23 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lakon Alengka Brastha: Saat Hanoman Membakar Alengka

tatkala by tatkala
July 2, 2023
in Budaya
Lakon Alengka Brastha: Saat Hanoman Membakar Alengka

Dalang Ida Bagus Putu Tilem Singarsa saat pentas | Foto: Ist

PARA WANARA—pasukan kera—itu mulai bergerak, menyebar ke seluruh penjuru setelah mendapat perintah raja kera yang tinggal di Gunung Suwela—raja kera itu bernama Sugriwa—untuk mencari Dewi Shita yang diculik oleh Rahwana, raja Alengka. Ya, pencarian itu memang atas dasar permintaan tolong Rama dan Laksmana.

Hanoman, wanara putih yang perkasa dan sakti mandra guna itu, ditugaskan berangkat menuju arah selatan dari gunung Suwela dengan beberapa pasukan kera yang pemberani pula. Tapi, anehnya, tak ada satu pun dari mereka yang mengetahui di mana letak negeri Alengka itu.

Namun, saat mereka istirahat, mereka melihat sebuah goa dan memasukinya untuk berteduh. Dan di dalam goa, betapa kagetnya para wanara itu saat melihat bangunan megah berwarna putih. Saat kekagetan mereka belum benar-benar sirna, tiba-tiba terdengar suara dari kejauhan. Perlahan, sosok seorang gadis bernama Swayamprabha, mata-mata Rahwana, mendekat dan menyapa para wanara dengan ramah.

Dengan tipu muslihatnya, para wanara disuruh untuk menutup matanya sejenak—agar cepat sampai di Alengka, katanya. Hal itupun segera dilakukan Hanoman dan pasukan. Tapi kejadian aneh terjadi, semua wanara tidak bisa membuka mata.

Hanoman menyadari bahwa itu adalah bencana, maka dengan penuh penyesalan dan merasa diri tidak layak menjadi utusan, ia ingin mengakhiri hidupnya. Hal itu diketahui oleh seekor burung besar kakak Sang Jatayu yang bernama Sang Sampati.

Dalang Ida Bagus Putu Tilem Singarsa saat pentas / Foto: Ist

Hanoman dan wanara diberi pertolongan serta petunjuk menuju arah Alengka. Atas pertolongan tersebut, Hanoman mengambil inisiatif untuk berangkat sendiri menyeberangi samudra menuju Alengka, sedangkan pasukannya diperintahkan untuk menunggu di Gunung Windya.

Dengan kesaktiannya, Hanoman berhasil sampai di markas Rahwana, maka segera ia menyelinap untuk mencari keberadaan Dewi Shita. Ia mendengar suara tangis wanita di sebuah taman, dari balik pohon Parijata, Hanoman melihat Rahwana sedang merayu Dewi Shita.

Ketika Rahwana pergi, kesempatan itu tak disia-siakan Hanoman, ia segera menemui sang Dewi. Setelah Dewi Shita tahu bahwa utusan Rama telah datang, semangat hidupnya kembali berkobar.

Hanoman mengamuk, menghancurkan Taman Alengka Pura, suasana menjadi kacau balau, raksasa penjaga datang untuk berperang menghadapi Hanoman yang sedang mengobrak-abrik pepohonan dan bangunan.

Para raksasa, termasuk Aksa anak Sang Rahwana, dengan mudah dikalahkan oleh kera putih sakti itu. Anak Rahwana itu gugur dalam pertempuran. Tapi, Meganada, anak Rahwana yang lain, segera datang dengan senjata Nagapasa dan berperang menghadapi Hanoman. Dalam perang tersebut, Hanoman terkena panah Meganada sehingga Hanoman jatuh dan dibelit oleh naga dari ajian Nagapasa tersebut.

Hanoman disiksa dan diseret oleh para raksasa dan dibawa ke hadapan Rahwana. Namun ekor Hanoman disulut dengan api, semakin lama api itu semakin berkobar, dan Hanoman bangkit dan melompat dari bangunan satu ke bangunan yang lain. Atas ulah Hanoman, kerajaan Alengka bagaikan gunung yang terbakar hangus. Setelah itu, Hanoman mohon diri kepada Dewi Shita untuk kembali bertemu dengan Sang Rama Dewa.

