24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menikah Tak Disetujui Ortu, Tirulah Sinetron, Biar Lucu…

Agus Wisnaya by Agus Wisnaya
February 2, 2018
in Esai

Google Images

 

DI zaman now ini masih tetap ada pasangan muda-mudi atau remaja-remaji yang ingin menikah tapi tak disetujui orang tua. Atau belum minta restu, tapi sudah merasa tak disetujui orang tua dan keluarga besar.

Alasan tak setuju macam-macam. Tontonlah sinetron, di situ banyak kisah cinta berbelit karena manusia sengaja dibeda-bedakan. Misalnya beda suku, agama, dan ras. Jika suku, agama dan rasnya sama, maka yang bikin rumit adalah beda penghasilan, beda kondisi ekonomi. Maka itulah kisah si kaya dan si miskin selalu menarik dijadikan cerita. Gampang bikin konflik.

Nah, jika di dunia nyata ada pasangan muda-mudi atau remaja-remaji tak disetujui ortu maka trik-trik dalam sinetron bisa ditiru. Banyak ada trik di situ. Ada pura-pura hamil, ada yang hamil betulan, ada yang kawin lari seperti main petak umpet, bahkan ada trik dengan pura-pura hendak bunuh diri.

Jika tak bisa meniru kisahnya, setidaknya bisa melakukan akting bagaimana caranya agar kisah cinta terlarang bisa menemui happy ending, meski sebelumnya sudah babak-belur dihajar masalah. Akting penting di saat cinta masuk masa genting.

Ada cerita di kalangan organisasi yang saya geluti sekarang. Saya mempunyai teman laki-laki yang memang punya banyak keahlian, namun sering pura-pura konyol. Sebut saja namanya Eka. Pada suatu saat, kurang lebih empat atau lima tahun lalu, dia mencintai seseorang yang satu profesi dengannya namanya Putu.

Perjalanan cinta kasih yang keduanya jalin berlangsung sudah cukup lama dan dia memutuskan untuk menikah. Namun sayang, dalam perjalanan menuju ke perenikahan, kalau dibilang unik ya unik, tapi sedikit konyol. Cintanya termasuk cinta terlarang karena mereka punya perbedaan yang jadi alasan utama kenapa orang tua mereka tak langsung setuju.

Maka Eka dengan keahliannya bersikap konyol, bagaikan pemain sinetron merancang strategi dan akting yang pas. Saat itu dia berusaha membawa lari pasangan cintanya, sebut saja namanya Putu. Kisah lari ini unik.

Suatu hari Putu hilang. Orang tuanya tentu mencari. Namun Eka tetap beredar di antara teman-teman dan seakan ikut uring-uringan mengaku tak tahu di mana Putu berada. Semua teman kami tidak mengetahui keberadaan Putu dan ikut mencarinya.

Bahkan keluarga si Putu seakan dibikin gila, lantaran ulah cinta keduanya. Berbagai usaha yang ditempuh orang tua Putu yang juga merupakan tokoh masyarakat di lingkungannya guna menemukan anak pertamanya itu.

Suatu saat, di pertengahan cerita hilangnya Putu yitu, saya bertemu Eka dalam sebuah acara organisasi akhir tahun di gedung megah bernama Mr Ketut Puja yang berlokasi di Pelabuhan Buleleng.  Kala itu teman-teman se-profesi datang menghadiri kegiatan tersebut termasuk Eka.

Lantaran kabar Putu kabur semua sudah mendengar, mungkin terdengarnya dari kabar burung atau kabar singa yang ada di kota kami menggaung, kami pun bertanya-tanya. Bahkan hampir setiap orang bertanya kepada Eka karena selama ini hanya dia yang paling dekat dengan Putu.

Namun setiap pertanyaan orang ditepis oleh Eka bagaikan ia bermain sinetron. Tiba saatnya saya sendiri bertanya kepada Eka tentang di mana keberadaan Putu. Namun kala itu Eka menjawab dia tidak mengetahui keberadaan Putu. Bahkan dia mengakui sedang sibuk mencari sang kekasihnya itu.

