24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sadar Membaca Dahulu, Terbiasa Kemudian

Satria Aditya by Satria Aditya
March 26, 2024
in Esai
Sadar Membaca Dahulu, Terbiasa Kemudian

Ilustrasi tatkala.co | Wiradinata

LITERASI sampai hari ini masih digaungkan di dunia pendidikan, begitu pula dengan berbagai programnya. Literasi sepertinya masih sangat langka di Indonesia, sehingga pemerintah pun bikin program-program seremonial terkait literasi, bahkan program pemerintah yang paling baru adalah literasi keuangan bagi mahasiswa yang terlilit pinjol. Pertanyaannya, apakah mahasiswa sampai harus dibuatkan sebuah program literasi agar tak terlilit pinjol? Atau itu harusnya menjadi kesadaran mereka?

Literasi, menurut saya, adalah sebuah kesadaran. Kesadaran untuk berpikir kritis, kesadaran membeli buku, kesadaran untuk tahu dan kesadaran bahwa dunia maya tidak serta merta memberikan info-info valid dan baik. Kesadaran itu yang harusnya ditingkatkan dengan sebuah stimulus yang baik pula. Misalnya, memberikan buku bacaan baru yang menarik dan tidak itu-itu saja.

Di lingkungan saya, tempat saya berkerja, stimulus untuk program literasi ini minim diberikan. Awalnya saya merasa senang bahwa ada macam-macam buku bacaan di setiap kelas dan selalu dibaca setiap pagi (katanya). Ada buku Gerson Poyk, beberapa buku Budi Darma dan kebanyakan dongeng-dongeng fabel yang ringan dibaca anak SMP.

Tapi, apakah buku-buku itu akan selalu dibaca dan tak akan bosan membacanya? Ini selalu menjadi pertanyaan saya setiap mengajar dan melihat buku-buku itu terpajang di rak kelas. Buku Gerson Poyk dengan judul Sang Guru misalnya, tak ada anak yang tertarik membaca buku setebal dan tidak menarik bagi mereka itu. Beberapa buku kadang saya bawa dan saya baca ketika sampai di indekost, atau sedang bosan-bosannya mengajar.

Ada pula perpustakaan digital agar mudah diakses untuk anak-anak yang tak gemar membaca buku. Mereka bisa mengakses dengan mudah buku-buku yang ingin dicari. Tapi kendalanya adalah, banyak buku yang tak bisa dibaca lebih lanjut karena buku-buku tersebut kemungkinan habis masa pembeliannya.

Literasi meski dibuatkan berbagai macam program tak akan jadi menarik jika stimulusnya memaksa dan kadang mengharuskan. Bagi saya, membaca adalah sebuah wahana lain untuk merefresh diri, untuk mengetahui lebih banyak lagi dan untuk mengusir bosan. Membaca adalah sebuah makanan yang tak akan terasa kenyang meskipun sudah memakan beribu-ribu huruf dan kata setiap harinya.

Saya jadi ingat ketika saya baru menginjak kelas 5 sekolah dasar dulu, ibu saya seorang guru di pedesaan terpencil. Karena sekolah jauh masuk ke utara dari rumah saya, koran biasanya langsung dititipkan di rumah saya. Setelah mandi, hal yang paling sering terjadi adalah sakit perut yang luar biasa, maka dari itu agar tak bosan di kamar mandi saya mengambil koran Bali Post di atas meja ibu, kadang mengambil koran yang tipis seperti Radar Bali. Membaca adalah sesuatu yang seru dan keberuntungan saya dulu adalah, ibu saya seorang guru yang selalu mendapat titipan koran setiap pagi dan tak adanya HP yang merengut kesempatan saya untuk membaca.

Kadang ketika keasikan membaca, kaki saya keram dan sering terlambat berangkat sekolah. Saya juga adalah orang yang sangat malas membaca teori-teori di buku LKS dan Paket saat itu, malah lebih seru membaca koran. Koran yang paling seru adalah saat hari Sabtu dan Minggu, berita olahraga dan sastra di halaman belakang tak luput dari bacaan saya.

Dari sana kemungkinan saya menjadi sadar bahwa membaca tak harus dipaksa, namun harus ada stimulus dan kesadaran yang diberikan. Mungkin ketika melihat orang tua membaca koran sembari jongkok di WC juga menjadi stimulus seorang anak yang menjadi peniru di masa itu.

