3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Anies Tajam, Prabowo Tersudutkan, dan Ganjar Paparkan Realitas Lapangan

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
December 13, 2023
in Esai
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat

Gambar ilustrasi: tatkala.co

“Pemilu bukan untuk memilih yang terbaik, tetapi mencegah yang terburuk berkuasa” –Franz Magnis Suseno

Jika ingin melihat para orang tua yang bertingkah layaknya anak kecil yang baru dibelikan hadiah, maka sempatkalah waktu menonton Debat Capres Cawapres di YouTube. Sang moderator Ardianto Wijaya dan Valerina Daniel terlihat berkali-kali harus menenangkan dan mengingatkan agar para pendukung tenang dan tetap menaati peraturan.

Debat pertama yang mengangkat topik tentang pemerintahan, hukum, HAM, pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, serta peningkatan pelayanan publik dan kerukunan warga telah sukses terselenggara di Halaman KPU RI pada Selasa, 12 Desember 2023. Saya pikir jutaan pasang mata rakyat Indonesia tertuju pada debat capres tersebut—mencoba lebih menyelami karakter serta pemikiran dari masing-masing calon yang jika menerima mandat rakyat, akan memimpin Indonesia lima tahun ke depan. Seperti yang sudah saya duga, aksi serang antar calon pun tersaji dalam debat pertama ini—tentu hal ini menjadi hal yang tidak terpisahkan dalam proses demokrasi kita yang katanya akan menuju ke tahap yang lebih tinggi.

Pidato Pertama Sangat Menentukan

Acara debat ini diawali dengan pemaparan singkat visi dan misi masing-masing calon yang diberikan waktu selama empat menit. Menurut saya ini menjadi momen penting untuk memikat para pemilih yang sampai saat ini belum menentukan pilihannya.

Anies memulai dengan baik. Ia langsung kepada pokok-pokok pikiran yang akan dikerjakannya jika dipercaya menjadi Presiden. Mulai dari penegakkan hukum yang dalam pandangannya masih tumpul ke atas dan tajam ke bawah, kemudian iklim demokrasi yang semakin hari kian memprihatinkan, sampai dengan menyinggung sosok milenial yang berhasil menjadi Cawapres dalam Pemilu 2024. Berbeda dengan Anies, Prabowo justru memulainya dengan narasi-narasi yang sifatnya normatif dalam konteks kepemimpinan nasional. Misalnya, pengalaman mempertaruhkan jiwa dan raga bagi bangsa saat menjadi tentara—Prabowo juga menegaskan soal pemimpin yang harus memberi contoh kepada rakyatnya.

Sedangkan Ganjar lebih banyak menceritakan tentang pengalaman dan aspirasi yang didapatnya selama menjalani masa kampanye. Mulai soal akses fasilitas kesehatan, hingga akses internet untuk kepentingan pendidikan. Dan di satu menit terakhir, Ganjar menegaskan komitmennya dalam penegakkan hukum, HAM, dan pemberantasan korupsi tidak hanya sekadar kata-kata, tetapi aksi nyata.

Upaya Penguatan Demokrasi

Isu demokrasi belakangan menjadi diskursus penting di tengah masyarakat Indonesia. Hal ini semakin meresahkan tatkala melihat data yang dirilis oleh The Economist Intelligent Unit (EIU) Indonesia mencatatkan skor 6,71 yang artinya indeks demokrasi Indonesia masih tergolong cacat (flawed democracy). Sehingga topik penguatan demokrasi menjadi penting dibahas dalam debat capres dan cawapres. Dalam topik ini, saya melihat masing-masing capres memiliki perspektifnya masing-masing dan hal ini tentu menambah daya tarik dari debat ini.

Bicara soal demokrasi, Anies menyoroti tiga hal utama yang menjadi tantangan Indonesia ke depan. Pertama, kebebasan pendapat yang menurutnya semakin memprihatinkan. Kedua, lemahnya posisi oposisi sebagai penyeimbang dalam penyelenggaraan negara, hingga mewujudkan pemilu sebagai ajang yang berintegritas, berkualitas, dan bebas dari intervensi kekuasaan apapun. Jawaban dari Anies pun mendapat tanggapan dari dua capres lainnya, misalnya Prabowo menyebut Anies berlebihan. Ia juga mengungkit Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 saat dirinya mengusung dan mengantarkan Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta. Prabowo juga memuji kinerja Joko Widodo sebagai Presiden dalam konteks demokrasi.

Sedangkan Ganjar sendiri menegaskan bahwa peran partai politik dalam negara demokrasi sangat penting dan vital. Ia menegaskan bahwa partai politik memiliki peran penting, seperti fungsi agregasi, rekrutmen kepemimpinan, pendidikan politik—hal ini berangkat dari pengalamannya sebagai Ketua Pansus Undang-Undang Partai Politik saat masih menjadi Anggota DPR RI.

Adakah Gebrakan di Bidang Hukum, HAM dan Pemberantasan Korupsi?

