14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Untung Rugi Jomblo di Hari Valentine

Musti Ariantini by Musti Ariantini
February 14, 2023
in Milenial
Untung Rugi Jomblo di Hari Valentine

Ilustrasi tatcala.co | Jason Aditya

FEBRUARI BULAN CINTA katanya. Karena tepat pada tanggal 14 Februari banyak orang sibuk merayakan semarak cinta dengan kekasih─seakan-akan menjadi ritual tahunan yang paling dinanti. Meski saya yakin, bahwa sebagian besar orang, ternasuk saya, tidak tahu dari mana asal-usul dinobatkannya hari ke-14 pada bulan Februari menjadi hari kasih sayang.

Namun, pada era modern seperti saat ini, perayaan kasih sayang yang dikemas dengan romantisme seringkali tidak terlepas dari budaya konsumtif. Bagaimana tidak, jika setiap pasangan yang merayakan Valentine berlomba-lomba untuk menyenangkan hati pasangannya dengan berbagai hadiah material─dan tentu saja mengocek isi dompet─yang tidak sedikit.

Di samping material, beberapa pasangan juga harus mengorbankan waktunya untuk memikirkan hadiah apa yang akan diberikan kepada pasangannya, ngedate romantis di restoran mana, atau mungkin menonton film apa.

Maka jangan heran, bila jauh-jauh hari sebelum hari kasih sayang tiba, toko-toko memajang coklat, bunga, boneka dan pernak-pernik khas hari kasih sayang pada setiap jengkal etalase tokonya─dan itu semua didominasi dengan warna merah muda yang bagi sebagian orang sedikit menggelikan.

Restoran dan penginapan pun tak mau kalah. Mereka berlomba-lomba membuat paket promo produk maupun jasa yang dimiliki agar para pasangan tertarik. Toko-toko kue ikut serta memamerkan keahliannya untuk memproduksi dan merangkai kue manis nan lucu. Bahkan ada juga orang-orang yang mendadak menjadi wirausaha maupun reseller.

Namun, bagaimana dengan nasib seseorang yang tidak memiliki pasangan?

Ya, bagi mereka yang tidak memiliki pasangan alias jomblo, tentunya sangat menghindari tanggal 14 Februari, bahkan seakan ingin menghilangkan angka tersebut dari kalender─angka keramat yang menjadi kutukan bagi para jomblo.

Bagaimana tidak, bila setiap tanggal tersebut tiba, para jomblo harus menanggung rasa iri hati dan dengki ketika melihat pasangan bertukar hadiah, menghabiskan waktu bersama, tertawa bahagia, seakan dunia hanya miliki berdua. Yang lebih menyebalkan momen ini terjadi setiap tahun.

Tidak ada yang bisa dilakukan para jomblowan/jomblowati selain memperbanyak sabar dan menikmati kesendirian. Bergelut dengan kasur dan selimut, lalu menyetel lagu galau untuk lebih menghayati peran jomblo, sembari berharap hari berganti lebih cepat.

Atau mungkin beberapa orang akan mengucapkan do’a kutukan seperti meminta Tuhan menurunkan hujan bahkan badai untuk merusak acara indah pasangan di luar sana. Setidaknya para pasangan tersebut bisa merasakan gimana ngenesnya perasaan para jomblo atau supaya tidur para kaum jomblo lebih nyenyak. Ya mungkin saja, tidak ada yang tahu kan.

Selain bergelut dengan kasur dan selimut, para jomblo sangat tidak dianjurkan untuk membuka sosial media di hari Valentine, karena sudah pasti sosial media para jomblo akan dipenuhi dengan postingan pasangan yang sedang menikmati kemesraan dengan berbagi varian coklat, bunga, boneka atau bahkan hadiah mewah lainnya atau mungkin pasangan yang sedang menonton film terbaru di  bioskop, ngedate romantis─atau istilah kerennya “candle light dinner” dan staycation di hotel mewah.

Apalagi ada teman yang pura-pura bertanya, “Valentine kemana aja?”, “Udah dapat berapa banyak coklat?”, “Dapet hadiah apa aja di hari valentine?”─yang padahal mereka tahu bahwa kamu itu jomblo─sangat tidak mungkin untuk mendapatkan hadiah atau bahkan menikmati momen romatis, secara pasangan aja gapunya kan.

Tapi bila dilihat dari sudut pandang yang berbeda, menjadi jomblo di hari Valentine tidak juga terlalu buruk, bahkan banyak keuntungan yang bisa didapatkan para jomblo di hari Valentine.

