17 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pandemi, Makna dan Kekuatan Cinta Kasih

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
August 5, 2022
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

Pandemi Covid 19 yang meluluhlantakkan dunia mengajarkan kita tentang banyak hal, terutama tentang makna cinta kasih.

Semua tahu, semua merasakan, Indonesia juga terkena dampak pandemi sejak awal 2020. Semua sendi kehidupan terdampak,  baik ekonomi, sosial, juga tentu saja kesehatan.  Saat wabah Covid 19, di masyarakat muncul kepanikan. Pemerintah dengan aparatnya sibuk.  Tenaga, pikiran dan waktu para petugas dan aparat pemerntahan terkuras untuk penangulangan masalah pandemi, dan masyarakat juga dituntut untuk ikut peduli.

Banyak kemudian organisasi masyarakat yang mulai perduli akan kondisi ini dengan melakukan berbagai macam kegiatan sosial, termasuk saya yang memang aktif di organisasi kemasyarakat. Saya  ikut turun peduli dengan kondisi yang terjadi saat pandemi, salah satunya dengan membentuk relawan Fogging.

Relawan Fogging? Ya. Karena saat bersamaan kasus demam berdarah (DB) di Buleleng sangat tinggi-tingginya, bahkan sampai dikatakan Buleleng termasuk 5 kota di Indonesia dengan jumlah penderita DB tertinggi.

Naluri kemanusiaan saya terpanggil untuk membentuk Relawan Fogging. Apalagi  saat pandemi pemerintah mencurahkan konsentrasi pada masalah pandemi Covid 19, sehingga pemerintah juga harus dibantu untuk mengatasi DB yang saat itu juga menghantui masyarakat. Maka turunlah Relawan Fogging ke wilayah-wilayah terdampak DB.

Selain melakukan fogging, relawan tetap juga peduli terhadap masyarakat yang terkena dampak pandemi, salah satunya dengan turun kontinu mengadakan Bakti Sosial Kesehatan (Baksoskes) Peduli Covid 19, ke desa-desa untuk memberikan pengobatan gratis serta pemberian sembako ke masyarakat yang terdampak sekaligus memberikan edukasi ke masyarakat tentang Covid 19.

Edukasi diberikan karena sebagian masyarakat masih sangat awam akan penyakit baru itu, dan wajar kalau masyarakat sangat khawatir, takut dan sangat cemas ketika mendengar kata Covid 19. Apalagi  ditambah pemberitaan media yang kadang dipenuhi berita menyeramkan tentang Covid 19.

Penyuluhan atau edukasi sangat dibutuhkan memang.  Maka itu, setiap turun bertemu masyarakat saya membawa pesan-pesan agar masyarakat tidak terlalu cemas, khawatir dan takut dalam menyikapi kondisi pandemi itu.

Begitu seringnya saya dan tim turun, sampai ada sahabat saya bertanya, “Apa Dokter tidak takut kena Covid19?”

Saya jawab tidak ada orang yang berani sakit, tapi banyak yang berani mati banyak. Saya jelas takut sakit. Turunnya saya ke tengah masyarakat dalam kondisi pandemi hanya karena rasa terpanggil untuk ikut peduli dengan kondisi yang dihadapi masyarakat di kala pandemi.

Untuk hal ini saya terinspirasi dari seorang pekerja sosial Bunda Theresa dari Kalkuta. Ia selalu merawat orang sakit kusta tanpa APD yang memadai. Di tengah kondisi yang cukup memprihatinkan, Bunda Theresa tetap membersihkan dan merawat pasien kusta. Padahal semua orang tahu penyakit itu sangat menular, tapi ternyata Bunda Theresa tidak tertular.

Ada kekuatan yang luar biasa yang menjadi pelindung Bunda Theresa sehingga Bunda terhindar dari penyakit itu. Kekuatan itu adalah kekuatan cinta kasih.

Kekuatan itulah yang menginspirasi saya untuk tetap turun ke tengah masyarakat saat pandemi Covid 19. Dan syukurnya, sampai saat ini, saya belum pernah kena Covid 19.

Bahkan saat istri saya mengeluh batuk, panas badan dan mulai merasakan gangguan penciuman, langsung tanpa sadar saya katakana,  “Wah, jangan-jangan Mama kena Covid19,”. Dan saya sarankan cek laboratorium , dan bener saja positif Covid.

