6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mendalami Sang ‘Dharma’ di Hari Kemenangannya

I Dewa Gede Darma Permana by I Dewa Gede Darma Permana
February 28, 2024
in Esai
Mendalami Sang ‘Dharma’ di Hari Kemenangannya

Gambar Pewayangan Sang Dharmawangsa sebagai Simbol ‘Dharma’ | Foto: Penulis

“Hari ini adalah Hari Kemenangan Dharma melawan Adharma! Kalahnya Kebatilan oleh Kebaikan!”

SEPERTI itulah tagline yang akan selalu muncul menjelang hari Rabu (Buddha) Kliwon, Wuku Dungulan. Cermin dari datangnya salah satu hari suci besar umat Hindu yang dikenal dengan sebutan Hari Suci Galungan.

Berbicara mengenai eksistensi, Galungan merupakan salah satu hari suci besar dalam keyakinan umat Hindu. Hari suci yang jatuh setiap 210 hari sekali ini, selalu berusaha disambut dengan meriah dan penuh suka cita oleh umat Hindu khususnya di Nusantara.

Bagaimana tidak? dengan mengingat tagline agungnya yang mengagung-agungkan Dharma,hari suci Galungan diharapkan dapat membawa semangat dan harapan baru untuk seluruh umat manusia. Namun, apakah yakin sudah mengenal Sang ‘Dharma’ dengan sepenuhnya?

Menelaah dari kamus Sansekerta-Indonesia (Tim, 2001: 223), kata Dharma (m) sesungguhnya memiliki beberapa definisi. Dharma dapat berarti kebenaran, hukum, adat kebiasaan, aturan kewajiban, keadilan, dan juga moral yang baik.

Semua pengertian tersebut pada dasarnya hal-hal luhur sebagai alat dan pedoman untuk mengarahkan umat manusia agar senantiasa menjalani kehidupan yang lebih baik dan mulia, baik secara jasmani maupun rohani. Hal ini dipertegas dalam kitab Sarasamuscaya 14 yang berbunyi sebagai berikut:

Dharma ewa plawo nanyah swargam samabhiwanchatam

Sa ca naurpwanijastatam jala dhen paramicchatah

Terjemahan:

“Dharma adalah jalan untuk mencapai alam kebahagiaan (Sorga), layaknya perahu laju yang merupakan alat bagi saudagar-saudagar untuk melintasi Samudra.” (Sudharta, 2019: 11)

Berdasarkan sloka Sarasamuscaya tersebut, dapat kita ketahui bersama keagungan Dharma sebagai suatu jalan atau cara yang dapat ditempuh oleh umat manusia dalam memperoleh kebahagiaan, layaknya sebuah perahu untuk melintasi samudra yang penuh penderitaan dan kesedihan.

Setelah mengetahui makna dan arti sesungguhnya kosakata Dharma, langkah selanjutnya adalah mengetahui asal dari Sang Dharma.Jika berdasar pada pustaka suci Weda sebagai sumber pengetahuan suci yang bersifat universal, sesungguhnya telah menjabarkan secara jelas apa dan dimana sesungguhnya kita dapat menemukan Dharma yang sesungguhnya. Hal ini tertuang di dalam kitab Manawa Dharmasastra II. 6 yang berbunyi sebagai berikut:

Idanim dharma pramananyaha

wedo’khilo dharmamulam

smrtiçile ca tadwidam acaraçcaiwa sadhunam

atmanastutirewa ca

Terjemahan:
“Seluruh pustaka suci Weda (Sruti dan Smrti) adalah sumber pertama daripada Dharma, kemudian Sila (tingkah laku yang terpuji), Acara (Adat Kebiasaan), dan Atmanastuti (tata cara perikehidupan orang-orang suci untuk mencapai kepuasan pribadi).” (Sudirga, dkk., 2007: 62 dalam Kemenuh, 2017: 41).

Berdasarkan kitab Manawa Dharmasastra tersebut, dapat diketahui bahwa secara umum, ada lima sumber Dharma valid yang dapat dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan. Untuk lebih memahaminya, penjabarannya secara lebih lanjut yakni sebagai berikut:

Weda Sruti

Weda Sruti adalah bagian kodifikasi Weda yang berasal dari wahyu Tuhan secara langsung, yang didengarkan kemudian ditulis oleh para Maha Rsi sebagai pustaka suci. Secara umum, Weda Sruti sebagai Weda yang utama terbagi menjadi empat buah yang dikenal dengan Catur Weda Samhita.

Ia menjadi pengetahuan suci yang selalu didengar oleh guru-guru suci sebagai pedoman kerohanian. Keempat bagian Weda tersebut secara umum terdiri dari (Sandika, 2014: 192):

  1. Rg Veda; berisi ayat-ayat yang memuat kidung pujian,
  2. Sama Veda; berisi kumpulan mantram yang dilagukan untuk pemujaan,
  3. Yajur Veda; berisi kumpulan mantram tentang karma dan seluk beluk Yadnya.
  4. Atharva Veda; kumpulan mantram yang bersifat magis-religius.

