23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jiwa, Jiwa-Atma & Atma — Apa Bedanya?

Sugi Lanus by Sugi Lanus
September 1, 2023
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

— Catatan Harian, 1 September 2023

Ajaran NUSANTARA yang menjadi prinsip dasar kemanusiaan yang kita junjung bersama adalah: “Kita semua bersaudara”. Saudara: Satu udara. Satu napas.

Ini sejalan dengan ungkapan bahasa Bali: “Iraga sami masemeton” (Kita semua lahir dari sumber sama). Sameton: Satu ‘keluaran’. Sa = Satu. Metu = Keluar(an). Maksudnya: Kita masuk-lahir ke dunia ini dari pintu yang sama. Bermuasal sama.

Dari mana muasalnya?

Ajaran DHARMA menyebutkan bahwa sumber vitalitas hidup dan esensi napas kehidupan adalah ATMA. ATMA bersifat tidak terbatas, sumber semua kehidupan. ATMA tidak bersifat personal.

Sementara, yang bersifat personal adalah JIWA.

Persatuan JIWA dengan ATMA yang menjiwai masing-masing manusia. JIWA mendapat vitalitas hidup dari ATMA, dikenal dengan JIWA-ATMA. JIWA-ATMA adalah roh personal yang diberikan urip-vitalitas oleh ATMA (napas dan sumber kehidupan).

ATMA yang memberikan hidup. ATMA adalah pematik dan sumber semua kehidupan. JIWA berperan menjadi menopang atau jembatan antara ATMA dan SARIRA (tubuh personal). JIWA adalah ruangannya. ATMA adalah cahaya yang menjadikan terang semua ruang JIWA. Semua JIWA yang terlahir atau bersatu dengan SARIRA (tubuh) mendapatkan vitalitas dari Yang Maha Tunggal itu.

Saat JIWA diberikan energi hidup oleh ATMA, JIWA mengejawantah menjadi JIWA-ATMA. Semua pengalaman JIWA dialami lewat SARIRA, atau PENGALAMAN KETUBUHAN. Ini yang menyebabkan setiap JIWA mengalami dan menyimpan pengalaman personal dari ANGGA-SARIRA.

ANGGA-SARIRA (tubuh terluar) masing-masing yang kita pakai terdiri dari 9 lubang (2 mata, 2 telinga, 1 mulut, 2 hidung, 1 kelamin, 1 anus). Kumpulan pengalaman dan kesadaran yang terbangun melalui 9 lubang yang kita miliki secara personal ini yang membuat kita menjadi “makhluk dengan pengalaman personal”. Pengalaman JIWA-ATMA ini dalam bahasa Sansekerta dan Kawi (Jawa Kuno) disebut sebagai WASANA. Kadang disebut KARMA WASANA, atau WASANA KARMA, secara sederhana ini bisa diterjemahkan sebagai “tabungan baik-buruk karma masing-masing jiwa”.

Tubuh dan pikiran manusia hanya bisa menembus/merasakan keberadaan JIWA. JIWA berada kehalusan napas yang paling SUKMA, paling halus berkesadaran. Setelah paham akan hakikat JIWA, baru nanti dari sana melalui kesadaran JIWA, SANG JIWA bersentuhan dengan SANG ATMA. HANYA SETELAH PAHAM JIWA dan HANYA MELALUI JIWA, manusia menemukan hakikat dirinya yaitu ATMA.

Tanpa kesadaran SUKMA akan JIWA terlebih dahulu, seseorang tidak akan pernah menyentuh esensi dirinya yaitu ATMA. Mulai dari napas terhalus atau SUKMA, menuju JIWA. Dari JIWA menuju kesadaran ATMA.

Dalam pengajaran Hindu, baik di India ataupun di Bali, sering perbincangan ATMA dan JIWA mengalami kekaburan. Sehingga, seolah-olah dalam ajaran Hindu diyakini “tubuh-manusia-mentah” bisa langsung berurusan dengan ATMA. Bahkan tubuh dianggap identik dengan ATMA itu sendiri.

Akibat penjelasannya sering kabur, ada pendapat umum berkembang dalam masyarakat Bali yang mengganggap bahwa manusia adalah ATMA. Lalu beranggapan bahwa semua roh orang Bali setelah berpulang/meninggal akan “disungsung” (dimuliakan dan dipuja) di SANGGAR KAMULAN. Padahal yang disungsung di Kamulan adalah SANG ATMA yang suci, sementara SANG JIWA tetap “mantuk” atau melanjutkan perjalanannya wajib mempertanggungjawabkan baik-buruk karmanya (WASANA) masing-masing ditandai dengan “upakara pelepasan” di Pura Dalem.

Secara ritual JIWA yang berpulang dibekali atau ditengok dengan membawa PUNJUNG di Pura Dalem. Tradisi NGATURANG PUNJUNG atau MUNJUNG di Pura Dalem ketika GALUNGAN adalah bukti dan jejak bagaimana secara tradisional sesungguhnya terdapat perbedaan perlakuan terhadap ATMA dan JIWA. SANG JIWA yang melanjutkan perjalanan ke alam kematian dilepas di PURA DALEM “dibekali” PUNJUNG di sana. SANG ATMA yang memberikan napas-hidup dikembalikan/dilinggihkan kembali ke KEMULAN. ATMA suci yang dimuliakan dan dipuja di KAMULAN.

Ada ungkapan Bali yang mengingatkan perjalanan turun JIWA ke dunia yang diantar oleh ATMA: “ANGKIHAN MAAN NYILIH” (Napas dapat meminjam. Napas yang kita pakai statusnya pinjaman yang sewaktu-waktu ditanggih atau diambil). Betul. SANG JIWA meminjam napas dari SANG ATMA. JIWA tidak bisa bernapas, yang memberikan pinjaman kekuatan atau vitalitas napas adalah ATMA.

JIWA adalah roh personal. Sifatnya “roh yang mengambang”. JIWA hanya bisa menjelma/masuk ke dunia ke dalam daging-tubuh atau ANGGA-SARIRA dengan bantuan SANG ATMA, yang mengantar dan memberinya napas. ATMA yang memberikan kehidupan pada JIWA untuk bisa bertahan-melekat-hidup dalam ANGGA-SARIRA. Tanpa “diantar dan direkatkan” oleh ATMA maka sang JIWA tidak bisa “menjiwai” ANGGA-SARIRA.

Ketika ATMA lepas dari maka JIWA terputus dengan tubuh atau SARIRA — inilah yang disebut orang Bali sebagai ANGKIHAN MAAN NYILIH. Napas/hidupnya telah diambil kembali oleh SANG ATMA. SANG ATMA kembali ke KAMULAN — PARAMA ATMA. SANG JIWA (roh personal manusia) ketika ditinggal oleh SANG ATMA harus berpulang melanjutkan perjalanannya ke alam roh dan mempertanggungjawabkan semua baik-buruk perbuatannya selama di dunia. [T]

  • BACA artikel dan esai lain dari penulis SUGI LANUS
Yadnya Keenam, Yadnya Melindungi Lingkungan
Manusia Mentah Menurut Hindu Bali
Kepala Kelamin & Pusat Kendali Padmahṛdaya
Tags: hinduHindu BaliHindu Nusantara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Melalui Single Masterpiece, Ben dan Lily Berkenalan

Next Post

Bertemu ‘Memedi’ di Bulan Juni (1)

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Bertemu ‘Memedi’ di Bulan Juni (1)

Bertemu ‘Memedi’ di Bulan Juni (1)

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co