12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tanggung Jawab Sosial Tahap Pertama

Cherik Ayyash by Cherik Ayyash
January 13, 2024
in Esai
Tanggung Jawab Sosial Tahap Pertama

Ilustrasi

SEORANG kakek berpesan, “Aku titip cucuku ya!”

“Iya, Kek. Saya akan coba,” jawab Laki-laki yang baru kelas dua sekolah menengah atas itu.

Kemudian, laki-laki itu berpamitan, bersalaman. Sebelumnya, Si Kakek bercerita panjang kali lebar tentang cucunya.

Menurutnya, Si Cucu, perlu bimbingan oleh teman sebayanya. Lingkungan bermain yang sehat dan pribadi yang baik menjadi sesuatu yang diharapkan Si Kakek kepada cucunya.

Ya, Laki-laki itu, adalah teman sebaya cucu kakek, hanya berbeda sekolah saja.

Pada suatu malam, di hari yang lain, laki-laki itu bertemu dengan tetangga Si Kakek (Si Tetangga), usianya sekitar setengah abad. Setelah tahu laki-laki itu teman sebaya cucu Si Kakek, dia juga berpesan hal yang sama (seperti Si Kakek).

Hanya saja ada sedikit tambahan, “Sebelum ayahnya meninggal, dulu pernah berpesan kepada saya, untuk ikut mendidik dan membimbing (anaknya), berhubung sekarang ada kamu, tolong bantu saya untuk menuntaskan tugas dari ayahnya!”

Laki-laki itu kaget, kenapa berurutan, ada apa? Tercekat dan bingung menjawab apa, akhirnya laki-laki itu menjawab, “Iya Pak, saya akan coba!”

“Terimakasih ya!” kata Si Tetangga.

Di jalan menuju rumah, laki-laki itu berfikir keras. Memunculkan banyak pertanyaan, “Mengapa orang-orang mempercayakan Si Cucu (teman sebayanya) kepadaku? Aku punya kemampuan apa? Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana dengan diriku yang juga butuh bimbingan dan arahan?”

Pertanyaan demi pertanyaan menggelembung di kepala, tak terasa sudah sampai di depan rumah. Duduk di depan kursi teras, diambilnya handphone di kantong celana. Dia membuka sosial media, barangkali ada sesuatu yang menginspirasi. Berfikir sejenak dan merenungi, apa yang sedang terjadi.

Diletakkan handphone di meja yang sedari tadi dia mainkan. Diingatnya kelakuan teman sebayanya itu, tingkah lakunya memang butuh bimbingan. Dipetakan satu persatu, dibuatnya rencana kegiatan mereka berdua untuk menjalin keakraban.

Membicarakan hal yang mendasar dan merinci apa saja yang bisa disinergikan. Mulai bakat, minat, dan hobi atau bahkan terkait mata pelajaran di sekolahan. Dirangkainya dalam pikiran.

Tak terasa sudah hampir tengah malam, alarm waktu tidur dari handphone yang terletak di atas meja berbunyi. Bergegas laki-laki itu masuk ke dalam rumah untuk merebahkan badan, sembari yakinkan dalam hati, besok ada harapan.

Waktu berjalan, satu dua pertemuan masih belum mempan. Tingkah lakunya masih belum ada perubahan yang signifikan. Sepertinya masih jauh dari harapan. Dicobanya lagi, pertemuan tiga, empat dan seterusnya.

Masih sama, tidak ada perubahan. Laki-laki itu terus mencoba, namun masih sama. Terbesit untuk putus asa, tapi rasa penasaran terus ingin mencoba. Tapi, laki-laki itu sudah bingung, cara apalagi yang harus dia coba.

Setitik cahaya perubahan itu ada, di saat laki-laki itu hampir menyerah. Teman sebayanya melakukan tindakan melanggar norma, membuang barang yang bukan miliknya di sungai.

Di luar nalar dan dugaan, melebihi batas yang laki-laki itu dan kebanyakan orang pikirkan, semua terheran-heran. Apa yang dia lakukan menjadi perbincangan, masyarakat memburunya. Sebagian yang lain ingin menghakimi memberi umpatan dan mungkin pukulan.

Pertama, barang itu berharga, masyarakat merasa memilikinya dan yang kedua, membuang apapun di sungai jelas pelanggaran hukum. Di masyarakat membuang sesuatu di sungai adalah aib. Sehingga, jelas masyarakat heran dan marah.

