4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menikah Tak Disetujui Ortu, Tirulah Sinetron, Biar Lucu…

Agus Wisnaya by Agus Wisnaya
February 2, 2018
in Esai

Google Images

 

DI zaman now ini masih tetap ada pasangan muda-mudi atau remaja-remaji yang ingin menikah tapi tak disetujui orang tua. Atau belum minta restu, tapi sudah merasa tak disetujui orang tua dan keluarga besar.

Alasan tak setuju macam-macam. Tontonlah sinetron, di situ banyak kisah cinta berbelit karena manusia sengaja dibeda-bedakan. Misalnya beda suku, agama, dan ras. Jika suku, agama dan rasnya sama, maka yang bikin rumit adalah beda penghasilan, beda kondisi ekonomi. Maka itulah kisah si kaya dan si miskin selalu menarik dijadikan cerita. Gampang bikin konflik.

Nah, jika di dunia nyata ada pasangan muda-mudi atau remaja-remaji tak disetujui ortu maka trik-trik dalam sinetron bisa ditiru. Banyak ada trik di situ. Ada pura-pura hamil, ada yang hamil betulan, ada yang kawin lari seperti main petak umpet, bahkan ada trik dengan pura-pura hendak bunuh diri.

Jika tak bisa meniru kisahnya, setidaknya bisa melakukan akting bagaimana caranya agar kisah cinta terlarang bisa menemui happy ending, meski sebelumnya sudah babak-belur dihajar masalah. Akting penting di saat cinta masuk masa genting.

Ada cerita di kalangan organisasi yang saya geluti sekarang. Saya mempunyai teman laki-laki yang memang punya banyak keahlian, namun sering pura-pura konyol. Sebut saja namanya Eka. Pada suatu saat, kurang lebih empat atau lima tahun lalu, dia mencintai seseorang yang satu profesi dengannya namanya Putu.

Perjalanan cinta kasih yang keduanya jalin berlangsung sudah cukup lama dan dia memutuskan untuk menikah. Namun sayang, dalam perjalanan menuju ke perenikahan, kalau dibilang unik ya unik, tapi sedikit konyol. Cintanya termasuk cinta terlarang karena mereka punya perbedaan yang jadi alasan utama kenapa orang tua mereka tak langsung setuju.

Maka Eka dengan keahliannya bersikap konyol, bagaikan pemain sinetron merancang strategi dan akting yang pas. Saat itu dia berusaha membawa lari pasangan cintanya, sebut saja namanya Putu. Kisah lari ini unik.

Suatu hari Putu hilang. Orang tuanya tentu mencari. Namun Eka tetap beredar di antara teman-teman dan seakan ikut uring-uringan mengaku tak tahu di mana Putu berada. Semua teman kami tidak mengetahui keberadaan Putu dan ikut mencarinya.

Bahkan keluarga si Putu seakan dibikin gila, lantaran ulah cinta keduanya. Berbagai usaha yang ditempuh orang tua Putu yang juga merupakan tokoh masyarakat di lingkungannya guna menemukan anak pertamanya itu.

Suatu saat, di pertengahan cerita hilangnya Putu yitu, saya bertemu Eka dalam sebuah acara organisasi akhir tahun di gedung megah bernama Mr Ketut Puja yang berlokasi di Pelabuhan Buleleng.  Kala itu teman-teman se-profesi datang menghadiri kegiatan tersebut termasuk Eka.

Lantaran kabar Putu kabur semua sudah mendengar, mungkin terdengarnya dari kabar burung atau kabar singa yang ada di kota kami menggaung, kami pun bertanya-tanya. Bahkan hampir setiap orang bertanya kepada Eka karena selama ini hanya dia yang paling dekat dengan Putu.

Namun setiap pertanyaan orang ditepis oleh Eka bagaikan ia bermain sinetron. Tiba saatnya saya sendiri bertanya kepada Eka tentang di mana keberadaan Putu. Namun kala itu Eka menjawab dia tidak mengetahui keberadaan Putu. Bahkan dia mengakui sedang sibuk mencari sang kekasihnya itu.

