2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Saatnya Inggris Juara Sekarang, Kapan Lagi?

dr. Ketut Suantara by dr. Ketut Suantara
December 5, 2022
in Esai
Saatnya Inggris Juara Sekarang, Kapan Lagi?

Tim Inggris | Foto Google

“Negeri ini tak pernah kekurangan bakat-bakat istimewa, saya tak mengerti apa yang salah denggan timnas Inggris, saya lelah menjagokan tim ini.”

Begitu keluh kesah sang legenda Pele saat diwawancarai tentang peluang Tim Tiga Singa di ajang Piala Dunia. Selalu menjadi unggulan di setiap gelaran piala dunia yang dikuti, telah bergonti-ganti pelatih, bahkan mendatangkan pelatih dari luar Inggris, tapi tetap saja hasil yang diperoleh jauh dari harapan semua yang mendukung tim ini.

Andai saja sejak awal digelar piala dunia ini diadakan survei kecil tentang tim yang dijagokan akan memenangi piala dunia kali ini. Rasanya ada tiga  yang menjadi pilihan sang narasumber. Pertama pastilah negara asalnya, yang kedua biasanya Argentina (ini cukup mengherankan, di atas Brazil, Argentina selalu punya pendukung khusus di seluruh dunia), yang ketiga saya harap adalah jagoan  saya  tim Inggris.

Sebagai pemilik liga paling mewah dan kompetitif di kolong langit, pasti banyak yang berharap tim yang diperkuat pemain terbaik Liga Inggris ber-KTP Inggris ini akan mengangkat tropi Piala Dunia di ujung turnamen.

Minggu malam saya menyetel weker pukul 2 lewat 45 menit. Laga sendiri akan dimulai tepat jam 3 pagi. Saya tak ingin melewatkan sedetik pun aksi tim jagoan saya ini.

Bisa saya ceritakan sedikit, saya tidur jam 3 pagi sehabis menyaksikan laga perempat final lainnya yang melibatkan calon lawan Inggris di babak 8 besar nanti. Juara bertahan Perancis melumat tim Polandia yang diperkuat Robert Lewandowski dengan skor telak 3-1.

Sepanjang laga pikiran saya dipenuhi kekhawatiran bagaimana nantinya Inggris bisa meredam kecepatan Kylian Mbappe dan kecerdasan Antoine Griezmann  mengoyak pertahan Polandia. Terlihat memang dua pemain ini yang paling menonjol dalam laga malam itu.

Kembali ke laga Inggris lawan wakil Afrika Senegal, alam semestinya berpihak pada saya. Pertandingan dikendalikan oleh tim tiga Singa. Lini tengah sebagai jantung permainan dikendalikan trio Jude Bellingham, Declan Rice dan Jordan Hendersson.

Kedua sayap, Bakayo Saka dan Phil Fodden leluasa naik turun menggempur pertahanan lawan karena kuatnya lini tengah yang digalang trio tadi. Satu-satunya sisi minus tim Inggris saat bertanding senin pagi tadi  adalah sektor bek kanan yang ditempati oleh pemain Manchester City, Kyle Walker.

Walker yang lama tak bermain di klub karena cedera terlihat keteteran mengawal Ismail Saar, bahkan mesti dihukum kartu kuning karena kalah beradu sprint dan harus melanggar sang striker Senegal itu. Laga berakhir dengan keunggulan mutlak Inggris, secara skor telak 3-0, penguasaan bola maupun peluang gol, mereka jauh mengalahkan sang lawan.

Laga Senin pagi ini mengingatkan saya pada laga terbaik yang pernah diperlihatkan timnas Inggris sepanjang ingatan saya. Laga melawan Jerman di kualifikasi Piala Dunia 2002 yang berlangsung di kandang Jerman kota Muenchen berakhir dengan hasil mencolok, 5 untuk Inggris dan 1 untuk tuan rumah Jerman.

Sang bintang Michael Owen terpekik gembira,”Ya, Tuhan, kami menghancurkan Jerman, di halaman belakang rumah mereka sendiri.”

Senin pagi tadi saya seakan dilemparkan  pada kenangan laga 21 tahun yang lalu itu. Saat itu timnas Inggris masih diperkuat generasi emasnya, antara lain David Beckham, Steven Gerrard, Paul Scholes dan yang lainnya. Generasi emas yang sayangnya tak meraih tropi mayor satupun.

Timnas Perancis, sang lawan di babak perempat final nanti saya lihat tak seperti Perancis 4 tahun yang lalu. Kehilangan duet Paul Pogba dan Ngolo Kante di tengah membuat mereka tak terlalu bisa mendominasi laga. Kekuatan bergeser ke sisi kiri yang ditempati oleh Mbappe dibantu bek kiri Theo Fernandez yang dengan lihai membuat kombinasi cepat di sisi kanan permainan lawan.

Striker andalan Antonie Grezmann yang 4 tahun lalu jadi predator utama, kini beralih fungsi menjadi play maker, berkelana di sepertiga pertahanan lawan, membuat bingung lawan, dan membuka celah bagi pemain-pemain lain untuk mencari posisi di daerah penalti lawan.

Oliver Giroud sang penyerang lawas seakan punya banyak pelayan yang memanjakannya dengan umpan umpan matang yang tinggal diceploskan ke gawang lawan. Benar-benar tim yang berbahaya buat lawan manapun, tak terkecuali Inggris.Pertahanan Perancis tak terlalu istimewa, Rapahel Varane sudah melewati masa kejayaannya, tinggal Dayot Upamecano yang terlihat laksana karang,dan susah untuk dilewati.

