13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menjadi MC Dadakan, Melihat Tatkala May May May 2023 dari Kacamata Mahasiswa Magang

Kadek Risma Widiantari by Kadek Risma Widiantari
May 10, 2023
in Esai
Menjadi MC Dadakan, Melihat Tatkala May May May 2023 dari Kacamata Mahasiswa Magang

Risma saat menjadi MC Pembukaan Tatkala May May May 2023 | Dok, Tatkala.co

TAK PERNAH terbayangkan sebelumnya, bahwa di Singaraja ada tempat seperti Rumah Belajar Komunitas Mahima atau media semacam Tatkala.co, yang tak lelah, tak henti-hentinya menyelenggarakan acara-acara yang bermanfaat.

Sebagai anak magang (sudah hampir dua bulan aku magang di Tatkala.co), dan sebagai mahasiswa yang baru yang sebelumnya tak pernah berinteraksi secara langsung dengan Mahima atau Tatkala, tentu merasa heran. “Kok ada saja yang mereka bicarakan, ya?” Pikirku, yang hanya ada dalam tempurung kepalaku.

Ya, seperti bulan Mei ini, misalnya. Bulan perayaan hari ulang tahun Tatkala.co ini benar-benar banyak acara yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Benar, selama ini aku memang tak pernah membayangkan forum diskusi, pameran lukisan, sampai ngobrol soal-soal yang berat macam filsafat, seni, politik, buku, sastra, bahkan dunia jurnalistik itu sendiri—aku mahasiswa ilmu komunikasi, tapi jarang membicarakan soal jurnalistik.

Perayaan hari jadi Tatkala.co memang membuatku kagum. Perayaan itu diberi nama Tatkala May May May 2023. Sebuah perayaan yang dikemas dengan warna-warni kegiatan pelatihan menulis, bincang buku, pemutaran film, pementasan, dan pameran seni rupa.

Dan malam itu (malam yang tak akan pernah aku lupakan), Sabtu 6 Mei 2023, saat pembukaan Tatkala May May May 2023, dengan menggunakan kaos hitam bertuliskan “Tatkala”, aku gemetar memegang microphone.

***

Sambil cemas kuamati betapa cekatan kaki mereka melangkah. Ada yang bergulat dengan peralatan sound system, beberapa sibuk menyapa orang, dan sebagian lagi sibuk berkutat dengan panci-panci di Mini Bar Tatkala.

Apakah aku hanya diam dan hanya memandangi mereka bekerja? Tidak. Bukan aku tidak mau membantu mereka mempersiapkan segala sesuatunya. Hanya saja, aku sempat melamun. Bagaimana tidak, secara tiba-tiba, aku ditunjuk menjadi MC, pembaca acara Pembukaan Tatkala May May May 2023. “MC magang,” kata seorang teman.

Rasanya… arrgh.. nervous parah. Oke, jangan bayangkan bagaimana ketika aku menjadi seorang MC gadungan.

Tapi tak mengapa, selain merasa gugup, sebenarnya aku juga sangat excited. Beruntung rasanya kami—aku dan ketiga temanku—mendapat kesempatan magang di Tatkala.co, dan kebetulan dapat merasakan euphoria bulan Mei ini.

Ini merupakan pengalaman pertama dapat terlibat, merasakan, dan menyaksikan secara langsung kegiatan di Tatkala, yang sebelumnya kami hanya pernah mendengar sekilas mengenai kegiatan-kegiatannya.

Ah, acara hendak dimulai, dadaku berdebar semakin kencang. Aku maju ke muka dengan kaki yang terasa berat.

“Selamat malam… namaku Risma…” Ya Tuhan, kenapa nada bicaraku jadi aneh begini? Mati aku.

***

Aku kasih tahu, waktu itu, hari pertama Tatkala May May May 2023, dimeriahkan dengan penampilan tari dan puisi oleh teman-teman Komunitas Mahima dan temanku sendiri, si Dyah.

Dengan agak gemetar dan tidak percaya diri aku mempersilakan mereka untuk segera pentas. Bukan karena alasan waktu atau penasaran bagaimana penampilan mereka, tapi supaya aku secepatnya dapat mundur ke belakang untuk menenangkan diri.

Suasana menjadi hening, saat Putik Padi mulai membacakan puisi Jika Terbawa Puting Beliung karya Avianti Armand dengan lantang. Diikuti dengan gerak tubuh Dyah—dia ditunjuk sebagai penari malam itu—yang merepresentasikan bagaimana seorang perempuan tetap semangat memperjuangkan emansipasi wanita dan kesetaraan gender.

Pertunjukkan itu terasa cepat sekali. Rasanya belum sempat aku menenangkan diri, tiba-tiba tepuk tangan penonton sudah ramai. Deg! Aku harus maju ke muka lagi. Duh.

