21 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pandemi, Makna dan Kekuatan Cinta Kasih

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
August 5, 2022
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

Pandemi Covid 19 yang meluluhlantakkan dunia mengajarkan kita tentang banyak hal, terutama tentang makna cinta kasih.

Semua tahu, semua merasakan, Indonesia juga terkena dampak pandemi sejak awal 2020. Semua sendi kehidupan terdampak,  baik ekonomi, sosial, juga tentu saja kesehatan.  Saat wabah Covid 19, di masyarakat muncul kepanikan. Pemerintah dengan aparatnya sibuk.  Tenaga, pikiran dan waktu para petugas dan aparat pemerntahan terkuras untuk penangulangan masalah pandemi, dan masyarakat juga dituntut untuk ikut peduli.

Banyak kemudian organisasi masyarakat yang mulai perduli akan kondisi ini dengan melakukan berbagai macam kegiatan sosial, termasuk saya yang memang aktif di organisasi kemasyarakat. Saya  ikut turun peduli dengan kondisi yang terjadi saat pandemi, salah satunya dengan membentuk relawan Fogging.

Relawan Fogging? Ya. Karena saat bersamaan kasus demam berdarah (DB) di Buleleng sangat tinggi-tingginya, bahkan sampai dikatakan Buleleng termasuk 5 kota di Indonesia dengan jumlah penderita DB tertinggi.

Naluri kemanusiaan saya terpanggil untuk membentuk Relawan Fogging. Apalagi  saat pandemi pemerintah mencurahkan konsentrasi pada masalah pandemi Covid 19, sehingga pemerintah juga harus dibantu untuk mengatasi DB yang saat itu juga menghantui masyarakat. Maka turunlah Relawan Fogging ke wilayah-wilayah terdampak DB.

Selain melakukan fogging, relawan tetap juga peduli terhadap masyarakat yang terkena dampak pandemi, salah satunya dengan turun kontinu mengadakan Bakti Sosial Kesehatan (Baksoskes) Peduli Covid 19, ke desa-desa untuk memberikan pengobatan gratis serta pemberian sembako ke masyarakat yang terdampak sekaligus memberikan edukasi ke masyarakat tentang Covid 19.

Edukasi diberikan karena sebagian masyarakat masih sangat awam akan penyakit baru itu, dan wajar kalau masyarakat sangat khawatir, takut dan sangat cemas ketika mendengar kata Covid 19. Apalagi  ditambah pemberitaan media yang kadang dipenuhi berita menyeramkan tentang Covid 19.

Penyuluhan atau edukasi sangat dibutuhkan memang.  Maka itu, setiap turun bertemu masyarakat saya membawa pesan-pesan agar masyarakat tidak terlalu cemas, khawatir dan takut dalam menyikapi kondisi pandemi itu.

Begitu seringnya saya dan tim turun, sampai ada sahabat saya bertanya, “Apa Dokter tidak takut kena Covid19?”

Saya jawab tidak ada orang yang berani sakit, tapi banyak yang berani mati banyak. Saya jelas takut sakit. Turunnya saya ke tengah masyarakat dalam kondisi pandemi hanya karena rasa terpanggil untuk ikut peduli dengan kondisi yang dihadapi masyarakat di kala pandemi.

Untuk hal ini saya terinspirasi dari seorang pekerja sosial Bunda Theresa dari Kalkuta. Ia selalu merawat orang sakit kusta tanpa APD yang memadai. Di tengah kondisi yang cukup memprihatinkan, Bunda Theresa tetap membersihkan dan merawat pasien kusta. Padahal semua orang tahu penyakit itu sangat menular, tapi ternyata Bunda Theresa tidak tertular.

Ada kekuatan yang luar biasa yang menjadi pelindung Bunda Theresa sehingga Bunda terhindar dari penyakit itu. Kekuatan itu adalah kekuatan cinta kasih.

Kekuatan itulah yang menginspirasi saya untuk tetap turun ke tengah masyarakat saat pandemi Covid 19. Dan syukurnya, sampai saat ini, saya belum pernah kena Covid 19.

Bahkan saat istri saya mengeluh batuk, panas badan dan mulai merasakan gangguan penciuman, langsung tanpa sadar saya katakana,  “Wah, jangan-jangan Mama kena Covid19,”. Dan saya sarankan cek laboratorium , dan bener saja positif Covid.

Saat itu saya merasakan terkejut, panik dan khawatir, walau hanya sebentar karena segera saya bisa kendalikan diri saya. Saya langsung anjurkan anak-anak untuk tracing termasuk saya. Dua anak saya positif, dan saya negatif.

Anak saya yang paling besar kebetulan di Denpasar, dan saya minta ia untuk cek, dan hasilnya negatif. Saat itu, saya putuskan isolasi mandiri untuk istri dan anak-anak di rumah, di bawah pengawasan dan perawatan saya. Tentu saya lebih percaya kalau saya sendiri yang merawat istri dan anak-anak, mereka akan lebih cepat sembuh..

