2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Saatnya Inggris Juara Sekarang, Kapan Lagi?

dr. Ketut Suantara by dr. Ketut Suantara
December 5, 2022
in Esai
Saatnya Inggris Juara Sekarang, Kapan Lagi?

Tim Inggris | Foto Google

“Negeri ini tak pernah kekurangan bakat-bakat istimewa, saya tak mengerti apa yang salah denggan timnas Inggris, saya lelah menjagokan tim ini.”

Begitu keluh kesah sang legenda Pele saat diwawancarai tentang peluang Tim Tiga Singa di ajang Piala Dunia. Selalu menjadi unggulan di setiap gelaran piala dunia yang dikuti, telah bergonti-ganti pelatih, bahkan mendatangkan pelatih dari luar Inggris, tapi tetap saja hasil yang diperoleh jauh dari harapan semua yang mendukung tim ini.

Andai saja sejak awal digelar piala dunia ini diadakan survei kecil tentang tim yang dijagokan akan memenangi piala dunia kali ini. Rasanya ada tiga  yang menjadi pilihan sang narasumber. Pertama pastilah negara asalnya, yang kedua biasanya Argentina (ini cukup mengherankan, di atas Brazil, Argentina selalu punya pendukung khusus di seluruh dunia), yang ketiga saya harap adalah jagoan  saya  tim Inggris.

Sebagai pemilik liga paling mewah dan kompetitif di kolong langit, pasti banyak yang berharap tim yang diperkuat pemain terbaik Liga Inggris ber-KTP Inggris ini akan mengangkat tropi Piala Dunia di ujung turnamen.

Minggu malam saya menyetel weker pukul 2 lewat 45 menit. Laga sendiri akan dimulai tepat jam 3 pagi. Saya tak ingin melewatkan sedetik pun aksi tim jagoan saya ini.

Bisa saya ceritakan sedikit, saya tidur jam 3 pagi sehabis menyaksikan laga perempat final lainnya yang melibatkan calon lawan Inggris di babak 8 besar nanti. Juara bertahan Perancis melumat tim Polandia yang diperkuat Robert Lewandowski dengan skor telak 3-1.

Sepanjang laga pikiran saya dipenuhi kekhawatiran bagaimana nantinya Inggris bisa meredam kecepatan Kylian Mbappe dan kecerdasan Antoine Griezmann  mengoyak pertahan Polandia. Terlihat memang dua pemain ini yang paling menonjol dalam laga malam itu.

Kembali ke laga Inggris lawan wakil Afrika Senegal, alam semestinya berpihak pada saya. Pertandingan dikendalikan oleh tim tiga Singa. Lini tengah sebagai jantung permainan dikendalikan trio Jude Bellingham, Declan Rice dan Jordan Hendersson.

Kedua sayap, Bakayo Saka dan Phil Fodden leluasa naik turun menggempur pertahanan lawan karena kuatnya lini tengah yang digalang trio tadi. Satu-satunya sisi minus tim Inggris saat bertanding senin pagi tadi  adalah sektor bek kanan yang ditempati oleh pemain Manchester City, Kyle Walker.

Walker yang lama tak bermain di klub karena cedera terlihat keteteran mengawal Ismail Saar, bahkan mesti dihukum kartu kuning karena kalah beradu sprint dan harus melanggar sang striker Senegal itu. Laga berakhir dengan keunggulan mutlak Inggris, secara skor telak 3-0, penguasaan bola maupun peluang gol, mereka jauh mengalahkan sang lawan.

Laga Senin pagi ini mengingatkan saya pada laga terbaik yang pernah diperlihatkan timnas Inggris sepanjang ingatan saya. Laga melawan Jerman di kualifikasi Piala Dunia 2002 yang berlangsung di kandang Jerman kota Muenchen berakhir dengan hasil mencolok, 5 untuk Inggris dan 1 untuk tuan rumah Jerman.

Sang bintang Michael Owen terpekik gembira,”Ya, Tuhan, kami menghancurkan Jerman, di halaman belakang rumah mereka sendiri.”

Senin pagi tadi saya seakan dilemparkan  pada kenangan laga 21 tahun yang lalu itu. Saat itu timnas Inggris masih diperkuat generasi emasnya, antara lain David Beckham, Steven Gerrard, Paul Scholes dan yang lainnya. Generasi emas yang sayangnya tak meraih tropi mayor satupun.

Timnas Perancis, sang lawan di babak perempat final nanti saya lihat tak seperti Perancis 4 tahun yang lalu. Kehilangan duet Paul Pogba dan Ngolo Kante di tengah membuat mereka tak terlalu bisa mendominasi laga. Kekuatan bergeser ke sisi kiri yang ditempati oleh Mbappe dibantu bek kiri Theo Fernandez yang dengan lihai membuat kombinasi cepat di sisi kanan permainan lawan.

Striker andalan Antonie Grezmann yang 4 tahun lalu jadi predator utama, kini beralih fungsi menjadi play maker, berkelana di sepertiga pertahanan lawan, membuat bingung lawan, dan membuka celah bagi pemain-pemain lain untuk mencari posisi di daerah penalti lawan.

Oliver Giroud sang penyerang lawas seakan punya banyak pelayan yang memanjakannya dengan umpan umpan matang yang tinggal diceploskan ke gawang lawan. Benar-benar tim yang berbahaya buat lawan manapun, tak terkecuali Inggris.Pertahanan Perancis tak terlalu istimewa, Rapahel Varane sudah melewati masa kejayaannya, tinggal Dayot Upamecano yang terlihat laksana karang,dan susah untuk dilewati.

