12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kata Kembali Merumah di Singaraja

Hamzah by Hamzah
October 8, 2023
in Esai
Kata Kembali Merumah di Singaraja

Sugi Lanus memberi kuliah umum dalam acara Singaraja Literary Festival | Foto: Dok. Singaraja Literary Festival/Omen

SAYA dan pacar saya tiba di Singaraja pada tanggal 29 September 2023, tepat di puncak hari. Minggu-minggu itu—bahkan sampai kalimat ini ditulis—memang sedang

panas-panasnya. Sembari meneguk air mineral yang sudah tidak dingin, saya dan kesayangan saya masuk ke Gedong Kirtya. Hari pertama Singaraja Literary Festival 2023 sedang bergulir. Kami kemudian berkeliling, menyaksikan forum-forum kecil membincangkan sastra dan kepenulisan. Kami memutuskan masuk mengelilingi museum dan mengomentari dokumentasi serta artefak.

Menurut rundown festival, kami baru saja melewati Lomba Baca Puisi Tingkat SD se-Bali. “Yah, sayang sekali…” ujar kekasih saya, “tidak bisa lihat anak-anak berpuisi.”

“Nanti malam ada upacara pembuka resminya, mau ke situ nggak nanti?” tawar saya. “Tentu!”

Kemudian kami ke hotel, mengistirahatkan diri sembari bersih-bersih. Rupanya, perjalanan hampir tiga jam menggunakan sepeda motor matic membuat kami terlelap sesudahnya.

Sementara kami terbenam dalam bantal, acara terus bergulir. Ada setidaknya lima lokakarya yang digelar sejak siang hingga sore hari. Tiga dari lima lokakarya tersebut melibatkan tulis menulis, dua lainnya merupakan permainan anak dan alih wahana tulisan ke seni pertunjukan. Guru, anak-anak, dan publik kena bagi ruang untuk belajar menulis.

Sugi Lanus memberikan kuliah umum dalam Singaraja Literary Festival | Foto: Dok Singaraja Literary Festival/Omen

Selain lokakarya, bedah buku, diskusi, dan kuliah umum digelar pula. Buku yang dibedah pada hari itu adalah buku dari seorang penulis dengan penjualan terbaik, Henry Manampiring. Bedah buku kemudian dilanjut dengan diskusi soal teks tubuh-lalu dan kini, yang membicarakan badan sebagai teks spasial dan temporal, digawangi oleh Carma Citrawati dan Suka Ardiyasa. Kuliah umum sendiri disampaikan oleh Sugi Lanus, ahli naskah lontar Bali dan Kawi.

Kami tiba ketika langit sudah mulai gelap di Gedong Kirtya, memirsakan upacara pembukaan secara resmi. Sembari mendengar sambutan-sambutan, dari Direktur Singaraja Literary Festival, Kadek Sonia Piscayanti hingga Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, S.Sos.,M.Si, kami menikmati sajian seni di sela-selanya.

Saya terngiang pernyataan yang terlontar malam itu, “Mengingat Singaraja menjadi tempat lahirnya banyak institusi dan infrastruktur literasi pertama bagi Indonesia, tepat belaka adanya gelaran Singaraja Literary Festival ini. Untuk menggaungkan kembali, literasi dan sastra geliatnya hidup di kota ini.” Bagi saya, fakta tersebut meneguhkan bahwa kata kembali merumah di Singaraja.

Sajian seni yang ditampilkan malam itu beragam macam. Ada sajian musik tradisional dari STAHN Mpu Kuturan Singaraja, hingga sandiwara oleh murid-murid SDN 3 Banjar Jawa, membawakan lakon Ayam Hitam. Penampilan yang terakhir disebut, adalah apa yang paling berkesan bagi kami. “Sayang, apakah pentas barusan cukup menuntaskan dahaga karena hajat melihat anak-anak berpuisi?” tanya saya ke adinda pacar.

“Lucu-lucu, ya, mereka!”

***

30 September 2023, pagi-pagi saya dan kekasih saya memutuskan untuk mandi di Air Terjun Sekumpul. Dua puluh kilometer dari tempat kami mandi, hari kedua Singaraja Literary Festival 2023 digelar. Lokakarya dan bedah buku tergelar sering dan berlanjut. Lomba puisi hari ini dipesertakan oleh remaja-remaja tanggung usia SMP.