Selama isoman di rumah,  gejala-gejala mulai hilang, dan hari kesepeuluh saya cek,  semua negatif. Dan saya juga mengecek diri saya. Saya negatif. Terima kasih Tuhan.

Inikah kekuatan cinta kasih itu?  Secara teoritis dari Natural Therapi dikatakan bahwa kekuatan virus corona dan Covid hanya memberikan dampak pada gelombang 5 sampai dengan 25 Hz. Di atas gelombang itu virus sudah tidak aktif. Pada mereka yang lemah, stress, takut, cemas dan khawatir berlebihan yang gelombangnya dibawah 25 Hz tentunya akan sangat mudah tertular.

Pada mereka yang kondisinya tenang, berpikir positif, justru gelombangnya berada di atas 25 Hz. Dan dikatakan juga, mereka yang diliputi  perasaan dan pikiran cinta kasih maka gelombangnya sangat tnggi, sampai dikatakan cinta kasih tanpa syarat bisa sampai gelombangnya mencapai 500  Hz .

Saya juga melihat pada fenomena saat Covid 19, saya belum pernah mendengar ada sulinggih yang meninggal karena Covid 19. Padahal sebagian besar sulinggih sudah tua dan punya komorbid yang sangat rentan kena dan tertular virus.

Kenyataannya, beliau-beliau para sulinggih tetap diberi kesehatan dan terhindar dari virus yang menakutkan itu, Memang, setiap hari, kita ketahui, kewajiban sulinggih selalu melakukan suryasewana, unt mendoakan alam semesta beserta isinya.  Dan tentunya doa yang dipancarkan semuanya didasari atas cinta kasih.

Untuk itulah saya semakin yakin bahwa kekuatan cinta kasih menjadi tameng utama pelindung diri. Dan pada hari tumpek klurut yang jatuh pada Sabtu 23 Juli 2022 kemarin kembali kita diingatkan tentang makna cinta kasih  untuk keselamatan dan kelangsungan hidup kita. Rahayu. [T]

Tags: cintacinta kasihDokter Caputkasih sayangpandemi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bupati Suradnyana: Penghapusan Bandara Bali Utara dari PSN Tidak Perlu Diperdebatkan

Next Post

Nandusin, Lontong Serapah dan Cooking Class: Sebuah Cita-cita

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Besar Cerita, Besar Berita

by Angga Wijaya
May 21, 2026
0
Besar Cerita, Besar Berita

ENTAH kebetulan atau tidak, saya beberapa kali mendapati pada beberapa keluarga di Bali yang suka membesar-besarkan cerita tentang bantuan yang...

Read moreDetails

Hati-Hati Ada Proyek!

by Dede Putra Wiguna
May 21, 2026
0
Hati-Hati Ada Proyek!

DI Bali, terutama wilayah selatan, papan bertuliskan ‘Hati-Hati Ada Proyek’ bukan lagi sekadar penanda pembangunan. Ia telah menjadi semacam slogan...

Read moreDetails

‘Moral Panic’ di Ruang Tafsir: Membaca Polemik Film ‘Pesta Babi’ di Era Digital

by Lailatus Sholihah
May 20, 2026
0
‘Moral Panic’ di Ruang Tafsir: Membaca Polemik Film ‘Pesta Babi’ di Era Digital

ERA digital ini, kemarahan hampir selalu bergerak lebih cepat daripada proses memahami, seperti sebuah judul yang diadili sebelum karya itu...

Read moreDetails

Mozaik 20 Mei: Banyak Seremoni, Miskin Kebangkitan

by Chusmeru
May 20, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SETIAP tanggal 20 Mei bangsa Indonesia seolah menyetel ulang kompas tentang nasionalisme. Dari mana nasionalisme dimulai, dan kini hendak dibawa...

Read moreDetails

Sudut Pandang, Cinta, dan Manusia yang Terlalu Cepat Menghakimi

by Emi Suy
May 19, 2026
0
Menulis: Perspektif Pengalaman Pribadi

DUNIA modern melahirkan manusia-manusia yang semakin pandai berbicara, tetapi perlahan kehilangan kemampuan memahami. Hari ini, orang terlalu cepat membuat kesimpulan...

Read moreDetails

Setelah Tari Pembuka, Apa yang Tersisa dari Diplomasi Budaya Indonesia?

by Early NHS
May 19, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

JUMAT malam, 8 Mei 2026, di Mactan Expo, Cebu, Filipina, dalam jamuan santap malam KTT ke-48 ASEAN, budaya tampil lagi...

Read moreDetails

Emansipasi Wanita di Baduy  [Satu Sudut Pandang]

by Asep Kurnia
May 19, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KESETARAAN gender telah lama dikumandangkan, namun secara pasti entah mulai abad keberapa muncul kesadaran kolektif tentang tuntutan kesetaraan gender oleh...

