2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pengendalian Rokok di Indonesia dan Negara-negara Dunia yang Tak Pernah Padam

Trisna Maha Augustia by Trisna Maha Augustia
May 28, 2024
in Esai
Pengendalian Rokok di Indonesia dan Negara-negara Dunia yang Tak Pernah Padam

Foto ilustrasi: tatkala.co

Perilaku merokok tak lepas dari kebiasaan turun-temurun yang mengakar di Indonesia. Tak jarang, dalam sebuah pertemuan sosial atau acara tertentu, merokok seringkali menjadi bagian dari ritual dan ungkapan identitas. Asal mula tradisi ini diperkenalkan oleh pedagang Eropa yang diadopsi oleh Indonesia sejak abad ke-17 sebagai kebiasaan yang modis.

Memasuki era industri pada abad ke-19, terjadi revolusi industri yang membuat produksi rokok bekerja dengan cepat sehingga jumlah rokok dengan kemasan kertas meningkat secara signifikan di pasaran dengan biaya yang rendah. Namun, pada pertengahan abad ke-20 terjadi perubahan pandangan masyarakat terhadap rokok, kini masyarakat mulai menyadari bahwa merokok memiliki risiko kesehatan.  Hal tersebut diperkuat dengan penelitian ilmiah menunjukkan bahwa rokok memiliki kandungan nikotin yang dapat memunculkan gejala ketergantungan terhadap rokok.

Ditambah, dalam sebatang rokok terkandung 4000 jenis senyawa dan 400 diantarannya merupakan zat berbahaya serta terdapat zat penyebab kanker (karsinogenik) sejumlah 43 zat. Apabila zat-zat tersebut terhirup dari asap rokok yang terbakar akan berisiko mengalami gangguan pernapasan, perubahan bau nafas, warna gigi hingga penyakit jantung serta penyakit serius lainnya.

Akan tetapi, efek tersebut muncul tergantung dari lamanya paparan, frekuensi paparan, maupun mekanisme perlindungan tubuh terhadap mutasi sel genetik. Hal tersebut membuat negara-negara di dunia mulai gencar membuat regulasi yang ketat terhadap produksi, pemasaran, dan komsumsi rokok serta mengkampanyekan anti-rokok (P2PTM Kemenkes RI, 2022)

Bagaimana kini kondisi perokok di Indonesia?

Indonesia kini dijuluki sebagai negara baby smoker sebab jumlah perokok terbanyak berada pada usia anak-anak hingga remaja. Mayoritas (69%) remaja di Indonesia merupakan perokok aktif. Dari jumlah tersebut terdapat 230 ribu anak yang dibawah usia 10 tahun sudah menjadi perokok aktif.

Salah satu kasus di Sukabumi, anak berusia 11 bulan sudah menjadi perokok aktif dan mengalami sakau bila tidak merokok setiap lima menit sekali (TSCS, 2023). Hal ini dimungkinkan karena keterpaparan iklan dan anak melihat perokok di sekitarnya atau di dalam rumah. Masih adanya iklan rokok di Indonesia yang mencerminkan penanganan yang masih belum serius pada permasalahan ini.

Strategi Pemerintah dalam mengendalikan produk tembakau yaitu kebijakan fiscal melalui kenaikan cukai rokok dan kebijakan non fiscal, seperti melarang TAPS (Tobacco Advertising, Promotion and Sponsorship), implementasi KTR (Kawasan Tanpa Asap Rokok), memperbesar gambar peringatan kesehatan pada bungkus rokok, dan membatasi penjualan rokok. Pemerintah juga melakukan penguatan regulasi untuk mengurangi prevalensi perokok (CHBP, 2023).

Namun, industri tembakau terus berinovasi untuk menjual nikotin kepada generasi muda dalam kemasan yang berbeda dengan jebakan rasa-rasa permen dan buah. Ditambah, promosi rokok yang agresif dari perusahaan rokok yang menyasar generasi muda.

Penelitian di Amerika Serikat menemukan bahwa lebih dari 70% remaja pengguna rokok elektrik akan berhenti jika produknya hanya tersedia dalam rasa tembakau (WHO, 2024).World Health Organization mendesak pemerintah untuk melindungi generasi muda dari penggunaan tembakau, rokok elektrik, dan produk nikotin lainnya dengan melarang atau mengatur secara ketat produk-produk tersebut.

Rekomendasi WHO mencakup penciptaan tempat umum dalam ruangan yang 100% bebas asap rokok, pelarangan rokok elektrik beraroma, larangan pemasaran, periklanan dan promosi, pajak yang lebih tinggi, peningkatan kesadaran masyarakat akan taktik menipu yang digunakan oleh industri dan mendukung inisiatif pendidikan dan kesadaran yang dipimpin oleh kaum muda (WHO, 2024).

Bagaimana negara lain melarang merokok?

Pada tahun 2023, sudah 74 negara yang mempunyai “kebijakan bebas rokok”. Irlandia adalah negara pertama di dunia yang melarang merokok di semua tempat kerja dalam ruangan pada tahun 2004, termasuk restoran dan bar. Pemerintahan Selandia Baru berencana ingin melakukan tindakan keras terhadap rokok, dengan mengeluarkan undang-undang yang berarti siapa pun yang lahir setelah tahun 2008 tidak akan dapat membeli rokok atau produk tembakau seumur hidup mereka.