Yang bisa dilakukan Inggis untuk meredam permainan Perancis menurur saya, sang pelatih Gareth Southgate mesti menjilat ludah sendiri. Melupakan format 4 bek sejajar yang agresif, menjadi 3 bek yang lebih tangguh saat bertahan, dengan sedikit mengurangi agresifitas di sisi sayap. Tak terbayang seandainya tetap dengan format pada pertandingan Senin tadi pagi, Kyle Walker yang baru pulih, akan sering dikacangin oleh Kylian Mbappe di sisi kanan pertahan Inggris.

Untuk lini tengah, trio Inggrtis saya yakin bisa ungguli lini tengah Perancis yang diperkuat Rabbiot dan Tchouameni. Tiga bek sejajar, duo Stones dan Maguire pasti tak tergantikan, tinggal melengkapi lagi satu bisa tetap Kyle Walker atau ganti bek lain. Sayap kanan dan kiri diisi Luke Shaw dan Kieran Trappier yang akan membantu dua sisi dari terjangan sayap sayap ganas Perancis.

Untuk sektor penyerangan saya tak bisa membayangkan pilihan yang diambil Southgate dengan melimpahnya stok pemain di sektor itu. Tapi saya pribadi ingin agar dia memainkan Markus Rashford yang sedang on fire, ketimbang  Phil Fodden yang lebih stylist. Karena secara fisik saya lihat Rashford lebih bisa meneror Varane, cukup Bakayo Saka di kanan yang mengandalkan kecepatan dan kelincahan, untuk alterenatif lain sumber serangan.

Dalam sejarah pertemuan di turnamen resmi tak sering mereka bertemu, kebanyakan ditandai Perancis maju ke babak lebih jauh, Inggris terseok di babak awal, lebih banyak begitu seingat saya. Pertemuann terakhir yang saya ingat saat turnamen pemanasan jelang Piala Dunia 1998, tourni de france, yang dikuti oleh  4 tim saja yaitu Brazil, Inggris, Italia dan tuan rumah Perancis.

Saat itu Inggris mengalahkan Perancis 1-0, Italia 2-1 , kalah dari Brazil namun tetap berhak menyandang gelar juara turnamen pemanasan itu. Namun sialnya pada turnamen sesunggguhnya, justru Perancis melaju sebagia juara, sedangkan Inggris terhenti di babak 16 besar oleh tim Argentina.

Laga perempat final nanti pasti akan berlangsung seru. Inggris memegang kendali dengan adanya trio lini tenah andalan itu. Namun Perancis akan lebih berbahaya saat mereka sedang memegang bola , mengandalkan kecepatan Mbappe dan kecerdasan Griezmann. Hasil bisa ditentukan dengan adanya sedikit keajaiban, dan kesalahan kecil yang bisa dimanfaatkan oleh pihak lawan.

Ada kemungkinan laga berlangsung imbang, dan dilanjutkan dengan adu tendangan pinalti. Dan untuk pertama kalinya saya berani jagokan Inggis untuk adu pinalti. Kiper Jordan Pickford telah teruji, dan sering gagalkan penati. Ingat final euro terakhir, dia bisa menggagalkan dua penalti pemain Italia. Inggris kalah karena yang lebih banyak pemain mereka yang gagal ceploskan bola.

Saya sepenuhnya mendukung dan berharap Inggis melaju ke babak berikutnya. Tim Juara Spanyol saya kira adalah lawan selanjutnya, dan bila bisa melewati hadangan tim   matador, tim  Tango yang diperkuat Lionel Messi (untuk terakhir kali edisi Piala Dunia) akan menjadi lawan di partai final. Dan siapapun yang menang di antara kedua tim ini, bisa dipastikan kantong saya akan bertambah tebal. Karena saya pegang kedua tim ini pada arisan piala dunia yang kami adakan bersama teman sesame dokter.

Harapan terbesar tetaplah pada tim tiga singa, karena selain merupakan jagoan saya selama hampir 3 dekade, kalau mereka menang, jatah yang saya dapat hampir 6 kali lipat dibanding kalau juaranya Argentina . Karena seperti biasa dari semua penggila bola sahabat saya, hanya saya yang selalu pegang Inggris, dan selalu akan begitu, hingga akhir waktu, belum bosan seperti Pele. [T]

De Javu dalam Saga Seru Piala Dunia Qatar: Kejutan dan Kesedihan yang Berulang
Nonton Bareng Piala Dunia, Melintas Dari Zaman ke Zaman
Piala Dunia Afrika Selatan 2010: Saat Musik dan Sepakbola Bersatu
Tags: InggrisLiga InggrisolahragaPiala Duniasepakbolaulasan sepakbola
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Selain Tuhan Tak Ada yang Lebih Hebat Dari Manusia

Next Post

Quino Big Mountain Siap Sapa Penggemar dalam Mini Konser Reggae di Pantai Segara Sanur

dr. Ketut Suantara

dr. Ketut Suantara

Dokter. Lahir di Tista, Busungbiu, Buleleng. Kini bertugas di Puskesmas Busungbiu 2 dan buka praktek di Desa Dapdaputih, Busungbiu

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Quino Big Mountain Siap Sapa Penggemar dalam Mini Konser Reggae di Pantai Segara Sanur

Quino Big Mountain Siap Sapa Penggemar dalam Mini Konser Reggae di Pantai Segara Sanur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co