Saat itu saya merasakan terkejut, panik dan khawatir, walau hanya sebentar karena segera saya bisa kendalikan diri saya. Saya langsung anjurkan anak-anak untuk tracing termasuk saya. Dua anak saya positif, dan saya negatif.

Anak saya yang paling besar kebetulan di Denpasar, dan saya minta ia untuk cek, dan hasilnya negatif. Saat itu, saya putuskan isolasi mandiri untuk istri dan anak-anak di rumah, di bawah pengawasan dan perawatan saya. Tentu saya lebih percaya kalau saya sendiri yang merawat istri dan anak-anak, mereka akan lebih cepat sembuh..

Selama isoman di rumah,  gejala-gejala mulai hilang, dan hari kesepeuluh saya cek,  semua negatif. Dan saya juga mengecek diri saya. Saya negatif. Terima kasih Tuhan.

Inikah kekuatan cinta kasih itu?  Secara teoritis dari Natural Therapi dikatakan bahwa kekuatan virus corona dan Covid hanya memberikan dampak pada gelombang 5 sampai dengan 25 Hz. Di atas gelombang itu virus sudah tidak aktif. Pada mereka yang lemah, stress, takut, cemas dan khawatir berlebihan yang gelombangnya dibawah 25 Hz tentunya akan sangat mudah tertular.

Pada mereka yang kondisinya tenang, berpikir positif, justru gelombangnya berada di atas 25 Hz. Dan dikatakan juga, mereka yang diliputi  perasaan dan pikiran cinta kasih maka gelombangnya sangat tnggi, sampai dikatakan cinta kasih tanpa syarat bisa sampai gelombangnya mencapai 500  Hz .

Saya juga melihat pada fenomena saat Covid 19, saya belum pernah mendengar ada sulinggih yang meninggal karena Covid 19. Padahal sebagian besar sulinggih sudah tua dan punya komorbid yang sangat rentan kena dan tertular virus.

Kenyataannya, beliau-beliau para sulinggih tetap diberi kesehatan dan terhindar dari virus yang menakutkan itu, Memang, setiap hari, kita ketahui, kewajiban sulinggih selalu melakukan suryasewana, unt mendoakan alam semesta beserta isinya.  Dan tentunya doa yang dipancarkan semuanya didasari atas cinta kasih.

Untuk itulah saya semakin yakin bahwa kekuatan cinta kasih menjadi tameng utama pelindung diri. Dan pada hari tumpek klurut yang jatuh pada Sabtu 23 Juli 2022 kemarin kembali kita diingatkan tentang makna cinta kasih  untuk keselamatan dan kelangsungan hidup kita. Rahayu. [T]

Tags: cintacinta kasihDokter Caputkasih sayangpandemi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bupati Suradnyana: Penghapusan Bandara Bali Utara dari PSN Tidak Perlu Diperdebatkan

Next Post

Nandusin, Lontong Serapah dan Cooking Class: Sebuah Cita-cita

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM

by I Wayan Artika
October 16, 2026
0
Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM

LIMA hari sudah antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) memenuhi SPBU di Pulau Bali. Antrean itu tidak hanya...

Read moreDetails

Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 16, 2026
0
Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow

BAYANGKAN seorang tenaga medis yang baru saja menerima panggilan darurat. Seorang pasien membutuhkan pertolongan segera dan sudah terbaring di meja...

Read moreDetails

Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan

by Dede Putra Wiguna
October 16, 2026
0
Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan

ADA kejanggalan ketika mendapatkan bensin harus dirayakan sebagai sebuah kemenangan. Warga rela mengantre berjam-jam, menanti hingga dini hari, bahkan mengorbankan...

Read moreDetails

Selembar Kain di Antara Aku dan Dunia: Ritual Menutup Gorden Ketika Senja

by Tri Nugroho Adi
October 16, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Ada sebuah tindakan kecil yang hampir selalu kita lakukan tanpa pernah bertanya mengapa. Ketika sore mulai turun, cahaya matahari perlahan...

Read moreDetails

Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

by Angga Wijaya
October 13, 2026
0
Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pagi ini, Selasa, 13 Oktober 2026, saya ikut mengantre bensin. Bukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), melainkan di...

Read moreDetails

Panggung Megah, Akar Goyah — Ketika Festival Seni Tidak Cukup Hanya Menjadi Tontonan, Tetapi Harus Meninggalkan Ingatan, Identitas, dan Pertanyaan Tentang Masa Depan Kebudayaan

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
0
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada

SAYA merindukan sebuah festival seni dan budaya. Bukan semata-mata karena kemeriahannya, kerinduan saya justru tertuju pada sesuatu yang mungkin semakin...

