13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Untung Rugi Jomblo di Hari Valentine

Musti Ariantini by Musti Ariantini
February 14, 2023
in Milenial
Untung Rugi Jomblo di Hari Valentine

Ilustrasi tatcala.co | Jason Aditya

FEBRUARI BULAN CINTA katanya. Karena tepat pada tanggal 14 Februari banyak orang sibuk merayakan semarak cinta dengan kekasih─seakan-akan menjadi ritual tahunan yang paling dinanti. Meski saya yakin, bahwa sebagian besar orang, ternasuk saya, tidak tahu dari mana asal-usul dinobatkannya hari ke-14 pada bulan Februari menjadi hari kasih sayang.

Namun, pada era modern seperti saat ini, perayaan kasih sayang yang dikemas dengan romantisme seringkali tidak terlepas dari budaya konsumtif. Bagaimana tidak, jika setiap pasangan yang merayakan Valentine berlomba-lomba untuk menyenangkan hati pasangannya dengan berbagai hadiah material─dan tentu saja mengocek isi dompet─yang tidak sedikit.

Di samping material, beberapa pasangan juga harus mengorbankan waktunya untuk memikirkan hadiah apa yang akan diberikan kepada pasangannya, ngedate romantis di restoran mana, atau mungkin menonton film apa.

Maka jangan heran, bila jauh-jauh hari sebelum hari kasih sayang tiba, toko-toko memajang coklat, bunga, boneka dan pernak-pernik khas hari kasih sayang pada setiap jengkal etalase tokonya─dan itu semua didominasi dengan warna merah muda yang bagi sebagian orang sedikit menggelikan.

Restoran dan penginapan pun tak mau kalah. Mereka berlomba-lomba membuat paket promo produk maupun jasa yang dimiliki agar para pasangan tertarik. Toko-toko kue ikut serta memamerkan keahliannya untuk memproduksi dan merangkai kue manis nan lucu. Bahkan ada juga orang-orang yang mendadak menjadi wirausaha maupun reseller.

Namun, bagaimana dengan nasib seseorang yang tidak memiliki pasangan?

Ya, bagi mereka yang tidak memiliki pasangan alias jomblo, tentunya sangat menghindari tanggal 14 Februari, bahkan seakan ingin menghilangkan angka tersebut dari kalender─angka keramat yang menjadi kutukan bagi para jomblo.

Bagaimana tidak, bila setiap tanggal tersebut tiba, para jomblo harus menanggung rasa iri hati dan dengki ketika melihat pasangan bertukar hadiah, menghabiskan waktu bersama, tertawa bahagia, seakan dunia hanya miliki berdua. Yang lebih menyebalkan momen ini terjadi setiap tahun.

Tidak ada yang bisa dilakukan para jomblowan/jomblowati selain memperbanyak sabar dan menikmati kesendirian. Bergelut dengan kasur dan selimut, lalu menyetel lagu galau untuk lebih menghayati peran jomblo, sembari berharap hari berganti lebih cepat.

Atau mungkin beberapa orang akan mengucapkan do’a kutukan seperti meminta Tuhan menurunkan hujan bahkan badai untuk merusak acara indah pasangan di luar sana. Setidaknya para pasangan tersebut bisa merasakan gimana ngenesnya perasaan para jomblo atau supaya tidur para kaum jomblo lebih nyenyak. Ya mungkin saja, tidak ada yang tahu kan.

Selain bergelut dengan kasur dan selimut, para jomblo sangat tidak dianjurkan untuk membuka sosial media di hari Valentine, karena sudah pasti sosial media para jomblo akan dipenuhi dengan postingan pasangan yang sedang menikmati kemesraan dengan berbagi varian coklat, bunga, boneka atau bahkan hadiah mewah lainnya atau mungkin pasangan yang sedang menonton film terbaru di  bioskop, ngedate romantis─atau istilah kerennya “candle light dinner” dan staycation di hotel mewah.

Apalagi ada teman yang pura-pura bertanya, “Valentine kemana aja?”, “Udah dapat berapa banyak coklat?”, “Dapet hadiah apa aja di hari valentine?”─yang padahal mereka tahu bahwa kamu itu jomblo─sangat tidak mungkin untuk mendapatkan hadiah atau bahkan menikmati momen romatis, secara pasangan aja gapunya kan.

Tapi bila dilihat dari sudut pandang yang berbeda, menjadi jomblo di hari Valentine tidak juga terlalu buruk, bahkan banyak keuntungan yang bisa didapatkan para jomblo di hari Valentine.