Stimulus yang baik hari ini dapat diberikan ketika kita pula ikut membaca dan berperan aktif mengetahui bahan-bahan bacaan yang menarik untuk anak. Misalnya buku-buku terjemahan yang menarik perhatian saya akhir-akhir ini.

Awalnya saya membaca sebuah buku berjudul “Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang” karya Luis Sepulveda, dari sana saya kira bacaan seperti ini cocok untuk meningkatkan minat membaca anak, dari sana pula saya menjadi gemar mencari buku-buku terjemahan lain.

Buku lain yang baru saja saya baca adalah “Le Petit Prince” atau “Pangeran Cilik” karya Antoine de Saint-Expurey. Buku ini saya dapat di salah satu kelas ketika saya suntuk menunggu siswa mengerjakan ulangan. Ketika saya membaca buku ini, ternyata isinya tak seperti judulnya. Cerita-cerita kehidupan tertulis sangat dalam. Ini yang menjadikan buku terjemahan sangat menarik untuk dibaca, selain karna Budi Pekerti sekarang dihapus dari mata Pelajaran di sekolah, setidaknya siswa mendapatkan sesuatu untuk diintepretasi di dalam kehidupan mereka.

Namun sayang, ketika mereka selesai mengerjakan soal, saya sempat bertanya kepada siswa yang pernah membaca buku ini. Mereka tidak tahu akan isinya atau lupa dengan isinya. Mungkin terlalu berat pikir saya, namun, ada hal lain yang menganggu ternyata. Sekali lagi, mereka hanya kurang stimulus dan proses untuk menceritakan kembali isi bacaan agar mereka benar-benar mengingat bukan hanya sekedar angin lalu yang dinilai lalu dilupakan.

Saya berpikir kembali, apakah sekolah yang masuk ke pelosok desa mendapatkan juga apa yang sudah saya lihat di kota besar ini? atau entah mereka hanya membaca buku-buku bekas dari sumbangan sukarela para siswa atau mahasiswa KKN yang tak sengaja mendapatkan jatah tempat di sana? Atau sama sekali tidak ada?

Pemerintah hanya memikirkan bahwa kami, guru, hanya harus menyelesaikan apa yang ada di website mereka, apa yang mereka buat dan apa yang mereka haruskan. Tak ada timbal balik, malah ada slogan baru untuk kurikulum sekarang, “Siswa Merdeka, Guru Belajar”.

Tapi, saya sebagai guru akan tetap belajar, namun bukan dalam hal administrasi atau seminar yang dapat ditinggal tidur. Saya akan selalu belajar hal-hal yang tidak nyata, fiksi dan hal yang tidak akan mungkin terjadi, karena dari sana kemungkinan-kemungkinan baru selalu ada di depan mata. Ide berasal dari khayalan, dari khayalan itu kita hanya tinggal mengubah menjadi kenyataan. Begitu dengan kesadaran akan sebuah bacaan, dari kesadaraan yang tak disengaja itu akan menjadi suatau kebiasaan dan tak akan ada program khusus yang memaksa seseorang untuk membaca.

Tulisan ini saya buat atas keresahan saya yang selama ini menganggu pikiran. Di tengah program Merdeka Belajar yang digaungkan pemerintah, masih banyak permasalahan yang harus diselesaikan di bawah sana.

Begitu pula para eksekutor yang harus membiasakan diri sebelum membiasakannya kepada objek penerima. Contoh kecilnya adalah membaca koran yang setiap hari datang ke sekolah agar tidak hanya menjadi tatakan barang di lemari atau menjadi sampah yang tak berguna. [T]

Pondok Literasi Sabih dan Masa Depan Pedawa
E-Modul Berbasis Tradisi Lisan: Inovasi dalam Meningkatkan Kompetensi Literasi Siswa
Anak Muda, Literasi dan Golput
Tags: BukuLiterasiliterasi sekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tradisi Desa Pegayaman di Bulan Ramadan: Salat Tarawih di Masjid Pukul Sepuluh Malam

Next Post

Tangani Cedera Olahraga dengan PRICE dan “Sport Massage” (Part 1)

Satria Aditya

Satria Aditya

Alumni Universitas Pendidikan Ganesha. Kini tinggal di Denpasar, jadi guru

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Tangani Cedera Olahraga dengan PRICE dan “Sport Massage” (Part 1)

Tangani Cedera Olahraga dengan PRICE dan “Sport Massage” (Part 1)

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co