Read moreDetails

Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

by I Ketut Suar Adnyana
October 12, 2026
0
Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

ADA satu pertanyaan mendasar yang seharusnya diajukan sebelum pemerintah memutuskan bahwa mulai 2027 siswa tidak lagi otomatis naik kelas: ketika...

Read moreDetails

Dalang di Antara Dirinya dan Tokohnya: Sebuah Pembacaan Teatrikal Atas Dialog dengan Sanghyang Kala

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sebuah momentum dalam kisah Sapuh Leger yang bagi saya selalu terasa ganjil, menegangkan, sekaligus sangat teatrikal yaitu ketika sang...

Read moreDetails

Wartawan Kehabisan Bensin

by Angga Wijaya
October 12, 2026
0
Wartawan Kehabisan Bensin

ADA cerita tentang wartawan yang kehabisan bensin di tengah perjalanan meliput berita. Sepeda motornya berhenti di pinggir jalan. Ia memeriksa...

Read moreDetails

Menara Gading Yogyakarta yang (Tidak Boleh) Lupa Rumahnya Sendiri

by S. Bekti Istiyanto
October 12, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

YOGYAKARTA tak pernah sekadar menjadi nama di peta. Ia adalah sebuah janji. Sejak Ki Hadjar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa...

Read moreDetails
Next Post
Nandusin, Lontong Serapah dan Cooking Class: Sebuah Cita-cita

Nandusin, Lontong Serapah dan Cooking Class: Sebuah Cita-cita

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Panduan Lumut — Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir
Buku Tatkala

Panduan Lumut — Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir

Judul: Panduan Lumut -- Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Putri Wijaya ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 16, 2026
Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM
Esai

Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM

LIMA hari sudah antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) memenuhi SPBU di Pulau Bali. Antrean itu tidak hanya...

by I Wayan Artika
October 16, 2026
Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow
Esai

Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow

BAYANGKAN seorang tenaga medis yang baru saja menerima panggilan darurat. Seorang pasien membutuhkan pertolongan segera dan sudah terbaring di meja...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 16, 2026
Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan
Esai

Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan

ADA kejanggalan ketika mendapatkan bensin harus dirayakan sebagai sebuah kemenangan. Warga rela mengantre berjam-jam, menanti hingga dini hari, bahkan mengorbankan...

by Dede Putra Wiguna
October 16, 2026
Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali
Bahasa

Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali

SECARA pribadi, saya sebisa mungkin menghindari antrean BBM di Bali saat ini. Saya pernah berada di posisi itu dahulu, dan...

by I Made Sudiana
October 16, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Selembar Kain di Antara Aku dan Dunia: Ritual Menutup Gorden Ketika Senja

Ada sebuah tindakan kecil yang hampir selalu kita lakukan tanpa pernah bertanya mengapa. Ketika sore mulai turun, cahaya matahari perlahan...

by Tri Nugroho Adi
October 16, 2026
Hukum Tanah Air Bali
Buku Tatkala

Hukum Tanah Air Bali

Judul: Hukum Tanah Air Bali Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Made Pria Dharsana ISBN: Masih dalam proses Tebal:...

by Buku Tatkala
October 15, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Kemping yang Mencekam

LIBUR semester telah tiba. Mahasiswa dan anak sekolah dapat bersantai. Agung Santoso berencana memanfaatkan libur itu bersama keluarga. Ia ingin...

by Chusmeru
October 15, 2026
𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈
Pameran

𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

Menteri Luar Negeri India, 𝐃𝐫. 𝐒. 𝐉𝐚𝐢𝐬𝐡𝐚𝐧𝐤𝐚𝐫, 12 Oktober 2026, membuka pameran 𝑁𝑖𝑟ā𝑚𝑎𝑦ā𝑡𝑎: 𝐻𝑒𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑑 𝑊𝑒𝑙𝑙𝑏𝑒𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑛 𝑆𝑜𝑢𝑡ℎ 𝐴𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑥𝑡𝑠...

by tatkala
October 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari
Ulas Buku

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi
Esai

Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pagi ini, Selasa, 13 Oktober 2026, saya ikut mengantre bensin. Bukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), melainkan di...

by Angga Wijaya
October 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co