30 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Karang Binangun Menjelang Lebaran

Jaswanto by Jaswanto
April 9, 2024
in Esai
Libur Hari Jumat

tatkala.co

PADA malam menjelang 29, sehari sebelum lebaran, di depan pintu setiap rumah, entah pintu depan, samping, maupun belakang, terdapat bonggol jagung yang dilumuri minyak tanah lalu ditusuk sebatang buluh—seperti hendak membakar jagung—dan dipacak di tanah kemudian dibakar. Bonggol itu menjelma obor kecil yang meliuk diterpa sore yang gerah. Orang Dusun Karang Binangun menyebutnya “colok”.

Tak jelas kapan tradisi ini dimulai. Dan tak jelas pula apa tujuannya. Di Karang Binangun, sejarah gelap seperti gang-gangnya yang sempit. Tetapi, terkait tujuannya, menurut kakek-nenek, colok ini sebagai penerang bagi arwah-roh mereka yang lebih dulu mangkat, yang berkunjung ke rumah saat malam 29. Penjelasan yang agak sulit diterima memang, tapi ini kepercayaan yang sudah dianut berabad-abad silam.

Menjelang lebaran, selain membakar colok dan menancapkannya di depan setiap pintu, Dusun Karang Binangun tampak lebih bergeliat. Ibu-ibu sibuk di dapur, membuat jajanan yang akan dihidangkan di meja tamu. Jajanan macam peyek, kacang asin, marning, keripik singkong, dan keripik pisang, biasanya diatasi sendiri. Selebihnya, jajanan yang dianggap lebih kekinian, mereka memburunya di pasar.

Hari-hari seperti ini, bagai tak ada celah di pasar desa maupun kecamatan. Lapak-lapak kue kering dan jajanan ringan, lapak pakaian, sendal, kupluk, sampai lapak bunga, diserbu masyarakat. Bunga? Ya, untuk ditabur di kuburan keluarga—nyekar, ziarah.

Tapi sebelum nyekar, sementara ibu-ibu sibuk di pasar dan di dapur, bapak-bapak di Karang Binangun berbondong-bondong ke kuburan untuk melakukan resik—kegiatan bersih-bersih area pusara menjelang hari raya. Resik ini biasanya dilakukan dua hari sebelum Idulfitri. Maka, jika kau berkunjung ke Karang Binangun hari ini, kau tak akan mendapati semak-belukar di antara nisan yang ranggas.

Setelah resik di kuburan, para lelaki lanjut resik-resik di rumah. Mereka mengoyak sarang laba-laba yang bergelayut di sudut-sudut ruangan. Mengepel lantai, mencabut rumput liar di halaman dan di pinggir jalan, membenarkan letak meja-kursi setelah mencucinya dengan kasar, dan menata semua hal untuk dua tujuan utama: terlihat rapi dan layak huni.

Pekerjaan tak selesai di situ, pakan kambing dan sapi harus segera dipikirkan. Rumput dan reramban harus dikumpulkan lebih banyak dari hari biasanya. Setiap orang yang memiliki ternak harus menyiapkan tabungan pakan sebelum lebaran. Ini penting! Sebab pada saat hari raya, sebelum Asar menjelang, tak ada orang yang bekerja. Semua orang di rumah. Tapi setelah Asar, bapak-bapak akan ke tegal memberi pakan ternak. Lepas itu pulang, menyambut sanak-tetangga yang hendak beranjangsana.

Tapi itu hanya berlaku saat hari raya saja. Sehari setelahnya, orang-orang Karang Binangun akan kembali seperti hari-hari biasa—kembali ke pengaturan awal sebagai petani yang lebih banyak menghabiskan waktu siang hari di ladang daripada di rumah.

Dalam diri orang Karang Binangun, sebenarnya mereka nyaris menikmati puasa sepanjang hidup dan hari raya setiap harinya. Dalam kehidupan sosial dan politik, misalnya, mereka dipaksa puasa secara sistemik. Menahan diri untuk tidak memiliki hak sebagai warga negara secara sejati. Tapi bisa merayakan kebahagiaan hidupnya setiap hari dengan caranya sendiri.

