25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Anies Tajam, Prabowo Tersudutkan, dan Ganjar Paparkan Realitas Lapangan

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
December 13, 2023
in Esai
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat

Gambar ilustrasi: tatkala.co

“Pemilu bukan untuk memilih yang terbaik, tetapi mencegah yang terburuk berkuasa” –Franz Magnis Suseno

Jika ingin melihat para orang tua yang bertingkah layaknya anak kecil yang baru dibelikan hadiah, maka sempatkalah waktu menonton Debat Capres Cawapres di YouTube. Sang moderator Ardianto Wijaya dan Valerina Daniel terlihat berkali-kali harus menenangkan dan mengingatkan agar para pendukung tenang dan tetap menaati peraturan.

Debat pertama yang mengangkat topik tentang pemerintahan, hukum, HAM, pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, serta peningkatan pelayanan publik dan kerukunan warga telah sukses terselenggara di Halaman KPU RI pada Selasa, 12 Desember 2023. Saya pikir jutaan pasang mata rakyat Indonesia tertuju pada debat capres tersebut—mencoba lebih menyelami karakter serta pemikiran dari masing-masing calon yang jika menerima mandat rakyat, akan memimpin Indonesia lima tahun ke depan. Seperti yang sudah saya duga, aksi serang antar calon pun tersaji dalam debat pertama ini—tentu hal ini menjadi hal yang tidak terpisahkan dalam proses demokrasi kita yang katanya akan menuju ke tahap yang lebih tinggi.

Pidato Pertama Sangat Menentukan

Acara debat ini diawali dengan pemaparan singkat visi dan misi masing-masing calon yang diberikan waktu selama empat menit. Menurut saya ini menjadi momen penting untuk memikat para pemilih yang sampai saat ini belum menentukan pilihannya.

Anies memulai dengan baik. Ia langsung kepada pokok-pokok pikiran yang akan dikerjakannya jika dipercaya menjadi Presiden. Mulai dari penegakkan hukum yang dalam pandangannya masih tumpul ke atas dan tajam ke bawah, kemudian iklim demokrasi yang semakin hari kian memprihatinkan, sampai dengan menyinggung sosok milenial yang berhasil menjadi Cawapres dalam Pemilu 2024. Berbeda dengan Anies, Prabowo justru memulainya dengan narasi-narasi yang sifatnya normatif dalam konteks kepemimpinan nasional. Misalnya, pengalaman mempertaruhkan jiwa dan raga bagi bangsa saat menjadi tentara—Prabowo juga menegaskan soal pemimpin yang harus memberi contoh kepada rakyatnya.

Sedangkan Ganjar lebih banyak menceritakan tentang pengalaman dan aspirasi yang didapatnya selama menjalani masa kampanye. Mulai soal akses fasilitas kesehatan, hingga akses internet untuk kepentingan pendidikan. Dan di satu menit terakhir, Ganjar menegaskan komitmennya dalam penegakkan hukum, HAM, dan pemberantasan korupsi tidak hanya sekadar kata-kata, tetapi aksi nyata.

Upaya Penguatan Demokrasi

Isu demokrasi belakangan menjadi diskursus penting di tengah masyarakat Indonesia. Hal ini semakin meresahkan tatkala melihat data yang dirilis oleh The Economist Intelligent Unit (EIU) Indonesia mencatatkan skor 6,71 yang artinya indeks demokrasi Indonesia masih tergolong cacat (flawed democracy). Sehingga topik penguatan demokrasi menjadi penting dibahas dalam debat capres dan cawapres. Dalam topik ini, saya melihat masing-masing capres memiliki perspektifnya masing-masing dan hal ini tentu menambah daya tarik dari debat ini.

Bicara soal demokrasi, Anies menyoroti tiga hal utama yang menjadi tantangan Indonesia ke depan. Pertama, kebebasan pendapat yang menurutnya semakin memprihatinkan. Kedua, lemahnya posisi oposisi sebagai penyeimbang dalam penyelenggaraan negara, hingga mewujudkan pemilu sebagai ajang yang berintegritas, berkualitas, dan bebas dari intervensi kekuasaan apapun. Jawaban dari Anies pun mendapat tanggapan dari dua capres lainnya, misalnya Prabowo menyebut Anies berlebihan. Ia juga mengungkit Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 saat dirinya mengusung dan mengantarkan Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta. Prabowo juga memuji kinerja Joko Widodo sebagai Presiden dalam konteks demokrasi.

Sedangkan Ganjar sendiri menegaskan bahwa peran partai politik dalam negara demokrasi sangat penting dan vital. Ia menegaskan bahwa partai politik memiliki peran penting, seperti fungsi agregasi, rekrutmen kepemimpinan, pendidikan politik—hal ini berangkat dari pengalamannya sebagai Ketua Pansus Undang-Undang Partai Politik saat masih menjadi Anggota DPR RI.

Adakah Gebrakan di Bidang Hukum, HAM dan Pemberantasan Korupsi?

