6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menelisik Pesan Moral Keagamaan dari Sinetron “Para Pencari Tuhan”

Achmad Uzair Assyaakir by Achmad Uzair Assyaakir
April 11, 2023
in Ulas Film
Menelisik Pesan Moral Keagamaan dari Sinetron “Para Pencari Tuhan”

Poster sinetron Para Pencari Tuhan | Foto: Google

MASIH SEGAR DALAM INGATAN SAYA, tahun 2007, saat sinetron Para Pencari Tuhan atau yang biasa disingkat menjadi PPT mengawali debutnya. Tak hanya membuat sahur dengan nasi lauk-pauk yang tersaji di depan saya sekeluarga menjadi lebih lezat, melainkan tontonan islami ini juga memicu gelak tawa.

 Ini kemudian menjadi hal yang penting guna mereformasi keyakinan kita dewasa ini soalan agama. Agama yang sering dibawakan dengan sikap mencak-mencak, gemar mengkafir-kafirkan, atau terkesan “dikit-dikit sesat”, kini agak tercerahkan dan bergeser kearah komedi.

Secara tersirat, hal ini menandakan bahwa “Islam” tidak melulu harus diantarkan dengan cara ceramah, melingkar kajian, atau talkshow-talkshow islami yang biasa hadir di televisi, tetapi juga boleh tercurah melalui sinema elektronik yang sarat akan kelucuan dan pesan moral.

Diproduksi oleh PT Demi Gisela Citra Sinema, dengan penulisan naskah dan dialog yang seringkali mengandung satire sekaligus menohok perihal agama islam, Para Pencari Tuhan seakan-akan tak pernah kehabisan ide untuk nongol setiap tahunnya.

Disutradarai oleh Deddy Mizwar yang sekaligus merangkap menjadi aktor dengan nama Bang Jack, pesan-pesan islami secara verbal maupun non-verbal dapat terlontar dengan ringan serta mudah diterima oleh penonton. Tidak bersifat menggurui malah membikin kita untuk introspeksi diri.

Hal itu tersebab entah karena dilatarbelakangi oleh tokoh pembawa terang sinar agama Islam-nya, yakni Deddy Mizwar yang berperan sebagai marbot masjid, atau entah karena pesannya yang dikemas dengan jenaka serta dekat dengan isu-isu sosial keagamaan yang ada di sekitar kita.

Mengawali sepak terjangnya, sinetron Para Pencari Tuhan diisi oleh grup lawak senior Trio Bajaj yang terdiri dari Melki, Isa, dan Aden. Trio inilah yang berperan sebagai kriminal serta berpengetahuan terlampau minim perihal agama. Kelak, mereka bertemu dengan Bang Jack, dua sejoli Asrul dan Udin, Pak Jalal, dan tokoh-tokoh lainnya.

Melalui ketidaktahuan ketiga pelawak tadi tentang Tuhan dan agama Islam, penonton seakan-akan hendak diarahkan serta dibimbing menuju Islam yang damai dan benar. Jalan yang ditempuh Trio Bajaj dalam kisah ini merupakan jalan yang boleh mengocok perut, tapi jika diselami lebih dalam, maka kita akan menemui nilai-nilai sosial keagamaan yang berkelindan erat dengan masyarakat.

Pada tahun ini, Para Pencari Tuhan sudah memasuki jilid yang ke-16. Yang mana dikarenakan lama penayangannya, sinetron ini menerima rekor dari Museum Rekor Indonesia untuk serial religi Ramadan berkelanjutan terlama.

Atas kekonsistenan serta kualitasnya yang tetap dipertahankan, semoga Para Pencari Tuhan bisa menjadi suri tauladan di kancah persinetronan Indonesia. Sekaligus mematahkan stigma bahwa bukan hanya sinetron berbau teenlit saja yang bisa laris, tapi “yang ada” unsur agama-agamanya juga bisa dibikin manis.

Pengemasan secara keseluruhan, pemilihan karakter, penokohan, serta—lagi-lagi—dialog menjadi salah satu ciri khas tersendiri. Jika pada awal-awal jilid, tagline sinetron ini adalah “kiamat sudah dekat”, maka sekarang berganti menjadi “kiamat semakin dekat”. Saya agak tergelitik dengan salah satu dialog di dalamnya.

“Mana, katanya kiamat sudah dekat, kok enggak kiamat-kiamat?”

“Kiamat bukan sudah dekat lagi, tapi semakin dekat!”

Dialog-dialog seperti itu agaknya berawal dari pertanyaan-pertanyaan yang memenuhi pikiran sutradara bersama tim. Perubahan tagline dikarenakan “kiamat yang belum terjadi” meski sudah berbelas-belas jilid Para Pencari Tuhan menghiasi layar televisi pun menjadi persoalan.

 Penggunaan tagline yang sama bakal menimbulkan semacam ketidakpercayaan di hadapan penonton. Semacam “ini sudah dekat mulu perasaan dari tahun ke tahun tidak berubah”, maka dengan perubahan “semakin dekat” saja sudah bisa memberi penekanan kepada  penonton, bahwa semakin banyak jilid yang ada di PPT, semakin dekat pula kita dengan akhir zaman.

Ramadan tahun lalu, tema yang diangkat adalah pondok pesantren lansia, sedangkan pada Ramadan tahun ini ada empat sekawan anak punk yang mencari jati diri: dan sudah tentu pencariannya melalui ajaran agama islam. Bukan hanya sekadar setiap jilid yang memiliki fokus atau persoalan sosial keagamaannya tersendiri, tetapi kebernasan hikmah dari setiap episode-nya membuat penonton tak mau kelewatan menonton barang satu scene saja.