”Saya tidak mengetahui di mana dia berada, saya sangat sedih karena dia menghilang begitu saja. Saya sekarang mencari dia? Saya ingin dia kembali!” Seingat saya seperti itulah jawab Eka pada saya.

Herannya lagi, saat Eka berbicara dia malah menangis serasa meyakinkan orang lain kalau dirinya tidak mengetahui keberadaan Putu. Benar-benar seperti sinetron. Apalagi, saat Eka menangis dia berusaha bersandar di tembok gedung termegah di kota kami hingga melorotkan badannya sampai terduduk di lantai sambil mengusap-usap air mata.

Begitu orang-orang yang ada di hadapannya pergi meninggalkannya, Eka malah mengeluarkan telepon genggamnya. Mungkin, dia itu menelepon Putu yang kemudian saya ketahui ternyata Putu dititip di sebuah rumah di pinggiran selatan Kota Singaraja.

Selang beberapa hari, mungkin Eka bosan menyembunyikan Putu, begitu pula Putu yang bosan bersembunyi bagaikan main petak umpet, akhirnya mereka pergi ke sebuah kota yang juga bertetangga dengan kota kami, guna meminta restu kepada orang tua dan keluarganya bahwa mereka mau menikah.

Setiba dikota yang dituju, bukan disambut baik, malah Eka bersama sang calon mempelai mendapat siraman air hangat  sekaligus‘ditampar’ omelan pedas di keluarganya. He,,,he,,,bahkan Eka tak bisa berbuat banyak hingga kembali main sinetron dengan berpura-pura sedih, memelas, dengan mengatakan bahwa Putu telah membawa hasil pekerjaan setiap malam (PSM) yang mereka lakukan saat menjalin cinta.

Dengan keahlian main sinteron yang dimiliki Eka, keluarganya pun luruh.

Lalu giliran keluarga Eka datang ke keluarga Putu untuk meminta restu. Saat itulah Eka sempat gemetar. Ia  takut akan kembali mendapat siraman air hangat dari keluarga Putu, seperti yang didapat di keluarganya, atau mendapat perlakuan yang sama pahitnya seperti di keluarganya.

Kembalilah ia mengambil ancang-ancang main sinetron. Aktingnya memang meyakinkan karena Eka memang lelaki pintar dan sejak remaja memang sering bergaul di dunia teater.  Namun untuk jaga-jaga, Eka tetap mohon bantuan kepada teman-temannya agar sudi menolongnya untuk ikut bicara kepada ayah Putu yang memang diketahui sebagai tokoh masyarakat yang disegani.

Awalnya orang tua Putu dan keluarga besarnya mencak-mencak, tapi kemudian luruh juga. Mereka pun menikah dan hidup bahagia hingga kini.  (T)

Amanat dari tulisan ini:

  • Jangan mudah percaya kepada seseorang yang menangis, mungkin karena kelilipan
  • Air mata yang keluar dari mata belum tentu karena sedih, tapi mungkin karena memendam niat tersembunyi
  • Dunia ini memang dunia sinetron, segala persoalan rumit bisa diselesaikan, baik dengan kepintaran bicara, kepintaran akting, atau dengan cara nekat tanpa logika.
Tags: cintaKeluargasinetron
Share43TweetSendShareSend
Previous Post

Smarandhana Festival Musik Kolaborasi, Lanjutkan Pengabdian Tokoh Sepuh Musik Pop Bali

Next Post

Monolog BOR: Luka Sejarah Diingat Kembali, Yang Mati Abadi

Agus Wisnaya

Agus Wisnaya

Nama lengkapnya Ida Bagus Wisnaya. Biasa dipanggil Gus Fajar. Sehari-hari menulis sambil menjadi saudagar buah

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post

Monolog BOR: Luka Sejarah Diingat Kembali, Yang Mati Abadi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co