Respon masyarakat yang demikian membuat teman sebayanya ketakutan, tubuhnya bergetar tak karuan. Menangis tersedu-sedu di balik pintu. Laki-laki itu, Si Kakek, dan tetangga si Kakek, tahu kejadian itu. Mereka marah bercampur malu.

Tak ingin menuruti hawa nafsu, laki-laki itu memperluas sudut pandang. Di tengah perasaan marah dan malu tak karuan, laki-laki itu berkeyakinan, “Ini adalah skenario Tuhan di saat aku mulai kewalahan!”

Dia semakin yakin dan bersemangat, tugas dari si Kakek dan si Tetangga mulai ada titik terang. Tak ingin teman sebayanya sendiri menghadapi masalah ini, laki-laki itu berkomitmen untuk menemani. Kemudian, laki-laki itu dan teman sebayanya, meminta pendapat sana-sini bagaimana menghadapi kasus ini.

Dua pelajar sekolah menengah atas menghadapi benang kusut agar terurai. Tahapan demi tahapan mereka lalui dengan penuh mawas diri. Bertemu berbagai pihak dengan rasa takut dan was-was tetap mereka jalani. Mencermati dan menikmati setiap caci maki dari sana sini.

Di sisi lain, tak sedikit orang-orang turut menasehati dan menyemangati untuk tetap bertanggungjawab dan tegar menghadapi. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi masing-masing diri. Mungkin akan dikenang sampai mereka tua nanti. Berjuang menemani teman sebayanya, terhindar dari jeruji besi.

Pada Keesokan harinya, laki-laki itu menghadap kepada Si Kakek dan Si Tetangga dalam waktu yang berbeda. Melaporkan tugas yang diembannya telah selesai tahap pertama.

Dia berkeyakinan, mendidik perilaku setiap manusia adalah pekerjaan sepanjang masa, tidak cukup waktu sebentar merubah tingkah laku seseorang menjadi baik. Sehingga, selama masih bersama dengan teman sebayanya, tugas itu tetap ada dan menjadi tugas tahap kedua, ketiga dan selanjutnya.

Kemudian, laki-laki itu memberi pengertian kepada keduanya, apa yang menimpa teman sebayanya (disadari atau tidak) atas dasar harapan yang mereka inginkan. Seolah-olah Tuhan memberi cobaan terlebih dahulu sebelum teman sebayanya naik derajat (lebih baik dalam hal tingkah laku).

Maka sebaiknya, mari bersama temani dia sebagai tanggung jawab sosial. Terakhir, Tuhan memberikan sesuatu kepada manusia hari ini, (jika manusia ingat) adalah sesuatu yang pernah manusia “langitkan” kemarin. Si Kakek dan Si Tetangga, hanya tersenyum kegirangan, tidak merasa digurui dan diceramahi, melainkan penyampaian konklusi dari episode pelajaran yang mereka alami. Esok lusa, mereka tidak terlalu cemas lagi. [T]

  • BACA tulisan lain dari penulis Cherik Ayyash
Tiba-tiba Nikah!
Perihal: Foto
Pemilu di Hari Valentin
Amanat Tuhan, Sungai Juga Perlu Diwariskan
Manusia Hidup Berpasangan, Ya?
Berbagi Makanan atau Berbagi Postingan Makanan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Clekontong Mas The Movie: Nyi Rimbit”: Ini Benar Film, Bukan Bondres di Layar Lebar

Next Post

Berdialog dengan Pemikiran Riri Satria Tentang Algoritma, Metaverse, dan Sastra

Cherik Ayyash

Cherik Ayyash

Saat ini masih terdaftar sebagai mahasiswa di salah satu kampus di Surakarta. Memiliki hobi membaca, menulis dan berdiskusi tentang berbagai hal. Menjalankan rutinitas hobi sebagai bentuk belajar memahami rumusan alam dan karakteristik manusia yang telah Tuhan ciptakan. Karena banyak episode kisah dari orang lain yang perlu didengar, dibaca, ditulis dan didiskusikan untuk diambil hikmah.

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Berdialog dengan Pemikiran Riri Satria Tentang Algoritma, Metaverse, dan Sastra

Berdialog dengan Pemikiran Riri Satria Tentang Algoritma, Metaverse, dan Sastra

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co