3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerita-Cerita Tragis Pengantar Valentine

AjeNg Bali Tour by AjeNg Bali Tour
February 13, 2021
in Esai
Cerita-Cerita Tragis Pengantar Valentine

Salah satu adegan dalam film Romeo and Juliet

Jika ditanya, apakah yang paling universal di dunia ini? Tak lain, tak bukan, pastilah jawabannya cinta. Mengawali Februari yang becek sana-sini romantis ini, hal yang paling ditunggu khususnya oleh muda-mudi adalah waktu dimana cinta dimuliakan, hadiah diberikan. Yap! 14 Februari boleh jadi adalah hari paling keramat bagi setiap pasangan di muka bumi ini.

Bagaimana tidak? Bagi pasangan PDKT, inilah saat yang tepat buat mengungkap cinta. Bagi yang lama pacaran, ini saat paling berat karena harus memutar otak dimanakah mencari tempat aman bermesraan di tengah kebijakan jam malam PSBB atau PPKM atau PKM atau PPKN atau PPPP-PPPP pemerintah lainnya? Sedang bagi jomblowan-jomblowati, inilah waktu membuat video tiktok sekreatif mungkin untuk mengisi luwang hati mereka yang hampa tanpa cinta. Oh, betapa tragis, betapa kasihannya…

Namun tahukah semeton? Setragis-tragisnya pasangan ini, sekasihan-kasihannya jomblowan-jomblowati ini, sesungguhnya ada orang yang lebih naas nasibnya lantaran cinta. Di musim bulan cinta inilah biasanya akan banyak beredar cerita-cerita tentang cinta mulai dari kisah Romeo dan Juliet, Cleopatra dan Mark Antony, Bonnie dan Clyde, Layla dan Majnun, Paris dan Helen, Rada dan Khrisna, Jin dan Jun, dan segala jenis kisah cinta impor lainnya. Padahal kalau mau tragis-tragisan, kurang tragis apa lagi coba negara Indonesia yang dijajah selama 3,5 abad ini? Apalagi di zaman covid seperti sekarang.

Bali sendiri yang dikenal sebagai pulau seribu pura, sebenarnya juga punya seribu cerita tragis semacam ini. Untuk menyeimbangkan cerita lokal-global inilah, mimin persembahkan cerita-cerita asli Bali yang tak kalah tragis sebagai lambang keabadian cinta. Berikut adalah beberapa cerita cinta khas Bali yang membuat semeton sedih berderai air mata.

Jayaprana-Layonsari

Dimulai dari cerita di Bali Utara. Jayaprana-Layonsari adalah cerita yang paling terkenal karena ketragisannya. Kisah ini bermula dari sebuah desa di kerajaan Kalianget yang hancur karena wabah. Bukan wabah covid loo ya… Adalah Jayaprana, seorang anak yang selamat dari bencana. Raja Kalianget begitu iba dengan Jayaprana, maka diangkatlah ia menjadi anak raja. Saat Jayaprana dewasa, ia kemudian dipersilakan oleh raja mencari calon istri. Maka berjumpalah Jayaprana dengan Layonsari. Cinta kemudian tumbuh diantara keduanya.

Ketika Jayaprana dan Layonsari meminta restu kepada Raja, bukannya mendoakan kebahagiaan mereka, eh, Sang Raja malah jatuh cinta pada Layonsari. Seperti sesenggakan baline, I Love Tunang Timpal Panak. Setelah janur kuning melengkung, maka tikunglah! Rajapun menyusun siasat dengan Patih Sawunggaling untuk melenyapkan Jayaprana. Jayaprana dibunuh. Sementara Layonsari yang kehilangan suami tercinta, menolak diperistri Raja. Ia pun bunuh diri menyusul Jayaprana. Melihat hal itu, Raja jadi gila, lalu menghancurkan kerajaannya sendiri dan bunuh diri.

Di sini dapat kita petik hikmahnya, semeton. Saat jadi penguasa janganlah berusaha merampas istri rakyat. Nanti bisa gila dan mati. Lebih baik rampaslah bansos harta rakyat. Itu lebih aman. Karena belum pernah ada cerita penguasa jadi gila dan mati karena merampas harta rakyat.

Sampek Engtay

Cerita Sampek Engtay ini juga tak kalah tragisnya, semeton. Cerita ini adalah kisah dua remaja di sekolah. Sampek adalah vampire yang menyamar jadi manusia pemuda biasa-biasa yang haus akan darah suci perawan ilmu pengetahuan. Sementara Engtay adalah perempuan yang menyamar jadi laki-laki. Penyamaran ini sengaja dilakukan Engtay karena pada zaman itu dikisahkan sekolah hanya untuk kaum laki-laki.