Yang bisa dilakukan Inggis untuk meredam permainan Perancis menurur saya, sang pelatih Gareth Southgate mesti menjilat ludah sendiri. Melupakan format 4 bek sejajar yang agresif, menjadi 3 bek yang lebih tangguh saat bertahan, dengan sedikit mengurangi agresifitas di sisi sayap. Tak terbayang seandainya tetap dengan format pada pertandingan Senin tadi pagi, Kyle Walker yang baru pulih, akan sering dikacangin oleh Kylian Mbappe di sisi kanan pertahan Inggris.

Untuk lini tengah, trio Inggrtis saya yakin bisa ungguli lini tengah Perancis yang diperkuat Rabbiot dan Tchouameni. Tiga bek sejajar, duo Stones dan Maguire pasti tak tergantikan, tinggal melengkapi lagi satu bisa tetap Kyle Walker atau ganti bek lain. Sayap kanan dan kiri diisi Luke Shaw dan Kieran Trappier yang akan membantu dua sisi dari terjangan sayap sayap ganas Perancis.

Untuk sektor penyerangan saya tak bisa membayangkan pilihan yang diambil Southgate dengan melimpahnya stok pemain di sektor itu. Tapi saya pribadi ingin agar dia memainkan Markus Rashford yang sedang on fire, ketimbang  Phil Fodden yang lebih stylist. Karena secara fisik saya lihat Rashford lebih bisa meneror Varane, cukup Bakayo Saka di kanan yang mengandalkan kecepatan dan kelincahan, untuk alterenatif lain sumber serangan.

Dalam sejarah pertemuan di turnamen resmi tak sering mereka bertemu, kebanyakan ditandai Perancis maju ke babak lebih jauh, Inggris terseok di babak awal, lebih banyak begitu seingat saya. Pertemuann terakhir yang saya ingat saat turnamen pemanasan jelang Piala Dunia 1998, tourni de france, yang dikuti oleh  4 tim saja yaitu Brazil, Inggris, Italia dan tuan rumah Perancis.

Saat itu Inggris mengalahkan Perancis 1-0, Italia 2-1 , kalah dari Brazil namun tetap berhak menyandang gelar juara turnamen pemanasan itu. Namun sialnya pada turnamen sesunggguhnya, justru Perancis melaju sebagia juara, sedangkan Inggris terhenti di babak 16 besar oleh tim Argentina.

Laga perempat final nanti pasti akan berlangsung seru. Inggris memegang kendali dengan adanya trio lini tenah andalan itu. Namun Perancis akan lebih berbahaya saat mereka sedang memegang bola , mengandalkan kecepatan Mbappe dan kecerdasan Griezmann. Hasil bisa ditentukan dengan adanya sedikit keajaiban, dan kesalahan kecil yang bisa dimanfaatkan oleh pihak lawan.

Ada kemungkinan laga berlangsung imbang, dan dilanjutkan dengan adu tendangan pinalti. Dan untuk pertama kalinya saya berani jagokan Inggis untuk adu pinalti. Kiper Jordan Pickford telah teruji, dan sering gagalkan penati. Ingat final euro terakhir, dia bisa menggagalkan dua penalti pemain Italia. Inggris kalah karena yang lebih banyak pemain mereka yang gagal ceploskan bola.

Saya sepenuhnya mendukung dan berharap Inggis melaju ke babak berikutnya. Tim Juara Spanyol saya kira adalah lawan selanjutnya, dan bila bisa melewati hadangan tim   matador, tim  Tango yang diperkuat Lionel Messi (untuk terakhir kali edisi Piala Dunia) akan menjadi lawan di partai final. Dan siapapun yang menang di antara kedua tim ini, bisa dipastikan kantong saya akan bertambah tebal. Karena saya pegang kedua tim ini pada arisan piala dunia yang kami adakan bersama teman sesame dokter.

Harapan terbesar tetaplah pada tim tiga singa, karena selain merupakan jagoan saya selama hampir 3 dekade, kalau mereka menang, jatah yang saya dapat hampir 6 kali lipat dibanding kalau juaranya Argentina . Karena seperti biasa dari semua penggila bola sahabat saya, hanya saya yang selalu pegang Inggris, dan selalu akan begitu, hingga akhir waktu, belum bosan seperti Pele. [T]

De Javu dalam Saga Seru Piala Dunia Qatar: Kejutan dan Kesedihan yang Berulang
Nonton Bareng Piala Dunia, Melintas Dari Zaman ke Zaman
Piala Dunia Afrika Selatan 2010: Saat Musik dan Sepakbola Bersatu
Tags: InggrisLiga InggrisolahragaPiala Duniasepakbolaulasan sepakbola
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Selain Tuhan Tak Ada yang Lebih Hebat Dari Manusia

Next Post

Quino Big Mountain Siap Sapa Penggemar dalam Mini Konser Reggae di Pantai Segara Sanur

dr. Ketut Suantara

dr. Ketut Suantara

Dokter. Lahir di Tista, Busungbiu, Buleleng. Kini bertugas di Puskesmas Busungbiu 2 dan buka praktek di Desa Dapdaputih, Busungbiu

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Quino Big Mountain Siap Sapa Penggemar dalam Mini Konser Reggae di Pantai Segara Sanur

Quino Big Mountain Siap Sapa Penggemar dalam Mini Konser Reggae di Pantai Segara Sanur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co