3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sadar Membaca Dahulu, Terbiasa Kemudian

Satria Aditya by Satria Aditya
March 26, 2024
in Esai
Sadar Membaca Dahulu, Terbiasa Kemudian

Ilustrasi tatkala.co | Wiradinata

LITERASI sampai hari ini masih digaungkan di dunia pendidikan, begitu pula dengan berbagai programnya. Literasi sepertinya masih sangat langka di Indonesia, sehingga pemerintah pun bikin program-program seremonial terkait literasi, bahkan program pemerintah yang paling baru adalah literasi keuangan bagi mahasiswa yang terlilit pinjol. Pertanyaannya, apakah mahasiswa sampai harus dibuatkan sebuah program literasi agar tak terlilit pinjol? Atau itu harusnya menjadi kesadaran mereka?

Literasi, menurut saya, adalah sebuah kesadaran. Kesadaran untuk berpikir kritis, kesadaran membeli buku, kesadaran untuk tahu dan kesadaran bahwa dunia maya tidak serta merta memberikan info-info valid dan baik. Kesadaran itu yang harusnya ditingkatkan dengan sebuah stimulus yang baik pula. Misalnya, memberikan buku bacaan baru yang menarik dan tidak itu-itu saja.

Di lingkungan saya, tempat saya berkerja, stimulus untuk program literasi ini minim diberikan. Awalnya saya merasa senang bahwa ada macam-macam buku bacaan di setiap kelas dan selalu dibaca setiap pagi (katanya). Ada buku Gerson Poyk, beberapa buku Budi Darma dan kebanyakan dongeng-dongeng fabel yang ringan dibaca anak SMP.

Tapi, apakah buku-buku itu akan selalu dibaca dan tak akan bosan membacanya? Ini selalu menjadi pertanyaan saya setiap mengajar dan melihat buku-buku itu terpajang di rak kelas. Buku Gerson Poyk dengan judul Sang Guru misalnya, tak ada anak yang tertarik membaca buku setebal dan tidak menarik bagi mereka itu. Beberapa buku kadang saya bawa dan saya baca ketika sampai di indekost, atau sedang bosan-bosannya mengajar.

Ada pula perpustakaan digital agar mudah diakses untuk anak-anak yang tak gemar membaca buku. Mereka bisa mengakses dengan mudah buku-buku yang ingin dicari. Tapi kendalanya adalah, banyak buku yang tak bisa dibaca lebih lanjut karena buku-buku tersebut kemungkinan habis masa pembeliannya.

Literasi meski dibuatkan berbagai macam program tak akan jadi menarik jika stimulusnya memaksa dan kadang mengharuskan. Bagi saya, membaca adalah sebuah wahana lain untuk merefresh diri, untuk mengetahui lebih banyak lagi dan untuk mengusir bosan. Membaca adalah sebuah makanan yang tak akan terasa kenyang meskipun sudah memakan beribu-ribu huruf dan kata setiap harinya.

Saya jadi ingat ketika saya baru menginjak kelas 5 sekolah dasar dulu, ibu saya seorang guru di pedesaan terpencil. Karena sekolah jauh masuk ke utara dari rumah saya, koran biasanya langsung dititipkan di rumah saya. Setelah mandi, hal yang paling sering terjadi adalah sakit perut yang luar biasa, maka dari itu agar tak bosan di kamar mandi saya mengambil koran Bali Post di atas meja ibu, kadang mengambil koran yang tipis seperti Radar Bali. Membaca adalah sesuatu yang seru dan keberuntungan saya dulu adalah, ibu saya seorang guru yang selalu mendapat titipan koran setiap pagi dan tak adanya HP yang merengut kesempatan saya untuk membaca.

Kadang ketika keasikan membaca, kaki saya keram dan sering terlambat berangkat sekolah. Saya juga adalah orang yang sangat malas membaca teori-teori di buku LKS dan Paket saat itu, malah lebih seru membaca koran. Koran yang paling seru adalah saat hari Sabtu dan Minggu, berita olahraga dan sastra di halaman belakang tak luput dari bacaan saya.

Dari sana kemungkinan saya menjadi sadar bahwa membaca tak harus dipaksa, namun harus ada stimulus dan kesadaran yang diberikan. Mungkin ketika melihat orang tua membaca koran sembari jongkok di WC juga menjadi stimulus seorang anak yang menjadi peniru di masa itu.

