22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ajaran “Panca Satya”, Hubungannya dengan Pelayanan Rumah Sakit yang Ramah yang Datang dari Hati

dr. Putu Sukedana, S.Ked. by dr. Putu Sukedana, S.Ked.
April 6, 2022
in Esai
Ajaran “Panca Satya”, Hubungannya dengan Pelayanan Rumah Sakit yang Ramah yang Datang dari Hati

Foto ilustrasi: Istimewa

“People don’t care how much you know until they know how much you care.” [Theodore Roosevelt]

Pernahkah kamu sakit? Lalu pernahkan saat sakit harus berobat ke rumah sakit?

Saya pertama kali datang ke rumah sakit tahun 2003 saat ibu dirawat setelah mengalami kecelakaan dan patah tulang. Saat itu, saya masih kelas 3 sekolah dasar. Rumah sakit seperti ‘hutan belantara”, mulai dari tidak tahu siapa yang memeriksa ibu, senyum sapa salam yang agak “mahal” kita dapat pada umumnya untuk orang dari keluarga ekonomi belum mampu, laboratorium tidak tahu dimana tempatnya ketika bawa sample darah bersama bapak, dan lain-lain. Bahkan saat itu saya dibentak karena tidur di tempat tidur pasien lain yang sebenarnya sedang kosong tanpa dijelaskan alasannya. Niat perawatnya mungkin baik, tapi tidak dengan cara membentak saya pikir. Setuju?

Tahukah kamu? Antara tahun 2013 hingga tahun 2014, jumlah laporan pasien komplain yang dicatat oleh National Health Service (NHS) mencapai 174.900 atau sekitar 480 per hari. Berdasarkan data dari Victorian Health Services Commission (VHSC) dari tahun 2007-2008 terjadi 291 komplain. Sebanyak 3.128 komplain dicatat oleh New South Wales Health Care Complaints Commission (HCCC) tahun 2007-2008.Menurut penelitian Herman Ariadi (2019) dari unit pengaduan rumah sakit menunjukkan pasien yang komplain meningkat. 79 komplain di tahun 2014, 131 komplain tahun 2015 dan 156 komplain di tahun 2016.

Respek yang buruk dari team medis kepada pasien berpengaruh terhadap adanya komplain dan mengurangi kepuasan pasien terhadap pelayanan. Sementara itu dari sudut pandang tenaga medis, adanya komplain dapat mempengaruhi kesehatan. 95% dokter mengalami stress saat adanya komplain. Hal ini juga menyebabkan terganggunya kehidupan professional dan personalnya sekitar 50% kasus. Hanya 25% stressnya hilang sepenuhnya setelah kasus ditutup. Sementara itu setengah dari pasien tidak paham tentang apa yang dikatakan oleh dokternya ketika pasien dan keluarganya pulang.

Permasalahan di atas tidak terlepas dari belum move on-nya pola pikir/mindset kita yang masih berfokus pada penentuan keputusan dari sudut pandang tenaga medis saja. Saat ini paradigmanya sudah berubah dengan pasienlah yang menjadi centre dari pelayanan yang merupakan ekstraksi dari konsep managemen yang disebut New public service (NPS).

Kiprah Dunia Medis Sebelum, Saat, dan Setelah Pandemi Covid-19: Berdamai dengan Teknologi/Robot atau Punah

Melalui penelitian dan pengembangan akademisi seperti Janet V. Denhardt dan Robert B. Denhardt (2000, 2001, 2007) sejak akhir tahun 1990 hingga tahun 2000 an, mulai dikembangkan  New Public Service (NPS). NPS adalah konsep pelayanan yang disasarkan pada partisipasi demokrasi dari warga (salah satunya pasien), administrasi publik, maupun kelompok-kelompok masyarkat. Kata kuncinya adalah partisipasi dari masyarakat/pasien. Maka dalam paradigma baru kalau digambarkan berupa piramida terbalik dimana yang diatas adalah masyarakat atau pasien sedangkan pemimpin maupun team medis berada dibawah puncak piramida.

Selain itu, penanaman konsep dan pelatihan pelayanan prima menjadi suatu kebutuhan yang urgent untuk dilakukan pada pelayanan publik seperti rumah sakit. Menurut  Maddy (2009) dan Lilis et al (2020), pelayanan prima (Service excellence) merupakan suatu pelayanan yang terbaik dalam memenuhi harapan dan kebutuhan pasien dengan mutu tertinggi dalam hal ini yang dilakukan di tempat pelayanan publik salah satunya di rumah sakit. Lalu apa saja unsur-unsur pelayanan prima? Berikut penjelasannya.

1. Kemampuan (Ability)

Meliputi kemampuan dalam bidang kerja yang di tekuni, melaksanakan komunikasi yang efektif, mengembangkan motivasi dan menggunakan publik relations sebagai instrumen dalam membina hubungan ke dalam dan keluar organisasi atau perusahaan. Ini sangat penting artinya bagi pasien dan keluarganya, karena kecemasan akan kondisinya atau akan kondisi keluarganya sehingga ability team medis sangat diharapkan yang mumpuni.

