24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Obrolan Pemilu, Dari Jele Melah Nyama Gelah sampai Pemilih Cerdas

Komang Sujana by Komang Sujana
June 15, 2023
in Esai
Obrolan Pemilu, Dari Jele Melah Nyama Gelah sampai Pemilih Cerdas

Ilustrasi tatkala.co

PEMILU 2024 mulai hangat diperbincangkan masyarakat setelah beberapa Parpol mendeklarasikan bakal calon presiden. Apalagi nanti setelah tahapan kampanye resmi dimulai, Pemilu pasti menjadi trending topic. Artinya, di mana ada masyarakat berkumpul, di sana hampir pasti ada obrolan tentang Pemilu.

Di kampung halaman saya, di Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng-Bali, misalnyal, orang-orang sudah mulai ngobrol tentang politik. Dari obrolan ringan tentang siapa capres atau caleg yang kuat; siapa caleg yang layak dipilih; siapa yang loyal dan royal; sampai prediksi tentang siapa yang akan jadi pemenang—semua itu tidak jarang berujung menjadi perdebatan yang sangat serius.

Apalagi, setahu saya, ada lima putra Desa Tajun yang akan ikut kontestasi Pemilu 2024. 

Obrolan Pemilu sering saya temui saat beberapa orang sedang ngobrol sambil ngopi di warung. Dan yang paling sering adalah di-patuakan (di tempat sekelompok masyarakat yang sedang menikmati tuak jaka/nira)—di desa saya banyak petani tuak. Minum tuak (matuakan) oleh beberapa kelompok masyarakat seperti sudah membudaya. Dilakukan setelah selesai bekerja, menjelang petang sampai malam.

Jika berkesempatan ikut ngumpul, saya senang mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Kadang saya juga ikut berkomentar untuk menghangatkan suasana. Namun, saya kembali menjadi penyimak yang baik jika obrolan sudah mulai memanas. Dari hasil obrolan itu, setidaknya saya menemukan dua ungkapan. Pertama, Jele Melah Nyama Gelah. Kedua, pemilih cerdas.

Ungkapan Jele Melah Nyama Gelah kurang lebih artinya sejelek-jeleknya saudara ia tetap adalah keluarga. Maksudnya, oleh karena saudara, bagaimanapun ia maka harus dibela—dalam konteks ini harus dipilih.

Saudara tidak hanya diartikan yang sedarah, tetapi juga yang sehobi, sealiran, atau se-wilayah. Ada yang memilih calon tertentu karena berasal dari klan yang sama. Ada yang memilih karena memiliki kegemaran yang sama. Ada juga memilih karena sama-sama dari desa yang sama.

Kedekatan darah, budaya, sosial-emosional menyebabkan fanatisme untuk memilih nyama gelah atau saudara sendiri semakin tinggi.

Sedangkan pada ungkapan yang kedua, pemilih cerdas, setidaknya ada tiga hal yang saya temukan.

Ada yang mengatakan pemilih yang cerdas adalah pemilih yang sesuai hati nurani. Pilihan terhadap calon tertentu sama sekali tidak atas dorongan, anjuran, ajakan, atau paksaan. Pemilih seperti ini dikategorikan pemilih yang ideal. Pemilih yang menggunakan pertimbangan rasional. Pemilih yang tidak tergiur dengan embel-embel politik uang yang menggiurkan.

Sebutan pemilih cerdas juga dimaksudkan untuk pemilih yang pintar memanfaatkan situasi. Menjelang dan saat kontestasi Pemilu biasanya calon-calon aktif blusukan. Sekadar menyampaikan program kerja dan tidak jarang menawarkan sesuatu entah barang, uang, atau janji bansos untuk memikat hati pemilih.

Nah, bagi beberapa pemilih atau kelompok masyarakat, situasi ini benar-benar dimanfaatkan. Pemilih seperti ini sering disebut pemilih pragmatis. Pemilih yang memilih karena diberi sesuatu, seperti uang, barang, dan Bansos.

Dari pemberian ini mereka merasa dibantu meringankan kebutuhan hidup, biaya pembangunan, biaya pengobatan, biaya upacara, dan lain-lain. Baginya kebaikan orang harus diingat dan dibalas. Dalam hal ini bantuan atau kebaikan harus dibalas dengan coblosan. Jika dipikir-pikir cara pandang ini banyak benarnya juga. Tapi, bagaimana pun cara pandangnya, jika suara diperoleh dengan imbalan uang atau materi, itu tetap bisa disebut money politic.

Pemilih cerdas yang selanjutnya dikategorikan untuk pemilih yang cerdik, mungkin juga bisa disebut licik. Pemilih seperti ini biasanya ditujukan kepada pemilih yang menerima sesuatu dari calon tertentu tetapi justru tidak memilihnya. Ada yang mengatakan ambil uangnya jangan pilih orangnya. Pilihlah yang sesuai hati nurani atau pilihnya calon sedesa.

Mungkin saja dalam sebuah kontestasi pemilu ada calon dari desa lain yang mencoba mendapatkan suara di desa Tajun. Oleh karena tidak ada kedekatan saudara yang seperti saya jelaskan di atas, maka calon tersebut berusaha menarik simpati dengan memberikan sesuatu. Pemberiannya diterima tetapi pilihannya tetap berbeda, tetap memilih calon sedesa atau calon lain.

Berdasarkan data dari PPS Desa Tajun, saat ini daftar pemilih sementara (DPS) Desa Tajun berjumlah 5.180 orang. Jumah yang cukup potensial untuk menopang salah satu calon melenggang menjadi wakil rakyat.

Desa Tajun yang saya sebutkan di atas hanya satu contoh saja. Fenomena politik yang sama tentu terjadi juga banyak desa lain, bukan hanya di Bali, melainkan juga di Infonesia.

Lalu bagaimana dengan saya sendiri? Apakah saya akan memilih calon nyama gelah? Apakah saya akan menjadi pemilih cerdas? Lalu cerdas yang mana?

Sssttt…. ini rahasia. Saya tentu akan memilih dengan cerdas. Namun, kecerdasan bagi saya sebagai ASN, adalah berkewajiban menjadi pemilih yang sesuai amanah undang-undang.

Karena guru tidak boleh berpolitik praktis, maka saya hanya berbagi cerita tentang dua ungkapan di atas. Soal itu, saya kira boleh-boleh saja. Hehe.[T]

Strategi Kampanye Pemilu: Antara Komunikasi Persuasif dan Pencitraan
Pemilu 2024: Nahdliyin Adalah Kunci
Jokowisme, Strategi Politik PSI Jelang Pemilu 2024
Tags: Desa Tajunpemilih pemulaPemilu 2024Politik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lihadnyana : PPPK Tenaga Kesehatan Harus Profesional, Paham Tugas, dan Penuhi Target

Next Post

Kumbhakarņa Tattwa

Komang Sujana

Komang Sujana

Guru SMP Negeri 2 Sawan. Suka menulis puisi Bali. Biasa jadi komentar dalam turnamen bola voli

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Kumbhakarņa Tattwa

Kumbhakarņa Tattwa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co