2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menjadi MC Dadakan, Melihat Tatkala May May May 2023 dari Kacamata Mahasiswa Magang

Kadek Risma Widiantari by Kadek Risma Widiantari
May 10, 2023
in Esai
Menjadi MC Dadakan, Melihat Tatkala May May May 2023 dari Kacamata Mahasiswa Magang

Risma saat menjadi MC Pembukaan Tatkala May May May 2023 | Dok, Tatkala.co

TAK PERNAH terbayangkan sebelumnya, bahwa di Singaraja ada tempat seperti Rumah Belajar Komunitas Mahima atau media semacam Tatkala.co, yang tak lelah, tak henti-hentinya menyelenggarakan acara-acara yang bermanfaat.

Sebagai anak magang (sudah hampir dua bulan aku magang di Tatkala.co), dan sebagai mahasiswa yang baru yang sebelumnya tak pernah berinteraksi secara langsung dengan Mahima atau Tatkala, tentu merasa heran. “Kok ada saja yang mereka bicarakan, ya?” Pikirku, yang hanya ada dalam tempurung kepalaku.

Ya, seperti bulan Mei ini, misalnya. Bulan perayaan hari ulang tahun Tatkala.co ini benar-benar banyak acara yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Benar, selama ini aku memang tak pernah membayangkan forum diskusi, pameran lukisan, sampai ngobrol soal-soal yang berat macam filsafat, seni, politik, buku, sastra, bahkan dunia jurnalistik itu sendiri—aku mahasiswa ilmu komunikasi, tapi jarang membicarakan soal jurnalistik.

Perayaan hari jadi Tatkala.co memang membuatku kagum. Perayaan itu diberi nama Tatkala May May May 2023. Sebuah perayaan yang dikemas dengan warna-warni kegiatan pelatihan menulis, bincang buku, pemutaran film, pementasan, dan pameran seni rupa.

Dan malam itu (malam yang tak akan pernah aku lupakan), Sabtu 6 Mei 2023, saat pembukaan Tatkala May May May 2023, dengan menggunakan kaos hitam bertuliskan “Tatkala”, aku gemetar memegang microphone.

***

Sambil cemas kuamati betapa cekatan kaki mereka melangkah. Ada yang bergulat dengan peralatan sound system, beberapa sibuk menyapa orang, dan sebagian lagi sibuk berkutat dengan panci-panci di Mini Bar Tatkala.

Apakah aku hanya diam dan hanya memandangi mereka bekerja? Tidak. Bukan aku tidak mau membantu mereka mempersiapkan segala sesuatunya. Hanya saja, aku sempat melamun. Bagaimana tidak, secara tiba-tiba, aku ditunjuk menjadi MC, pembaca acara Pembukaan Tatkala May May May 2023. “MC magang,” kata seorang teman.

Rasanya… arrgh.. nervous parah. Oke, jangan bayangkan bagaimana ketika aku menjadi seorang MC gadungan.

Tapi tak mengapa, selain merasa gugup, sebenarnya aku juga sangat excited. Beruntung rasanya kami—aku dan ketiga temanku—mendapat kesempatan magang di Tatkala.co, dan kebetulan dapat merasakan euphoria bulan Mei ini.

Ini merupakan pengalaman pertama dapat terlibat, merasakan, dan menyaksikan secara langsung kegiatan di Tatkala, yang sebelumnya kami hanya pernah mendengar sekilas mengenai kegiatan-kegiatannya.

Ah, acara hendak dimulai, dadaku berdebar semakin kencang. Aku maju ke muka dengan kaki yang terasa berat.

“Selamat malam… namaku Risma…” Ya Tuhan, kenapa nada bicaraku jadi aneh begini? Mati aku.

***

Aku kasih tahu, waktu itu, hari pertama Tatkala May May May 2023, dimeriahkan dengan penampilan tari dan puisi oleh teman-teman Komunitas Mahima dan temanku sendiri, si Dyah.

Dengan agak gemetar dan tidak percaya diri aku mempersilakan mereka untuk segera pentas. Bukan karena alasan waktu atau penasaran bagaimana penampilan mereka, tapi supaya aku secepatnya dapat mundur ke belakang untuk menenangkan diri.

Suasana menjadi hening, saat Putik Padi mulai membacakan puisi Jika Terbawa Puting Beliung karya Avianti Armand dengan lantang. Diikuti dengan gerak tubuh Dyah—dia ditunjuk sebagai penari malam itu—yang merepresentasikan bagaimana seorang perempuan tetap semangat memperjuangkan emansipasi wanita dan kesetaraan gender.

Pertunjukkan itu terasa cepat sekali. Rasanya belum sempat aku menenangkan diri, tiba-tiba tepuk tangan penonton sudah ramai. Deg! Aku harus maju ke muka lagi. Duh.

