2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kata Kembali Merumah di Singaraja

Hamzah by Hamzah
October 8, 2023
in Esai
Kata Kembali Merumah di Singaraja

Sugi Lanus memberi kuliah umum dalam acara Singaraja Literary Festival | Foto: Dok. Singaraja Literary Festival/Omen

SAYA dan pacar saya tiba di Singaraja pada tanggal 29 September 2023, tepat di puncak hari. Minggu-minggu itu—bahkan sampai kalimat ini ditulis—memang sedang

panas-panasnya. Sembari meneguk air mineral yang sudah tidak dingin, saya dan kesayangan saya masuk ke Gedong Kirtya. Hari pertama Singaraja Literary Festival 2023 sedang bergulir. Kami kemudian berkeliling, menyaksikan forum-forum kecil membincangkan sastra dan kepenulisan. Kami memutuskan masuk mengelilingi museum dan mengomentari dokumentasi serta artefak.

Menurut rundown festival, kami baru saja melewati Lomba Baca Puisi Tingkat SD se-Bali. “Yah, sayang sekali…” ujar kekasih saya, “tidak bisa lihat anak-anak berpuisi.”

“Nanti malam ada upacara pembuka resminya, mau ke situ nggak nanti?” tawar saya. “Tentu!”

Kemudian kami ke hotel, mengistirahatkan diri sembari bersih-bersih. Rupanya, perjalanan hampir tiga jam menggunakan sepeda motor matic membuat kami terlelap sesudahnya.

Sementara kami terbenam dalam bantal, acara terus bergulir. Ada setidaknya lima lokakarya yang digelar sejak siang hingga sore hari. Tiga dari lima lokakarya tersebut melibatkan tulis menulis, dua lainnya merupakan permainan anak dan alih wahana tulisan ke seni pertunjukan. Guru, anak-anak, dan publik kena bagi ruang untuk belajar menulis.

Sugi Lanus memberikan kuliah umum dalam Singaraja Literary Festival | Foto: Dok Singaraja Literary Festival/Omen

Selain lokakarya, bedah buku, diskusi, dan kuliah umum digelar pula. Buku yang dibedah pada hari itu adalah buku dari seorang penulis dengan penjualan terbaik, Henry Manampiring. Bedah buku kemudian dilanjut dengan diskusi soal teks tubuh-lalu dan kini, yang membicarakan badan sebagai teks spasial dan temporal, digawangi oleh Carma Citrawati dan Suka Ardiyasa. Kuliah umum sendiri disampaikan oleh Sugi Lanus, ahli naskah lontar Bali dan Kawi.

Kami tiba ketika langit sudah mulai gelap di Gedong Kirtya, memirsakan upacara pembukaan secara resmi. Sembari mendengar sambutan-sambutan, dari Direktur Singaraja Literary Festival, Kadek Sonia Piscayanti hingga Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, S.Sos.,M.Si, kami menikmati sajian seni di sela-selanya.

Saya terngiang pernyataan yang terlontar malam itu, “Mengingat Singaraja menjadi tempat lahirnya banyak institusi dan infrastruktur literasi pertama bagi Indonesia, tepat belaka adanya gelaran Singaraja Literary Festival ini. Untuk menggaungkan kembali, literasi dan sastra geliatnya hidup di kota ini.” Bagi saya, fakta tersebut meneguhkan bahwa kata kembali merumah di Singaraja.

Sajian seni yang ditampilkan malam itu beragam macam. Ada sajian musik tradisional dari STAHN Mpu Kuturan Singaraja, hingga sandiwara oleh murid-murid SDN 3 Banjar Jawa, membawakan lakon Ayam Hitam. Penampilan yang terakhir disebut, adalah apa yang paling berkesan bagi kami. “Sayang, apakah pentas barusan cukup menuntaskan dahaga karena hajat melihat anak-anak berpuisi?” tanya saya ke adinda pacar.

“Lucu-lucu, ya, mereka!”

***

30 September 2023, pagi-pagi saya dan kekasih saya memutuskan untuk mandi di Air Terjun Sekumpul. Dua puluh kilometer dari tempat kami mandi, hari kedua Singaraja Literary Festival 2023 digelar. Lokakarya dan bedah buku tergelar sering dan berlanjut. Lomba puisi hari ini dipesertakan oleh remaja-remaja tanggung usia SMP.