Saya kemudian datang ke Gedong Kirtya sore harinya. Sendirian, kekasih sedang tidak kenan ke festival. Baiklah. Saya lompat dari diskusi ke diskusi yang tergelar di tiga sudut. Saya melihat kawan saya, Juli Sastrawan, memoderatori perbincangan dengan Gde Aryantha Soethama dan Made Sujaya tentang hikayat-hikayat dari Singaraja.

Jika berkenan, kamu bisa membaca apa-apa yang mereka diskusikan dalam antologi Singa Raja Berkisah (Mahima, 2023). Kemudian saya melompat ke diskusi soal alih wahana teks lama ke medium modern bernama film, yang dipantik oleh Made Suarbawa dan Maria Eka Risti. Aku mendengar Birus, panggilan Made Suarbawa, berbicara soal ambisinya untuk mengolah kembali cerita-cerita lama dan persisiannya dengan konteks kiwari.

Sonia Piscayanti (tengah) dan Henry Manampiring (kanan) dalam bedah buku Filosofi Teras di Singaraja Literary Festival | Foto: Dok. Singaraja Literary Festival/Omen

Selain kedua diskusi tadi, saya juga sempat menguping sebentar diskusi soal rempah dan kecantikan serta ihwal arsip dan pengembangan kesenian. Hari kedua saya juga bertemu rekan-rekan dari Balebengong yang habis pulang melali. Wajah-wajah familiar lainnya dan wajah baru juga terhampir, bercengkerama semenjana. Hari bergerak malam, saya mengecek gawai dan mendapati pacar menitip beli vitamin rambut berwarna hitam-merah muda. “Pokoknya harus black-pink!” tegasnya dalam pesan. Baiklah, saya mengeluarkan motor saya dari parkiran.

***

Saya dan pacar saya tiba di Gedong Kirtya pada tanggal 1 Oktober 2023, tepat di puncak hari. Minggu-minggu itu—bahkan sampai kalimat ini ditulis—memang sedang

panas-panasnya. Festival tentu saja akan terbantu jika ada yang berkenan menyumbangkan tenda atau—paling tidak, kipas dengan fitur embun. Sembari meneguk air mineral yang masih dingin, saya dan kesayangan saya masuk ke wahana festival. Hari terakhir Singaraja Literary Festival 2023 tengah bergulir.

Hari itu, gelaran lomba baca puisi diwarnai oleh jegeg dan bagus berusia SMA. Lokakarya tidak banyak digelar, namun diskusi sungguh padat dilaksanakan. Pementasan puncak juga digelar: mulai dari pembacaan dramatis satua-satua I Nengah Tinggen, hingga hasil-hasil lokakarya. Pengumuman juara juga diumumkan pada sore harinya, disambung dengan pementasan wayang kulit oleh Dalang Sembroli. Sayang, hari itu saya tidak bisa menghadiri semuanya.

Saya datang ke Gedong Kirtya untuk berpamitan kepada teman-teman yang hadir, sembari berharap semoga tahun depan ada gelaran Singaraja Literary Festival lagi. [T]

Opini Masyarakat Mengenai “Singaraja Literary Festival” : Wadah Mengenal Seni yang Dinanti
Singaraja Literary Festival: Ruang Intelektual Baru dan Jembatan Penghubung Pengetahuan
Filosofi Teras, Way of Life, dan Kendali Emosi Manusia ala Henry Manampiring
Upaya Perempuan Mempercantik Diri: Lontar, Rempah, dan Konstruksi Patriarki
Tags: balisastraSingarajaSingaraja Literary Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Opini Masyarakat Mengenai “Singaraja Literary Festival” : Wadah Mengenal Seni yang Dinanti

Next Post

Sehat Ketawa ala Dokter Arya: Humoris, Kritis, dan Mencerahkan

Hamzah

Hamzah

Lebih suka menyebut dirinya berlapis jamak seperti larik Walt Whitman. Laki-laki cis ini hidup nomaden sepanjang ingatannya. Kini semayam di Gianyar, Bali sebagai buruh nonprofit. Dapat dikunjungi di https://hamzah.id

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Sehat Ketawa ala Dokter Arya: Humoris, Kritis, dan Mencerahkan

Sehat Ketawa ala Dokter Arya: Humoris, Kritis, dan Mencerahkan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co