Harus diakui bersama bahwa penegakkan hukum, HAM dan pemberantasan korupsi di negeri ini masih lemah—jika tidak ingin dikatakan sangat lemah. Belakangan ini kasus korupsi menyeret banyak Menteri dan pejabat tinggi kementerian lain, seperti Menteri Kominfo RI, Jonny G. Plate yang sudah menjadi terdakwa kasus korupsi Menara BTS. Kasus yang sama juga menyeret menteri lainnya, yakni Dito Ariotedjo yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. Selanjutnya kasus korupsi yang dilakukan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang juga menyeret terlibatnya Ketua KPK yang sudah ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap meyakinkan melakukan upaya pemerasan.

Isu ini juga tidak kalah menjadi sorotan dalam debat kemarin. Apalagi pertanyaan panelis menyangkut soal kekuasaan kehakiman yang kini cenderung menerima intervensi dari cabang kekuasaan lainnya. Menerima pertanyaan ini, Prabowo menjawab dengan cukup meyakinkan. Ia menyebutkan bahwa peningkatan kesejahteraan para hakim adalah kunci untuk membebaskan hakim-hakim dari intervensi pihak lain. Menanggapi jawaban dari pihak lawan, Anies dan Ganjar memberikan tanggapan yang kurang lebih sama, yakni menegaskan independensi kekuasaan kehakiman agar tidak menerima intervensi dari cabang kekuasaan lain.

Dalam topik pemberantasan korupsi, masing-masing capres memiliki pandangan yang sesungguhnya harus dielaborasi lebih jauh lagi. Misalnya, Anies menyebutkan bahwa pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset dan melakukan revisi terhadap Undang-Undang KPK adalah hal yang penting dilakukan dalam rangka memberantas tindak korupsi di Indonesia—meski sejatinya PKB dan Nasdem selaku partai pengusung utama Anies adalah partai yang mendukung revisi Undang-Undang KPK sebelumnya. Berbeda dengan Anies, Prabowo sebagai capres yang memang mengidentifikasi diri sebagai calon yang akan meneruskan berbagai legacy dari Presiden Joko Widodo menyebutkan akan melanjutkan apa yang sudah dilakukan oleh Jokowi selama sepuluh tahun kepemimpinannya.

Bagaimana dengan Ganjar? Ia sendiri menegaskan bahwa pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset jadi salah satu instrumen penting dalam upaya pemberantasan korupsi. Selain itu ia juga menegaskan akan menjadikan Nusa Kambangan sebagai tempat untuk memberi efek jera kepada para koruptor.

Dalam sesi tanya jawab, saya melihat Prabowo cukup tersudut dengan pertanyaan-pertanyaan yang dilayangkan oleh lawan-lawannya—utamanya yang menyangkut soal putusan MK. Jawaban Prabowo pun saya rasa tidak mampu memuaskan publik, apalagi jawaban yang disampaikan kemudian ditutup dengan pernyataan “Intinya rakyat yang putuskan. Kalau rakyat gak suka Prabowo dan Gibran, gak usah pilih kami. Saya tidak takut tidak punya jabatan, sorry ye!”. Jawaban ini tentu berlawanan dari esensi demokrasi, yakni pencerdasan rakyat. Menariknya, pada momen ini Gibran tampak berdiri dari tempat duduknya dan memberi gesture tubuh memberi semangat kepada para pendukungnya—jangan-jangan ada yang kesenggol nih emosinya. Hehe.

Debat pertama buat saya belum cukup untuk dijadikan referensi dalam menentukan pilihan. Perlu diakui, debat yang diselenggarakan KPU belum mampu memberi ruang elaborasi ide yang lebih mendalam, sehingga narasi-narasi yang dilempar oleh para calon seperti hanya numpang lewat saja—atau bisa juga dikatakan hanya narasi-narasi normatif saja. Publik tentu ingin mendengar gagasan-gagasan yang genuine dan kontekstual dari para calon. Akankah KPU mau mengevaluasi format debat dan menyediakan ruang lebih dalam upaya elaborasi ide dan gagasan lebih mendalam lagi? Kita tunggu saja. [T]

  • Baca esai-esai politik TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA lainnya DI SINI
Mempertanyakan Diamnya Gibran
Ilusi Citra ‘Gemoy’ Dalam Politik Elektoral Indonesia
Sulit Membayangkan Anies Menang di Bali
Membicarakan Kekuasaan di Indonesia: Timur Apa Barat?
Partisipasi Politik Dalam Negara Demokrasi
Tags: pemiluPilpresPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

MANUS, a Conscious Journey di Sudakara Art Space: Karya Seni Lima Seniman Lintas Bidang

Next Post

Festival Film Kemanusiaan di Denpasar, Kini Memasuki Tahun Kedua

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Festival Film Kemanusiaan di Denpasar, Kini Memasuki Tahun Kedua

Festival Film Kemanusiaan di Denpasar, Kini Memasuki Tahun Kedua

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co