2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Paradoks di Tanah Suci: Ketika Keyakinan Dianiaya

Elpeni Fitrah by Elpeni Fitrah
May 29, 2024
in Esai
Paradoks di Tanah Suci: Ketika Keyakinan Dianiaya

Ilustasi diolah tatkala dari Canva

TULISAN ini saya ketik di tengah keprihatinan mendalam melihat situasi di Timur Tengah belakangan ini. Berita tentang kekerasan, intimidasi, serangan militer, dan penderitaan manusia mengalir terus bagai air pancuran, tak pernah putus walau dipancung.

Otak pandir saya ini tetiba bertanya, bagaimana mungkin kawasan Timur Tengah, “Tanah Suci” kata orang, merujuk pada kenyataan bahwa blok tersebut merupakan wilayah sakral bagi tiga agama besar dunia; Islam, Kristen, dan Yahudi, namun justru dilanda “bencana”, sebuah kiasan untuk menyebut konflik, kekerasan, dan penindasan yang merajalela? Tidakkah ini sebuah paradoks?

Bukankah tanah suci seharusnya menjadi simbol perdamaian dan kasih sayang, bukan gelanggang bagi tindakan represif yang jelas-jelas melanggar ajaran agama? Sementara kita semua tahu bahwa setiap tindakan dzalim sekecil apa pun pasti mengundang konsekuensi spiritual yang tidak sepele, sama artinya melawan Tuhan yang secara tegas melaknat tabiat tersebut.

Nah, berpijak pada asumsi receh itu, saya kepikiran untuk mengulas sisi lain yang mungkin belum banyak dibahas orang: di mana posisi keyakinan agama dalam konflik di Timur Tengah? Tesis saya kira-kira begini: Agama tidak cukup mampu mengendalikan rasionalitas seseorang untuk tidak menindas sesama. Pada titik ini saya menyebutnya dengan “Menganiaya Keyakinan”.

Penjelasan dan Kasus

Agama, tidak dapat tidak, memainkan peran sentral dalam kehidupan masyarakat Timur Tengah dengan Islam sebagai keyakinan mayoritas. Salah satu prinsip inti dalam ajaran Islam adalah larangan untuk menyakiti atau menganiaya orang lain, baik sesama Muslim maupun non-Muslim.

 Dalam Al-Quran, kitab suci umat Islam, terdapat banyak ayat yang menekankan pentingnya kasih sayang, perdamaian, dan penghormatan terhadap kehidupan manusia. Namun, paradoksnya, wilayah ini telah menjadi saksi bisu atas banyak kejahatan kemanusiaan yang mengerikan.

Keyakinan akan siksa Tuhan akibat menganiaya orang lain seharusnya menjadi faktor penghambat bagi tindakan kekerasan dan peperangan. Namun, realitasnya jauh berbeda. Konflik-konflik di Timur Tengah seringkali dipicu oleh faktor-faktor seperti persaingan ideologi, sengketa wilayah, ketimpangan ekonomi, dan upaya untuk memperebutkan kekuasaan politik.

Meskipun demikian, agama sering digunakan sebagai alat pembenaran oleh pihak-pihak yang bertikai, baik secara sadar maupun tidak. Salah satu contoh yang paling tragis adalah perang saudara yang berkecamuk di Suriah sejak tahun 2011. Konflik ini telah menewaskan ratusan ribu orang, menciptakan krisis pengungsi terbesar di era modern, dan mengakibatkan kehancuran infrastruktur dan kehidupan masyarakat.

Menurut data dari PBB, lebih dari 5,6 juta orang telah melarikan diri dari Suriah, dan lebih dari 6,1 juta orang terlantar di dalam negeri. Meskipun konflik ini dipicu oleh faktor-faktor politik dan ekonomi, agama sering digunakan sebagai alat untuk membenarkan tindakan kekerasan oleh pihak-pihak yang bertikai, baik pemerintah Suriah maupun kelompok-kelompok pemberontak.

Di Yaman, konflik yang dimulai pada tahun 2015 telah menewaskan lebih dari 233.000 orang, menurut laporan PBB, dengan lebih dari 80% populasi membutuhkan bantuan kemanusiaan. Konflik ini melibatkan pemerintahan yang diakui internasional yang didukung oleh koalisi pimpinan Saudi melawan pemberontak Houthi yang didukung oleh Iran.

Situasi ini memperparah penderitaan rakyat Yaman, dengan blokade yang menyebabkan kelaparan dan krisis kesehatan yang parah. Meskipun kedua belah pihak mengklaim berjuang untuk tujuan yang benar, tindakan mereka sering kali bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan dan ajaran agama.

