15 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Karang Binangun Menjelang Lebaran

Jaswanto by Jaswanto
April 9, 2024
in Esai
Libur Hari Jumat

tatkala.co

PADA malam menjelang 29, sehari sebelum lebaran, di depan pintu setiap rumah, entah pintu depan, samping, maupun belakang, terdapat bonggol jagung yang dilumuri minyak tanah lalu ditusuk sebatang buluh—seperti hendak membakar jagung—dan dipacak di tanah kemudian dibakar. Bonggol itu menjelma obor kecil yang meliuk diterpa sore yang gerah. Orang Dusun Karang Binangun menyebutnya “colok”.

Tak jelas kapan tradisi ini dimulai. Dan tak jelas pula apa tujuannya. Di Karang Binangun, sejarah gelap seperti gang-gangnya yang sempit. Tetapi, terkait tujuannya, menurut kakek-nenek, colok ini sebagai penerang bagi arwah-roh mereka yang lebih dulu mangkat, yang berkunjung ke rumah saat malam 29. Penjelasan yang agak sulit diterima memang, tapi ini kepercayaan yang sudah dianut berabad-abad silam.

Menjelang lebaran, selain membakar colok dan menancapkannya di depan setiap pintu, Dusun Karang Binangun tampak lebih bergeliat. Ibu-ibu sibuk di dapur, membuat jajanan yang akan dihidangkan di meja tamu. Jajanan macam peyek, kacang asin, marning, keripik singkong, dan keripik pisang, biasanya diatasi sendiri. Selebihnya, jajanan yang dianggap lebih kekinian, mereka memburunya di pasar.

Hari-hari seperti ini, bagai tak ada celah di pasar desa maupun kecamatan. Lapak-lapak kue kering dan jajanan ringan, lapak pakaian, sendal, kupluk, sampai lapak bunga, diserbu masyarakat. Bunga? Ya, untuk ditabur di kuburan keluarga—nyekar, ziarah.

Tapi sebelum nyekar, sementara ibu-ibu sibuk di pasar dan di dapur, bapak-bapak di Karang Binangun berbondong-bondong ke kuburan untuk melakukan resik—kegiatan bersih-bersih area pusara menjelang hari raya. Resik ini biasanya dilakukan dua hari sebelum Idulfitri. Maka, jika kau berkunjung ke Karang Binangun hari ini, kau tak akan mendapati semak-belukar di antara nisan yang ranggas.

Setelah resik di kuburan, para lelaki lanjut resik-resik di rumah. Mereka mengoyak sarang laba-laba yang bergelayut di sudut-sudut ruangan. Mengepel lantai, mencabut rumput liar di halaman dan di pinggir jalan, membenarkan letak meja-kursi setelah mencucinya dengan kasar, dan menata semua hal untuk dua tujuan utama: terlihat rapi dan layak huni.

Pekerjaan tak selesai di situ, pakan kambing dan sapi harus segera dipikirkan. Rumput dan reramban harus dikumpulkan lebih banyak dari hari biasanya. Setiap orang yang memiliki ternak harus menyiapkan tabungan pakan sebelum lebaran. Ini penting! Sebab pada saat hari raya, sebelum Asar menjelang, tak ada orang yang bekerja. Semua orang di rumah. Tapi setelah Asar, bapak-bapak akan ke tegal memberi pakan ternak. Lepas itu pulang, menyambut sanak-tetangga yang hendak beranjangsana.

Tapi itu hanya berlaku saat hari raya saja. Sehari setelahnya, orang-orang Karang Binangun akan kembali seperti hari-hari biasa—kembali ke pengaturan awal sebagai petani yang lebih banyak menghabiskan waktu siang hari di ladang daripada di rumah.

Dalam diri orang Karang Binangun, sebenarnya mereka nyaris menikmati puasa sepanjang hidup dan hari raya setiap harinya. Dalam kehidupan sosial dan politik, misalnya, mereka dipaksa puasa secara sistemik. Menahan diri untuk tidak memiliki hak sebagai warga negara secara sejati. Tapi bisa merayakan kebahagiaan hidupnya setiap hari dengan caranya sendiri.

Dan dalam hidup, sebagian dari mereka menahan lapar dari modernitas dan kemajuan dunia di luar sana. Tapi puas dan kenyang terhadap rasa syukur akan orisinalitas hidup mereka yang default dari Tuhan.