Stimulus yang baik hari ini dapat diberikan ketika kita pula ikut membaca dan berperan aktif mengetahui bahan-bahan bacaan yang menarik untuk anak. Misalnya buku-buku terjemahan yang menarik perhatian saya akhir-akhir ini.

Awalnya saya membaca sebuah buku berjudul “Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang” karya Luis Sepulveda, dari sana saya kira bacaan seperti ini cocok untuk meningkatkan minat membaca anak, dari sana pula saya menjadi gemar mencari buku-buku terjemahan lain.

Buku lain yang baru saja saya baca adalah “Le Petit Prince” atau “Pangeran Cilik” karya Antoine de Saint-Expurey. Buku ini saya dapat di salah satu kelas ketika saya suntuk menunggu siswa mengerjakan ulangan. Ketika saya membaca buku ini, ternyata isinya tak seperti judulnya. Cerita-cerita kehidupan tertulis sangat dalam. Ini yang menjadikan buku terjemahan sangat menarik untuk dibaca, selain karna Budi Pekerti sekarang dihapus dari mata Pelajaran di sekolah, setidaknya siswa mendapatkan sesuatu untuk diintepretasi di dalam kehidupan mereka.

Namun sayang, ketika mereka selesai mengerjakan soal, saya sempat bertanya kepada siswa yang pernah membaca buku ini. Mereka tidak tahu akan isinya atau lupa dengan isinya. Mungkin terlalu berat pikir saya, namun, ada hal lain yang menganggu ternyata. Sekali lagi, mereka hanya kurang stimulus dan proses untuk menceritakan kembali isi bacaan agar mereka benar-benar mengingat bukan hanya sekedar angin lalu yang dinilai lalu dilupakan.

Saya berpikir kembali, apakah sekolah yang masuk ke pelosok desa mendapatkan juga apa yang sudah saya lihat di kota besar ini? atau entah mereka hanya membaca buku-buku bekas dari sumbangan sukarela para siswa atau mahasiswa KKN yang tak sengaja mendapatkan jatah tempat di sana? Atau sama sekali tidak ada?

Pemerintah hanya memikirkan bahwa kami, guru, hanya harus menyelesaikan apa yang ada di website mereka, apa yang mereka buat dan apa yang mereka haruskan. Tak ada timbal balik, malah ada slogan baru untuk kurikulum sekarang, “Siswa Merdeka, Guru Belajar”.

Tapi, saya sebagai guru akan tetap belajar, namun bukan dalam hal administrasi atau seminar yang dapat ditinggal tidur. Saya akan selalu belajar hal-hal yang tidak nyata, fiksi dan hal yang tidak akan mungkin terjadi, karena dari sana kemungkinan-kemungkinan baru selalu ada di depan mata. Ide berasal dari khayalan, dari khayalan itu kita hanya tinggal mengubah menjadi kenyataan. Begitu dengan kesadaran akan sebuah bacaan, dari kesadaraan yang tak disengaja itu akan menjadi suatau kebiasaan dan tak akan ada program khusus yang memaksa seseorang untuk membaca.

Tulisan ini saya buat atas keresahan saya yang selama ini menganggu pikiran. Di tengah program Merdeka Belajar yang digaungkan pemerintah, masih banyak permasalahan yang harus diselesaikan di bawah sana.

Begitu pula para eksekutor yang harus membiasakan diri sebelum membiasakannya kepada objek penerima. Contoh kecilnya adalah membaca koran yang setiap hari datang ke sekolah agar tidak hanya menjadi tatakan barang di lemari atau menjadi sampah yang tak berguna. [T]

Pondok Literasi Sabih dan Masa Depan Pedawa
E-Modul Berbasis Tradisi Lisan: Inovasi dalam Meningkatkan Kompetensi Literasi Siswa
Anak Muda, Literasi dan Golput
Tags: BukuLiterasiliterasi sekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tradisi Desa Pegayaman di Bulan Ramadan: Salat Tarawih di Masjid Pukul Sepuluh Malam

Next Post

Tangani Cedera Olahraga dengan PRICE dan “Sport Massage” (Part 1)

Satria Aditya

Satria Aditya

Alumni Universitas Pendidikan Ganesha. Kini tinggal di Denpasar, jadi guru

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Tangani Cedera Olahraga dengan PRICE dan “Sport Massage” (Part 1)

Tangani Cedera Olahraga dengan PRICE dan “Sport Massage” (Part 1)

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co