25 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pandemi, Makna dan Kekuatan Cinta Kasih

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
August 5, 2022
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

Pandemi Covid 19 yang meluluhlantakkan dunia mengajarkan kita tentang banyak hal, terutama tentang makna cinta kasih.

Semua tahu, semua merasakan, Indonesia juga terkena dampak pandemi sejak awal 2020. Semua sendi kehidupan terdampak,  baik ekonomi, sosial, juga tentu saja kesehatan.  Saat wabah Covid 19, di masyarakat muncul kepanikan. Pemerintah dengan aparatnya sibuk.  Tenaga, pikiran dan waktu para petugas dan aparat pemerntahan terkuras untuk penangulangan masalah pandemi, dan masyarakat juga dituntut untuk ikut peduli.

Banyak kemudian organisasi masyarakat yang mulai perduli akan kondisi ini dengan melakukan berbagai macam kegiatan sosial, termasuk saya yang memang aktif di organisasi kemasyarakat. Saya  ikut turun peduli dengan kondisi yang terjadi saat pandemi, salah satunya dengan membentuk relawan Fogging.

Relawan Fogging? Ya. Karena saat bersamaan kasus demam berdarah (DB) di Buleleng sangat tinggi-tingginya, bahkan sampai dikatakan Buleleng termasuk 5 kota di Indonesia dengan jumlah penderita DB tertinggi.

Naluri kemanusiaan saya terpanggil untuk membentuk Relawan Fogging. Apalagi  saat pandemi pemerintah mencurahkan konsentrasi pada masalah pandemi Covid 19, sehingga pemerintah juga harus dibantu untuk mengatasi DB yang saat itu juga menghantui masyarakat. Maka turunlah Relawan Fogging ke wilayah-wilayah terdampak DB.

Selain melakukan fogging, relawan tetap juga peduli terhadap masyarakat yang terkena dampak pandemi, salah satunya dengan turun kontinu mengadakan Bakti Sosial Kesehatan (Baksoskes) Peduli Covid 19, ke desa-desa untuk memberikan pengobatan gratis serta pemberian sembako ke masyarakat yang terdampak sekaligus memberikan edukasi ke masyarakat tentang Covid 19.

Edukasi diberikan karena sebagian masyarakat masih sangat awam akan penyakit baru itu, dan wajar kalau masyarakat sangat khawatir, takut dan sangat cemas ketika mendengar kata Covid 19. Apalagi  ditambah pemberitaan media yang kadang dipenuhi berita menyeramkan tentang Covid 19.

Penyuluhan atau edukasi sangat dibutuhkan memang.  Maka itu, setiap turun bertemu masyarakat saya membawa pesan-pesan agar masyarakat tidak terlalu cemas, khawatir dan takut dalam menyikapi kondisi pandemi itu.

Begitu seringnya saya dan tim turun, sampai ada sahabat saya bertanya, “Apa Dokter tidak takut kena Covid19?”

Saya jawab tidak ada orang yang berani sakit, tapi banyak yang berani mati banyak. Saya jelas takut sakit. Turunnya saya ke tengah masyarakat dalam kondisi pandemi hanya karena rasa terpanggil untuk ikut peduli dengan kondisi yang dihadapi masyarakat di kala pandemi.

Untuk hal ini saya terinspirasi dari seorang pekerja sosial Bunda Theresa dari Kalkuta. Ia selalu merawat orang sakit kusta tanpa APD yang memadai. Di tengah kondisi yang cukup memprihatinkan, Bunda Theresa tetap membersihkan dan merawat pasien kusta. Padahal semua orang tahu penyakit itu sangat menular, tapi ternyata Bunda Theresa tidak tertular.

Ada kekuatan yang luar biasa yang menjadi pelindung Bunda Theresa sehingga Bunda terhindar dari penyakit itu. Kekuatan itu adalah kekuatan cinta kasih.

Kekuatan itulah yang menginspirasi saya untuk tetap turun ke tengah masyarakat saat pandemi Covid 19. Dan syukurnya, sampai saat ini, saya belum pernah kena Covid 19.