Karang Binangun menjelang lebaran adalah dusun yang dilanda ketidakpastian musim. Sekarang musim sangat susah diramal. Layaknya judi togel. Ada waktu-waktu tertentu ketika matahari bersinar dengan terang—dan panas, panas sekali. Tetapi hanya sepersekian menit dan tanpa diduga-duga, angin kembali mengirim matahari pulang, membuat terbirit-birit kumpulan awan hitam—walaupun terik membakar lebih banyak mengguyurnya daripada air yang menyejukkan. Tuhan, kacang tanah kami butuh air.

Saat panas, jalanan seperti dipanggang dan angin kering berembus membawa debu dan aroma kotoran ternak. Orang-orang berlalu-lalang dengan gerutu-gerutu. Para perempuan berkumpul di tiap-tiap beranda rumah sambil berbicara banyak hal—bahkan tak sanggup saya uraikan di sini. Setiap menit pembicaraan, mereka mengungkapkan teori yang sama bahwa matahari sesungguhnya tidak sepanas ini beberapa tahun sebelumnya.

Gumpalan rumput kering menggelinding dan berhenti terhalang pematang. Kemarau adalah musim yang dibenci kalong. Buah-buahan tidak mereka temukan. Serangga pun seperti tulisan yang dilalap oleh karet penghapus. Lenyap entah ke mana. Pada saat seperti ini, Karang Binangun tak lebih dari dusun miskin tegalan yang meratapi ketidakberdayaan di tengah tsunami modernitas yang nggegirisi.

Menjelang lebaran seperti sekarang, saatnya orang-orang Karang Binangun yang merantau—seperti saya—pulang ke rumah masing-masing, mudik. Perantau-perantau, termasuk saya, adalah jenis orang yang pandai menutupi luka-luka. Nyaris tak satu pun cerita sengsara di tanah seberang digumamkan. Otomatis, tanpa disadari, seolah hanya cerita manis dan capaian-capaian gemilang yang patut disampaikan. Kami, para perantau-perantau kampungan ini, adalah pembohong-pembohong ulung menjelang akhir Ramadan. Percayalah!

Ah, Karang Binangun yang kecil. Tempat saya dilahirkan. Tempat saya menusuk biji-biji mete dan menyusupkannya ke lapis terdalam dedaunan kering yang dibakar. Saat biji-biji itu mengepul dan hitam arang, saya membukanya dengan batu. Serpihan arangnya memberi noda di tepi beton telaga kecil berair cokelat—tempat saya memasukkan kaki ke dasarnya yang berlumpur dan penuh dengan pecahan rumah keong. Sebutir inti, kacang kecil di antara pecahannya, akan menggelinding ke mana saja. Saya hanya perlu mengusapnya dengan ibu jari, bahkan kadang tidak, sebelum memamahbiaknya.[T]

Tags: Idulfitrikampung halamanLebaranmudikRamadan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Anomali Bahasa Putu Wahya Santosa Dalam Novelet ”Aji Kecubung”

Next Post

Hal yang Didapat dan Hal yang Ditinggalkan Saat Antrean Pemudik di Gilimanuk

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

by Lailatus Sholihah
July 15, 2026
0

Pagi itu, gerbang-gerbang sekolah kembali dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Ada anak yang dengan antusias mengenakan seragam baru, ada yang menggenggam...

Read moreDetails

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails
Next Post
Hal yang Didapat dan Hal yang Ditinggalkan Saat Antrean Pemudik di Gilimanuk

Hal yang Didapat dan Hal yang Ditinggalkan Saat Antrean Pemudik di Gilimanuk

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Esai

Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

Pagi itu, gerbang-gerbang sekolah kembali dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Ada anak yang dengan antusias mengenakan seragam baru, ada yang menggenggam...

by Lailatus Sholihah
July 15, 2026
Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali
Panggung

Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali

KISAH CEO yang menyamar lazimnya identik dengan drama Korea yang dipenuhi ketegangan, romansa, dan konflik keluarga. Namun, cerita yang akrab...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026

Gemuruh tiupan saksofon, dentuman drum, dan lengking gitar listrik memenuhi Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin (13/7/2026) malam. Melalui pertunjukan...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026
Khas

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café
Budaya

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co