Mereka juga membatasi tempat penjualan tembakau dan mengurangi kadar nikotin (obat adiktif) dalam rokok. Kebijakan ini menginspirasi Perdana Menteri Rishi Sunak untuk memberlakukan pembatasan merokok serupa di Inggris.

Berdasarkan undang-undang yang diusulkan pemerintah Inggris, siapa pun yang lahir sejak tahun 2009 tidak akan pernah bisa membeli rokok atau produk tembakau lainnya secara legal. Idenya adalah untuk mencegah generasi mendatang merokok, karena sembilan dari 10 orang mengatakan bahwa mereka memulai kebiasaan tersebut sebelum usia 21 tahun, menurut data dari Cancer Research. Undang-undang yang diusulkan tidak akan mengkriminalisasi tindakan membeli tembakau dan tidak akan mencegah generasi tua menjual tembakau di masa depan.

Meksiko mempunyai undang-undang anti-rokok yang paling ketat di dunia, termasuk larangan merokok di pantai, taman, dan dalam beberapa kasus di rumah pribadi. Portugal bertujuan untuk memiliki “generasi bebas rokok” pada tahun 2040 dan ingin mengesahkan undang-undang yang akan melarang bar, kafe, dan pompa bensin menjual produk tembakau. Kanada berharap dapat mengurangi penggunaan tembakau hingga kurang dari 5% pada tahun 2035 dan pada awal tahun ini, Kanada menjadi negara pertama yang menetapkan bahwa peringatan kesehatan harus dicetak pada setiap batang rokok (Rosemary, 2023).

Apa yang harus dilakukan masyarakat untuk mendukung upaya bebas rokok?

Proses berhenti merokok memang bukanlah hal yang mudah, upaya berhenti merokok perlu komitmen bersama. Sebab saat individu sudah bertekad untuk berhenti merokok, tak jarang dukungan dari luar sangat minim di Indonesia. Dengan demikian, diperlukan sikap yang mendukung upaya bebas rokok dengan berkomitmen mengurangi konsumsi rokok bagi perokok dan memilih untuk tidak merokok sebagai langkah pertama yang sangat penting.

Selanjutnya, memberikan dukungan kepada teman, keluarga, dan rekan kerja yang ingin berhenti merokok dan menyebarkan informasi tentang bahaya rokok dan manfaat berhenti merokok kepada orang lain. Mendukung kebijakan tempat kerja, sekolah, dan tempat umum lainnya yang melarang merokok serta menjadi contoh positif dengan tidak merokok di depan anak-anak dan orang lain.

Memiliki masyarakat Indonesia yang bebas rokok adalah tujuan yang ambisius, tetapi bisa dicapai dengan upaya yang tepat, seperti penegakan hukum yang ketat teradap peraturan tentang iklan rokok, edukasi yang intensif tentang bahaya rokok, serta regulasi yang kuat terkait penjualan dan produksi rokok.

Referensi :

  1. P2PTM Kemenkes RI. (2022). Kandungan dalam Sebatang Rokok. [Online] Available at:<https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/penyakit-akibat-tembakau/kandungan-dalam-sebatang-rokok>[Accessed 27 May 2024]
  2. TCSC. (2023). Remaja Dominasi Perokok Aktif di Indonesia . [Online] Available at:<https://www.tcsc-indonesia.org/remaja-dominasi-perokok-aktif-di-indonesia/#:~:text=Menurut%20Aris%2C%20hingga%20saat%20ini,tahun%20sudah%20menjadi%20perokok%20aktif.>[Accessed 27 May 2024]
  3. CHBP. (2023). Pencapaian Penurunan Prevalensi Perokok Anak Pada Target RPJMN 2024. [Online] Available at:<https://chbp.fk.ugm.ac.id/2023/01/26/pencapaian-penurunan-prevalensi-perokok-anak-pada-target-rpjmn-2024/>[Accessed 27 May 2024]
  4. WHO. (2024).Young people using e-cigarettes at rates higher than adults in many countries. [Online] Available at:<https://www.who.int/news/item/23-05-2024-tobacco-and-nicotine-industry-tactics-addict-youth-for-life>[Accessed 27 May 2024]
  5. Rosemary. (2023). A quick guide to smoking band across the world. [Online] Available at:<https://www.who.int/news/item/23-05-2024-tobacco-and-nicotine-industry-tactics-addict-youth-for-life>[Accessed 27 May 2024]
Kelas Pertanian dengan Perilaku Organik untuk Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Rahasia Madu untuk Kesehatan
Sejarah Kesehatan dan Kebangkitan Nasional(isme) Indonesia
Tags: antirokokkesehatanrokok
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Film “Bersama Membangun Negeri”, Komedi Satir Untuk Para Calon Legislatif

Next Post

Meretas Penyimpangan dalam Perjalanan Budaya dan Spiritualitas Tanah Minangkabau pada Novel “Segala Yang Diisap Langit” karya Pinto Anugrah

Trisna Maha Augustia

Trisna Maha Augustia

Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, Universitas Udayana

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Meretas Penyimpangan dalam Perjalanan Budaya dan Spiritualitas Tanah Minangkabau pada Novel “Segala Yang Diisap Langit” karya Pinto Anugrah

Meretas Penyimpangan dalam Perjalanan Budaya dan Spiritualitas Tanah Minangkabau pada Novel "Segala Yang Diisap Langit" karya Pinto Anugrah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co