Bahkan saat istri saya mengeluh batuk, panas badan dan mulai merasakan gangguan penciuman, langsung tanpa sadar saya katakana,  “Wah, jangan-jangan Mama kena Covid19,”. Dan saya sarankan cek laboratorium , dan bener saja positif Covid.

Saat itu saya merasakan terkejut, panik dan khawatir, walau hanya sebentar karena segera saya bisa kendalikan diri saya. Saya langsung anjurkan anak-anak untuk tracing termasuk saya. Dua anak saya positif, dan saya negatif.

Anak saya yang paling besar kebetulan di Denpasar, dan saya minta ia untuk cek, dan hasilnya negatif. Saat itu, saya putuskan isolasi mandiri untuk istri dan anak-anak di rumah, di bawah pengawasan dan perawatan saya. Tentu saya lebih percaya kalau saya sendiri yang merawat istri dan anak-anak, mereka akan lebih cepat sembuh..

Selama isoman di rumah,  gejala-gejala mulai hilang, dan hari kesepeuluh saya cek,  semua negatif. Dan saya juga mengecek diri saya. Saya negatif. Terima kasih Tuhan.

Inikah kekuatan cinta kasih itu?  Secara teoritis dari Natural Therapi dikatakan bahwa kekuatan virus corona dan Covid hanya memberikan dampak pada gelombang 5 sampai dengan 25 Hz. Di atas gelombang itu virus sudah tidak aktif. Pada mereka yang lemah, stress, takut, cemas dan khawatir berlebihan yang gelombangnya dibawah 25 Hz tentunya akan sangat mudah tertular.

Pada mereka yang kondisinya tenang, berpikir positif, justru gelombangnya berada di atas 25 Hz. Dan dikatakan juga, mereka yang diliputi  perasaan dan pikiran cinta kasih maka gelombangnya sangat tnggi, sampai dikatakan cinta kasih tanpa syarat bisa sampai gelombangnya mencapai 500  Hz .

Saya juga melihat pada fenomena saat Covid 19, saya belum pernah mendengar ada sulinggih yang meninggal karena Covid 19. Padahal sebagian besar sulinggih sudah tua dan punya komorbid yang sangat rentan kena dan tertular virus.

Kenyataannya, beliau-beliau para sulinggih tetap diberi kesehatan dan terhindar dari virus yang menakutkan itu, Memang, setiap hari, kita ketahui, kewajiban sulinggih selalu melakukan suryasewana, unt mendoakan alam semesta beserta isinya.  Dan tentunya doa yang dipancarkan semuanya didasari atas cinta kasih.

Untuk itulah saya semakin yakin bahwa kekuatan cinta kasih menjadi tameng utama pelindung diri. Dan pada hari tumpek klurut yang jatuh pada Sabtu 23 Juli 2022 kemarin kembali kita diingatkan tentang makna cinta kasih  untuk keselamatan dan kelangsungan hidup kita. Rahayu. [T]

Tags: cintacinta kasihDokter Caputkasih sayangpandemi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bupati Suradnyana: Penghapusan Bandara Bali Utara dari PSN Tidak Perlu Diperdebatkan

Next Post

Nandusin, Lontong Serapah dan Cooking Class: Sebuah Cita-cita

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
0
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

Read moreDetails

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

Read moreDetails

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
0
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

Read moreDetails

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
0
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

Read moreDetails

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

by Angga Wijaya
September 22, 2026
0
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

Read moreDetails

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

by Chusmeru
September 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

Read moreDetails

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

by Angga Wijaya
September 21, 2026
0
Telenovela

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

Read moreDetails

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
0
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

Read moreDetails

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
0
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

Read moreDetails

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

by Sugi Lanus
September 20, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

Read moreDetails
Next Post
Nandusin, Lontong Serapah dan Cooking Class: Sebuah Cita-cita

Nandusin, Lontong Serapah dan Cooking Class: Sebuah Cita-cita

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan
Esai

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian
Politik

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif
Ulas Rupa

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

by Emi Suy
September 23, 2026
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik
Esai

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”
Pop

Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

SETELAH merilis single “Air Keras”, Jangar melanjutkan perjalanan menuju album penuh kedua mereka, Raja Pasir, dengan melepas dua lagu sekaligus,...

by Dede Putra Wiguna
September 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co