15 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Obrolan Pemilu, Dari Jele Melah Nyama Gelah sampai Pemilih Cerdas

Komang Sujana by Komang Sujana
June 15, 2023
in Esai
Obrolan Pemilu, Dari Jele Melah Nyama Gelah sampai Pemilih Cerdas

Ilustrasi tatkala.co

PEMILU 2024 mulai hangat diperbincangkan masyarakat setelah beberapa Parpol mendeklarasikan bakal calon presiden. Apalagi nanti setelah tahapan kampanye resmi dimulai, Pemilu pasti menjadi trending topic. Artinya, di mana ada masyarakat berkumpul, di sana hampir pasti ada obrolan tentang Pemilu.

Di kampung halaman saya, di Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng-Bali, misalnyal, orang-orang sudah mulai ngobrol tentang politik. Dari obrolan ringan tentang siapa capres atau caleg yang kuat; siapa caleg yang layak dipilih; siapa yang loyal dan royal; sampai prediksi tentang siapa yang akan jadi pemenang—semua itu tidak jarang berujung menjadi perdebatan yang sangat serius.

Apalagi, setahu saya, ada lima putra Desa Tajun yang akan ikut kontestasi Pemilu 2024. 

Obrolan Pemilu sering saya temui saat beberapa orang sedang ngobrol sambil ngopi di warung. Dan yang paling sering adalah di-patuakan (di tempat sekelompok masyarakat yang sedang menikmati tuak jaka/nira)—di desa saya banyak petani tuak. Minum tuak (matuakan) oleh beberapa kelompok masyarakat seperti sudah membudaya. Dilakukan setelah selesai bekerja, menjelang petang sampai malam.

Jika berkesempatan ikut ngumpul, saya senang mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Kadang saya juga ikut berkomentar untuk menghangatkan suasana. Namun, saya kembali menjadi penyimak yang baik jika obrolan sudah mulai memanas. Dari hasil obrolan itu, setidaknya saya menemukan dua ungkapan. Pertama, Jele Melah Nyama Gelah. Kedua, pemilih cerdas.

Ungkapan Jele Melah Nyama Gelah kurang lebih artinya sejelek-jeleknya saudara ia tetap adalah keluarga. Maksudnya, oleh karena saudara, bagaimanapun ia maka harus dibela—dalam konteks ini harus dipilih.

Saudara tidak hanya diartikan yang sedarah, tetapi juga yang sehobi, sealiran, atau se-wilayah. Ada yang memilih calon tertentu karena berasal dari klan yang sama. Ada yang memilih karena memiliki kegemaran yang sama. Ada juga memilih karena sama-sama dari desa yang sama.

Kedekatan darah, budaya, sosial-emosional menyebabkan fanatisme untuk memilih nyama gelah atau saudara sendiri semakin tinggi.

Sedangkan pada ungkapan yang kedua, pemilih cerdas, setidaknya ada tiga hal yang saya temukan.

Ada yang mengatakan pemilih yang cerdas adalah pemilih yang sesuai hati nurani. Pilihan terhadap calon tertentu sama sekali tidak atas dorongan, anjuran, ajakan, atau paksaan. Pemilih seperti ini dikategorikan pemilih yang ideal. Pemilih yang menggunakan pertimbangan rasional. Pemilih yang tidak tergiur dengan embel-embel politik uang yang menggiurkan.

Sebutan pemilih cerdas juga dimaksudkan untuk pemilih yang pintar memanfaatkan situasi. Menjelang dan saat kontestasi Pemilu biasanya calon-calon aktif blusukan. Sekadar menyampaikan program kerja dan tidak jarang menawarkan sesuatu entah barang, uang, atau janji bansos untuk memikat hati pemilih.

Nah, bagi beberapa pemilih atau kelompok masyarakat, situasi ini benar-benar dimanfaatkan. Pemilih seperti ini sering disebut pemilih pragmatis. Pemilih yang memilih karena diberi sesuatu, seperti uang, barang, dan Bansos.

Dari pemberian ini mereka merasa dibantu meringankan kebutuhan hidup, biaya pembangunan, biaya pengobatan, biaya upacara, dan lain-lain. Baginya kebaikan orang harus diingat dan dibalas. Dalam hal ini bantuan atau kebaikan harus dibalas dengan coblosan. Jika dipikir-pikir cara pandang ini banyak benarnya juga. Tapi, bagaimana pun cara pandangnya, jika suara diperoleh dengan imbalan uang atau materi, itu tetap bisa disebut money politic.

Pemilih cerdas yang selanjutnya dikategorikan untuk pemilih yang cerdik, mungkin juga bisa disebut licik. Pemilih seperti ini biasanya ditujukan kepada pemilih yang menerima sesuatu dari calon tertentu tetapi justru tidak memilihnya. Ada yang mengatakan ambil uangnya jangan pilih orangnya. Pilihlah yang sesuai hati nurani atau pilihnya calon sedesa.

Mungkin saja dalam sebuah kontestasi pemilu ada calon dari desa lain yang mencoba mendapatkan suara di desa Tajun. Oleh karena tidak ada kedekatan saudara yang seperti saya jelaskan di atas, maka calon tersebut berusaha menarik simpati dengan memberikan sesuatu. Pemberiannya diterima tetapi pilihannya tetap berbeda, tetap memilih calon sedesa atau calon lain.

Berdasarkan data dari PPS Desa Tajun, saat ini daftar pemilih sementara (DPS) Desa Tajun berjumlah 5.180 orang. Jumah yang cukup potensial untuk menopang salah satu calon melenggang menjadi wakil rakyat.

Desa Tajun yang saya sebutkan di atas hanya satu contoh saja. Fenomena politik yang sama tentu terjadi juga banyak desa lain, bukan hanya di Bali, melainkan juga di Infonesia.

Lalu bagaimana dengan saya sendiri? Apakah saya akan memilih calon nyama gelah? Apakah saya akan menjadi pemilih cerdas? Lalu cerdas yang mana?

Sssttt…. ini rahasia. Saya tentu akan memilih dengan cerdas. Namun, kecerdasan bagi saya sebagai ASN, adalah berkewajiban menjadi pemilih yang sesuai amanah undang-undang.

Karena guru tidak boleh berpolitik praktis, maka saya hanya berbagi cerita tentang dua ungkapan di atas. Soal itu, saya kira boleh-boleh saja. Hehe.[T]

Strategi Kampanye Pemilu: Antara Komunikasi Persuasif dan Pencitraan
Pemilu 2024: Nahdliyin Adalah Kunci
Jokowisme, Strategi Politik PSI Jelang Pemilu 2024
Tags: Desa Tajunpemilih pemulaPemilu 2024Politik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lihadnyana : PPPK Tenaga Kesehatan Harus Profesional, Paham Tugas, dan Penuhi Target

Next Post

Kumbhakarņa Tattwa

Komang Sujana

Komang Sujana

Guru SMP Negeri 2 Sawan. Suka menulis puisi Bali. Biasa jadi komentar dalam turnamen bola voli

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Kumbhakarņa Tattwa

Kumbhakarņa Tattwa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026
Khas

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café
Budaya

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co