24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bertemu ‘Memedi’ di Bulan Juni (1)

Angga Wijaya by Angga Wijaya
September 1, 2023
in Esai
Bertemu ‘Memedi’ di Bulan Juni (1)

Ilustrasi: Wiradinata

BALI, dan banyak wilayah lain di Indonesia, punya bahasa beragam dalam menyebut pengalaman ‘di luar nalar’, ‘tidak logis’, ‘gaib’. Niskala, menurut kamus besar bahasa Indonesia bermakna: ‘tidak berwujud; tidak berbeda; mujarad; abstrak’

Itu pula yang saya alami dan rasakan hampir tiga bulan lalu. Tangkapan layar ‘berita kehilangan’ diri saya yang dikirim kekasih di akun media sosialnya masih tersimpan rapi di komputer. Minggu pertama pada bulan Juni 2023. Ketika itu saya baru berhenti bekerja, kejadian yang amat menguras pikiran—pengalaman sama dulu juga demikian. Ada pola berulang pada diri saya. Kehilangan pekerjaan adalah sesuatu yang sangat berat: tidak hanya soal finansial, tetapi juga keseharian yang terganggu; kesulitan ekonomi pasti berdampak pada kondisi mental. Orang awam sekali pun pasti pernah mengalaminya. Hal yang sangat manusiawi sebagai manusia.  

Jam menunjukkan pukul 01.00 dini hari, saat ‘pesan-pesan’ gaib berikut suara di sekitar menyuruh saya meninggalkan kontrakan; mengambil tas, dompet, dan kunci sepeda motor lalu bergegas pergi ke arah timur kota. Bahan bakar tinggal setengah tangki—dan saya tahu SPBU tidak semuanya buka 24 jam. Saya lebih percaya ‘suara-suara’ gaib itu—memacu sepeda motor agak kencang, mengikuti truk dan mobil boks yang lewat dini hari tersebut. Tidak ada rasa takut atau waswas—saya merasa akan selalu dilindungi kekuatan dan entitas “gaib” yang menyuruh saya pergi.  Tidak bisa ditunda atau ditawar-tawar lagi.

Jalanan saat itu sepi sekali.  Hanya satu-dua kendaraan yang tampak. Namun, saat memasuki wilayah yang tidak lagi di kota—saya mendapati pasar yang ramai. Ada kegiatan adat di sana—di pinggir jalan saya dengan jelas membaca tulisan nama tempat yang sama dengan nama kota kelahiran saya. Tetapi ini di wilayah yang berbeda. Aneh, mungkin saja ini sebuah kebetulan.

Saya diyakini untuk terus melaju. Jalan di depan saya sunyi. Sekumpulan anjing bergerombol di depan saya. Agak riskan juga, karena mereka mengonggong keras. Laju sepeda motor saya kurangi, “suara” gaib menyuruh saya tidak berhenti. Aman. Saya bisa melewati anjing-anjing itu. Saya teringat cerita lama tentang sebuah tempat yang selalu dijaga anjing atau binatang penjaga lain. Mungkin di tempat tersebut seperti itu, pikir saya.

Hingga saya masuk ke tempat belajar yoga dan meditasi—modern, di tengah desa yang diapit sungai. Saat saya ada di tempat parkir, saya mendapati ada orang yang sedang menjemput tamunya. Sepertinya dia pemandu wisata atau supir kendaraan sewaan.

Setelah beristirahat duduk di sana sekitar satu jam, “suara-suara” gaib terdengar lagi. Ia menyuruh saya melanjutkan perjalanan, melewati jembatan di sungai. Kemudian masuk ke wilayah persawahan. Langit bertaburan bintang. Indah sekali. Saya sangat menikmati pemandangan itu. Tenang dan ikhlas. Hanya itu bekal saya di perjalanan dini hari tersebut.

Sawah luas terbentang di sana. Hingga akhirnya saya menemui beberapa rumah penduduk. Jalan kecil menghubungkan saya dengan jalan yang lebih besar. Agaknya ini di wilayah yang lain—mungkin jalan menuju kota. Pagi mulai menampakkan dirinya. Saya tetap terus berjalan.

Karena ponsel tidak saya bawa saat pergi dari rumah, tentulah saya tak bisa mencari tahu di mana saya berada. Hanya keterangan nama pada rambu lalu lintas yang memberi peta saya berada di mana. Saya tetap tenang dan berjalan kaki. Seorang ibu yang menyapu halaman rumah menanyakan saya dari mana dan hendak ke mana. Saya menjawab ingin ke padepokan guru spiritual yang saya ikuti sejak lama. Guru itu tinggal di destinasi turistik di sana.  

Ia menyarankan saya menaiki angkutan umum, sembari memberi uang sekedarnya. Saya berterima kasih, lalu melanjutkan perjalanan. Angkutan umum jarang dan sulit dijumpai di sana. Berjalanan kaki menjadi satu-satunya cara, agar saya sampai di tempat yang ingin saya tuju.

Ada satu momen di mana saya merasa berputar-putar pada wilayah yang sama. Saya teringat perkataan mendiang ayah kandung saya yang pernah melarang keras agar saya tidak lagi keluar rumah terutama saat sebelum pukul 06.00 pagi. Baginya, sebelum waktu tersebut—alam masih dihuni banyak makhluk gaib—dan saya kini percaya apa yang pernah beliau sampaikan dulu.

Pada sebuah tempat—saya bertemu pria dengan penampilan trendi, “orang kota”. Bercelana sport, memakai sepatu, jam tangan. Agak aneh di desa yang sepi ada orang berpenampilan seperti itu. Langkahnya agak aneh, seperti orang yang belari, tapi juga berjalan. Lelaki itu menyapa saya ketika saya terus berada di belakangnya—agar tidak kehilangan arah lagi—berputar-putar, seperti di tempat sebelumnya.

Ia menyuruh saya mengikutinya, hingga sampailah kami di jalan dekat pasar. Dia bilang: “tunggu saya di pinggir jalan, ya! Saya mau bayar utang dulu di koperasi di dekat sini.” Pagi itu sekitar pukul 06.00 lewat sedikit. Tentu koperasi belum buka. Benar saja, ia berbalik lagi, berkata hendak menunggu kawannya untuk memimjam kendaraan agar bisa mengantar saya.

Saya bilang tidak usah repot-repot. Dia kemudian mengiyakan, lalu berjalan lagi ke jalan sepi yang saya yakin itu dekat dengan Pura Dalem—di Bali, ini kawasan sakral karena juga terdapat setra (kuburan).

Saya tidak merasa takut, karena dia begitu baik pada saya. Bahkan memberi saya uang untuk membeli minuman saat di jalan nanti. Tidak hanya seorang—saat “lari-lari” di jalan ada juga perempuan yang menghampirinya dan menanyakan siapa saya. Apakah mereka itu “memedi”/wong samar? Entahlah. Saya terus berjalan kaki dengan perasaan tenang. [T]

[Bersambung…]

Denpasar, 30 Agustus 2023, 00:54 WITA

Ikonografi Men Bajra yang Bertugas Mengundang Memedi
Tags: cerita gaibmemedi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jiwa, Jiwa-Atma & Atma — Apa Bedanya?

Next Post

Kepopuleran Pengundang Leak Dalam Wayang Calonarang

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Kepopuleran Pengundang Leak Dalam Wayang Calonarang

Kepopuleran Pengundang Leak Dalam Wayang Calonarang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co