23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Paradoks di Tanah Suci: Ketika Keyakinan Dianiaya

Elpeni Fitrah by Elpeni Fitrah
May 29, 2024
in Esai
Paradoks di Tanah Suci: Ketika Keyakinan Dianiaya

Ilustasi diolah tatkala dari Canva

TULISAN ini saya ketik di tengah keprihatinan mendalam melihat situasi di Timur Tengah belakangan ini. Berita tentang kekerasan, intimidasi, serangan militer, dan penderitaan manusia mengalir terus bagai air pancuran, tak pernah putus walau dipancung.

Otak pandir saya ini tetiba bertanya, bagaimana mungkin kawasan Timur Tengah, “Tanah Suci” kata orang, merujuk pada kenyataan bahwa blok tersebut merupakan wilayah sakral bagi tiga agama besar dunia; Islam, Kristen, dan Yahudi, namun justru dilanda “bencana”, sebuah kiasan untuk menyebut konflik, kekerasan, dan penindasan yang merajalela? Tidakkah ini sebuah paradoks?

Bukankah tanah suci seharusnya menjadi simbol perdamaian dan kasih sayang, bukan gelanggang bagi tindakan represif yang jelas-jelas melanggar ajaran agama? Sementara kita semua tahu bahwa setiap tindakan dzalim sekecil apa pun pasti mengundang konsekuensi spiritual yang tidak sepele, sama artinya melawan Tuhan yang secara tegas melaknat tabiat tersebut.

Nah, berpijak pada asumsi receh itu, saya kepikiran untuk mengulas sisi lain yang mungkin belum banyak dibahas orang: di mana posisi keyakinan agama dalam konflik di Timur Tengah? Tesis saya kira-kira begini: Agama tidak cukup mampu mengendalikan rasionalitas seseorang untuk tidak menindas sesama. Pada titik ini saya menyebutnya dengan “Menganiaya Keyakinan”.

Penjelasan dan Kasus

Agama, tidak dapat tidak, memainkan peran sentral dalam kehidupan masyarakat Timur Tengah dengan Islam sebagai keyakinan mayoritas. Salah satu prinsip inti dalam ajaran Islam adalah larangan untuk menyakiti atau menganiaya orang lain, baik sesama Muslim maupun non-Muslim.

 Dalam Al-Quran, kitab suci umat Islam, terdapat banyak ayat yang menekankan pentingnya kasih sayang, perdamaian, dan penghormatan terhadap kehidupan manusia. Namun, paradoksnya, wilayah ini telah menjadi saksi bisu atas banyak kejahatan kemanusiaan yang mengerikan.

Keyakinan akan siksa Tuhan akibat menganiaya orang lain seharusnya menjadi faktor penghambat bagi tindakan kekerasan dan peperangan. Namun, realitasnya jauh berbeda. Konflik-konflik di Timur Tengah seringkali dipicu oleh faktor-faktor seperti persaingan ideologi, sengketa wilayah, ketimpangan ekonomi, dan upaya untuk memperebutkan kekuasaan politik.

Meskipun demikian, agama sering digunakan sebagai alat pembenaran oleh pihak-pihak yang bertikai, baik secara sadar maupun tidak. Salah satu contoh yang paling tragis adalah perang saudara yang berkecamuk di Suriah sejak tahun 2011. Konflik ini telah menewaskan ratusan ribu orang, menciptakan krisis pengungsi terbesar di era modern, dan mengakibatkan kehancuran infrastruktur dan kehidupan masyarakat.

Menurut data dari PBB, lebih dari 5,6 juta orang telah melarikan diri dari Suriah, dan lebih dari 6,1 juta orang terlantar di dalam negeri. Meskipun konflik ini dipicu oleh faktor-faktor politik dan ekonomi, agama sering digunakan sebagai alat untuk membenarkan tindakan kekerasan oleh pihak-pihak yang bertikai, baik pemerintah Suriah maupun kelompok-kelompok pemberontak.

Di Yaman, konflik yang dimulai pada tahun 2015 telah menewaskan lebih dari 233.000 orang, menurut laporan PBB, dengan lebih dari 80% populasi membutuhkan bantuan kemanusiaan. Konflik ini melibatkan pemerintahan yang diakui internasional yang didukung oleh koalisi pimpinan Saudi melawan pemberontak Houthi yang didukung oleh Iran.

Situasi ini memperparah penderitaan rakyat Yaman, dengan blokade yang menyebabkan kelaparan dan krisis kesehatan yang parah. Meskipun kedua belah pihak mengklaim berjuang untuk tujuan yang benar, tindakan mereka sering kali bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan dan ajaran agama.