Saya kemudian datang ke Gedong Kirtya sore harinya. Sendirian, kekasih sedang tidak kenan ke festival. Baiklah. Saya lompat dari diskusi ke diskusi yang tergelar di tiga sudut. Saya melihat kawan saya, Juli Sastrawan, memoderatori perbincangan dengan Gde Aryantha Soethama dan Made Sujaya tentang hikayat-hikayat dari Singaraja.

Jika berkenan, kamu bisa membaca apa-apa yang mereka diskusikan dalam antologi Singa Raja Berkisah (Mahima, 2023). Kemudian saya melompat ke diskusi soal alih wahana teks lama ke medium modern bernama film, yang dipantik oleh Made Suarbawa dan Maria Eka Risti. Aku mendengar Birus, panggilan Made Suarbawa, berbicara soal ambisinya untuk mengolah kembali cerita-cerita lama dan persisiannya dengan konteks kiwari.

Sonia Piscayanti (tengah) dan Henry Manampiring (kanan) dalam bedah buku Filosofi Teras di Singaraja Literary Festival | Foto: Dok. Singaraja Literary Festival/Omen

Selain kedua diskusi tadi, saya juga sempat menguping sebentar diskusi soal rempah dan kecantikan serta ihwal arsip dan pengembangan kesenian. Hari kedua saya juga bertemu rekan-rekan dari Balebengong yang habis pulang melali. Wajah-wajah familiar lainnya dan wajah baru juga terhampir, bercengkerama semenjana. Hari bergerak malam, saya mengecek gawai dan mendapati pacar menitip beli vitamin rambut berwarna hitam-merah muda. “Pokoknya harus black-pink!” tegasnya dalam pesan. Baiklah, saya mengeluarkan motor saya dari parkiran.

***

Saya dan pacar saya tiba di Gedong Kirtya pada tanggal 1 Oktober 2023, tepat di puncak hari. Minggu-minggu itu—bahkan sampai kalimat ini ditulis—memang sedang

panas-panasnya. Festival tentu saja akan terbantu jika ada yang berkenan menyumbangkan tenda atau—paling tidak, kipas dengan fitur embun. Sembari meneguk air mineral yang masih dingin, saya dan kesayangan saya masuk ke wahana festival. Hari terakhir Singaraja Literary Festival 2023 tengah bergulir.

Hari itu, gelaran lomba baca puisi diwarnai oleh jegeg dan bagus berusia SMA. Lokakarya tidak banyak digelar, namun diskusi sungguh padat dilaksanakan. Pementasan puncak juga digelar: mulai dari pembacaan dramatis satua-satua I Nengah Tinggen, hingga hasil-hasil lokakarya. Pengumuman juara juga diumumkan pada sore harinya, disambung dengan pementasan wayang kulit oleh Dalang Sembroli. Sayang, hari itu saya tidak bisa menghadiri semuanya.

Saya datang ke Gedong Kirtya untuk berpamitan kepada teman-teman yang hadir, sembari berharap semoga tahun depan ada gelaran Singaraja Literary Festival lagi. [T]

Opini Masyarakat Mengenai “Singaraja Literary Festival” : Wadah Mengenal Seni yang Dinanti
Singaraja Literary Festival: Ruang Intelektual Baru dan Jembatan Penghubung Pengetahuan
Filosofi Teras, Way of Life, dan Kendali Emosi Manusia ala Henry Manampiring
Upaya Perempuan Mempercantik Diri: Lontar, Rempah, dan Konstruksi Patriarki
Tags: balisastraSingarajaSingaraja Literary Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Opini Masyarakat Mengenai “Singaraja Literary Festival” : Wadah Mengenal Seni yang Dinanti

Next Post

Sehat Ketawa ala Dokter Arya: Humoris, Kritis, dan Mencerahkan

Hamzah

Hamzah

Lebih suka menyebut dirinya berlapis jamak seperti larik Walt Whitman. Laki-laki cis ini hidup nomaden sepanjang ingatannya. Kini semayam di Gianyar, Bali sebagai buruh nonprofit. Dapat dikunjungi di https://hamzah.id

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Sehat Ketawa ala Dokter Arya: Humoris, Kritis, dan Mencerahkan

Sehat Ketawa ala Dokter Arya: Humoris, Kritis, dan Mencerahkan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co