Menikmati Promo/Diskon

Pada saat valentine tentu saja banyak toko yang berlomba-lomba mengadakan promo besar-besaran dan untuk umum. Jadi para kaum jomblo jika tidak ada yang memberikan hadiah, setidaknya toko-toko akan memberikan kamu diskon. Dan, ini juga, banyak give away di media sosial yang dapat kalian coba dan ikuti. Siapa tahu kalian beruntung. Maka manfaatkanlah kesemptan itu dengan baik.

Berhemat

Selain menikmati diskon dan give away Valentine, tentunya kaum jomblo juga bisa berhemat supaya isi dompet selamat.

Kamu tidak perlu pusing memikirkan hadiah apa yang akan kamu berikan kepada pasangan yang bisa menghanguskan seluruh isi dompet atau rekening yang dimiliki. Toh kalian tidak punya pasangan, jadi uangnya bisa ditabung untuk keperluan lain.

Disaat teman-teman kalian stress berat memikirkan hadiah yang akan diberikan kepada pacarnya ─bahkan dari jauh-jauh hari rela mengirit atau meminjam uang untuk menyenangkan hati pasangan─kalian para jomblo tidak pernah merasakan posisi tersebut. Maka bersyukurlah.

Berjualan

Valentine, juga bisa mendatangkan berkah bagi sebagian orang, di mana banyak peluang usaha tercipta. Kalian bisa menjual rangkaian bunga, baik bunga asli atau bunga yang kalian kreasikan sendiri dari kain planel, menjual kue-kue cantik dan lucu, membuka usaha jual coklat atau pernak-pernik yang dibutuhkan oleh pasangan yang merayakan hari kasih sayang. Pastinya usaha tersebut bisa laris manis, karena tanpa pernak-pernik tersebut, perayaan hari kasih sayang terasa kurang afdol.

Bagi kalian kaum jomblo sangat bisa memanfaatkan peluang yang ini dengan waktu luang yang dimiliki.

Di saat semua orang sibuk menghamburkan uang, kalian para jomblo harus sibuk meraup uang yang dihamburkan tersebut. Hal ini bisa dijadikan pembalasan dendam atas rasa iri hati yang kalian miliki terhadap pasangan yang merayakan hari valentine.

Nah, untuk kalian para jomblo, yuk ubah sudut pandang kalian! Valentine tidak semengerikan bayangan kalian, kok. Banyak keuntungan yang bisa kalian dapatkan, bila kalian bisa mengubah sudut pandang dan menangkap peluang dalam mengubah rugi menjadi untung. Bahkan keuntungan yang secara istimewa hanya bisa dirasakan oleh kaum jomblo.

Jomblo juga bisa merayakan hari Valentine dengan caranya sendiri. Jomblo bisa membeli hadiah untuk diri sendiri, makan di restoran mewah, nonton film favorit di bioskop yang tentunya dengan uang sendiri, bukan uang hasil pinjaman. Yang paling penting, jomblo tidak perlu pusing memikirkan cara untuk menyenangkan orang lain dan memenuhi ekspektasi manusia yang kadang tidak bisa dinalar dengan logika.

Hah, selamat hari kasih sayang. Semoga para pasangan saling menyenangkan tanpa terlilit utang. Dan untuk jomblo, pertahankan, karena banyak keuntungan. Hahahaha.[T]

BACA artikel terkait valentine di tatkala.co

Cerita-Cerita Tragis Pengantar Valentine
Jomblo di Hari Valentine: Merdeka atau Meratap?
Tags: cintacinta kasihHari Valentinemilenial
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Parade Cosplay Jejepangan di Pantai Penimbangan: Pencinta Anime Itu Berbaur dalam Kegembiraan

Next Post

Terkait Revitalisasi Bahasa Daerah, Pemprov Bali Terima Penghargaan pada Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Nasional

Musti Ariantini

Musti Ariantini

Admin tatkala.co

Related Posts

Lebih dari Sekadar Idola, Bagaimana K-Pop menjadi Sumber Semangat Positif bagi Generasi Z

by Ni Komang Sariasih
September 17, 2025
0
Lebih dari Sekadar Idola, Bagaimana K-Pop menjadi Sumber Semangat Positif bagi Generasi Z

MESKIPUN ada orang yang melihat K-Pop dari sisi negatif, Ni Komang Puspita Karianti Putri (22), yang biasa disapa Ita, justru...

