24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tatkala May May May 2023 Sesi 2: Habis Tegang, Terbitlah Tawa | Jawaban Atas Tantangan Risma

Dewa Ayu Yuliarini by Dewa Ayu Yuliarini
May 16, 2023
in Esai
Tatkala May May May 2023 Sesi 2: Habis Tegang, Terbitlah Tawa | Jawaban Atas Tantangan Risma

Dewa Ayu Yuliarini saat menjadi MC Tatkala May May May 2023 Sesi 2 | Dok. Tatkala.co

SUDAHKAH KALIAN membaca tulisan teman saya, si Risma—yang judulnya “Menjadi MC Dadakan, Melihat Tatkala May May May 2023 dari Kacamata Mahasiswa Magang”? Jika sudah, kalian pasti tahu alasan saya menuliskan ini.

Ya, ini jawaban atas tantangan Risma di akhir tulisannya:  “Oh, bagi teman-teman magangku yang belum mendapat giliran menjadi MC dadakan, silakan rasakan nanti. Dan aku tunggu kalian menuliskannya…” begitu Risma menutup tulisannya. Siapa takut, pikir saya.

***

Hari itu, Jumat, 11 Mei 2023, sebagai salah satu mahasiswa magang di Tatkala.co, seperti Risma, saya juga mendapat giliran menjadi “MC dadakan”. Kalau Risma mendapat giliran di sesi pertama, saya mendapat giliran sesi kedua.

Dalam tulisannya, saya pikir Risma tidak berlebihan. Ya, menjadi MC di acara Tatkala May May May 2023 memang mendebarkan dan menegangkan—setidaknya menurut saya dan Risma yang jarang melakukannya.

Perasaan tegang dan debar hampir menyelimuti saya hari itu. Ia semacam Buto Ijo yang dengan perkasa, juga semena-mena, handak memakan Timun Emas. Ah, perasaan saya semakin tak karuan pada saat mic sudah diserahkan kepada saya—detak jantung saya mendadak lebih cepat dari biasanya. Saking geroginya, saya sampai lupa menyebutkan nama. Hahaha.

Berbeda dengan sesi pertama, Tatkala May May May 2023 sesi 2 menurut saya lebih serius—walaupun ujungnya penuh gelak tawa.

Sesi 2 pada mata acara yang pertama (sesi 2 ada enam mata acara dari Jumat sampai Minggu), pada Jumat (13/5/2023) siang, Tatkala menghadirkan Dicky Bisinglasi, seorang jurnalis visual yang sudah malang-melintang di dunia fotografi olahraga, untuk memberikan workshop foto jurnalistik olahraga.

Sedangkan Jumat malam, Tatkala memberikan panggung kepada teman-teman stand up comedy-an untuk tampil membawakan materi-materi lucu mereka. Ya, dari sinilah judul tulisan di ambil: habis tegang, terbitlah tawa.

Mengejar freeze dan motion blur hingga ke Taman Kota

Perasaan tegang sebelum menjadi MC perlahan-lahan mulai sirna, digantikan dengan perasaan takjub—perasaan takjub tersebut muncul ketika moderator membacakan biografi singkat dari kak Dicky Bisinglasi.

Kak Dicky membawakan workshop tentang foto jurnalistik olahraga. Banyak sekali hasil jepretan kak Dicky yang membuat saya terheran-heran. “Hmm…bagaimana mungkin, momen yang didapatkan kak Dicky selalu bagus?” pikir saya sambil terus mengamati hasil jepretannya melalui layar LCD.

Kak Dicky membawakan materi dengan sangat santai, tentu sangat berbeda ketika saya menjadi MC.Hahaha.

Kak Dicky juga menjelaskan tentang bagaimana cara mengambil foto momen olahraga, mulai dari foto freeze sampai motion blur. Yang tentu tidak akan mudah kami (sebagai orang awam) dalam mempraktikkannya.

Di akhir penyampaian materi, kami diberikan tugas untuk menghasilkan karya foto, dengan teknik freeze dan motion blur. Dengan perasaan sedikit panik (karena waktu yang diberikan lumayan singkat), saya dan seorang teman memutuskan untuk bergegas ke Taman Kota (tanpa bertanya ke kedua teman magang yang lain).

Lalu lintas kota Singaraja yang padat, menyambut kami ketika keluar dari gang Pantai Indah. Orang-orang berlalu lalang di pusat kota, entah apa yang mereka kejar, hingga berusaha mendahului satu dengan yang lainnya, begitupun kendaraan yang dilajukan teman saya.

Terlalu bersemangat, lebih tepatnya terlalu tergesa-gesa, setelah sampai di depan Mc Donald’s Singaraja, kami baru ingat tidak membawa uang seperak pun. Sedikit menertawai kebodohan kami, akhirnya kami memutuskan untuk parkir di Indomaret depan Taman Kota.