Salah satu konflik yang paling menonjol dan panjang di Timur Tengah adalah konflik Israel-Palestina. Konflik ini berakar pada perebutan wilayah dan klaim atas tanah yang dianggap suci oleh tiga agama besar: Islam, Kristen, dan Yahudi.

Sejak pembentukan negara Israel pada tahun 1948, terjadi serangkaian perang dan intifada yang telah menewaskan ribuan orang dan menciptakan kondisi kemanusiaan yang sangat sulit bagi rakyat Palestina, terutama di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Ketegangan terus berlanjut dengan berbagai insiden kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh kedua belah pihak.

Situasi di Jalur Gaza sangat memprihatinkan dengan blokade Israel yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade, membatasi akses terhadap barang-barang dasar seperti makanan, obat-obatan, dan bahan bakar.

Menurut laporan PBB, lebih dari 70% penduduk Gaza bergantung pada bantuan kemanusiaan. Sementara itu, Tepi Barat terus mengalami pembangunan pemukiman Israel yang dianggap ilegal menurut hukum internasional, memperparah ketegangan antara kedua belah pihak.

Konflik-konflik ini memperlihatkan bahwa agama sering dijerumuskan sebagai alat pembenar tindakan kekerasan. Namun, sejatinya, konflik-konflik ini lebih banyak dipicu oleh faktor-faktor politik, ekonomi, dan sosial.

Persaingan untuk menguasai sumber daya alam yang melimpah, seperti minyak dan gas, juga menjadi salah satu pemicu utama ketegangan di wilayah ini. Misalnya, Perang Teluk pada awal 1990-an sebagian besar dipicu oleh invasi Irak ke Kuwait, yang bertujuan untuk menguasai cadangan minyak yang besar di negara tersebut.

Selain itu, ketimpangan ekonomi yang mencolok antara negara-negara di Timur Tengah juga berkontribusi terhadap konflik. Negara-negara kaya minyak seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar memiliki tingkat kekayaan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara miskin seperti Yaman dan Suriah. Ketidakadilan ekonomi ini sering kali menciptakan ketegangan sosial dan politik yang memicu kekerasan.

Oase dan Harapan

Meskipun demikian, masih ada secercah harapan. Terdapat banyak gerakan dan individu yang berupaya mempromosikan perdamaian, rekonsiliasi, dan penghormatan terhadap kehidupan manusia di Timur Tengah.

Mereka mengambil inspirasi dari ajaran-ajaran agama yang menekankan kasih sayang, toleransi, dan penghindaran dari kekerasan. Upaya-upaya ini mencakup dialog antar-agama, pendidikan perdamaian, dan advokasi hak asasi manusia. Misalnya, inisiatif seperti “Abrahamic Family House” di Abu Dhabi yang bertujuan untuk mempromosikan pemahaman dan kerjasama antara Muslim, Kristen, dan Yahudi.

Organisasi-organisasi non-pemerintah (LSM) juga memainkan peran penting dalam upaya mempromosikan perdamaian di Timur Tengah. Organisasi seperti International Crisis Group, Human Rights Watch, dan Amnesty International bekerja untuk mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia dan mendorong pemerintah serta aktor non-negara untuk mematuhi hukum internasional. Selain itu, program-program pendidikan yang berfokus pada resolusi konflik dan pembangunan perdamaian mulai diterapkan di beberapa negara di wilayah ini.

Pada akhirnya, hanya dengan menghormati martabat manusia dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang universal, konflik di Timur Tengah dapat diakhiri. Keyakinan akan siksa Tuhan akibat menganiaya orang lain seharusnya menjadi pendorong utama untuk mewujudkan perdamaian dan rekonsiliasi, bukan justru menjadi alat pembenaran untuk tindakan kekerasan dan penganiayaan.

Penting untuk diingat bahwa perdamaian bukan hanya ketiadaan perang, tetapi juga kehadiran keadilan, kesejahteraan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.[T]

Islam Agama Pembebasan
Nuansa Islami Dalam Pustaka Lontar Bali
Tradisi Desa Pegayaman di Bulan Ramadan: Salat Tarawih di Masjid Pukul Sepuluh Malam
Tags: agamaIslamKristenMuslimNasraniTimur TengahYahudi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengenal H.M. Said Budairy dan Napak Tilasnya di Buleleng-Bali

Next Post

Ninjo Haji, Tradisi Unik Melepas Jama’ah Haji di Kabupaten Jembrana

Elpeni Fitrah

Elpeni Fitrah

Ketua Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Ninjo Haji, Tradisi Unik Melepas Jama’ah Haji di Kabupaten Jembrana

Ninjo Haji, Tradisi Unik Melepas Jama’ah Haji di Kabupaten Jembrana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co