23 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jiwa, Jiwa-Atma & Atma — Apa Bedanya?

Sugi Lanus by Sugi Lanus
September 1, 2023
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

— Catatan Harian, 1 September 2023

Ajaran NUSANTARA yang menjadi prinsip dasar kemanusiaan yang kita junjung bersama adalah: “Kita semua bersaudara”. Saudara: Satu udara. Satu napas.

Ini sejalan dengan ungkapan bahasa Bali: “Iraga sami masemeton” (Kita semua lahir dari sumber sama). Sameton: Satu ‘keluaran’. Sa = Satu. Metu = Keluar(an). Maksudnya: Kita masuk-lahir ke dunia ini dari pintu yang sama. Bermuasal sama.

Dari mana muasalnya?

Ajaran DHARMA menyebutkan bahwa sumber vitalitas hidup dan esensi napas kehidupan adalah ATMA. ATMA bersifat tidak terbatas, sumber semua kehidupan. ATMA tidak bersifat personal.

Sementara, yang bersifat personal adalah JIWA.

Persatuan JIWA dengan ATMA yang menjiwai masing-masing manusia. JIWA mendapat vitalitas hidup dari ATMA, dikenal dengan JIWA-ATMA. JIWA-ATMA adalah roh personal yang diberikan urip-vitalitas oleh ATMA (napas dan sumber kehidupan).

ATMA yang memberikan hidup. ATMA adalah pematik dan sumber semua kehidupan. JIWA berperan menjadi menopang atau jembatan antara ATMA dan SARIRA (tubuh personal). JIWA adalah ruangannya. ATMA adalah cahaya yang menjadikan terang semua ruang JIWA. Semua JIWA yang terlahir atau bersatu dengan SARIRA (tubuh) mendapatkan vitalitas dari Yang Maha Tunggal itu.

Saat JIWA diberikan energi hidup oleh ATMA, JIWA mengejawantah menjadi JIWA-ATMA. Semua pengalaman JIWA dialami lewat SARIRA, atau PENGALAMAN KETUBUHAN. Ini yang menyebabkan setiap JIWA mengalami dan menyimpan pengalaman personal dari ANGGA-SARIRA.

ANGGA-SARIRA (tubuh terluar) masing-masing yang kita pakai terdiri dari 9 lubang (2 mata, 2 telinga, 1 mulut, 2 hidung, 1 kelamin, 1 anus). Kumpulan pengalaman dan kesadaran yang terbangun melalui 9 lubang yang kita miliki secara personal ini yang membuat kita menjadi “makhluk dengan pengalaman personal”. Pengalaman JIWA-ATMA ini dalam bahasa Sansekerta dan Kawi (Jawa Kuno) disebut sebagai WASANA. Kadang disebut KARMA WASANA, atau WASANA KARMA, secara sederhana ini bisa diterjemahkan sebagai “tabungan baik-buruk karma masing-masing jiwa”.

Tubuh dan pikiran manusia hanya bisa menembus/merasakan keberadaan JIWA. JIWA berada kehalusan napas yang paling SUKMA, paling halus berkesadaran. Setelah paham akan hakikat JIWA, baru nanti dari sana melalui kesadaran JIWA, SANG JIWA bersentuhan dengan SANG ATMA. HANYA SETELAH PAHAM JIWA dan HANYA MELALUI JIWA, manusia menemukan hakikat dirinya yaitu ATMA.

Tanpa kesadaran SUKMA akan JIWA terlebih dahulu, seseorang tidak akan pernah menyentuh esensi dirinya yaitu ATMA. Mulai dari napas terhalus atau SUKMA, menuju JIWA. Dari JIWA menuju kesadaran ATMA.

Dalam pengajaran Hindu, baik di India ataupun di Bali, sering perbincangan ATMA dan JIWA mengalami kekaburan. Sehingga, seolah-olah dalam ajaran Hindu diyakini “tubuh-manusia-mentah” bisa langsung berurusan dengan ATMA. Bahkan tubuh dianggap identik dengan ATMA itu sendiri.

Akibat penjelasannya sering kabur, ada pendapat umum berkembang dalam masyarakat Bali yang mengganggap bahwa manusia adalah ATMA. Lalu beranggapan bahwa semua roh orang Bali setelah berpulang/meninggal akan “disungsung” (dimuliakan dan dipuja) di SANGGAR KAMULAN. Padahal yang disungsung di Kamulan adalah SANG ATMA yang suci, sementara SANG JIWA tetap “mantuk” atau melanjutkan perjalanannya wajib mempertanggungjawabkan baik-buruk karmanya (WASANA) masing-masing ditandai dengan “upakara pelepasan” di Pura Dalem.

Secara ritual JIWA yang berpulang dibekali atau ditengok dengan membawa PUNJUNG di Pura Dalem. Tradisi NGATURANG PUNJUNG atau MUNJUNG di Pura Dalem ketika GALUNGAN adalah bukti dan jejak bagaimana secara tradisional sesungguhnya terdapat perbedaan perlakuan terhadap ATMA dan JIWA. SANG JIWA yang melanjutkan perjalanan ke alam kematian dilepas di PURA DALEM “dibekali” PUNJUNG di sana. SANG ATMA yang memberikan napas-hidup dikembalikan/dilinggihkan kembali ke KEMULAN. ATMA suci yang dimuliakan dan dipuja di KAMULAN.

Ada ungkapan Bali yang mengingatkan perjalanan turun JIWA ke dunia yang diantar oleh ATMA: “ANGKIHAN MAAN NYILIH” (Napas dapat meminjam. Napas yang kita pakai statusnya pinjaman yang sewaktu-waktu ditanggih atau diambil). Betul. SANG JIWA meminjam napas dari SANG ATMA. JIWA tidak bisa bernapas, yang memberikan pinjaman kekuatan atau vitalitas napas adalah ATMA.

JIWA adalah roh personal. Sifatnya “roh yang mengambang”. JIWA hanya bisa menjelma/masuk ke dunia ke dalam daging-tubuh atau ANGGA-SARIRA dengan bantuan SANG ATMA, yang mengantar dan memberinya napas. ATMA yang memberikan kehidupan pada JIWA untuk bisa bertahan-melekat-hidup dalam ANGGA-SARIRA. Tanpa “diantar dan direkatkan” oleh ATMA maka sang JIWA tidak bisa “menjiwai” ANGGA-SARIRA.

Ketika ATMA lepas dari maka JIWA terputus dengan tubuh atau SARIRA — inilah yang disebut orang Bali sebagai ANGKIHAN MAAN NYILIH. Napas/hidupnya telah diambil kembali oleh SANG ATMA. SANG ATMA kembali ke KAMULAN — PARAMA ATMA. SANG JIWA (roh personal manusia) ketika ditinggal oleh SANG ATMA harus berpulang melanjutkan perjalanannya ke alam roh dan mempertanggungjawabkan semua baik-buruk perbuatannya selama di dunia. [T]

  • BACA artikel dan esai lain dari penulis SUGI LANUS
Yadnya Keenam, Yadnya Melindungi Lingkungan
Manusia Mentah Menurut Hindu Bali
Kepala Kelamin & Pusat Kendali Padmahṛdaya
Tags: hinduHindu BaliHindu Nusantara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Melalui Single Masterpiece, Ben dan Lily Berkenalan

Next Post

Bertemu ‘Memedi’ di Bulan Juni (1)

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Bertemu ‘Memedi’ di Bulan Juni (1)

Bertemu ‘Memedi’ di Bulan Juni (1)

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co