22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Merawat Kebudayaan Melayu-Bugis di Bali

Angga Wijaya by Angga Wijaya
November 11, 2023
in Esai
Merawat Kebudayaan Melayu-Bugis di Bali

Suasana di Loloan | Sumber foto: Diskominfo Jembrana

TAK banyak masyarakat Indonesia tahu, bahwa di Provinsi Bali terdapat komunitas Muslim yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Mereka pendatang luar pulau, oleh sebab situasi politik era kolonial bermigrasi ke Bali dan membangun peradaban baru di pulau yang dijuluki sebagai Pulau Dewata.

Sebut saja Loloan. Desa yang kini menjadi dua kelurahan yakni Loloan Barat dan Loloan Timur yang terletak di Negara, ibu kota kabupaten Jembrana-Bali ini seakan tidak pernah habis untuk dibahas baik melalui tulisan maupun kajian ilmiah. Sudah banyak para akademisi baik dari Bali maupun luar Bali menjadikan Loloan sebagai subyek penelitian, baik dari segi bahasa, arsitektur, filsafat maupun budaya.


Para tetua dan leluhur warga Loloan berasal dari Sulawesi. Mereka para pelaut yang ulet dan pemberani. Kala itu Bali masih berada dalam sistem kerajaan, sering terjadi peperangan baik oleh kerajaan di Bali maupun Jawa termasuk juga dengan kolonial Belanda.

Orang-orang Loloan diangkat menjadi pasukan kerajaan Jembrana, karena dikenal gagah-berani. Oleh I Gusti Arya Pancoran, raja Jembrana kala itu, mereka diberikan daerah otonom yakni di wilayah selatan kota Negara yang dinamakan “Loloan”. Sungai yang luas dan besar di sana mengingatkan mereka akan tempat asal mereka. Di Loloan, mereka membangun rumah panggung yang hingga saat ini masih terjaga kelestariannya.

Termasuk juga kebudayaan Melayu-Bugis yang pada 20-21 Oktober 2023 lalu dikenang dalam sebuah festival bertajuk “Loloan Zaman Lame”. Jalan-jalan di Loloan begitu semarak oleh hiasan. Penonton yang datang dari berbagai penjuru kota memadati kampung kuno tersebut. Tampak juga tamu dari luar kabupaten bahkan provinsi. Mereka menikmati berbagai suguhan, terutama kuliner khas Loloan yang jarang mereka temui di tempat asal mereka.

Festival itu mengambil tema “Ayo Medayoan ke Loloan”. Medayoan, dalam bahasa Loloan berarti bertamu. Para pemuda Loloan sebagai pemrakarsa festival dengan santun dan ramah menjamu para tamu. Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna bersama jajaran pemerintah kabupaten Jembrana dan beberapa tokoh Puri Jembrana turut hadir sebagai pengayom masyarakat yang dikenal multikultur sejak lama.

Eka Sabara, penulis sejarah dan budayawan Loloan menyebut, “Medayoan ke Loloan” merupakan bahasa Melayu Loloan. Berasal dari kata dayo atau tamu, sehingga medayoan berarti datang bertamu. “Medayoan ke Loloan” berarti datang bertamu ke Loloan.

“Festival Loloan Jaman Lame yang tahun 2023 adalah kali kelima digelar, ditunggu-tunggu banyak orang karena kerinduan akan nuansa eksotik dari tradisi dan budaya Loloan yang unik. Para pengunjung dari berbagai kalangan menyatu hadir bersama dalam festival yang dilaksanakan selama dua hari tersebut. Festival ini mengambil kata “medayoan”yang merupakan kata atau ucapan yang sudah sangat jarang didengar di kalangan generasi saat ini, karena medayoan merupakan bahasa Loloan jaman lame (lama),” jelas Eka sebagaimana dikutip dari balisharing.com, 26 Oktober 2023.

Eka menambahkan, apabila kita memasuki pintu gapura kampung Loloan Zaman Lame, kita seolah-olah masuk ke lorong waktu masa lampau, mulai dari banyaknya stand-stand yang telah disiapkan panitia, meliputi stand seni, tradisi dan budaya Loloan jaman lame, seperti stan kuliner jajanan kuno.

Ada berbagai ragam jajanan kuno seperti jaje pasung, amplog, kopyor, cenil, lanun, gorog-gorog, apon, kole, jande merias, kupe-kupe, dan lain-lain, yang saat ini sudah sangat jarang dijumpai di warung modern.

“Hal unik juga terlihat para pengunjung diwajibkan memakai pakaian jaman lame, serba tradisional/Kuno, pementasan drama satu babak dari Sanggar Pilot dengan pemain kunci Ita Amini, seorang pegiat seni di tahun 1990-an. Tampak antusiasme para penonton menyaksikan drama tersebut,” kata Eka Sabara.