Selama masa sekolah, Sampek dan Engtay menghabiskan waktu bersama. Singkat cerita, Engtay mengungkapkan rahasianya pada Sampek bahwa ia sebenarnya perempuan. Keduanya kemudian menjalani hubungan diam-diam. Hingga tiba suatu saat Engtay dipanggil pulang oleh ayahnya untuk dijodohkan dengan Subandar Macun. Sebagaimana anak remaja umumnya, berita ini tentu membuat syok pasangan ini.

Mereka kemudian menyusun rencana untuk kawin lari. Hari pertemuan ditentukan oleh Engtay dengan sebuah teka-teki dan Sampek harus bisa memecahkannya. Sayangnya, Sampek gagal memecahkan teka-teki Engtay, Hingga akhirnya Sampek jatuh sakit dan mati. Engtay pun menikah dengan Subandar Macun. Di perjalanan menuju rumah Subandar Macun, Engtay melihat kuburan Sampek di tengah jalan. Engtay menangis di makamnya. Makam lalu terbuka dan meloncatlah Engtay ke dalam menyusul Sampek. Mereka menjelma menjadi sepasang kubu-kubu bahagia di udara. Ohh… Sungguh romantisnya kan, Ton?

Dari cerita tersebut begitu banyak nilai-nilai adiluhung yang bisa kita petik. Salah satunya, kita bisa tahu bahwa bukan lidah yang lebih tajam dari pisau, tapi teka-teki! Buat kaum hawa yang merasa cowoknya bodoh tak sensitif, jangan coba-coba main tebak-tebakan. Ntar doi sakit hati… Ditinggal.. Mau? Sedang buat pasangan yang baru menikah, hati-hatilah memilih tempat bulan madu. Rasional dikitlah.. masa jalan-jalan ke kuburan? Sewa hotel atau villa kek… Mumpung hotel dan villa hari ini sedang banting harga.

Kado Kematian untuk Pacarmu

Last but not least, yang terakhir ini bukan cuma cerita, Ton. Tapi buku kumpulan cerita karya pemuda asli Bali bernama Wayan Agus Wiratama. Ini yang paling naas… Selain bukunya tak laku, di dalamnya berisi banyak cerita tentang kisah derita cinta segala usia. Lebih naas lagi karena hampir semua berlatar kematian. Ada kisah lelaki yang memergoki mantannya makan sate di pantai bersama pacar barunya lalu dibunuh. Ada kisah seorang ayah yang mati dikeroyok masa karena kedapatan selingkuh dengan istri tetangga. Ada kisah kematian perempuan karena disangka pelacur. Dan lain sebagainya. Pokoknya semua kisah berkisar seputar cinta dan mati yang dibedah dengan berbagai macam perspektif ilmu. Mulai dari ilmu sastra sampai filsafat, dari ilmu kemanusiaan sampai kebinatangan. Komplit!

Buku ini cocok buat semeton-semeton yang masih kebingungan memilih kado yang tepat di hari valentine. Bagi yang baru pacaran, buku ini bisa jadi tanda warning-warning buat selalu serius dalam menjalani hubungan kalian. Sedang bagi yang baru putus, buku ini bisa jadi hadiah terakhir kepada mantan biar dia tahu begitu sakitnya hati ini melihatmu makan sate dengan pacar baru… huuuuu… T_T

Nah.. Demikianlah semeton yang berbahagia dan yang masih sendirian di bulan cinta ini. Sebenarnya masih banyak lagi cerita cinta tak kalah tragis dan menggetarkan yang dimiliki Bali. Nanti mimin sambung lagi pada valentine-valentine yang akan datang. Kanggoang bedik-bedik gen. Sing dadi liu-liu, batuk nyanan. Rahajeng Valentine.

Salam AjeNg Bali!

Tags: cerita cintacerita remajaHari ValentineJayaprana dan LayonsariRomeo dan Juliet
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Kama Sutra” Sebagai Kompendium Erotika Timur

Next Post

Menulis, Menjaga Kelestarian Otak Kita

AjeNg Bali Tour

AjeNg Bali Tour

Penyedia jasa tour & travel narasi Bali alternatif

Related Posts

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails
Next Post
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Menulis, Menjaga Kelestarian Otak Kita

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co