Tak dapat dimungkiri, humor atau hiburan adalah salah satu jalan yang ramah sekaligus mudah diterima oleh banyak orang. Maka dengan hadirnya sinetron Para Pencari Tuhan, boleh jadi merupakan angin segar bagi agama islam di era teknologi ini. Agar kemudian banyak yang mulai mengenal Islam. Barangkali awal-awal dipicu dengan tawa, tapi tidak menutup kemungkinan ke depannya akan menjadi lebih serius dan mempelajari ajaran agama Islam secara lebih mendalam. Insya Allah. [T]

Mitos Patriarki Dalam Sinetron “Dunia Terbalik”
Menikah Tak Disetujui Ortu, Tirulah Sinetron, Biar Lucu…
Wayang, Dunia Kakek, Dunia Saya
Tags: agamaIslamPara Pencari Tuhansinetron
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pertimbangan dalam Memilih Game Musik yang Menyenangkan dan Bermanfaat

Next Post

Setelah Tes Membuat Canang dan Klakat, Terpilih 10 Pasang Finalis Jegeg Bagus Tabanan

Achmad Uzair Assyaakir

Achmad Uzair Assyaakir

Anak Kesayangan Emak, yang meromantisasi buku; film; dan kopi. Bisa disapa melalui IG: @uzairasy

Related Posts

Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

by Agung Kesawa Kevalam
February 12, 2026
0
Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

ADA jenis cinta yang datang untuk menemani, dan banyak juga yang datang untuk mengingatkan. Itulah kesan yang saya dapatkan ketika...

Read moreDetails

Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

by Rana Nasyitha
January 24, 2026
0
Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

WAKTU itu saya melihat judul film ini di sebuah aplikasi/platform streaming lokal. Di antara kumpulan film indonesia lainnya, Surat Dari...

Read moreDetails

Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

by Ahmad Sihabudin
January 23, 2026
0
Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

BAGI generasi yang tumbuh sebelum jalan tol Trans Jawa rampung, nama Alas Roban bukan sekadar penanda geografis. Ia adalah kata...

Read moreDetails

Mengapa Kita Membutuhkan Drama untuk Bertahan Hidup? — Tanggapan untuk Jaswanto

by Angga Wijaya
January 21, 2026
0
Mengapa Kita Membutuhkan Drama untuk Bertahan Hidup?  — Tanggapan untuk Jaswanto

PADA esai Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial (Tatkala.co, 16 Januari 2026), saya sepakat dengan Jaswanto, sang penulis, dalam...

Read moreDetails

Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial

by Jaswanto
January 16, 2026
0
Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial

SEORANG pria muda jomlo dan kurang mampu dari zaman modern entah bagaimana ceritanya bisa melintasi waktu dan masuk ke tubuh...

Read moreDetails

Film Pendek ‘Anuja’: Ketika Mimpi Sekolah Harus Berhadapan dengan Realitas Pekerja Anak

by Dian Suryantini
January 13, 2026
0
Film Pendek ‘Anuja’: Ketika Mimpi Sekolah Harus Berhadapan dengan Realitas Pekerja Anak

FILM pendek Anuja terasa seperti tamparan pelan tapi tepat sasaran. Film ini tidak berisik. Tapi berhasil membuat penontonnya terngiang. Saya...

Read moreDetails

Drama “Taxi Driver” dan Fantasi Keadilan Netizen Indonesia

by Jaswanto
December 18, 2025
0
Drama “Taxi Driver” dan Fantasi Keadilan Netizen Indonesia

ADA sebuah komentar dari netizen―yang saya lupa entah di mana―tentang drama Korea (drakor) berjudul “Taxi Driver”. Komentar itu begini, “Seandainya...

Read moreDetails

Dari Rumah Hantu ke Panti Jompo: Langkah Baru Film ‘Agak Laen’ yang Menggaet Jutaan Pasang Mata

by Vivit Arista Dewi
December 2, 2025
0
Dari Rumah Hantu ke Panti Jompo: Langkah Baru Film ‘Agak Laen’ yang Menggaet Jutaan Pasang Mata

Film Agak Laen kembali hadir dengan langkah yang jauh lebih berani dari sebelumnya. Setelah sukses mengacak-acak rumah hantu, kini mereka...

Read moreDetails

Pangku (2025): Safari Kemiskinan di Pantai Utara Jawa

by Bayu Wira Handyan
November 13, 2025
0
Pangku (2025): Safari Kemiskinan di Pantai Utara Jawa

SEDIKIT film di Indonesia yang berani menampilkan kemiskinan sebagaimana adanya—banal, kasar, tanpa romantisasi. Sebagian besar memilih jalan aman, menjadikan kemiskinan...

Read moreDetails

The Long Walk (2025): Ritus Kekejaman di Jalan Panjang Tak Berujung

by Bayu Wira Handyan
November 7, 2025
0
The Long Walk (2025): Ritus Kekejaman di Jalan Panjang Tak Berujung

ADA sesuatu yang menakutkan tentang jalanan yang lurus. Ia tidak menjanjikan sebuah tujuan, tetapi yang ia berikan adalah cakrawala yang...

Read moreDetails
Next Post
Setelah Tes Membuat Canang dan Klakat, Terpilih 10 Pasang Finalis Jegeg Bagus Tabanan

Setelah Tes Membuat Canang dan Klakat, Terpilih 10 Pasang Finalis Jegeg Bagus Tabanan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co