23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jiwa, Jiwa-Atma & Atma — Apa Bedanya?

Sugi Lanus by Sugi Lanus
September 1, 2023
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

— Catatan Harian, 1 September 2023

Ajaran NUSANTARA yang menjadi prinsip dasar kemanusiaan yang kita junjung bersama adalah: “Kita semua bersaudara”. Saudara: Satu udara. Satu napas.

Ini sejalan dengan ungkapan bahasa Bali: “Iraga sami masemeton” (Kita semua lahir dari sumber sama). Sameton: Satu ‘keluaran’. Sa = Satu. Metu = Keluar(an). Maksudnya: Kita masuk-lahir ke dunia ini dari pintu yang sama. Bermuasal sama.

Dari mana muasalnya?

Ajaran DHARMA menyebutkan bahwa sumber vitalitas hidup dan esensi napas kehidupan adalah ATMA. ATMA bersifat tidak terbatas, sumber semua kehidupan. ATMA tidak bersifat personal.

Sementara, yang bersifat personal adalah JIWA.

Persatuan JIWA dengan ATMA yang menjiwai masing-masing manusia. JIWA mendapat vitalitas hidup dari ATMA, dikenal dengan JIWA-ATMA. JIWA-ATMA adalah roh personal yang diberikan urip-vitalitas oleh ATMA (napas dan sumber kehidupan).

ATMA yang memberikan hidup. ATMA adalah pematik dan sumber semua kehidupan. JIWA berperan menjadi menopang atau jembatan antara ATMA dan SARIRA (tubuh personal). JIWA adalah ruangannya. ATMA adalah cahaya yang menjadikan terang semua ruang JIWA. Semua JIWA yang terlahir atau bersatu dengan SARIRA (tubuh) mendapatkan vitalitas dari Yang Maha Tunggal itu.

Saat JIWA diberikan energi hidup oleh ATMA, JIWA mengejawantah menjadi JIWA-ATMA. Semua pengalaman JIWA dialami lewat SARIRA, atau PENGALAMAN KETUBUHAN. Ini yang menyebabkan setiap JIWA mengalami dan menyimpan pengalaman personal dari ANGGA-SARIRA.

ANGGA-SARIRA (tubuh terluar) masing-masing yang kita pakai terdiri dari 9 lubang (2 mata, 2 telinga, 1 mulut, 2 hidung, 1 kelamin, 1 anus). Kumpulan pengalaman dan kesadaran yang terbangun melalui 9 lubang yang kita miliki secara personal ini yang membuat kita menjadi “makhluk dengan pengalaman personal”. Pengalaman JIWA-ATMA ini dalam bahasa Sansekerta dan Kawi (Jawa Kuno) disebut sebagai WASANA. Kadang disebut KARMA WASANA, atau WASANA KARMA, secara sederhana ini bisa diterjemahkan sebagai “tabungan baik-buruk karma masing-masing jiwa”.

Tubuh dan pikiran manusia hanya bisa menembus/merasakan keberadaan JIWA. JIWA berada kehalusan napas yang paling SUKMA, paling halus berkesadaran. Setelah paham akan hakikat JIWA, baru nanti dari sana melalui kesadaran JIWA, SANG JIWA bersentuhan dengan SANG ATMA. HANYA SETELAH PAHAM JIWA dan HANYA MELALUI JIWA, manusia menemukan hakikat dirinya yaitu ATMA.

Tanpa kesadaran SUKMA akan JIWA terlebih dahulu, seseorang tidak akan pernah menyentuh esensi dirinya yaitu ATMA. Mulai dari napas terhalus atau SUKMA, menuju JIWA. Dari JIWA menuju kesadaran ATMA.

Dalam pengajaran Hindu, baik di India ataupun di Bali, sering perbincangan ATMA dan JIWA mengalami kekaburan. Sehingga, seolah-olah dalam ajaran Hindu diyakini “tubuh-manusia-mentah” bisa langsung berurusan dengan ATMA. Bahkan tubuh dianggap identik dengan ATMA itu sendiri.

Akibat penjelasannya sering kabur, ada pendapat umum berkembang dalam masyarakat Bali yang mengganggap bahwa manusia adalah ATMA. Lalu beranggapan bahwa semua roh orang Bali setelah berpulang/meninggal akan “disungsung” (dimuliakan dan dipuja) di SANGGAR KAMULAN. Padahal yang disungsung di Kamulan adalah SANG ATMA yang suci, sementara SANG JIWA tetap “mantuk” atau melanjutkan perjalanannya wajib mempertanggungjawabkan baik-buruk karmanya (WASANA) masing-masing ditandai dengan “upakara pelepasan” di Pura Dalem.

Secara ritual JIWA yang berpulang dibekali atau ditengok dengan membawa PUNJUNG di Pura Dalem. Tradisi NGATURANG PUNJUNG atau MUNJUNG di Pura Dalem ketika GALUNGAN adalah bukti dan jejak bagaimana secara tradisional sesungguhnya terdapat perbedaan perlakuan terhadap ATMA dan JIWA. SANG JIWA yang melanjutkan perjalanan ke alam kematian dilepas di PURA DALEM “dibekali” PUNJUNG di sana. SANG ATMA yang memberikan napas-hidup dikembalikan/dilinggihkan kembali ke KEMULAN. ATMA suci yang dimuliakan dan dipuja di KAMULAN.

Ada ungkapan Bali yang mengingatkan perjalanan turun JIWA ke dunia yang diantar oleh ATMA: “ANGKIHAN MAAN NYILIH” (Napas dapat meminjam. Napas yang kita pakai statusnya pinjaman yang sewaktu-waktu ditanggih atau diambil). Betul. SANG JIWA meminjam napas dari SANG ATMA. JIWA tidak bisa bernapas, yang memberikan pinjaman kekuatan atau vitalitas napas adalah ATMA.

JIWA adalah roh personal. Sifatnya “roh yang mengambang”. JIWA hanya bisa menjelma/masuk ke dunia ke dalam daging-tubuh atau ANGGA-SARIRA dengan bantuan SANG ATMA, yang mengantar dan memberinya napas. ATMA yang memberikan kehidupan pada JIWA untuk bisa bertahan-melekat-hidup dalam ANGGA-SARIRA. Tanpa “diantar dan direkatkan” oleh ATMA maka sang JIWA tidak bisa “menjiwai” ANGGA-SARIRA.

Ketika ATMA lepas dari maka JIWA terputus dengan tubuh atau SARIRA — inilah yang disebut orang Bali sebagai ANGKIHAN MAAN NYILIH. Napas/hidupnya telah diambil kembali oleh SANG ATMA. SANG ATMA kembali ke KAMULAN — PARAMA ATMA. SANG JIWA (roh personal manusia) ketika ditinggal oleh SANG ATMA harus berpulang melanjutkan perjalanannya ke alam roh dan mempertanggungjawabkan semua baik-buruk perbuatannya selama di dunia. [T]

  • BACA artikel dan esai lain dari penulis SUGI LANUS
Yadnya Keenam, Yadnya Melindungi Lingkungan
Manusia Mentah Menurut Hindu Bali
Kepala Kelamin & Pusat Kendali Padmahṛdaya
Tags: hinduHindu BaliHindu Nusantara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Melalui Single Masterpiece, Ben dan Lily Berkenalan

Next Post

Bertemu ‘Memedi’ di Bulan Juni (1)

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Bertemu ‘Memedi’ di Bulan Juni (1)

Bertemu ‘Memedi’ di Bulan Juni (1)

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co