24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Obrolan Pemilu, Dari Jele Melah Nyama Gelah sampai Pemilih Cerdas

Komang Sujana by Komang Sujana
June 15, 2023
in Esai
Obrolan Pemilu, Dari Jele Melah Nyama Gelah sampai Pemilih Cerdas

Ilustrasi tatkala.co

PEMILU 2024 mulai hangat diperbincangkan masyarakat setelah beberapa Parpol mendeklarasikan bakal calon presiden. Apalagi nanti setelah tahapan kampanye resmi dimulai, Pemilu pasti menjadi trending topic. Artinya, di mana ada masyarakat berkumpul, di sana hampir pasti ada obrolan tentang Pemilu.

Di kampung halaman saya, di Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng-Bali, misalnyal, orang-orang sudah mulai ngobrol tentang politik. Dari obrolan ringan tentang siapa capres atau caleg yang kuat; siapa caleg yang layak dipilih; siapa yang loyal dan royal; sampai prediksi tentang siapa yang akan jadi pemenang—semua itu tidak jarang berujung menjadi perdebatan yang sangat serius.

Apalagi, setahu saya, ada lima putra Desa Tajun yang akan ikut kontestasi Pemilu 2024. 

Obrolan Pemilu sering saya temui saat beberapa orang sedang ngobrol sambil ngopi di warung. Dan yang paling sering adalah di-patuakan (di tempat sekelompok masyarakat yang sedang menikmati tuak jaka/nira)—di desa saya banyak petani tuak. Minum tuak (matuakan) oleh beberapa kelompok masyarakat seperti sudah membudaya. Dilakukan setelah selesai bekerja, menjelang petang sampai malam.

Jika berkesempatan ikut ngumpul, saya senang mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Kadang saya juga ikut berkomentar untuk menghangatkan suasana. Namun, saya kembali menjadi penyimak yang baik jika obrolan sudah mulai memanas. Dari hasil obrolan itu, setidaknya saya menemukan dua ungkapan. Pertama, Jele Melah Nyama Gelah. Kedua, pemilih cerdas.

Ungkapan Jele Melah Nyama Gelah kurang lebih artinya sejelek-jeleknya saudara ia tetap adalah keluarga. Maksudnya, oleh karena saudara, bagaimanapun ia maka harus dibela—dalam konteks ini harus dipilih.

Saudara tidak hanya diartikan yang sedarah, tetapi juga yang sehobi, sealiran, atau se-wilayah. Ada yang memilih calon tertentu karena berasal dari klan yang sama. Ada yang memilih karena memiliki kegemaran yang sama. Ada juga memilih karena sama-sama dari desa yang sama.

Kedekatan darah, budaya, sosial-emosional menyebabkan fanatisme untuk memilih nyama gelah atau saudara sendiri semakin tinggi.

Sedangkan pada ungkapan yang kedua, pemilih cerdas, setidaknya ada tiga hal yang saya temukan.

Ada yang mengatakan pemilih yang cerdas adalah pemilih yang sesuai hati nurani. Pilihan terhadap calon tertentu sama sekali tidak atas dorongan, anjuran, ajakan, atau paksaan. Pemilih seperti ini dikategorikan pemilih yang ideal. Pemilih yang menggunakan pertimbangan rasional. Pemilih yang tidak tergiur dengan embel-embel politik uang yang menggiurkan.

Sebutan pemilih cerdas juga dimaksudkan untuk pemilih yang pintar memanfaatkan situasi. Menjelang dan saat kontestasi Pemilu biasanya calon-calon aktif blusukan. Sekadar menyampaikan program kerja dan tidak jarang menawarkan sesuatu entah barang, uang, atau janji bansos untuk memikat hati pemilih.

Nah, bagi beberapa pemilih atau kelompok masyarakat, situasi ini benar-benar dimanfaatkan. Pemilih seperti ini sering disebut pemilih pragmatis. Pemilih yang memilih karena diberi sesuatu, seperti uang, barang, dan Bansos.

Dari pemberian ini mereka merasa dibantu meringankan kebutuhan hidup, biaya pembangunan, biaya pengobatan, biaya upacara, dan lain-lain. Baginya kebaikan orang harus diingat dan dibalas. Dalam hal ini bantuan atau kebaikan harus dibalas dengan coblosan. Jika dipikir-pikir cara pandang ini banyak benarnya juga. Tapi, bagaimana pun cara pandangnya, jika suara diperoleh dengan imbalan uang atau materi, itu tetap bisa disebut money politic.

Pemilih cerdas yang selanjutnya dikategorikan untuk pemilih yang cerdik, mungkin juga bisa disebut licik. Pemilih seperti ini biasanya ditujukan kepada pemilih yang menerima sesuatu dari calon tertentu tetapi justru tidak memilihnya. Ada yang mengatakan ambil uangnya jangan pilih orangnya. Pilihlah yang sesuai hati nurani atau pilihnya calon sedesa.

Mungkin saja dalam sebuah kontestasi pemilu ada calon dari desa lain yang mencoba mendapatkan suara di desa Tajun. Oleh karena tidak ada kedekatan saudara yang seperti saya jelaskan di atas, maka calon tersebut berusaha menarik simpati dengan memberikan sesuatu. Pemberiannya diterima tetapi pilihannya tetap berbeda, tetap memilih calon sedesa atau calon lain.

Berdasarkan data dari PPS Desa Tajun, saat ini daftar pemilih sementara (DPS) Desa Tajun berjumlah 5.180 orang. Jumah yang cukup potensial untuk menopang salah satu calon melenggang menjadi wakil rakyat.

Desa Tajun yang saya sebutkan di atas hanya satu contoh saja. Fenomena politik yang sama tentu terjadi juga banyak desa lain, bukan hanya di Bali, melainkan juga di Infonesia.

Lalu bagaimana dengan saya sendiri? Apakah saya akan memilih calon nyama gelah? Apakah saya akan menjadi pemilih cerdas? Lalu cerdas yang mana?

Sssttt…. ini rahasia. Saya tentu akan memilih dengan cerdas. Namun, kecerdasan bagi saya sebagai ASN, adalah berkewajiban menjadi pemilih yang sesuai amanah undang-undang.

Karena guru tidak boleh berpolitik praktis, maka saya hanya berbagi cerita tentang dua ungkapan di atas. Soal itu, saya kira boleh-boleh saja. Hehe.[T]

Strategi Kampanye Pemilu: Antara Komunikasi Persuasif dan Pencitraan
Pemilu 2024: Nahdliyin Adalah Kunci
Jokowisme, Strategi Politik PSI Jelang Pemilu 2024
Tags: Desa Tajunpemilih pemulaPemilu 2024Politik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lihadnyana : PPPK Tenaga Kesehatan Harus Profesional, Paham Tugas, dan Penuhi Target

Next Post

Kumbhakarņa Tattwa

Komang Sujana

Komang Sujana

Guru SMP Negeri 2 Sawan. Suka menulis puisi Bali. Biasa jadi komentar dalam turnamen bola voli

Related Posts

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
0
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

Read moreDetails

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails
Next Post
Kumbhakarņa Tattwa

Kumbhakarņa Tattwa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co