2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kadang di Belakang, di Depan Kadang-Kadang | Catatan Mahima March March March dari Layar Belakang

Satria Aditya by Satria Aditya
March 27, 2022
in Esai
Kadang di Belakang, di Depan Kadang-Kadang | Catatan Mahima March March March dari Layar Belakang

Satria Aditya (penulis) dan Kardian Narayana (Cotek) dalam acara Mahima March March March 2022

Di setiap acara kita pasti akan disibukkan dengan berbagai kegiatan di dalam acara tersebut. Tak terkecuali acara kecil maupun besar. Orang-orang di depan layar ataupun di belakang layar. Mereka sibuk di bagiannya masing-masing. Begitu juga di Mahima March March March. Acara Mahima paling sibuk di bulan Maret.

Semua orang sangat sibuk. Mulai dari kawan-kawan yang berada di panggung atau di depan layar laptop mereka, Ibu Sonia (Kadek Sonia Piscayanti) yang sangat sibuk mondar-mandir, kawan-kawan yang di belakang layar yang sibuk menyiapkan agar acara lancar dan tentu saja Pak Ole (Made Adnyana Ole) yang selalu sibuk memberikan wejangan kepada moderator yang kadang kebingungan mencari topik yang akan dibahas. Semuanya sibuk dan aku yang selalu berpura-pura sibuk. Selain sibuk dengan pacar tentunya.

Peranku di Mahima March March March tentu biasa saja. Kadang berada di belakang layar, menyiapkan sesuatu yang kurang dan tentunya selalu membuat kopi agar ndak ngantuk. Kadang juga datang terlambat karena sering kelupaan.

Pasang Surut Hati Dalam Bacaan Kisah 11 Ibu

Peran di belakang layar bisa sangat sibuk, bisa juga sangat santai. Ternyata menyiapkan acara itu juga sangat sulit. Begitu juga kawan-kawan yang kebingungan menjadi moderator di acara ini. apalagi ketika ada narasumber yang berada di dalam jaringan. Kendala jaringan dan kadang dalam suara yang bergema sangat menyulitkan aku dan Bli Cotek (Kardian Narayana) yang ada di belakang layar.

Ini bisa dikatakan pertama kalinya aku sibuk di belakang layar. Ya meskipun aku kadang-kadang ada di depan layar sih. Pertama kalinya menyiapkan acara setengah online dan offline. Narasumber-narasumber yang datang ke Mahima terkadang seperti menyelamatkan kita dari kroditnya mengatur sound. Tetapi, narasumber yang ada di dalam jaringan juga tak ada masalah.

Masalahnya hanya di kita yang masih menerka solusi agar acara berjalan lancar dan narasumber juga sangat nyaman ngobrol meskipun ada di dalam jaringan.

Belakang yang Menentukan

Saya bayangkan sebuah pementasan di atas panggu. Mata dan hati penonton sebagian besar, atau mungkin seluruhnya, terpaku ke atas panggung. Mereka tak memikirkan, apalagi menonton, bagaimana aksi orang-orang di belakang panggung – orang-orang yang menyiapkan panggung. Yang jadi fokus adalah panggung.

Mungkin karena itu, dalam pementasan-pementasan teater, kadang penata artistic tak begitu dikenal. Orang jarang mau tahu, siapa penata cahaya, siapa penata artistk, apalagi siapa yang mengatur tata suara. Yang menjadi tontonan adalah panggung.

MULA KETO: PŪRVA MĪMĀṂSĀ YANG DIPEGANG TEGUH DI BALI (?)

Di era sekarang, ketika pengertian panggung amat begitu luas, misalnya kanal youtube adalah panggung, zoom adalah panggung, facebook adalah panggung, IG adalah panggung, maka aktivitas di belakang panggung bukan lagi sekadar penata artistik, penata cahaya atau penata suara. Belakang panggung adalah ruang yang kompleks dengan persoalan yang juga kompleks. Misalnya, aktivitas belakang panggung bisa berantakan ketika, misalnya, tiba-tiba sinyal intrnet menghilang. Kabel bukan lagi sekadar penghubung antara mike dan speaker, atau penghubung antara listrik dan lampu, melainkan kabel hanrus juga diperhitungkan bagaimana agar menjangkau dunia maya. Aplikasi-aplikasi digital harus dikuasai dengan benar-benar. 

Faktor layar belakang dalam acara yang digelar secara hybrid (online-offline) sangat-sangat menentukan agar panggung (yang tak tampak itu) bisa menyala dan menampilkan tontonan dengan sempurna. Jika tak ada belakang, ya, tentu saja tak akan ada layar depan. 

Nah, dalam acara Mahima March March March ini, aku dan Bli Cotek kadang selalu menerka dan mencari solusi dari setiap masalah yang selalau terasa luar biasa. Rumusan masalah selalu disusun sedemikian rupa, mencari solusinya dan kadang solusi tidak ditemukan. Kita pasrah? Ya tentu saja. Hahaha.

Tetapi setiap hari kita selalu mencari solusi. Solusi didapatkan, kita senang. Solusi tak didapatkan, kita pusing. Itu adalah moto kita di belakang layar.

Biar Kumiliki Segala Kenangan Itu, Bapak | Membincangkan Buku Puisi “Prihentemen”

Ada di belakang layar seperti menyiapkan pementasan teater. Artistik juga sangat penting untuk konsep pemanggungan. Lampu yang disiapkan agar aktor tak silau dan bisa menerangi wajah dengan pas, tata panggung yang pas untuk akor agar bergerak bebas dan tentu saja di zaman ini kamera sangat penting.

Ya, mungkin sementara ini segitu saja keluh-kesah menjadi orang di belakang layar. Ingat selalu membuat kopi dan rokok yang selalu memberikan solusi. Mahima March March March masih berlangsung hingga akhir Maret. [T]

Membaca “Sembahyang Bhuvana” Karya Saras Dewi Dari Perspektif Wittgenstein
Tags: Komunitas MahimaMahima March March March 2022
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

The Art of Listening | Black Box Installation (Artwork, Sculpture, Sound) Jimat dan Aghumi

Next Post

Ibu, Canang dan Sekolah | Catatan Lomba Teater Rai Srimben di Singaraja

Satria Aditya

Satria Aditya

Alumni Universitas Pendidikan Ganesha. Kini tinggal di Denpasar, jadi guru

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Ibu, Canang dan Sekolah | Catatan  Lomba Teater Rai Srimben di Singaraja

Ibu, Canang dan Sekolah | Catatan Lomba Teater Rai Srimben di Singaraja

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co