Sampai di Taman Kota Singaraja, kepanikan dan kebingungan masih menyelimuti saya, bagaimana tidak, materi yang diberikan kak Dicky tidak ada masuk sama sekali. Saya hanya fokus memperhatikan hasil jepretan kak Dicky. Bagaimana ini? Siapapun tolong saya!

Dengan rasa sok tahu (dibantu sedikit ingatan dan leih banyak melihat Google), saya memutuskan untuk nekad saja menjepret orang-orang yang berlarian di pinggiran taman kota—untuk mendapatkan satu foto freeze dan motion blur dari orang-orang yang berolahraga.

Waktu seakan berlalu begitu cepat, hampir 20 menit berlalu saya belum mendapatkan satu hasil foto, baik foto freze maupun motion blur. Ternyata mendapatkan satu foto sangat susah, tidak bisa saya bayangkan bagaimana kak Dicky bisa menjepret foto terbaik, di setiap momen pertandingan olahraga.

Tetapi yes, uajr saya dengan gembira, ketika berhasil menjempret orang-orang berlarian dengan tema frezee. “Setidaknya sudah ada satu karya untuk di review oleh kak Dicky,” pikirku dalam hati.

Jam sudah menunjukkan 16.30. “Telattt,” kata saya, ketika melihat jam di telpon genggam. Kami lalu bergegas menuju Rumah Belajar Mahima—untuk mengunggah hasil jepretan kami di Instagram agar bisa direview.

Perasaan tegang kembali menghampiri saya, ketika satu persatu hasil jepretan kami dikomentari oleh kak Dicky. Syukurlah, saya mendapat komentar yang positif, sehingga tidak menyesal ke Taman Kota hanya sekadar mengejar freeze dan motion blur. Haha.

Tertawa bersama teman-teman stand up comedy-an

Siangnya saya bergelut dengan suasana serius dan tegang, karena mengejar foto freeze dan motion blur hingga ke Taman Kota.

Malamnya, saya sedikit bernapas lega karena acara dilanjutkan dengan Open Mic Stand Up Comedy, setidaknya ada yang membuat saya tertawa, sehingga melupakan bahwa saya masih bertugas menjadi MC.

Waktu telah menunjukkan pukul 19.00, orang-orang sudah mulai berdatangan, detak jantung saya berdetak lebih kencang lagi, selalu seperti ini, ketika berhadapan dengan banyak orang, apalagi berbicara di depan umum.

Ada enam orang yang menyetorkan namanya kepada saya untuk dipanggil satu persatu—untuk stand up comedy. Ditambah dua orang yang jadi “tumbal” teman-temanya, yang dipaksa untuk ikut stand up di depan, membuat riuh suasana di Rumah Belajar Komunitas Mahima.

Saya hampir saja menjadi “tumbal” dari teman-teman komika, untuk membawakan materi stand up comedy. “Ayo MC, coba stand up comedy dulu!” teriak salah satu komika. Beberapa detik, saya sempat ngefreeze (seperti foto yang diajarkan kak Dicky). “Bagaimana mungkin ikut stand up comedy, jadi MC saja groginya minta ampun,” teriak saya (tentu hanya dalam hati. Haha).

Dari masing-masing komika yang maju, memiliki karakternya masing-masing, mulai dari yang sambil sulap, ada yang menggunakan bahasa daerah, ada yang curhat, dan masih banyak serba-serbi komika yang membuat suasana hening tergantikan gelak tawa, dari penonton.

Di akhir acara open mic stand up comedy, diadakan sedikit diskusi, banyak masukan yang diberikan kepada komika, sehingga dapat meningkatkatkan soft skill yang dimiliki.

Harapan dan semangat juga diberikan kepada para komika, agar di Singaraja banyak komika yang mewarnai kota Singaraja, supaya tidak bising dengan pembangunan dan deru motor, tetapi juga ada gelak tawa yang menyatukan masyarakat Singaraja.

Acara hari itu pun ditutup dengan sesi foto, yang sekaligus menjadi penutup rasa tegang, yang menghampiri saya beberapa hari belakangan. Haha. Bukan begitu, Ris?[T]

*Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Menjadi MC Dadakan, Melihat Tatkala May May May 2023 dari Kacamata Mahasiswa Magang
Malam Pembukaan Tatkala May May May 2023: Ada Puisi, Tarian, dan Piringan Hitam
Yoga Pratama: Mencoba Mendengar Masa Lalu dari Piringan Hitam
Tags: diskusifotografihumorworkshop
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Luncurkan Dua Buku, Prof. Dibia Ungkap Peristiwa Seni lebih Puitik

Next Post

Seni Foto Jurnalistik Olahraga ala Dicky Bisinglasi | Catatan Tatkala May May May 2023

Dewa Ayu Yuliarini

Dewa Ayu Yuliarini

Lahir di Singaraja, tahun 2001. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Seni Foto Jurnalistik Olahraga ala Dicky Bisinglasi | Catatan Tatkala May May May 2023

Seni Foto Jurnalistik Olahraga ala Dicky Bisinglasi | Catatan Tatkala May May May 2023

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co