23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Stasiun Kereta Api Bandung dan Kisah Buku “Arus Balik”

Didin Tulus by Didin Tulus
January 20, 2024
in Esai
Stasiun Kereta Api Bandung dan Kisah Buku “Arus Balik”

Buku Arus Bali | Foto: Didin Tulus

LANGKAH saya berhenti di Statsiun K.A Bandung. Masuk gerbang statsiun lama, lalu melewati pintu peron. Saya bukan mau berpergian naik kereta tapi sengaja mencari kenangan lama yang pernah tersimpan.

Saya duduk di bangku besi sambil menyeruput segelas kopi yang saya beli di sudut statsiun.

Di samping kantor informasi ada sebuah toko buku kecil kalau kita mau masuk peron. Saya pernah menemukan sebuah buku Arus Balik karya pengarang besar Pramoedya Ananta Toer.

Ini terjadi sekitar tahun 2006. Tadinya saya tidak tahu tentang buku yang bergambar kapal layar tradisional serta kusam bertuliskan Arus Balik itu. Karya maestro sastra itu adalah buku yang bernilai sastra dan mengandung sejarah tentang epos pasca kejayaaan Nusantara di awal abad 16.

Arus Balik adalah sebuah karya monumental Pramoedya – malah ada yang menganggapnya lebih besar dibanding karya-karya sebelumnya selama ini, seperti tetralogi Bumi Manusia yang sudah menyebar dalam berbagai bahasa asing di dunia.

Di negeri merdeka dan di antara manusia merdeka, orang merdeka menafsir, bagaimana dan ke mana pun ditafsirkan.

Saya hanya ingin membeli koran. Ketika melihat judul Arus Balik, saya tidak tertarik. Saat itu, saya tidak tahu siapa Pram itu. Saya hanya iseng menanyakan harganya berapa. Ah! Tidak punya niat membelinya. Apalagi ketika tahu harga buku tersebut 180 ribu. Saya cuma manggut-manggut. “Mahal amat!” kata saya dalam hati.

Seminggu kemudian saya main ke salah satu toko buku dan perpustakaan di Bandung. Kebetulan pemiliknya teman saya. Ia seorang penulis, kolektor dan pecandu kopi juga. Seorang kolektor buku-buku karya Pram.

Saya sering diskusi, ngobrol tentang sastra dan segala macam. Akhirnya saya mendapat banyak tahu tentang siapa Pram, ditambah lagi, dengan saya kemudian banyak membaca karya Pram di perpustakaan.

Saya teringat kembali sebuah buku Arus Balik karya Pram di stasiun itu. Terbitlah pikiran ingin membelinya. Tapi bila ingat harganya saya jadi bergidik. Tidak punya uang. Uang dari mana? Waktu itu saya belum nyemplung ke dalam dunia perbukuan (bisnis) seperti sekarang ini. Baru sebatas suka membaca dan membaca.

Kebetulan saya tiap hari selalu membantu ibu teman saya membuat gorengan sebangsa gehu, karoket, martabak tahu, dan lain-lain. Ngadonan gorengan mulai jam 04 subuh sampai dengan jam 08:30. Jam 09:00 harus segera dikirim ke kantin sekolah.

Saya dapat uang 5.000 per 3 jam sehari. Bingung juga uang 5.000 mana cukup. Pakai ongkos PP Cicaheum – Rajawali juga sudah habis tak tesisa. Ongkos bis kota 2.000, ongkos angkot 3.000. Berangkat sehabis subuh. Pulang siang.

Pada suatu ketika. siang-siang saya beres-beres gudang. Saya lihat sebuah sepeda mustang tergeletak tak terurus. Bannya bocor. Saya jadi tergerak ingin pinjam. Saya pinjam sepeda itu untuk diperbaiki dengan pinjam uang ke pemiliknya. Akhirnya sepeda sudah bagus bisa dipakai.

Setiap hari saya ngaboseh Cicaheum-Rajawali dengan waktu tempuh satu jam. Berangkat habis subuh pulang siang. Dengan bawa uang 5.000. Setiap pulang selalu bawa nasi dengan lauk pauknya. Sore jam 16.30 saya jaga toko buku dan perpustakaan milik teman saya, kalau boleh saya panggilnya DM (nama panggilan). Sampai dengan jam 1:00 malam.

Sambil jaga toko buku, saya diberi kebebasan membaca buku koleksinya. Sampai satu bulan uang sudah terkumpul 180.000, bahkan lebih. Sepulang dari Rajawali saya mampir ke toko buku yang terletak di sudut stasiun Bandung itu, untuk membeli buku Pramoedya.

Sebenarnya saya kaget juga tapi bersyukur buku itu ternyata masih bertengger di rak buku artinya buku tersebut belum laku. Dengan sangat senangnya, bahagia buku itu akhirnya jadi saya beli. Dan menjadi milik saya.

Ketika saya cerita ke teman DM tentang perjuangan mendapatkan buku Arus Balik itu. Teman saya sampai ngacungin jempol. “Mantap!” katanya.

Seiring dengan berjalannya waktu dari hari ke hari, ke minggu, ke bulan, ke tahun. Akhirnya saya tahu-tahu sudah nyemplung ke dunia perbukuan dengan modal kepercayaan. Saya sering diajak pameran. Jaga Stand buku oleh teman baik pemilik toko buku, penerbit. Dengan sistem freelance.

Ya, Pramoedya telah pergi untuk selama-lamanya tapi karyanya akan terus dibaca, dikenang sepanjang masa. Dengan kesadaran akan pentingnya sebuah sastra. Harimau mati meninggalkan belangnya, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan karyanya.

Pramoedya tak menulis lagi namun karyanya akan terus dibaca dibaca dibaca. Masih dapatkah arus balik membalik lagi?

Kopi sudah habis dan hari sudah sore saya pulang dengan bergegas. [T]

Hantu dan Tikus – [Pengalaman Pahit-Manis Berpameran Buku]
Tergoda Ajip Rosidi “Yang Datang Telanjang”…
Tags: BukunovelNovel Arus BalikPramoedya Ananta ToerSastra Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Invisible City, Penghuni Kota yang Tidak Terlihat

Next Post

Forum Suluh Tulis: Dari Gamelan, Musik, sampai Kebudayaan yang Luntur

Didin Tulus

Didin Tulus

Pembaca karya Ajip Rosidi. Koleksi karya Ajip sudah 150 judul belum termasuk tulisan pengantar buku yang ditulis oleh Ajip. Penulis juga aktif mengelola perpustakaan Rumah Baca Ajip Rosidi.

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Forum Suluh Tulis: Dari Gamelan, Musik, sampai Kebudayaan yang Luntur

Forum Suluh Tulis: Dari Gamelan, Musik, sampai Kebudayaan yang Luntur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co