Read moreDetails

Bayu Sena Putrawan dan Anggi Sutami Dewi Jadi Duta GenRe Buleleng 2025

by tatkala
March 12, 2025
0
Bayu Sena Putrawan dan Anggi Sutami Dewi Jadi Duta GenRe Buleleng 2025

PUTU Bayu Sena Putrawan dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja dan Luh Putu Anggi Sutami Dewi dari SMK Negeri 1...

Read moreDetails

Dewa Gede Widiatmika dan Ketut Prameisti Adinda Divani, Duta GenRe UPMI Bali 2025

by Dede Putra Wiguna
February 17, 2025
0
Dewa Gede Widiatmika dan Ketut Prameisti Adinda Divani, Duta GenRe UPMI Bali 2025

TONGKAT estafet itu kini sudah berpindah, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali) sekarang memiliki Duta Generasi Berencana (GenRe) yang baru....

Read moreDetails

Book Café Halaman Belakang di Singaraja — Cocok untuk Baca Buku, juga Main Game di Toilet

by Son Lomri
February 6, 2025
0
Book Café Halaman Belakang di Singaraja — Cocok untuk Baca Buku, juga Main Game di Toilet

KALAU Anda sedang berada di daerah Baktiseraga, Kecamatan Buleleng—arah ke Litle Sunhsine Learning Centre, Singaraja—jangan lupa mampir ke Book Cafe...

Read moreDetails

Konten Kreatif Berbahasa Bali Peluang Besar Hasilkan Cuan

by Nyoman Budarsana
February 3, 2025
0
Konten Kreatif Berbahasa Bali Peluang Besar Hasilkan Cuan

ANAK-ANAK muda begitu antusias mengikuti agenda Kriyaloka (Workshop) Produksi Konten Digital Kreatif dan Edukatif antuk Basa, Aksara dan Sastra Bali...

Read moreDetails

Tato Petir dan Perempuan di Sela Konser Lyla Band  |  Cerita Malam Dies Natalis Undiksha

by Son Lomri
January 17, 2025
0
Tato Petir dan Perempuan di Sela Konser Lyla Band  |  Cerita Malam Dies Natalis Undiksha

MALAM puncak Dies Natalis Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja-Bali yang ke-32, Kamis malam, 16 Januari 2025, ditutup dengan penampilan Lyla...

Read moreDetails

Cosu Toori III : Dunia Cosplay, Ruang Fantasi dan Kreatifitas Para Wibu di Bali Utara

by Son Lomri
January 16, 2025
0
Cosu Toori III : Dunia Cosplay, Ruang Fantasi dan Kreatifitas Para Wibu di Bali Utara

PEMINAT dalam permainan kostum (cosplay) tidak pernah berkurang. Hal itu terus bertambah sebagaimana dunia kreatif pada film anime, game dan...

Read moreDetails

Timedoor Academy Singaraja, Tempat Anak-anak Bersenang Ria Belajar “Coding”

by Son Lomri
October 5, 2024
0
Timedoor Academy Singaraja, Tempat Anak-anak Bersenang Ria Belajar “Coding”

Ayah atau Abi, Bunda atau Meme’, tak mesti lagi khawatir atau pusing tujuh keliling jika anak kesayangannya main game terus...

Read moreDetails

Menang atau Kalah, Festival Olahraga Pendidikan 2024 Layak Dirayakan dengan Gembira

by Son Lomri
September 13, 2024
0
Menang atau Kalah, Festival Olahraga Pendidikan 2024 Layak Dirayakan dengan Gembira

DI dalam Gelanggang Olahraga (GOR) Bhuana Patra, Singaraja, supporter bergemuruh sangat kencang. Permainan tradisional megoak-goakan membangkitkan orang-orang untuk berteriak, “Ayo,...

Read moreDetails

Panduan Optimasi SEO Website Bagi Pemula

by tatkala
August 25, 2024
0
Panduan Optimasi SEO Website Bagi Pemula

SEO (Search Engine Optimization) adalah proses mengoptimalkan website agar mendapatkan peringkat lebih tinggi di hasil pencarian mesin pencari seperti Google....

Read moreDetails
Next Post
Terkait Revitalisasi Bahasa Daerah, Pemprov Bali Terima Penghargaan pada Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Nasional

Terkait Revitalisasi Bahasa Daerah, Pemprov Bali Terima Penghargaan pada Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Nasional

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co