Menikmati Promo/Diskon

Pada saat valentine tentu saja banyak toko yang berlomba-lomba mengadakan promo besar-besaran dan untuk umum. Jadi para kaum jomblo jika tidak ada yang memberikan hadiah, setidaknya toko-toko akan memberikan kamu diskon. Dan, ini juga, banyak give away di media sosial yang dapat kalian coba dan ikuti. Siapa tahu kalian beruntung. Maka manfaatkanlah kesemptan itu dengan baik.

Berhemat

Selain menikmati diskon dan give away Valentine, tentunya kaum jomblo juga bisa berhemat supaya isi dompet selamat.

Kamu tidak perlu pusing memikirkan hadiah apa yang akan kamu berikan kepada pasangan yang bisa menghanguskan seluruh isi dompet atau rekening yang dimiliki. Toh kalian tidak punya pasangan, jadi uangnya bisa ditabung untuk keperluan lain.

Disaat teman-teman kalian stress berat memikirkan hadiah yang akan diberikan kepada pacarnya ─bahkan dari jauh-jauh hari rela mengirit atau meminjam uang untuk menyenangkan hati pasangan─kalian para jomblo tidak pernah merasakan posisi tersebut. Maka bersyukurlah.

Berjualan

Valentine, juga bisa mendatangkan berkah bagi sebagian orang, di mana banyak peluang usaha tercipta. Kalian bisa menjual rangkaian bunga, baik bunga asli atau bunga yang kalian kreasikan sendiri dari kain planel, menjual kue-kue cantik dan lucu, membuka usaha jual coklat atau pernak-pernik yang dibutuhkan oleh pasangan yang merayakan hari kasih sayang. Pastinya usaha tersebut bisa laris manis, karena tanpa pernak-pernik tersebut, perayaan hari kasih sayang terasa kurang afdol.

Bagi kalian kaum jomblo sangat bisa memanfaatkan peluang yang ini dengan waktu luang yang dimiliki.

Di saat semua orang sibuk menghamburkan uang, kalian para jomblo harus sibuk meraup uang yang dihamburkan tersebut. Hal ini bisa dijadikan pembalasan dendam atas rasa iri hati yang kalian miliki terhadap pasangan yang merayakan hari valentine.

Nah, untuk kalian para jomblo, yuk ubah sudut pandang kalian! Valentine tidak semengerikan bayangan kalian, kok. Banyak keuntungan yang bisa kalian dapatkan, bila kalian bisa mengubah sudut pandang dan menangkap peluang dalam mengubah rugi menjadi untung. Bahkan keuntungan yang secara istimewa hanya bisa dirasakan oleh kaum jomblo.

Jomblo juga bisa merayakan hari Valentine dengan caranya sendiri. Jomblo bisa membeli hadiah untuk diri sendiri, makan di restoran mewah, nonton film favorit di bioskop yang tentunya dengan uang sendiri, bukan uang hasil pinjaman. Yang paling penting, jomblo tidak perlu pusing memikirkan cara untuk menyenangkan orang lain dan memenuhi ekspektasi manusia yang kadang tidak bisa dinalar dengan logika.

Hah, selamat hari kasih sayang. Semoga para pasangan saling menyenangkan tanpa terlilit utang. Dan untuk jomblo, pertahankan, karena banyak keuntungan. Hahahaha.[T]

BACA artikel terkait valentine di tatkala.co

Cerita-Cerita Tragis Pengantar Valentine
Jomblo di Hari Valentine: Merdeka atau Meratap?
Tags: cintacinta kasihHari Valentinemilenial
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Parade Cosplay Jejepangan di Pantai Penimbangan: Pencinta Anime Itu Berbaur dalam Kegembiraan

Next Post

Terkait Revitalisasi Bahasa Daerah, Pemprov Bali Terima Penghargaan pada Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Nasional

Musti Ariantini

Musti Ariantini

Admin tatkala.co

Related Posts

Lebih dari Sekadar Idola, Bagaimana K-Pop menjadi Sumber Semangat Positif bagi Generasi Z

by Ni Komang Sariasih
September 17, 2025
0
Lebih dari Sekadar Idola, Bagaimana K-Pop menjadi Sumber Semangat Positif bagi Generasi Z

MESKIPUN ada orang yang melihat K-Pop dari sisi negatif, Ni Komang Puspita Karianti Putri (22), yang biasa disapa Ita, justru...