Kisah di atas, dalam dunia pewayangan Bali, dikenal dengan judul “Alengka Brastha”. Dan pada Sabtu malam, 1 Juli 2023, dalam Utsawa (Parade) Wayang Kulit Ramayana serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLV Tahun 2023 di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Bali (Art Center), Ida Bagus Putu Tilem Singarsa, dalang Duta Kabupaten Badung dari Sanggar Seni Dewa Ruci, Banjar Lambing, Desa Sibang Kaja, Kecamatan Abiansemal, membawakan kisah tersebut dengan sangat menakjubkan.

Ida Bagus Putu Tilem Singarsa, tak hanya membawakan kisah tersebut dengan spektakuler, tapi juga masih sempat menyisipkan pesan cinta seni budaya kepada generasi muda Bali sebelum, suatu saat, diklaim oleh pihak lain.

Persiapan pementasan

Dalang Ida Bagus Putu Tilem Singarsa mengungkapkan, untuk penampilan Wayang Ramayana di PKB ini dirinya mengawali dengan persiapan tabuh pengiring yang dibentuknya sejak awal tahun. Mengingat, para penabuh yang akan mengiringinya saat ngewayang kebanyakan adalah pemula, sehingga perlu disiapkan jauh-jauh hari.

“Yang saya libatkan ini penabuh pemula. Mereka punya basic bermain gender. Tapi tentunya bermain gender untuk mengiringi wayang berbeda dengan bermain gender biasa. Penabuh harus fokus dengan dalangnya, sehingga sejak awal tahun saya mantapkan penabuh pengiringnya,” ujarnya.

Sementara untuk persiapan mendalang dengan lakon “Alengka Brastha” diakui kurang lebih selama sebulan. Meski persiapan terbilang singkat, namun penampilan yang ditunjukkan sangat maksimal. IB Tilem Singarsa sendiri sudah belajar mendalang sejak usia belia. Bahkan tahun 2015 silam juga pernah mendalang serupa dengan yang dilakukan pada PKB tahun ini.

Dalang Ida Bagus Putu Tilem Singarsa saat menerima penghargaan seusai pentas / Foto: Ist

“Kalau saya dalang persiapannya tidak sampai satu bulan untuk fokus ke ceritanya niki. Lebih ke pemantapan. Kalau ngewayang saya sudah pernah mewakili di PKB pada tahun 2015 juga Wayang Ramayana. Kalau keseharian, saya biasa ngayah ngedalang wayang lemah untuk upacara dan sesolahan Sidakarya,” terangnya.

Terkait pengembangan seni wayang, kata IB Tilem, secara umum dalang punya hak untuk mengembangkan cerita, walau babonnya tetap Kekawin Ramayana. Dalang  harus bisa mengemas kisah yang sudah pakem agar pertunjukan lebih menarik tanpa mengurangi makna dan inti cerita. Dalang pun bisa mengimprovisasi pertunjukan dengan menyisipkan pesan-pesan moral.

“Dalam pertunjukan ini ada pesan juga yang diselipkan untuk generasi muda Bali, terutama jangan sampai meninggalkan tradisi seni budaya Bali. Biar nantinya ketika sudah ada orang lain yang mengklaim, di sana baru kita ribut-ribut, tidak ada gunanya. Jadi, kalau bisa ya dari sekarang lah cintai budaya lokal. Jangan tergiur budaya luar sampai meninggalkan budaya kita sendiri,” pungkasnya.[T][Jas/*]

Seniman-seniman Cilik Pilih Tanding dalam Lomba Gender Wayang
Seni Lukis Wayang Kamasan Klasik Tak Ada Matinya
Mengeruk Kedalaman “Samudera Tak Bertepi”, Menstimulasi Perjalanan Wayang Ental
Wayang, Dunia Kakek, Dunia Saya
Wayang Sinema, Tawaran Menarik Dalam Dunia Pewayangan Kini
Tags: kesenian balikisah pewayanganPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2023Ramayanawayang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketua DPRD Buleleng: Wujudkan Masyarakat Mandiri untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan

Next Post

Riwayat Jalan Tol: Diam-diam Tapi Mencekik

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

14 Ogoh-Ogoh, Menghidupkan Bencingah Kembali, Menyemarakkan Ruang Budaya di Kesiman

by Nyoman Budarsana
March 18, 2026
0
14 Ogoh-Ogoh, Menghidupkan Bencingah Kembali, Menyemarakkan Ruang Budaya di Kesiman

SEBANYAK 14 Sekaa Teruna Teruni (STT) se-Kesiman, Denpasar, mengikuti Parade Fragmentari Ogoh-ogoh pada malam pengerupukan Nyepi, Rabu (18/3/2026) malam. Selain...

