur Tengah.

Mereka mengambil inspirasi dari ajaran-ajaran agama yang menekankan kasih sayang, toleransi, dan penghindaran dari kekerasan. Upaya-upaya ini mencakup dialog antar-agama, pendidikan perdamaian, dan advokasi hak asasi manusia. Misalnya, inisiatif seperti “Abrahamic Family House” di Abu Dhabi yang bertujuan untuk mempromosikan pemahaman dan kerjasama antara Muslim, Kristen, dan Yahudi.

Organisasi-organisasi non-pemerintah (LSM) juga memainkan peran penting dalam upaya mempromosikan perdamaian di Timur Tengah. Organisasi seperti International Crisis Group, Human Rights Watch, dan Amnesty International bekerja untuk mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia dan mendorong pemerintah serta aktor non-negara untuk mematuhi hukum internasional. Selain itu, program-program pendidikan yang berfokus pada resolusi konflik dan pembangunan perdamaian mulai diterapkan di beberapa negara di wilayah ini.

Pada akhirnya, hanya dengan menghormati martabat manusia dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang universal, konflik di Timur Tengah dapat diakhiri. Keyakinan akan siksa Tuhan akibat menganiaya orang lain seharusnya menjadi pendorong utama untuk mewujudkan perdamaian dan rekonsiliasi, bukan justru menjadi alat pembenaran untuk tindakan kekerasan dan penganiayaan.

Penting untuk diingat bahwa perdamaian bukan hanya ketiadaan perang, tetapi juga kehadiran keadilan, kesejahteraan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.[T]

Islam Agama Pembebasan
Nuansa Islami Dalam Pustaka Lontar Bali
Tradisi Desa Pegayaman di Bulan Ramadan: Salat Tarawih di Masjid Pukul Sepuluh Malam
Tags: agamaIslamKristenMuslimNasraniTimur TengahYahudi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengenal H.M. Said Budairy dan Napak Tilasnya di Buleleng-Bali

Next Post

Ninjo Haji, Tradisi Unik Melepas Jama’ah Haji di Kabupaten Jembrana

Elpeni Fitrah

Elpeni Fitrah

Ketua Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Ninjo Haji, Tradisi Unik Melepas Jama’ah Haji di Kabupaten Jembrana

Ninjo Haji, Tradisi Unik Melepas Jama’ah Haji di Kabupaten Jembrana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co