2.   Sikap (Attitude)

Meliputi melayani pasien dengan berfikir positif, sehat, dan logis serta melayani pasien dengan sikap selalu menghargai (Agtovia Frimayasa, 2017; Fadila Umami, 2022). Tentu seperti penelitian di atas, bahwa sikal dari team medis kepada pasien dan keluarganya sangat mempengaruhi kepercayaan pasien dan rasa aman maupun nyaman saat dilayani.

Rahasia Madu untuk Kesehatan

3.   Penampilan (Appearance)

Penampilan (Appearance)  adalah penampilan seseorang, baik yang bersifat fisik saja maupun non fisik, yang mampu merefleksikan kepercayaan diri dan kredibilitas dari pihak lain. Ini kalau istilah jaman now  adalah no debat, Walaupun sering digaungkan don’t judge the book just by its cover  tapi cover/penampilan team medis menjadi first impression/kesan awal yang amat penting bagi pasien maupun keluarganya.

4.   Perhatian (Attention)

Pehatian (attention) adalah kepedulian penuh terhadap pasien baik yang berkaitan dengan perhatian akan kebutuhan dan keinginan pasien maupun pemahaman atas saran dan kritiknya. Meliputi mengamati dan menghargai kepada para pasiennya dan mencurahkan perhatian penuh kepada para pasien. Sering pasien hanya ingin didengarkan oleh team medis, setelah itu mereka merasa plong. Ini merupakan kesempatan kita untuk membantu pasien secara psikis dan sosialnya. Karena sehat adalah gabungan dari sehat secara fisik, psikis, sosial, dan spiritual.

5.   Tindakan (Action)

Tindakan (action) adalah berbagai kegiatan nyata yang harus di lakukan dalam memberikan layanan kepada pasien. Meliputi mencatat kebutuhan pelayanan, menegaskan kembali kebutuhan pelayanan, mewujudkan kebutuhan pasien, menyatakan terima kasih dengan harapan pasien masih mau kembali setia untuk memanfaatkan pelayanan. Pada pelayanan terminal seperti kanker stadium akhir bahkan sangat penting memahami permintaan-permintaan pasien yang bagi kita yang sehat mungkin kurang penting, padahal bagi pasien sangat penting seperti ingin video call dengan cucu dan lain-lain.

6.  Tanggung jawab (Accounttability)

Tanggung jawab (accountability) adalah suatu sikap keberpihakan kepada pasien sebagai wujud kepedulian untuk menghindarkan atau menimbulkan kerugian atau ketidakpuasan pasien. Nah ini yang sering ditanyakan pasien yang sering bikin menggerutu karena tidak adanya tanggung jawab. Tanggung jawab yang dimaksud tidak hanya tindakan yang dilakukan.

Jalan Berliku Menjadi Dokter | SMA Jual Canang, Indekos dengan Tempe dan Saur

Dalam konsep Hindu tercantum juga dalam Upadesa yaitu Panca Satya (Lima kesetiaan). Yang pertama, Satya wacana (setia terhadap apa yang diucapkan yaitu apa yang dikatakan adalah jujur dan benar). Kedua yaitu Satya Hredaya (Setia  terhadap kebenaran serta kejujuran kata hati). Ketiga, Satya Laksana (Apa yang diperbuat harus penuh tanggung jawab). Keempat, yaitu Satya Mitra (Kesetiaan terhada teman dalam hal ini tenaga medis harus berpikir memperlakukan pasien maupun keluarganya sebagai teman) dan kelima yaitu Satya semaya (Setia terhadap janji. Janji adalah hutang dan perkataan adalah cerminan pribadi orang yang dikatakan).

Sudah pusing? Ya, memang seperti itu saat ini yang dibutuhkan masyarakat. Semakin sigap dan lincah serta cepat memahami kebutuhan pasien dan keluarganya akan pelayanan yang ramah (dengan hati) akan menjadi modal pengalaman berharga bagi pasien dan kerabatnya. Ujung-ujungnya jika mereka puas, maka kredit positif akan datang dengan sendirinya kepada “sang” pemberi pelayanan. Siapkah? [T]

Tags: kedokteranmedispetugas medisrumah sakit
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ada 212 CPNS Baru di Buleleng | Bupati Minta Mereka Adaptif Terhadap Perubahan Zaman

Next Post

Iri Dulu, Berusaha Kemudian | Catatan Mahasiswa yang Biasa-Biasa Saja

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

Founder Budiarsana Foundation, Manager BMMC, Staff Managemen Pasien RSU Kertha Usada, Mahasiswa S2 Ilmu Managemen Pasca Sarjana Undiksha

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Iri Dulu, Berusaha Kemudian | Catatan Mahasiswa yang Biasa-Biasa Saja

Iri Dulu, Berusaha Kemudian | Catatan Mahasiswa yang Biasa-Biasa Saja

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co