14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menjadi MC Dadakan, Melihat Tatkala May May May 2023 dari Kacamata Mahasiswa Magang

Kadek Risma Widiantari by Kadek Risma Widiantari
May 10, 2023
in Esai
Menjadi MC Dadakan, Melihat Tatkala May May May 2023 dari Kacamata Mahasiswa Magang

Risma saat menjadi MC Pembukaan Tatkala May May May 2023 | Dok, Tatkala.co

TAK PERNAH terbayangkan sebelumnya, bahwa di Singaraja ada tempat seperti Rumah Belajar Komunitas Mahima atau media semacam Tatkala.co, yang tak lelah, tak henti-hentinya menyelenggarakan acara-acara yang bermanfaat.

Sebagai anak magang (sudah hampir dua bulan aku magang di Tatkala.co), dan sebagai mahasiswa yang baru yang sebelumnya tak pernah berinteraksi secara langsung dengan Mahima atau Tatkala, tentu merasa heran. “Kok ada saja yang mereka bicarakan, ya?” Pikirku, yang hanya ada dalam tempurung kepalaku.

Ya, seperti bulan Mei ini, misalnya. Bulan perayaan hari ulang tahun Tatkala.co ini benar-benar banyak acara yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Benar, selama ini aku memang tak pernah membayangkan forum diskusi, pameran lukisan, sampai ngobrol soal-soal yang berat macam filsafat, seni, politik, buku, sastra, bahkan dunia jurnalistik itu sendiri—aku mahasiswa ilmu komunikasi, tapi jarang membicarakan soal jurnalistik.

Perayaan hari jadi Tatkala.co memang membuatku kagum. Perayaan itu diberi nama Tatkala May May May 2023. Sebuah perayaan yang dikemas dengan warna-warni kegiatan pelatihan menulis, bincang buku, pemutaran film, pementasan, dan pameran seni rupa.

Dan malam itu (malam yang tak akan pernah aku lupakan), Sabtu 6 Mei 2023, saat pembukaan Tatkala May May May 2023, dengan menggunakan kaos hitam bertuliskan “Tatkala”, aku gemetar memegang microphone.

***

Sambil cemas kuamati betapa cekatan kaki mereka melangkah. Ada yang bergulat dengan peralatan sound system, beberapa sibuk menyapa orang, dan sebagian lagi sibuk berkutat dengan panci-panci di Mini Bar Tatkala.

Apakah aku hanya diam dan hanya memandangi mereka bekerja? Tidak. Bukan aku tidak mau membantu mereka mempersiapkan segala sesuatunya. Hanya saja, aku sempat melamun. Bagaimana tidak, secara tiba-tiba, aku ditunjuk menjadi MC, pembaca acara Pembukaan Tatkala May May May 2023. “MC magang,” kata seorang teman.

Rasanya… arrgh.. nervous parah. Oke, jangan bayangkan bagaimana ketika aku menjadi seorang MC gadungan.

Tapi tak mengapa, selain merasa gugup, sebenarnya aku juga sangat excited. Beruntung rasanya kami—aku dan ketiga temanku—mendapat kesempatan magang di Tatkala.co, dan kebetulan dapat merasakan euphoria bulan Mei ini.

Ini merupakan pengalaman pertama dapat terlibat, merasakan, dan menyaksikan secara langsung kegiatan di Tatkala, yang sebelumnya kami hanya pernah mendengar sekilas mengenai kegiatan-kegiatannya.

Ah, acara hendak dimulai, dadaku berdebar semakin kencang. Aku maju ke muka dengan kaki yang terasa berat.

“Selamat malam… namaku Risma…” Ya Tuhan, kenapa nada bicaraku jadi aneh begini? Mati aku.

***

Aku kasih tahu, waktu itu, hari pertama Tatkala May May May 2023, dimeriahkan dengan penampilan tari dan puisi oleh teman-teman Komunitas Mahima dan temanku sendiri, si Dyah.

Dengan agak gemetar dan tidak percaya diri aku mempersilakan mereka untuk segera pentas. Bukan karena alasan waktu atau penasaran bagaimana penampilan mereka, tapi supaya aku secepatnya dapat mundur ke belakang untuk menenangkan diri.

Suasana menjadi hening, saat Putik Padi mulai membacakan puisi Jika Terbawa Puting Beliung karya Avianti Armand dengan lantang. Diikuti dengan gerak tubuh Dyah—dia ditunjuk sebagai penari malam itu—yang merepresentasikan bagaimana seorang perempuan tetap semangat memperjuangkan emansipasi wanita dan kesetaraan gender.

Pertunjukkan itu terasa cepat sekali. Rasanya belum sempat aku menenangkan diri, tiba-tiba tepuk tangan penonton sudah ramai. Deg! Aku harus maju ke muka lagi. Duh.