Read moreDetails

Artikulasi atau Bisik-Bisik, Penting Mana?

by Petrus Imam Prawoto Jati
May 19, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, Hari Buruh kemarin, yang hampir kita lupakan, sebenarnya menyimpan satu momen kecil yang lebih menarik daripada...

Read moreDetails

Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada

by I Gusti Made Darma Putra
May 19, 2026
0
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada

Kita telah rajin merekam panggung, tetapi belum cukup serius merekam proses penciptaannya. Menjelang Pesta Kesenian Bali 2026, denyut kesenian Bali...

Read moreDetails

Mengapa Agama Kita Mengabarkan Lebih Banyak Berita Buruk?

by Putu Arya Nugraha
May 19, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

Sebuah paradoks tentunya. Agama, mestinya membawa hal-hal baik, bahkan meski jika itu sebuah ilusi seperti yang dikatakan oleh Karl Marx....

Read moreDetails
Next Post
Nandusin, Lontong Serapah dan Cooking Class: Sebuah Cita-cita

Nandusin, Lontong Serapah dan Cooking Class: Sebuah Cita-cita

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Besar Cerita, Besar Berita
Esai

Besar Cerita, Besar Berita

ENTAH kebetulan atau tidak, saya beberapa kali mendapati pada beberapa keluarga di Bali yang suka membesar-besarkan cerita tentang bantuan yang...

by Angga Wijaya
May 21, 2026
In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali
Khas

In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

IA fotografer, ia mencintai kesenian Bali. Maka hidupnya diabdikan untuk mengabadikan segala bentuk kesenian Bali melalu foto-foto yang eksotik sekaligus...

by Made Adnyana Ole
May 21, 2026
Hati-Hati Ada Proyek!
Esai

Hati-Hati Ada Proyek!

DI Bali, terutama wilayah selatan, papan bertuliskan ‘Hati-Hati Ada Proyek’ bukan lagi sekadar penanda pembangunan. Ia telah menjadi semacam slogan...

by Dede Putra Wiguna
May 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Cinta, Hibah, dan Tanah:  Antara Ketulusan dan Batas yang Tak Bisa Ditembus

CINTA kerap mendorong seseorang untuk memberi tanpa syarat.  Dalam relasi suami-istri, pemberian itu bahkan sering dimaknai sebagai bentuk ketulusan paling tinggi—termasuk...

by I Made Pria Dharsana
May 21, 2026
‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026
Gaya

‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026

SEMAKIN malam, semakin meriah juga suasana di Gedung Kesenian I Ketut Marya, pada Jumat, 8 Mei 2016. Tepuk tangan riuh...

by Julio Saputra
May 20, 2026
Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”
Panggung

Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”

"Memasuki tahap akhir inkubasi, Bang Dance merumuskan struktur dramaturgi, strategi afektif, dan posisi artistik karya sebagai praktik koreografi kontemporer berbasis...

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?
Khas

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma...

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
May 20, 2026
‘Moral Panic’ di Ruang Tafsir: Membaca Polemik Film ‘Pesta Babi’ di Era Digital
Esai

‘Moral Panic’ di Ruang Tafsir: Membaca Polemik Film ‘Pesta Babi’ di Era Digital

ERA digital ini, kemarahan hampir selalu bergerak lebih cepat daripada proses memahami, seperti sebuah judul yang diadili sebelum karya itu...

by Lailatus Sholihah
May 20, 2026
Dialektika Sastra Bali dan Kesehatan Mental : Membedah Estetika ‘Tresna Ngatos Mati’ lewat Filosofi Smaradhana
Ulas Musik

Dialektika Sastra Bali dan Kesehatan Mental : Membedah Estetika ‘Tresna Ngatos Mati’ lewat Filosofi Smaradhana

Citta-Vrittis dan Fenomena 'Sending' Dalam Psikologi Kognitif dan Filosofi Hindu, gejolak pikiran yang tak menentu disebut sebagai Citta-Vrittis. Fenomena sending...

by Ida Ayu Made Dwi Antari
May 20, 2026
Reruntuhan di Sekitar Sosok Ayah dalam ‘Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong’
Ulas Buku

Reruntuhan di Sekitar Sosok Ayah dalam ‘Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong’

TERBIT pada tahun 2024, Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong (selanjutnya disingkat AMKM) menjadi semacam pemenuhan keinginan Eka Kurniawan untuk menulis novel...

by Inno Koten
May 20, 2026
BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius
Tualang

BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

Roses are red Violets are blue 106,20 KM? WTF is wrong with you? SEBUAH papan merah bertuliskan kata-kata di atas...

by Julio Saputra
May 20, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Mozaik 20 Mei: Banyak Seremoni, Miskin Kebangkitan

SETIAP tanggal 20 Mei bangsa Indonesia seolah menyetel ulang kompas tentang nasionalisme. Dari mana nasionalisme dimulai, dan kini hendak dibawa...

by Chusmeru
May 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co