Ragam stand yang ditampilkan, antara lain stand pameran foto kuno, pameran benda-benda kuno, seni ngotok, tradisi nelayan ayom-ayom, permainan jaman lame, jedur-jeduran, cikar-cikaran serba bambu, stand nganten kuno, dapur kuno, tradisi ngaji, di’ba’, kain/sarung tenun Loloan.

Sejak pelaksanaan Festival Loloan Jaman Lame yang pertama di tahun 2017 silam, imbuh Eka Sabara, semakin banyak peningkatan yang ditampilkan sehingga menarik para pengunjung, baik dari Jembrana maupun luar Jembrana untuk hadir dan datang ke lokasi Festival Loloan Zaman Lame tersebut. Ini berkat kreativitas para pemuda Loloan yang terus secara intensif menggali dan berdiskusi terkait event ataupun persiapan dari penyelenggaraan festival tersebut.

Wakil Bupati Jembrana IGN Patriana Krisna mengatakan pelaksanaan festival budaya Loloan yang dilaksanakan dengan semangat Sumpah Pemuda ini menyiratkan bahwa semangat berinovasi, berkreatifitas dan sinergitas para remaja Loloan dengan pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

 “Ini merupakan kegiatan yang sejalan dengan konsep pengembangan pariwisata kerakyatan, yang diharapkan mampu untuk mempromosikan potensi seni, budaya, tradisi masyarakat dan menghidupkan berbagai sub-sektor ekonomi kreatif sebagai daya tarik wisata,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Sabtu (21/10/2023).

Menurutnya, festival budaya Loloan ini bukanlah sekedar sebuah peristiwa kolektif yang berlalu begitu saja tetapi Festival Loloan  Zaman Lame sebagai aktualisasi dan  akumulasi pesan yang tiba dengan lembut dari masa lalu, sekaligus menghantarkan selaksa makna yang sudah seharusnya direaktualisasi pada zaman kini dan di masa depan.

“Budaya khas Loloan ini agar terus dijaga dan dilestarikan terutama bagi pemuda pemudi disini agar tidak tergerus jaman. Untuk itu, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya Festival ini, dengan harapan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan dikembangkan dengan penuh rasa tanggung jawab dan kreatifitas sebagai sebuah event yang mampu menarik minat wisatawan dengan tetap mengedepankan aspek kearifan lokal,” harap Patriana Krisna.

Ahmad Azmi, Ketua Panitia Festival Loloan Zaman Lame menjelaskan, acara dimulai dengan  menampilkan kebudayaan khas Loloan. Tak hanya itu, dalam festival tersebut ditampilkan juga akulturasi budaya sebagai bentuk  persaudaraan umat Hindu dengan umat Muslim. “Banyak budaya loloan yang ditampilkan disini, diantaranya tradisi nginang, tradisi ngotok, tradisi rebana, dan tradisi lainnya. Ada juga tari kolaborasi  yakni tari Janger dari desa Mertasari tari Rudat Loloan Timur,” jelasnya.

Azmi dan para warga kampung Loloan berharap festival ini bisa terus terselenggara, agar ke depan masyarakat bisa tetap menjaga tradisi yang ada di Loloan. Apa yang dilakukan muda-mudi Loloan ini adalah upaya merawat kebudayaan Melayu-Bugis yang menjadi penanda budaya Loloan. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis ANGGA WIJAYA
Kalung Badong Pelengkap Ritual Sunat yang Langka di Loloan
Tradisi Kain Tenun Khas Loloan yang Tetap Bertahan dari Zaman ke Zaman
Mesair-Mekayat, Seni Burdah Loloan yang Hampir Punah
Rindu Kebangkitan Budaya Seni Silat Bugis Loloan
Ngotek – Inilah Pementasan Tiada Henti Sepanjang Hari di Kampung Loloan
Menengok Wisata Religi Islami di Jembrana, Bali
Tags: balibugisjembranaKampung Loloan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wayan Antari, Gerip Maurip, dan Makin Kencanglah Angin Sastra dari Bangli

Next Post

Puisi-puisi Fathurrozi Nuril Furqon | Seseorang Dalam Puisi

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails

Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

by I Made Sudiana
October 19, 2026
0
Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

SEBUAH tulisan di ruang publik pada hakikatnya adalah undangan terbuka untuk berdiskusi. Melalui tanggapan kritis yang disampaikan oleh IGA Darma...

Read moreDetails

Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

by Angga Wijaya
October 18, 2026
0
Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

MALAM  itu saya menghubungi Aryantha Soethama melalui WhatsApp. Ia adalah penulis senior asal Bali yang mengawali kegiatan menulis sejak remaja,...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Fathurrozi Nuril Furqon | Seseorang Dalam Puisi

Puisi-puisi Fathurrozi Nuril Furqon | Seseorang Dalam Puisi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional
Pendidikan

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

by Rusdy Ulu
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co