23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Saatnya Inggris Juara Sekarang, Kapan Lagi?

dr. Ketut Suantara by dr. Ketut Suantara
December 5, 2022
in Esai
Saatnya Inggris Juara Sekarang, Kapan Lagi?

Tim Inggris | Foto Google

“Negeri ini tak pernah kekurangan bakat-bakat istimewa, saya tak mengerti apa yang salah denggan timnas Inggris, saya lelah menjagokan tim ini.”

Begitu keluh kesah sang legenda Pele saat diwawancarai tentang peluang Tim Tiga Singa di ajang Piala Dunia. Selalu menjadi unggulan di setiap gelaran piala dunia yang dikuti, telah bergonti-ganti pelatih, bahkan mendatangkan pelatih dari luar Inggris, tapi tetap saja hasil yang diperoleh jauh dari harapan semua yang mendukung tim ini.

Andai saja sejak awal digelar piala dunia ini diadakan survei kecil tentang tim yang dijagokan akan memenangi piala dunia kali ini. Rasanya ada tiga  yang menjadi pilihan sang narasumber. Pertama pastilah negara asalnya, yang kedua biasanya Argentina (ini cukup mengherankan, di atas Brazil, Argentina selalu punya pendukung khusus di seluruh dunia), yang ketiga saya harap adalah jagoan  saya  tim Inggris.

Sebagai pemilik liga paling mewah dan kompetitif di kolong langit, pasti banyak yang berharap tim yang diperkuat pemain terbaik Liga Inggris ber-KTP Inggris ini akan mengangkat tropi Piala Dunia di ujung turnamen.

Minggu malam saya menyetel weker pukul 2 lewat 45 menit. Laga sendiri akan dimulai tepat jam 3 pagi. Saya tak ingin melewatkan sedetik pun aksi tim jagoan saya ini.

Bisa saya ceritakan sedikit, saya tidur jam 3 pagi sehabis menyaksikan laga perempat final lainnya yang melibatkan calon lawan Inggris di babak 8 besar nanti. Juara bertahan Perancis melumat tim Polandia yang diperkuat Robert Lewandowski dengan skor telak 3-1.

Sepanjang laga pikiran saya dipenuhi kekhawatiran bagaimana nantinya Inggris bisa meredam kecepatan Kylian Mbappe dan kecerdasan Antoine Griezmann  mengoyak pertahan Polandia. Terlihat memang dua pemain ini yang paling menonjol dalam laga malam itu.

Kembali ke laga Inggris lawan wakil Afrika Senegal, alam semestinya berpihak pada saya. Pertandingan dikendalikan oleh tim tiga Singa. Lini tengah sebagai jantung permainan dikendalikan trio Jude Bellingham, Declan Rice dan Jordan Hendersson.

Kedua sayap, Bakayo Saka dan Phil Fodden leluasa naik turun menggempur pertahanan lawan karena kuatnya lini tengah yang digalang trio tadi. Satu-satunya sisi minus tim Inggris saat bertanding senin pagi tadi  adalah sektor bek kanan yang ditempati oleh pemain Manchester City, Kyle Walker.

Walker yang lama tak bermain di klub karena cedera terlihat keteteran mengawal Ismail Saar, bahkan mesti dihukum kartu kuning karena kalah beradu sprint dan harus melanggar sang striker Senegal itu. Laga berakhir dengan keunggulan mutlak Inggris, secara skor telak 3-0, penguasaan bola maupun peluang gol, mereka jauh mengalahkan sang lawan.

Laga Senin pagi ini mengingatkan saya pada laga terbaik yang pernah diperlihatkan timnas Inggris sepanjang ingatan saya. Laga melawan Jerman di kualifikasi Piala Dunia 2002 yang berlangsung di kandang Jerman kota Muenchen berakhir dengan hasil mencolok, 5 untuk Inggris dan 1 untuk tuan rumah Jerman.

Sang bintang Michael Owen terpekik gembira,”Ya, Tuhan, kami menghancurkan Jerman, di halaman belakang rumah mereka sendiri.”

Senin pagi tadi saya seakan dilemparkan  pada kenangan laga 21 tahun yang lalu itu. Saat itu timnas Inggris masih diperkuat generasi emasnya, antara lain David Beckham, Steven Gerrard, Paul Scholes dan yang lainnya. Generasi emas yang sayangnya tak meraih tropi mayor satupun.

Timnas Perancis, sang lawan di babak perempat final nanti saya lihat tak seperti Perancis 4 tahun yang lalu. Kehilangan duet Paul Pogba dan Ngolo Kante di tengah membuat mereka tak terlalu bisa mendominasi laga. Kekuatan bergeser ke sisi kiri yang ditempati oleh Mbappe dibantu bek kiri Theo Fernandez yang dengan lihai membuat kombinasi cepat di sisi kanan permainan lawan.

Striker andalan Antonie Grezmann yang 4 tahun lalu jadi predator utama, kini beralih fungsi menjadi play maker, berkelana di sepertiga pertahanan lawan, membuat bingung lawan, dan membuka celah bagi pemain-pemain lain untuk mencari posisi di daerah penalti lawan.

Oliver Giroud sang penyerang lawas seakan punya banyak pelayan yang memanjakannya dengan umpan umpan matang yang tinggal diceploskan ke gawang lawan. Benar-benar tim yang berbahaya buat lawan manapun, tak terkecuali Inggris.Pertahanan Perancis tak terlalu istimewa, Rapahel Varane sudah melewati masa kejayaannya, tinggal Dayot Upamecano yang terlihat laksana karang,dan susah untuk dilewati.