“Oke… Kini tiba saatnya kita mendengar masa lalu dari piringan hitam…” kataku mempersilakan.

Hmm…. Di luar dugaan, pemutaran harus diundur sejenak, karena Komunitas Irama Utara masih dalam perjalanan menuju TKP (tempat kejadian perkara) hahaha… Tuhan, baru kali ini aku pengen sakit.

Tetapi acara harus tetap jalan, tak boleh kosong. Maka, sembari menunggu kakak-kakak itu sampai, daripada kita semua mengantuk, akhirnya terjadilah adegan saling tunjuk menunjuk satu sama lain.

Ya, mereka saling tunjuk untuk membaca puisi—adegan yang tak pernah aku temukan dalam acara apapun.

Seru sekali melihat mereka saling mengorbankan temannya sendiri untuk tampil membawakan secarik puisi tanpa memikirkan “apakah temanku sudah memiliki puisi untuk bisa disyairkan atau belum?” Intinya, mereka senang sekali melihat raut wajah panik dari teman-teman yang ditunjuk. Walaupun begitu, tetap saja satu persatu dari mereka menyairkan puisi di depan sana.

Akhirnya Komunitas Irama Utara tiba. Dan tak lama, kami diajak bernostalgia, mendengarkan dan merasakan masa lalu melalui piringan hitam bersama kakak-kakak rupawan itu. Lagu demi lagu diputarkan, mulai dari lagu Vina Panduwinata, Iwan Fals, hingga Roma Irama.

Lihatlah, betapa sumringahnya mereka para generasi 80-an, saat lagu dengan judul Cinta itu diputar memenuhi setiap sudut ruangan. Mereka seolah sibuk dengan pikiran masing-masing, mungkin mengenang masa muda mereka sambil berdendang ringan. Mungkin itu mengingatkan suatu kebahagiaan bagi mereka.

Tak tinggal diam, kami, mahasiswa magang dan bersama generasi Z lainnya yang hadir, juga ikut bernyanyi saat lagu Iwan Fals  diputar. Lega rasanya, karena terdapat satu-dua lagu yang familiar di telinga kami.

“Pernah kumencoba tuk sembunyi, namun senyummu tetap mengikuti….” kami bernyanyi dari Mini Bar Tatkala. Hmm… sepertinya sepenggal lirik ini merupakan ungkapan dari palung hati terdalam…. Hehe.

Aduh, tugasku menjadi MC belum selesai.

***

Pemutaran piringan hitam di akhiri dengan diskusi ringan, antara audiens dengan salah satu anggota Komunitas Irama Utara yang bernama Yoga.

Ia, ditemani Pak Made Adnyana Ole, Pimred Tatkala.co, dan Pak Yahya Umar, wartawan senior, berbagi ilmu mengenai bagaimana cara memutar piringan hitam, di mana mereka mendapatkan benda masa lalu itu, dan tak lupa bagaimana mereka menyematkan nama Irama Utara pada komunitas mereka.

Semua orang terbawa suasana. Rumah Belajar Mahima kala itu penuh dengan riuh kegembiraan—kecuali aku, yang masih saja merasa tegang.

Oh iya, malam itu juga menjadi surga bagi para kutu buku. Jelas saja, karena di sini terdapat bazar buku. Ya, kita bisa mendapatkan sebuah buku, tentunya dengan harga yang lebih murah daripada skincare. Bazar buku dibuka sampai akhir bulan, tepatnya tanggal 28 Mei.

Tu kan, saking tegangnya aku sampai nglantur bahas bazar buku.

Hah, aku benar-benar merasa lega setelah acara pembukaan selesai. Aku tidak tahu, apakah pembawaanku malam itu mengecewakan atau tidak, yang jelas, Pak Ole tak memarahiku. Itu artinya semua baik-baik saja. Ya, Pak Ole tak mungkin memarahiku. Aku yakin itu.

Oh, bagi teman-teman magangku yang belum mendapat giliran menjadi MC dadakan, silakan rasakan nanti. Dan aku tunggu kalian menuliskannya nanti.[T]

*Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Malam Pembukaan Tatkala May May May 2023: Ada Puisi, Tarian, dan Piringan Hitam
Tatkala May May May 2023: Mendengar Cerita, Menikmati Rupa
Yoga Pratama: Mencoba Mendengar Masa Lalu dari Piringan Hitam
Tags: esaiKomunitas Mahimamahasiswatatkalamuda
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Yoga Pratama: Mencoba Mendengar Masa Lalu dari Piringan Hitam

Next Post

Jawa Timur Adalah Kunci Kemenangan Pilpres

Kadek Risma Widiantari

Kadek Risma Widiantari

Lahir di Singaraja, tahun 2002. Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi di STAH N mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Jawa Timur Adalah Kunci Kemenangan Pilpres

Jawa Timur Adalah Kunci Kemenangan Pilpres

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co