Read moreDetails

Bayu Sena Putrawan dan Anggi Sutami Dewi Jadi Duta GenRe Buleleng 2025

by tatkala
March 12, 2025
0
Bayu Sena Putrawan dan Anggi Sutami Dewi Jadi Duta GenRe Buleleng 2025

PUTU Bayu Sena Putrawan dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja dan Luh Putu Anggi Sutami Dewi dari SMK Negeri 1...

Read moreDetails

Dewa Gede Widiatmika dan Ketut Prameisti Adinda Divani, Duta GenRe UPMI Bali 2025

by Dede Putra Wiguna
February 17, 2025
0
Dewa Gede Widiatmika dan Ketut Prameisti Adinda Divani, Duta GenRe UPMI Bali 2025

TONGKAT estafet itu kini sudah berpindah, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali) sekarang memiliki Duta Generasi Berencana (GenRe) yang baru....

Read moreDetails

Book Café Halaman Belakang di Singaraja — Cocok untuk Baca Buku, juga Main Game di Toilet

by Son Lomri
February 6, 2025
0
Book Café Halaman Belakang di Singaraja — Cocok untuk Baca Buku, juga Main Game di Toilet

KALAU Anda sedang berada di daerah Baktiseraga, Kecamatan Buleleng—arah ke Litle Sunhsine Learning Centre, Singaraja—jangan lupa mampir ke Book Cafe...

Read moreDetails

Konten Kreatif Berbahasa Bali Peluang Besar Hasilkan Cuan

by Nyoman Budarsana
February 3, 2025
0
Konten Kreatif Berbahasa Bali Peluang Besar Hasilkan Cuan

ANAK-ANAK muda begitu antusias mengikuti agenda Kriyaloka (Workshop) Produksi Konten Digital Kreatif dan Edukatif antuk Basa, Aksara dan Sastra Bali...

Read moreDetails

Tato Petir dan Perempuan di Sela Konser Lyla Band  |  Cerita Malam Dies Natalis Undiksha

by Son Lomri
January 17, 2025
0
Tato Petir dan Perempuan di Sela Konser Lyla Band  |  Cerita Malam Dies Natalis Undiksha

MALAM puncak Dies Natalis Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja-Bali yang ke-32, Kamis malam, 16 Januari 2025, ditutup dengan penampilan Lyla...

Read moreDetails

Cosu Toori III : Dunia Cosplay, Ruang Fantasi dan Kreatifitas Para Wibu di Bali Utara

by Son Lomri
January 16, 2025
0
Cosu Toori III : Dunia Cosplay, Ruang Fantasi dan Kreatifitas Para Wibu di Bali Utara

PEMINAT dalam permainan kostum (cosplay) tidak pernah berkurang. Hal itu terus bertambah sebagaimana dunia kreatif pada film anime, game dan...

Read moreDetails

Timedoor Academy Singaraja, Tempat Anak-anak Bersenang Ria Belajar “Coding”

by Son Lomri
October 5, 2024
0
Timedoor Academy Singaraja, Tempat Anak-anak Bersenang Ria Belajar “Coding”

Ayah atau Abi, Bunda atau Meme’, tak mesti lagi khawatir atau pusing tujuh keliling jika anak kesayangannya main game terus...

Read moreDetails

Menang atau Kalah, Festival Olahraga Pendidikan 2024 Layak Dirayakan dengan Gembira

by Son Lomri
September 13, 2024
0
Menang atau Kalah, Festival Olahraga Pendidikan 2024 Layak Dirayakan dengan Gembira

DI dalam Gelanggang Olahraga (GOR) Bhuana Patra, Singaraja, supporter bergemuruh sangat kencang. Permainan tradisional megoak-goakan membangkitkan orang-orang untuk berteriak, “Ayo,...

Read moreDetails

Panduan Optimasi SEO Website Bagi Pemula

by tatkala
August 25, 2024
0
Panduan Optimasi SEO Website Bagi Pemula

SEO (Search Engine Optimization) adalah proses mengoptimalkan website agar mendapatkan peringkat lebih tinggi di hasil pencarian mesin pencari seperti Google....

Read moreDetails
Next Post
Terkait Revitalisasi Bahasa Daerah, Pemprov Bali Terima Penghargaan pada Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Nasional

Terkait Revitalisasi Bahasa Daerah, Pemprov Bali Terima Penghargaan pada Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Nasional

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co