4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Obrolan Pemilu, Dari Jele Melah Nyama Gelah sampai Pemilih Cerdas

Komang Sujana by Komang Sujana
June 15, 2023
in Esai
Obrolan Pemilu, Dari Jele Melah Nyama Gelah sampai Pemilih Cerdas

Ilustrasi tatkala.co

PEMILU 2024 mulai hangat diperbincangkan masyarakat setelah beberapa Parpol mendeklarasikan bakal calon presiden. Apalagi nanti setelah tahapan kampanye resmi dimulai, Pemilu pasti menjadi trending topic. Artinya, di mana ada masyarakat berkumpul, di sana hampir pasti ada obrolan tentang Pemilu.

Di kampung halaman saya, di Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng-Bali, misalnyal, orang-orang sudah mulai ngobrol tentang politik. Dari obrolan ringan tentang siapa capres atau caleg yang kuat; siapa caleg yang layak dipilih; siapa yang loyal dan royal; sampai prediksi tentang siapa yang akan jadi pemenang—semua itu tidak jarang berujung menjadi perdebatan yang sangat serius.

Apalagi, setahu saya, ada lima putra Desa Tajun yang akan ikut kontestasi Pemilu 2024. 

Obrolan Pemilu sering saya temui saat beberapa orang sedang ngobrol sambil ngopi di warung. Dan yang paling sering adalah di-patuakan (di tempat sekelompok masyarakat yang sedang menikmati tuak jaka/nira)—di desa saya banyak petani tuak. Minum tuak (matuakan) oleh beberapa kelompok masyarakat seperti sudah membudaya. Dilakukan setelah selesai bekerja, menjelang petang sampai malam.

Jika berkesempatan ikut ngumpul, saya senang mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Kadang saya juga ikut berkomentar untuk menghangatkan suasana. Namun, saya kembali menjadi penyimak yang baik jika obrolan sudah mulai memanas. Dari hasil obrolan itu, setidaknya saya menemukan dua ungkapan. Pertama, Jele Melah Nyama Gelah. Kedua, pemilih cerdas.

Ungkapan Jele Melah Nyama Gelah kurang lebih artinya sejelek-jeleknya saudara ia tetap adalah keluarga. Maksudnya, oleh karena saudara, bagaimanapun ia maka harus dibela—dalam konteks ini harus dipilih.

Saudara tidak hanya diartikan yang sedarah, tetapi juga yang sehobi, sealiran, atau se-wilayah. Ada yang memilih calon tertentu karena berasal dari klan yang sama. Ada yang memilih karena memiliki kegemaran yang sama. Ada juga memilih karena sama-sama dari desa yang sama.

Kedekatan darah, budaya, sosial-emosional menyebabkan fanatisme untuk memilih nyama gelah atau saudara sendiri semakin tinggi.

Sedangkan pada ungkapan yang kedua, pemilih cerdas, setidaknya ada tiga hal yang saya temukan.

Ada yang mengatakan pemilih yang cerdas adalah pemilih yang sesuai hati nurani. Pilihan terhadap calon tertentu sama sekali tidak atas dorongan, anjuran, ajakan, atau paksaan. Pemilih seperti ini dikategorikan pemilih yang ideal. Pemilih yang menggunakan pertimbangan rasional. Pemilih yang tidak tergiur dengan embel-embel politik uang yang menggiurkan.

Sebutan pemilih cerdas juga dimaksudkan untuk pemilih yang pintar memanfaatkan situasi. Menjelang dan saat kontestasi Pemilu biasanya calon-calon aktif blusukan. Sekadar menyampaikan program kerja dan tidak jarang menawarkan sesuatu entah barang, uang, atau janji bansos untuk memikat hati pemilih.

Nah, bagi beberapa pemilih atau kelompok masyarakat, situasi ini benar-benar dimanfaatkan. Pemilih seperti ini sering disebut pemilih pragmatis. Pemilih yang memilih karena diberi sesuatu, seperti uang, barang, dan Bansos.

Dari pemberian ini mereka merasa dibantu meringankan kebutuhan hidup, biaya pembangunan, biaya pengobatan, biaya upacara, dan lain-lain. Baginya kebaikan orang harus diingat dan dibalas. Dalam hal ini bantuan atau kebaikan harus dibalas dengan coblosan. Jika dipikir-pikir cara pandang ini banyak benarnya juga. Tapi, bagaimana pun cara pandangnya, jika suara diperoleh dengan imbalan uang atau materi, itu tetap bisa disebut money politic.

Pemilih cerdas yang selanjutnya dikategorikan untuk pemilih yang cerdik, mungkin juga bisa disebut licik. Pemilih seperti ini biasanya ditujukan kepada pemilih yang menerima sesuatu dari calon tertentu tetapi justru tidak memilihnya. Ada yang mengatakan ambil uangnya jangan pilih orangnya. Pilihlah yang sesuai hati nurani atau pilihnya calon sedesa.

Mungkin saja dalam sebuah kontestasi pemilu ada calon dari desa lain yang mencoba mendapatkan suara di desa Tajun. Oleh karena tidak ada kedekatan saudara yang seperti saya jelaskan di atas, maka calon tersebut berusaha menarik simpati dengan memberikan sesuatu. Pemberiannya diterima tetapi pilihannya tetap berbeda, tetap memilih calon sedesa atau calon lain.

Berdasarkan data dari PPS Desa Tajun, saat ini daftar pemilih sementara (DPS) Desa Tajun berjumlah 5.180 orang. Jumah yang cukup potensial untuk menopang salah satu calon melenggang menjadi wakil rakyat.

Desa Tajun yang saya sebutkan di atas hanya satu contoh saja. Fenomena politik yang sama tentu terjadi juga banyak desa lain, bukan hanya di Bali, melainkan juga di Infonesia.

Lalu bagaimana dengan saya sendiri? Apakah saya akan memilih calon nyama gelah? Apakah saya akan menjadi pemilih cerdas? Lalu cerdas yang mana?

Sssttt…. ini rahasia. Saya tentu akan memilih dengan cerdas. Namun, kecerdasan bagi saya sebagai ASN, adalah berkewajiban menjadi pemilih yang sesuai amanah undang-undang.

Karena guru tidak boleh berpolitik praktis, maka saya hanya berbagi cerita tentang dua ungkapan di atas. Soal itu, saya kira boleh-boleh saja. Hehe.[T]

Strategi Kampanye Pemilu: Antara Komunikasi Persuasif dan Pencitraan
Pemilu 2024: Nahdliyin Adalah Kunci
Jokowisme, Strategi Politik PSI Jelang Pemilu 2024
Tags: Desa Tajunpemilih pemulaPemilu 2024Politik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lihadnyana : PPPK Tenaga Kesehatan Harus Profesional, Paham Tugas, dan Penuhi Target

Next Post

Kumbhakarņa Tattwa

Komang Sujana

Komang Sujana

Guru SMP Negeri 2 Sawan. Suka menulis puisi Bali. Biasa jadi komentar dalam turnamen bola voli

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Kumbhakarņa Tattwa

Kumbhakarņa Tattwa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co