2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bertemu ‘Memedi’ di Bulan Juni (1)

Angga Wijaya by Angga Wijaya
September 1, 2023
in Esai
Bertemu ‘Memedi’ di Bulan Juni (1)

Ilustrasi: Wiradinata

BALI, dan banyak wilayah lain di Indonesia, punya bahasa beragam dalam menyebut pengalaman ‘di luar nalar’, ‘tidak logis’, ‘gaib’. Niskala, menurut kamus besar bahasa Indonesia bermakna: ‘tidak berwujud; tidak berbeda; mujarad; abstrak’

Itu pula yang saya alami dan rasakan hampir tiga bulan lalu. Tangkapan layar ‘berita kehilangan’ diri saya yang dikirim kekasih di akun media sosialnya masih tersimpan rapi di komputer. Minggu pertama pada bulan Juni 2023. Ketika itu saya baru berhenti bekerja, kejadian yang amat menguras pikiran—pengalaman sama dulu juga demikian. Ada pola berulang pada diri saya. Kehilangan pekerjaan adalah sesuatu yang sangat berat: tidak hanya soal finansial, tetapi juga keseharian yang terganggu; kesulitan ekonomi pasti berdampak pada kondisi mental. Orang awam sekali pun pasti pernah mengalaminya. Hal yang sangat manusiawi sebagai manusia.  

Jam menunjukkan pukul 01.00 dini hari, saat ‘pesan-pesan’ gaib berikut suara di sekitar menyuruh saya meninggalkan kontrakan; mengambil tas, dompet, dan kunci sepeda motor lalu bergegas pergi ke arah timur kota. Bahan bakar tinggal setengah tangki—dan saya tahu SPBU tidak semuanya buka 24 jam. Saya lebih percaya ‘suara-suara’ gaib itu—memacu sepeda motor agak kencang, mengikuti truk dan mobil boks yang lewat dini hari tersebut. Tidak ada rasa takut atau waswas—saya merasa akan selalu dilindungi kekuatan dan entitas “gaib” yang menyuruh saya pergi.  Tidak bisa ditunda atau ditawar-tawar lagi.

Jalanan saat itu sepi sekali.  Hanya satu-dua kendaraan yang tampak. Namun, saat memasuki wilayah yang tidak lagi di kota—saya mendapati pasar yang ramai. Ada kegiatan adat di sana—di pinggir jalan saya dengan jelas membaca tulisan nama tempat yang sama dengan nama kota kelahiran saya. Tetapi ini di wilayah yang berbeda. Aneh, mungkin saja ini sebuah kebetulan.

Saya diyakini untuk terus melaju. Jalan di depan saya sunyi. Sekumpulan anjing bergerombol di depan saya. Agak riskan juga, karena mereka mengonggong keras. Laju sepeda motor saya kurangi, “suara” gaib menyuruh saya tidak berhenti. Aman. Saya bisa melewati anjing-anjing itu. Saya teringat cerita lama tentang sebuah tempat yang selalu dijaga anjing atau binatang penjaga lain. Mungkin di tempat tersebut seperti itu, pikir saya.

Hingga saya masuk ke tempat belajar yoga dan meditasi—modern, di tengah desa yang diapit sungai. Saat saya ada di tempat parkir, saya mendapati ada orang yang sedang menjemput tamunya. Sepertinya dia pemandu wisata atau supir kendaraan sewaan.

Setelah beristirahat duduk di sana sekitar satu jam, “suara-suara” gaib terdengar lagi. Ia menyuruh saya melanjutkan perjalanan, melewati jembatan di sungai. Kemudian masuk ke wilayah persawahan. Langit bertaburan bintang. Indah sekali. Saya sangat menikmati pemandangan itu. Tenang dan ikhlas. Hanya itu bekal saya di perjalanan dini hari tersebut.

Sawah luas terbentang di sana. Hingga akhirnya saya menemui beberapa rumah penduduk. Jalan kecil menghubungkan saya dengan jalan yang lebih besar. Agaknya ini di wilayah yang lain—mungkin jalan menuju kota. Pagi mulai menampakkan dirinya. Saya tetap terus berjalan.

Karena ponsel tidak saya bawa saat pergi dari rumah, tentulah saya tak bisa mencari tahu di mana saya berada. Hanya keterangan nama pada rambu lalu lintas yang memberi peta saya berada di mana. Saya tetap tenang dan berjalan kaki. Seorang ibu yang menyapu halaman rumah menanyakan saya dari mana dan hendak ke mana. Saya menjawab ingin ke padepokan guru spiritual yang saya ikuti sejak lama. Guru itu tinggal di destinasi turistik di sana.  

Ia menyarankan saya menaiki angkutan umum, sembari memberi uang sekedarnya. Saya berterima kasih, lalu melanjutkan perjalanan. Angkutan umum jarang dan sulit dijumpai di sana. Berjalanan kaki menjadi satu-satunya cara, agar saya sampai di tempat yang ingin saya tuju.

Ada satu momen di mana saya merasa berputar-putar pada wilayah yang sama. Saya teringat perkataan mendiang ayah kandung saya yang pernah melarang keras agar saya tidak lagi keluar rumah terutama saat sebelum pukul 06.00 pagi. Baginya, sebelum waktu tersebut—alam masih dihuni banyak makhluk gaib—dan saya kini percaya apa yang pernah beliau sampaikan dulu.

Pada sebuah tempat—saya bertemu pria dengan penampilan trendi, “orang kota”. Bercelana sport, memakai sepatu, jam tangan. Agak aneh di desa yang sepi ada orang berpenampilan seperti itu. Langkahnya agak aneh, seperti orang yang belari, tapi juga berjalan. Lelaki itu menyapa saya ketika saya terus berada di belakangnya—agar tidak kehilangan arah lagi—berputar-putar, seperti di tempat sebelumnya.

Ia menyuruh saya mengikutinya, hingga sampailah kami di jalan dekat pasar. Dia bilang: “tunggu saya di pinggir jalan, ya! Saya mau bayar utang dulu di koperasi di dekat sini.” Pagi itu sekitar pukul 06.00 lewat sedikit. Tentu koperasi belum buka. Benar saja, ia berbalik lagi, berkata hendak menunggu kawannya untuk memimjam kendaraan agar bisa mengantar saya.

Saya bilang tidak usah repot-repot. Dia kemudian mengiyakan, lalu berjalan lagi ke jalan sepi yang saya yakin itu dekat dengan Pura Dalem—di Bali, ini kawasan sakral karena juga terdapat setra (kuburan).

Saya tidak merasa takut, karena dia begitu baik pada saya. Bahkan memberi saya uang untuk membeli minuman saat di jalan nanti. Tidak hanya seorang—saat “lari-lari” di jalan ada juga perempuan yang menghampirinya dan menanyakan siapa saya. Apakah mereka itu “memedi”/wong samar? Entahlah. Saya terus berjalan kaki dengan perasaan tenang. [T]

[Bersambung…]

Denpasar, 30 Agustus 2023, 00:54 WITA

Ikonografi Men Bajra yang Bertugas Mengundang Memedi
Tags: cerita gaibmemedi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jiwa, Jiwa-Atma & Atma — Apa Bedanya?

Next Post

Kepopuleran Pengundang Leak Dalam Wayang Calonarang

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Kepopuleran Pengundang Leak Dalam Wayang Calonarang

Kepopuleran Pengundang Leak Dalam Wayang Calonarang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co