“Oke… Kini tiba saatnya kita mendengar masa lalu dari piringan hitam…” kataku mempersilakan.

Hmm…. Di luar dugaan, pemutaran harus diundur sejenak, karena Komunitas Irama Utara masih dalam perjalanan menuju TKP (tempat kejadian perkara) hahaha… Tuhan, baru kali ini aku pengen sakit.

Tetapi acara harus tetap jalan, tak boleh kosong. Maka, sembari menunggu kakak-kakak itu sampai, daripada kita semua mengantuk, akhirnya terjadilah adegan saling tunjuk menunjuk satu sama lain.

Ya, mereka saling tunjuk untuk membaca puisi—adegan yang tak pernah aku temukan dalam acara apapun.

Seru sekali melihat mereka saling mengorbankan temannya sendiri untuk tampil membawakan secarik puisi tanpa memikirkan “apakah temanku sudah memiliki puisi untuk bisa disyairkan atau belum?” Intinya, mereka senang sekali melihat raut wajah panik dari teman-teman yang ditunjuk. Walaupun begitu, tetap saja satu persatu dari mereka menyairkan puisi di depan sana.

Akhirnya Komunitas Irama Utara tiba. Dan tak lama, kami diajak bernostalgia, mendengarkan dan merasakan masa lalu melalui piringan hitam bersama kakak-kakak rupawan itu. Lagu demi lagu diputarkan, mulai dari lagu Vina Panduwinata, Iwan Fals, hingga Roma Irama.

Lihatlah, betapa sumringahnya mereka para generasi 80-an, saat lagu dengan judul Cinta itu diputar memenuhi setiap sudut ruangan. Mereka seolah sibuk dengan pikiran masing-masing, mungkin mengenang masa muda mereka sambil berdendang ringan. Mungkin itu mengingatkan suatu kebahagiaan bagi mereka.

Tak tinggal diam, kami, mahasiswa magang dan bersama generasi Z lainnya yang hadir, juga ikut bernyanyi saat lagu Iwan Fals  diputar. Lega rasanya, karena terdapat satu-dua lagu yang familiar di telinga kami.

“Pernah kumencoba tuk sembunyi, namun senyummu tetap mengikuti….” kami bernyanyi dari Mini Bar Tatkala. Hmm… sepertinya sepenggal lirik ini merupakan ungkapan dari palung hati terdalam…. Hehe.

Aduh, tugasku menjadi MC belum selesai.

***

Pemutaran piringan hitam di akhiri dengan diskusi ringan, antara audiens dengan salah satu anggota Komunitas Irama Utara yang bernama Yoga.

Ia, ditemani Pak Made Adnyana Ole, Pimred Tatkala.co, dan Pak Yahya Umar, wartawan senior, berbagi ilmu mengenai bagaimana cara memutar piringan hitam, di mana mereka mendapatkan benda masa lalu itu, dan tak lupa bagaimana mereka menyematkan nama Irama Utara pada komunitas mereka.

Semua orang terbawa suasana. Rumah Belajar Mahima kala itu penuh dengan riuh kegembiraan—kecuali aku, yang masih saja merasa tegang.

Oh iya, malam itu juga menjadi surga bagi para kutu buku. Jelas saja, karena di sini terdapat bazar buku. Ya, kita bisa mendapatkan sebuah buku, tentunya dengan harga yang lebih murah daripada skincare. Bazar buku dibuka sampai akhir bulan, tepatnya tanggal 28 Mei.

Tu kan, saking tegangnya aku sampai nglantur bahas bazar buku.

Hah, aku benar-benar merasa lega setelah acara pembukaan selesai. Aku tidak tahu, apakah pembawaanku malam itu mengecewakan atau tidak, yang jelas, Pak Ole tak memarahiku. Itu artinya semua baik-baik saja. Ya, Pak Ole tak mungkin memarahiku. Aku yakin itu.

Oh, bagi teman-teman magangku yang belum mendapat giliran menjadi MC dadakan, silakan rasakan nanti. Dan aku tunggu kalian menuliskannya nanti.[T]

*Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Malam Pembukaan Tatkala May May May 2023: Ada Puisi, Tarian, dan Piringan Hitam
Tatkala May May May 2023: Mendengar Cerita, Menikmati Rupa
Yoga Pratama: Mencoba Mendengar Masa Lalu dari Piringan Hitam
Tags: esaiKomunitas Mahimamahasiswatatkalamuda
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Yoga Pratama: Mencoba Mendengar Masa Lalu dari Piringan Hitam

Next Post

Jawa Timur Adalah Kunci Kemenangan Pilpres

Kadek Risma Widiantari

Kadek Risma Widiantari

Lahir di Singaraja, tahun 2002. Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi di STAH N mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Jawa Timur Adalah Kunci Kemenangan Pilpres

Jawa Timur Adalah Kunci Kemenangan Pilpres

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co