Salah satu konflik yang paling menonjol dan panjang di Timur Tengah adalah konflik Israel-Palestina. Konflik ini berakar pada perebutan wilayah dan klaim atas tanah yang dianggap suci oleh tiga agama besar: Islam, Kristen, dan Yahudi.

Sejak pembentukan negara Israel pada tahun 1948, terjadi serangkaian perang dan intifada yang telah menewaskan ribuan orang dan menciptakan kondisi kemanusiaan yang sangat sulit bagi rakyat Palestina, terutama di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Ketegangan terus berlanjut dengan berbagai insiden kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh kedua belah pihak.

Situasi di Jalur Gaza sangat memprihatinkan dengan blokade Israel yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade, membatasi akses terhadap barang-barang dasar seperti makanan, obat-obatan, dan bahan bakar.

Menurut laporan PBB, lebih dari 70% penduduk Gaza bergantung pada bantuan kemanusiaan. Sementara itu, Tepi Barat terus mengalami pembangunan pemukiman Israel yang dianggap ilegal menurut hukum internasional, memperparah ketegangan antara kedua belah pihak.

Konflik-konflik ini memperlihatkan bahwa agama sering dijerumuskan sebagai alat pembenar tindakan kekerasan. Namun, sejatinya, konflik-konflik ini lebih banyak dipicu oleh faktor-faktor politik, ekonomi, dan sosial.

Persaingan untuk menguasai sumber daya alam yang melimpah, seperti minyak dan gas, juga menjadi salah satu pemicu utama ketegangan di wilayah ini. Misalnya, Perang Teluk pada awal 1990-an sebagian besar dipicu oleh invasi Irak ke Kuwait, yang bertujuan untuk menguasai cadangan minyak yang besar di negara tersebut.

Selain itu, ketimpangan ekonomi yang mencolok antara negara-negara di Timur Tengah juga berkontribusi terhadap konflik. Negara-negara kaya minyak seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar memiliki tingkat kekayaan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara miskin seperti Yaman dan Suriah. Ketidakadilan ekonomi ini sering kali menciptakan ketegangan sosial dan politik yang memicu kekerasan.

Oase dan Harapan

Meskipun demikian, masih ada secercah harapan. Terdapat banyak gerakan dan individu yang berupaya mempromosikan perdamaian, rekonsiliasi, dan penghormatan terhadap kehidupan manusia di Timur Tengah.

Mereka mengambil inspirasi dari ajaran-ajaran agama yang menekankan kasih sayang, toleransi, dan penghindaran dari kekerasan. Upaya-upaya ini mencakup dialog antar-agama, pendidikan perdamaian, dan advokasi hak asasi manusia. Misalnya, inisiatif seperti “Abrahamic Family House” di Abu Dhabi yang bertujuan untuk mempromosikan pemahaman dan kerjasama antara Muslim, Kristen, dan Yahudi.

Organisasi-organisasi non-pemerintah (LSM) juga memainkan peran penting dalam upaya mempromosikan perdamaian di Timur Tengah. Organisasi seperti International Crisis Group, Human Rights Watch, dan Amnesty International bekerja untuk mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia dan mendorong pemerintah serta aktor non-negara untuk mematuhi hukum internasional. Selain itu, program-program pendidikan yang berfokus pada resolusi konflik dan pembangunan perdamaian mulai diterapkan di beberapa negara di wilayah ini.

Pada akhirnya, hanya dengan menghormati martabat manusia dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang universal, konflik di Timur Tengah dapat diakhiri. Keyakinan akan siksa Tuhan akibat menganiaya orang lain seharusnya menjadi pendorong utama untuk mewujudkan perdamaian dan rekonsiliasi, bukan justru menjadi alat pembenaran untuk tindakan kekerasan dan penganiayaan.

Penting untuk diingat bahwa perdamaian bukan hanya ketiadaan perang, tetapi juga kehadiran keadilan, kesejahteraan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.[T]

Islam Agama Pembebasan
Nuansa Islami Dalam Pustaka Lontar Bali
Tradisi Desa Pegayaman di Bulan Ramadan: Salat Tarawih di Masjid Pukul Sepuluh Malam
Tags: agamaIslamKristenMuslimNasraniTimur TengahYahudi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengenal H.M. Said Budairy dan Napak Tilasnya di Buleleng-Bali

Next Post

Ninjo Haji, Tradisi Unik Melepas Jama’ah Haji di Kabupaten Jembrana

Elpeni Fitrah

Elpeni Fitrah

Ketua Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Ninjo Haji, Tradisi Unik Melepas Jama’ah Haji di Kabupaten Jembrana

Ninjo Haji, Tradisi Unik Melepas Jama’ah Haji di Kabupaten Jembrana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co