Dan dalam hidup, sebagian dari mereka menahan lapar dari modernitas dan kemajuan dunia di luar sana. Tapi puas dan kenyang terhadap rasa syukur akan orisinalitas hidup mereka yang default dari Tuhan.

Karang Binangun menjelang lebaran adalah dusun yang dilanda ketidakpastian musim. Sekarang musim sangat susah diramal. Layaknya judi togel. Ada waktu-waktu tertentu ketika matahari bersinar dengan terang—dan panas, panas sekali. Tetapi hanya sepersekian menit dan tanpa diduga-duga, angin kembali mengirim matahari pulang, membuat terbirit-birit kumpulan awan hitam—walaupun terik membakar lebih banyak mengguyurnya daripada air yang menyejukkan. Tuhan, kacang tanah kami butuh air.

Saat panas, jalanan seperti dipanggang dan angin kering berembus membawa debu dan aroma kotoran ternak. Orang-orang berlalu-lalang dengan gerutu-gerutu. Para perempuan berkumpul di tiap-tiap beranda rumah sambil berbicara banyak hal—bahkan tak sanggup saya uraikan di sini. Setiap menit pembicaraan, mereka mengungkapkan teori yang sama bahwa matahari sesungguhnya tidak sepanas ini beberapa tahun sebelumnya.

Gumpalan rumput kering menggelinding dan berhenti terhalang pematang. Kemarau adalah musim yang dibenci kalong. Buah-buahan tidak mereka temukan. Serangga pun seperti tulisan yang dilalap oleh karet penghapus. Lenyap entah ke mana. Pada saat seperti ini, Karang Binangun tak lebih dari dusun miskin tegalan yang meratapi ketidakberdayaan di tengah tsunami modernitas yang nggegirisi.

Menjelang lebaran seperti sekarang, saatnya orang-orang Karang Binangun yang merantau—seperti saya—pulang ke rumah masing-masing, mudik. Perantau-perantau, termasuk saya, adalah jenis orang yang pandai menutupi luka-luka. Nyaris tak satu pun cerita sengsara di tanah seberang digumamkan. Otomatis, tanpa disadari, seolah hanya cerita manis dan capaian-capaian gemilang yang patut disampaikan. Kami, para perantau-perantau kampungan ini, adalah pembohong-pembohong ulung menjelang akhir Ramadan. Percayalah!

Ah, Karang Binangun yang kecil. Tempat saya dilahirkan. Tempat saya menusuk biji-biji mete dan menyusupkannya ke lapis terdalam dedaunan kering yang dibakar. Saat biji-biji itu mengepul dan hitam arang, saya membukanya dengan batu. Serpihan arangnya memberi noda di tepi beton telaga kecil berair cokelat—tempat saya memasukkan kaki ke dasarnya yang berlumpur dan penuh dengan pecahan rumah keong. Sebutir inti, kacang kecil di antara pecahannya, akan menggelinding ke mana saja. Saya hanya perlu mengusapnya dengan ibu jari, bahkan kadang tidak, sebelum memamahbiaknya.[T]

Tags: Idulfitrikampung halamanLebaranmudikRamadan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Anomali Bahasa Putu Wahya Santosa Dalam Novelet ”Aji Kecubung”

Next Post

Hal yang Didapat dan Hal yang Ditinggalkan Saat Antrean Pemudik di Gilimanuk

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
0
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

Read moreDetails

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

Read moreDetails

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
0
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

Read moreDetails
Next Post
Hal yang Didapat dan Hal yang Ditinggalkan Saat Antrean Pemudik di Gilimanuk

Hal yang Didapat dan Hal yang Ditinggalkan Saat Antrean Pemudik di Gilimanuk

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas
Khas

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi
Ulas Buku

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?
Esai

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra
Esai

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

by Emi Suy
September 29, 2026
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival
Tualang

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938
Kuliner

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe
Tualang

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co