Read moreDetails

2 April, Puncak Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur Tahun 2026 —Nyejer 11 Hari

by tatkala
March 17, 2026
0
2 April, Puncak Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur Tahun 2026 —Nyejer 11 Hari

Pujawali Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur tahun Saka 1948/tahun 2026 dilaksanakan dari tanggal 20 Maret 2026 sampai dengan...

Read moreDetails

Buleleng International Rhythm Festival, Ajang Pertunjukan Seni dan Ruang Persahabatan Antar Negara

by tatkala
March 12, 2026
0
Buleleng International Rhythm Festival, Ajang Pertunjukan Seni dan Ruang Persahabatan Antar Negara

Rasa bangga dan syukur karena Buleleng kembali dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan budaya dunia. Buleleng International Rhythm Festival (BIRF) ini...

Read moreDetails

Mlaspas dan Ngenteg Linggih Meru Tumpang Solas di Pura Ulun Danu Batur, Linggastana Ida Bhatari Sakti Dewi Danuh

by tatkala
March 12, 2026
0
Mlaspas dan Ngenteg Linggih Meru Tumpang Solas di Pura Ulun Danu Batur, Linggastana Ida Bhatari Sakti Dewi Danuh

Masyarakat Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, melaksanakan upacara Mlaspas dan Ngenteg Linggih Meru Tumpang Solas Pura Ulun Danu...

Read moreDetails

Anak-anak Ceria dalam Buka Puasa Bersama IHKA BPD Bali dan Yayasan Fastabhikul Khoirut

by Nyoman Budarsana
March 7, 2026
0
Anak-anak Ceria dalam Buka Puasa Bersama IHKA BPD Bali dan Yayasan Fastabhikul Khoirut

Anak-anak itu datang dengan wajah ceria. Busananya sopan, terlihat nyaman dan segar. Jika diajak bicara mereka sangat ramah, dan cepat...

Read moreDetails

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
0
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

Read moreDetails

Bulan Bahasa Bali 2026 Ditutup, Tahun Depan Temanya ‘Wana Kerthi, Gemuh Landuh Sarwa Tumuwuh’

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Bulan Bahasa Bali 2026 Ditutup, Tahun Depan Temanya ‘Wana Kerthi, Gemuh Landuh Sarwa Tumuwuh’

GUBERNUR Bali secara resmi menutup pelaksanaan Bulan Bahasa Bali VIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu 28 Pebruari...

Read moreDetails

Selama Bulan Bahasa Bali 2026, Penyuluh Bahasa Bali Berhasil Konservasi 486 Cakep Lontar

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
179 Cakep Lontar Terawat dengan Baik di Gria Ida Pedanda Gede Made Gunung

SELAMA pelaksanaan Bulan Bahasa Bali, Februari 2026, Penata Layanan Operasional (Penyuluh Bahasa Bali) Dinas Kebudayaan Provinsi Bali berhasil melakukan konservasi dan...

Read moreDetails

‘Maplalianan’ di Bulan Bahasa Bali 2026: Anak-anak SD Asyik Membuat Bola Kasti Berbahan Janur

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
‘Maplalianan’ di Bulan Bahasa Bali 2026: Anak-anak SD Asyik Membuat Bola Kasti Berbahan Janur

ANAK-anak yang terdiri dari laki-laki dan perempuan duduk melantai di Wantilan Taman Budaya Propinsi Bali. Meski dari sekolah yang berbeda,...

Read moreDetails

Anak-anak Muda Ramai-ramai Ramal Nasib di Stand Gotra Pangusada Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 26, 2026
0
Anak-anak Muda Ramai-ramai Ramal Nasib di Stand Gotra Pangusada Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

STAND Gotra Pangusada Bali yang ada dalam pameran Bulan Bahasa Bali VIII menjadi favorit pengunjung. Sejak pameran itu dibuka bersamaan...

Read moreDetails
Next Post
Riwayat Jalan Tol: Diam-diam Tapi Mencekik

Riwayat Jalan Tol: Diam-diam Tapi Mencekik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co