“Oke… Kini tiba saatnya kita mendengar masa lalu dari piringan hitam…” kataku mempersilakan.

Hmm…. Di luar dugaan, pemutaran harus diundur sejenak, karena Komunitas Irama Utara masih dalam perjalanan menuju TKP (tempat kejadian perkara) hahaha… Tuhan, baru kali ini aku pengen sakit.

Tetapi acara harus tetap jalan, tak boleh kosong. Maka, sembari menunggu kakak-kakak itu sampai, daripada kita semua mengantuk, akhirnya terjadilah adegan saling tunjuk menunjuk satu sama lain.

Ya, mereka saling tunjuk untuk membaca puisi—adegan yang tak pernah aku temukan dalam acara apapun.

Seru sekali melihat mereka saling mengorbankan temannya sendiri untuk tampil membawakan secarik puisi tanpa memikirkan “apakah temanku sudah memiliki puisi untuk bisa disyairkan atau belum?” Intinya, mereka senang sekali melihat raut wajah panik dari teman-teman yang ditunjuk. Walaupun begitu, tetap saja satu persatu dari mereka menyairkan puisi di depan sana.

Akhirnya Komunitas Irama Utara tiba. Dan tak lama, kami diajak bernostalgia, mendengarkan dan merasakan masa lalu melalui piringan hitam bersama kakak-kakak rupawan itu. Lagu demi lagu diputarkan, mulai dari lagu Vina Panduwinata, Iwan Fals, hingga Roma Irama.

Lihatlah, betapa sumringahnya mereka para generasi 80-an, saat lagu dengan judul Cinta itu diputar memenuhi setiap sudut ruangan. Mereka seolah sibuk dengan pikiran masing-masing, mungkin mengenang masa muda mereka sambil berdendang ringan. Mungkin itu mengingatkan suatu kebahagiaan bagi mereka.

Tak tinggal diam, kami, mahasiswa magang dan bersama generasi Z lainnya yang hadir, juga ikut bernyanyi saat lagu Iwan Fals  diputar. Lega rasanya, karena terdapat satu-dua lagu yang familiar di telinga kami.

“Pernah kumencoba tuk sembunyi, namun senyummu tetap mengikuti….” kami bernyanyi dari Mini Bar Tatkala. Hmm… sepertinya sepenggal lirik ini merupakan ungkapan dari palung hati terdalam…. Hehe.

Aduh, tugasku menjadi MC belum selesai.

***

Pemutaran piringan hitam di akhiri dengan diskusi ringan, antara audiens dengan salah satu anggota Komunitas Irama Utara yang bernama Yoga.

Ia, ditemani Pak Made Adnyana Ole, Pimred Tatkala.co, dan Pak Yahya Umar, wartawan senior, berbagi ilmu mengenai bagaimana cara memutar piringan hitam, di mana mereka mendapatkan benda masa lalu itu, dan tak lupa bagaimana mereka menyematkan nama Irama Utara pada komunitas mereka.

Semua orang terbawa suasana. Rumah Belajar Mahima kala itu penuh dengan riuh kegembiraan—kecuali aku, yang masih saja merasa tegang.

Oh iya, malam itu juga menjadi surga bagi para kutu buku. Jelas saja, karena di sini terdapat bazar buku. Ya, kita bisa mendapatkan sebuah buku, tentunya dengan harga yang lebih murah daripada skincare. Bazar buku dibuka sampai akhir bulan, tepatnya tanggal 28 Mei.

Tu kan, saking tegangnya aku sampai nglantur bahas bazar buku.

Hah, aku benar-benar merasa lega setelah acara pembukaan selesai. Aku tidak tahu, apakah pembawaanku malam itu mengecewakan atau tidak, yang jelas, Pak Ole tak memarahiku. Itu artinya semua baik-baik saja. Ya, Pak Ole tak mungkin memarahiku. Aku yakin itu.

Oh, bagi teman-teman magangku yang belum mendapat giliran menjadi MC dadakan, silakan rasakan nanti. Dan aku tunggu kalian menuliskannya nanti.[T]

*Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Malam Pembukaan Tatkala May May May 2023: Ada Puisi, Tarian, dan Piringan Hitam
Tatkala May May May 2023: Mendengar Cerita, Menikmati Rupa
Yoga Pratama: Mencoba Mendengar Masa Lalu dari Piringan Hitam
Tags: esaiKomunitas Mahimamahasiswatatkalamuda
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Yoga Pratama: Mencoba Mendengar Masa Lalu dari Piringan Hitam

Next Post

Jawa Timur Adalah Kunci Kemenangan Pilpres

Kadek Risma Widiantari

Kadek Risma Widiantari

Lahir di Singaraja, tahun 2002. Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi di STAH N mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Jawa Timur Adalah Kunci Kemenangan Pilpres

Jawa Timur Adalah Kunci Kemenangan Pilpres

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co