Weda Smrti

Weda Smrti adalah kodifikasi Weda yang disusun kembali berdasarkan ingatan para Maharsi. Sehingga dalam hal ini, Smrti menjadi bagian integral dalam sumber Hukum Hindu yang memuat berbagai penjelasan ulang secara lebih sederhana dari kitab Sruti.

Untuk itulah, Smrti lebih bersifat praktis yang bagiannya terdiri atas Upaveda, kemudian dibagi lagi menjadi Itihasa (Ramayana dan Mahabharata) dan Purana (gambaran historis masa lampau). Selain itu, bagian Smrti juga mencakup kitab kepemimpinan (Artha Sastra), kitab kesehatan (Ayur Weda), dan lain sebagainya (Sandika, 2014: 195-196).

Sila

Sila merupakan tingkah laku orang-orang suci yang menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan sebagai manusia.

Acara

Acara adalah adat kebiasaan lokal sebagai wujud bakti kehadapan Tuhan Yang Maha Esa beserta manifestasi-Nya yang telah diturunkan dari turun-temurun.

Atmanastuti
Atmanastuti adalah kepuasan kebenaran yang berada dalam diri ketika telah berhasil mengetahui dan menjalankan hakikat Dharma. Hal inilah yang pada akhirnya mengembangkan Wiweka untuk mengenali hal yang baik dan juga hal yang buruk.

Dengan mengetahui sumber valid dari Dharma, tahap akhir untuk mengetahui keagungan Dharma adalah melalui mengilhami, merenungi, dan mengimplementasikan setiap hakikat Dharma di dalam kehidupan. Terlebih dengan datangnya kembali hari suci Galungan, sesungguhnya menjadi hari pengingat dan momentum yang tepat untuk menanami diri dengan segala hal yang kita sebut sebagai Dharma.

Baik dalam wujud mematuhi segala aturan, bersikap adil dengan sesama, menghormati segala kebenaran yang ada di dunia, menjadi masyarakat yang bermoral, dan melaksanakan segala kewajiban yang memang patut kita lakukan. Dengan cara tersebutlah, Dharma akan dapat tegak dan senantiasa menang dalam kehidupan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Dharma bukanlah kosakata yang semata-mata hanya memiliki pengertian kebaikan. Dharma memiliki beberapa arti luhur sebagai suatu hukum, aturan moral, kewajiban, dan pedoman dalam menjalani kehidupan.

Dari sisi sumber, Dharma yang valid dapat ditemukan dalam lima sumber utama, yaitu: Weda Sruti, Weda Smrti, Sila, Acara, dan Atmanastuti. Atas dasar tersebut, di momentum hari suci Galungan ini,sudah sepantasnya keagungan Dharma tersebut senantiasa kita resapi, renungi, dan implementasikan bersama dalam kehidupan. Hal ini penting, agar Dharma benar-benar bisa kita menangkan di hari peringatan kemenangannya.

DAFTAR PUSTAKA

  • Tim Penyusun. 2001. Kamus Sansekerta-Indonesia. Denpasar: Pemerintah Provinsi Bali.
  • Kemenuh, I. A. A. 2017. Sumber Hukum Hindu dalam Manawa Dharmasastra. Jurnal Agama dan Budaya 1(2),37-43.
  • Sandika, I Ketut. 2014. Membentuk Siswa Berkarakter Mulia melalui Pola Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu, Telaah Kitab Chandogya Upanisad. Surabaya: Paramita.
  • Sudharta, Tjok Rai. 2019. Sarasamuccaya Sanskerta dan Bahasa Indonesia. Denpasar: ESBE.
Galungan dan Representasi Budaya Bali Dalam Kumpulan Puisi “Menanam Puisi di Emperan Matamu” Karya Wayan Esa Bhaskara
Setelah Sembahyang dan Renungan Tak Penting di Hari Raya Galungan
“Urutan Galungan” Juga Layak Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Seperti Babi Guling
Arak Bali Legal, Penjor Galungan pun Makin Megah, Kreatif dan Mandiri…
Tags: balihari raya galunganTradisi Galungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Minikino Merilis Laporan Publik Indonesia Raja 2023 dan Rencana Kerja 2024

Next Post

Tur Buku Puisi “Amerikano”, Memopulerkan Sastra ke 10 Titik Pulau Lombok

I Dewa Gede Darma Permana

I Dewa Gede Darma Permana

Penulis, Editor, Penyuluh Agama. Biasa dipanggil Dede Brayen. Lahir dan tinggal di Klungkung.

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Tur Buku Puisi “Amerikano”, Memopulerkan Sastra ke 10 Titik Pulau Lombok

Tur Buku Puisi “Amerikano”, Memopulerkan Sastra ke 10 Titik Pulau Lombok

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co