Harus diakui bersama bahwa penegakkan hukum, HAM dan pemberantasan korupsi di negeri ini masih lemah—jika tidak ingin dikatakan sangat lemah. Belakangan ini kasus korupsi menyeret banyak Menteri dan pejabat tinggi kementerian lain, seperti Menteri Kominfo RI, Jonny G. Plate yang sudah menjadi terdakwa kasus korupsi Menara BTS. Kasus yang sama juga menyeret menteri lainnya, yakni Dito Ariotedjo yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. Selanjutnya kasus korupsi yang dilakukan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang juga menyeret terlibatnya Ketua KPK yang sudah ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap meyakinkan melakukan upaya pemerasan.

Isu ini juga tidak kalah menjadi sorotan dalam debat kemarin. Apalagi pertanyaan panelis menyangkut soal kekuasaan kehakiman yang kini cenderung menerima intervensi dari cabang kekuasaan lainnya. Menerima pertanyaan ini, Prabowo menjawab dengan cukup meyakinkan. Ia menyebutkan bahwa peningkatan kesejahteraan para hakim adalah kunci untuk membebaskan hakim-hakim dari intervensi pihak lain. Menanggapi jawaban dari pihak lawan, Anies dan Ganjar memberikan tanggapan yang kurang lebih sama, yakni menegaskan independensi kekuasaan kehakiman agar tidak menerima intervensi dari cabang kekuasaan lain.

Dalam topik pemberantasan korupsi, masing-masing capres memiliki pandangan yang sesungguhnya harus dielaborasi lebih jauh lagi. Misalnya, Anies menyebutkan bahwa pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset dan melakukan revisi terhadap Undang-Undang KPK adalah hal yang penting dilakukan dalam rangka memberantas tindak korupsi di Indonesia—meski sejatinya PKB dan Nasdem selaku partai pengusung utama Anies adalah partai yang mendukung revisi Undang-Undang KPK sebelumnya. Berbeda dengan Anies, Prabowo sebagai capres yang memang mengidentifikasi diri sebagai calon yang akan meneruskan berbagai legacy dari Presiden Joko Widodo menyebutkan akan melanjutkan apa yang sudah dilakukan oleh Jokowi selama sepuluh tahun kepemimpinannya.

Bagaimana dengan Ganjar? Ia sendiri menegaskan bahwa pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset jadi salah satu instrumen penting dalam upaya pemberantasan korupsi. Selain itu ia juga menegaskan akan menjadikan Nusa Kambangan sebagai tempat untuk memberi efek jera kepada para koruptor.

Dalam sesi tanya jawab, saya melihat Prabowo cukup tersudut dengan pertanyaan-pertanyaan yang dilayangkan oleh lawan-lawannya—utamanya yang menyangkut soal putusan MK. Jawaban Prabowo pun saya rasa tidak mampu memuaskan publik, apalagi jawaban yang disampaikan kemudian ditutup dengan pernyataan “Intinya rakyat yang putuskan. Kalau rakyat gak suka Prabowo dan Gibran, gak usah pilih kami. Saya tidak takut tidak punya jabatan, sorry ye!”. Jawaban ini tentu berlawanan dari esensi demokrasi, yakni pencerdasan rakyat. Menariknya, pada momen ini Gibran tampak berdiri dari tempat duduknya dan memberi gesture tubuh memberi semangat kepada para pendukungnya—jangan-jangan ada yang kesenggol nih emosinya. Hehe.

Debat pertama buat saya belum cukup untuk dijadikan referensi dalam menentukan pilihan. Perlu diakui, debat yang diselenggarakan KPU belum mampu memberi ruang elaborasi ide yang lebih mendalam, sehingga narasi-narasi yang dilempar oleh para calon seperti hanya numpang lewat saja—atau bisa juga dikatakan hanya narasi-narasi normatif saja. Publik tentu ingin mendengar gagasan-gagasan yang genuine dan kontekstual dari para calon. Akankah KPU mau mengevaluasi format debat dan menyediakan ruang lebih dalam upaya elaborasi ide dan gagasan lebih mendalam lagi? Kita tunggu saja. [T]

  • Baca esai-esai politik TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA lainnya DI SINI
Mempertanyakan Diamnya Gibran
Ilusi Citra ‘Gemoy’ Dalam Politik Elektoral Indonesia
Sulit Membayangkan Anies Menang di Bali
Membicarakan Kekuasaan di Indonesia: Timur Apa Barat?
Partisipasi Politik Dalam Negara Demokrasi
Tags: pemiluPilpresPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

MANUS, a Conscious Journey di Sudakara Art Space: Karya Seni Lima Seniman Lintas Bidang

Next Post

Festival Film Kemanusiaan di Denpasar, Kini Memasuki Tahun Kedua

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails
Next Post
Festival Film Kemanusiaan di Denpasar, Kini Memasuki Tahun Kedua

Festival Film Kemanusiaan di Denpasar, Kini Memasuki Tahun Kedua

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co