”Saya tidak mengetahui di mana dia berada, saya sangat sedih karena dia menghilang begitu saja. Saya sekarang mencari dia? Saya ingin dia kembali!” Seingat saya seperti itulah jawab Eka pada saya.

Herannya lagi, saat Eka berbicara dia malah menangis serasa meyakinkan orang lain kalau dirinya tidak mengetahui keberadaan Putu. Benar-benar seperti sinetron. Apalagi, saat Eka menangis dia berusaha bersandar di tembok gedung termegah di kota kami hingga melorotkan badannya sampai terduduk di lantai sambil mengusap-usap air mata.

Begitu orang-orang yang ada di hadapannya pergi meninggalkannya, Eka malah mengeluarkan telepon genggamnya. Mungkin, dia itu menelepon Putu yang kemudian saya ketahui ternyata Putu dititip di sebuah rumah di pinggiran selatan Kota Singaraja.

Selang beberapa hari, mungkin Eka bosan menyembunyikan Putu, begitu pula Putu yang bosan bersembunyi bagaikan main petak umpet, akhirnya mereka pergi ke sebuah kota yang juga bertetangga dengan kota kami, guna meminta restu kepada orang tua dan keluarganya bahwa mereka mau menikah.

Setiba dikota yang dituju, bukan disambut baik, malah Eka bersama sang calon mempelai mendapat siraman air hangat  sekaligus‘ditampar’ omelan pedas di keluarganya. He,,,he,,,bahkan Eka tak bisa berbuat banyak hingga kembali main sinetron dengan berpura-pura sedih, memelas, dengan mengatakan bahwa Putu telah membawa hasil pekerjaan setiap malam (PSM) yang mereka lakukan saat menjalin cinta.

Dengan keahlian main sinteron yang dimiliki Eka, keluarganya pun luruh.

Lalu giliran keluarga Eka datang ke keluarga Putu untuk meminta restu. Saat itulah Eka sempat gemetar. Ia  takut akan kembali mendapat siraman air hangat dari keluarga Putu, seperti yang didapat di keluarganya, atau mendapat perlakuan yang sama pahitnya seperti di keluarganya.

Kembalilah ia mengambil ancang-ancang main sinetron. Aktingnya memang meyakinkan karena Eka memang lelaki pintar dan sejak remaja memang sering bergaul di dunia teater.  Namun untuk jaga-jaga, Eka tetap mohon bantuan kepada teman-temannya agar sudi menolongnya untuk ikut bicara kepada ayah Putu yang memang diketahui sebagai tokoh masyarakat yang disegani.

Awalnya orang tua Putu dan keluarga besarnya mencak-mencak, tapi kemudian luruh juga. Mereka pun menikah dan hidup bahagia hingga kini.  (T)

Amanat dari tulisan ini:

  • Jangan mudah percaya kepada seseorang yang menangis, mungkin karena kelilipan
  • Air mata yang keluar dari mata belum tentu karena sedih, tapi mungkin karena memendam niat tersembunyi
  • Dunia ini memang dunia sinetron, segala persoalan rumit bisa diselesaikan, baik dengan kepintaran bicara, kepintaran akting, atau dengan cara nekat tanpa logika.
Tags: cintaKeluargasinetron
Share43TweetSendShareSend
Previous Post

Smarandhana Festival Musik Kolaborasi, Lanjutkan Pengabdian Tokoh Sepuh Musik Pop Bali

Next Post

Monolog BOR: Luka Sejarah Diingat Kembali, Yang Mati Abadi

Agus Wisnaya

Agus Wisnaya

Nama lengkapnya Ida Bagus Wisnaya. Biasa dipanggil Gus Fajar. Sehari-hari menulis sambil menjadi saudagar buah

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post

Monolog BOR: Luka Sejarah Diingat Kembali, Yang Mati Abadi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co