Yang bisa dilakukan Inggis untuk meredam permainan Perancis menurur saya, sang pelatih Gareth Southgate mesti menjilat ludah sendiri. Melupakan format 4 bek sejajar yang agresif, menjadi 3 bek yang lebih tangguh saat bertahan, dengan sedikit mengurangi agresifitas di sisi sayap. Tak terbayang seandainya tetap dengan format pada pertandingan Senin tadi pagi, Kyle Walker yang baru pulih, akan sering dikacangin oleh Kylian Mbappe di sisi kanan pertahan Inggris.

Untuk lini tengah, trio Inggrtis saya yakin bisa ungguli lini tengah Perancis yang diperkuat Rabbiot dan Tchouameni. Tiga bek sejajar, duo Stones dan Maguire pasti tak tergantikan, tinggal melengkapi lagi satu bisa tetap Kyle Walker atau ganti bek lain. Sayap kanan dan kiri diisi Luke Shaw dan Kieran Trappier yang akan membantu dua sisi dari terjangan sayap sayap ganas Perancis.

Untuk sektor penyerangan saya tak bisa membayangkan pilihan yang diambil Southgate dengan melimpahnya stok pemain di sektor itu. Tapi saya pribadi ingin agar dia memainkan Markus Rashford yang sedang on fire, ketimbang  Phil Fodden yang lebih stylist. Karena secara fisik saya lihat Rashford lebih bisa meneror Varane, cukup Bakayo Saka di kanan yang mengandalkan kecepatan dan kelincahan, untuk alterenatif lain sumber serangan.

Dalam sejarah pertemuan di turnamen resmi tak sering mereka bertemu, kebanyakan ditandai Perancis maju ke babak lebih jauh, Inggris terseok di babak awal, lebih banyak begitu seingat saya. Pertemuann terakhir yang saya ingat saat turnamen pemanasan jelang Piala Dunia 1998, tourni de france, yang dikuti oleh  4 tim saja yaitu Brazil, Inggris, Italia dan tuan rumah Perancis.

Saat itu Inggris mengalahkan Perancis 1-0, Italia 2-1 , kalah dari Brazil namun tetap berhak menyandang gelar juara turnamen pemanasan itu. Namun sialnya pada turnamen sesunggguhnya, justru Perancis melaju sebagia juara, sedangkan Inggris terhenti di babak 16 besar oleh tim Argentina.

Laga perempat final nanti pasti akan berlangsung seru. Inggris memegang kendali dengan adanya trio lini tenah andalan itu. Namun Perancis akan lebih berbahaya saat mereka sedang memegang bola , mengandalkan kecepatan Mbappe dan kecerdasan Griezmann. Hasil bisa ditentukan dengan adanya sedikit keajaiban, dan kesalahan kecil yang bisa dimanfaatkan oleh pihak lawan.

Ada kemungkinan laga berlangsung imbang, dan dilanjutkan dengan adu tendangan pinalti. Dan untuk pertama kalinya saya berani jagokan Inggis untuk adu pinalti. Kiper Jordan Pickford telah teruji, dan sering gagalkan penati. Ingat final euro terakhir, dia bisa menggagalkan dua penalti pemain Italia. Inggris kalah karena yang lebih banyak pemain mereka yang gagal ceploskan bola.

Saya sepenuhnya mendukung dan berharap Inggis melaju ke babak berikutnya. Tim Juara Spanyol saya kira adalah lawan selanjutnya, dan bila bisa melewati hadangan tim   matador, tim  Tango yang diperkuat Lionel Messi (untuk terakhir kali edisi Piala Dunia) akan menjadi lawan di partai final. Dan siapapun yang menang di antara kedua tim ini, bisa dipastikan kantong saya akan bertambah tebal. Karena saya pegang kedua tim ini pada arisan piala dunia yang kami adakan bersama teman sesame dokter.

Harapan terbesar tetaplah pada tim tiga singa, karena selain merupakan jagoan saya selama hampir 3 dekade, kalau mereka menang, jatah yang saya dapat hampir 6 kali lipat dibanding kalau juaranya Argentina . Karena seperti biasa dari semua penggila bola sahabat saya, hanya saya yang selalu pegang Inggris, dan selalu akan begitu, hingga akhir waktu, belum bosan seperti Pele. [T]

De Javu dalam Saga Seru Piala Dunia Qatar: Kejutan dan Kesedihan yang Berulang
Nonton Bareng Piala Dunia, Melintas Dari Zaman ke Zaman
Piala Dunia Afrika Selatan 2010: Saat Musik dan Sepakbola Bersatu
Tags: InggrisLiga InggrisolahragaPiala Duniasepakbolaulasan sepakbola
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Selain Tuhan Tak Ada yang Lebih Hebat Dari Manusia

Next Post

Quino Big Mountain Siap Sapa Penggemar dalam Mini Konser Reggae di Pantai Segara Sanur

dr. Ketut Suantara

dr. Ketut Suantara

Dokter. Lahir di Tista, Busungbiu, Buleleng. Kini bertugas di Puskesmas Busungbiu 2 dan buka praktek di Desa Dapdaputih, Busungbiu

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Quino Big Mountain Siap Sapa Penggemar dalam Mini Konser Reggae di Pantai Segara Sanur

Quino Big Mountain Siap Sapa Penggemar dalam Mini Konser Reggae di Pantai Segara Sanur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co