6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bonus Menabung Sampah di Desa Tembok: Yang SMP Gratis Bus Sekolah, Yang Sakit Gratis Berobat

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
March 16, 2022
in Khas
Bonus Menabung Sampah di Desa Tembok: Yang SMP Gratis Bus Sekolah, Yang Sakit Gratis Berobat

Kegiatan pengambilan sampah di Desa Tembok, Tejakula, Buleleng | Foto-foto: Don Raree

Pemerintah Desa Tembok di Kecamatan Tejakula, Buleleng, punya cara sendiri agar warga rajin mengumpulkan sampah dan menabungnya di bank sampah. Siswa SMP yang menjadi nasabah di bank sampah mendapatkan pelayanan gratis antar jemput ke sekolah dengan angkutan milik desa. Nasabah yang sakit bisa berobat secara gratis di pos kesehatan desa (poskesdes).

Apakah angkutan gratis untuk anak SMP itu penting? Ya, penting sekali. Anak-anak SMP di Desa Tembok bersekolah di SMPN 2 Tejakula. Jaraknya cukup jauh.

Karena jarak sekolah yang jauh, anak-anak SMP di Desa Tembok pun bersekolah dengan mengendarai sepeda motor. Padahal anak seusia SMP belum diizinkan mengendarai sepeda motor karena belum bisa mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Tapi, mau bagaimana lagi. Mereka terpaksa naik motor sendiri karena orang tua mereka sibuk bekerja sehingga tak bisa mengantarkannya. Memang ada angkutan umum, namun anak-anak biasanya tak mau naik angkutan umum, salah satu alasannya malu karena teman-teman mereka sebagian besar mengendarai motor.

Selain biaya yang tinggi, misalnya untuk beli motor, beli bensin setiap hari dan perawatan, naik motor bagi anak SMP di jalan raya Singaraja-Amlapura cukup berbahaya. Apalagi jalur itu merupakan jalur umum yang banyak dilewati truk pengangkut pasir.  Nah, dengan adanya angkutan sekolah yang dikelola pemerintah desa, maka biaya yang dikeluarkan orang tua bisa ditekan.

“Tak perlu membeli atau mencicil sepeda motor baru dan tak perlu membeli bensin setiap hari,” kata Perbekel/Kepala Desa Tembok Dewa Komang Yudi Astara.

Sampai hari ini total siswa yang menjadi peserta angkutan gratis sebanyak 74 siswa .

Bonus lain bagi nasabah bank sampah di Desa Tembok adalah pengobatan gratis di poskesdes bagi nasabah yang sakit. Poskesdes itu sendiri merupakan hasil dari inovasi yang dilakukan Perbekel/Kepala Desa Tembok Dewa Komang Yudi Astara.

Dengan bonus seperti itu, kesadaran warga untuk mengumpulkan dan menabung sampah menjadi makin tumbuh, dan terus tumbuh di Desa Tembok.

***

Selasa, 15 Maret saya sempat “berwisata sampah” ke Desa Tembok. Ya berwisata, karena salah satu ciri orang berwisata adalah riang gembira. Dan, saya sungguh merasa riang dan gembira di Desa Tembok.

Tepat siang pukul; 13.00 saya lewat di Dusun Bulakang, salah satu dusun di Desa Tembok. Kebetulan di Dusn Bulakan waktu itu adalah jadwal pengambilan sampah dari bank sampah.

Kegiatan pengumpulan dan penimbangan sampah di Dusun Bulakan Desa Tembok

Tampak warga seperti berwisata. Duduk manis di tepi jalan, menunggu sampahnya ditimbang, di angkut, dan tentunya masuk dalam buku tabungan. Tabungan bank sampah ini bisa dicairkan kapan saja.

Kegiatan persampahan ini diinisiasi oleh Tempat Pembuangan Sampah Terpadu ( TPST) Desa Tembok Kedas Mesari di bawah unit pengelolaan sampah Bumdesa  Giri Arta Desa Tembok.

“Nama Kedas Mesari pun sangat diharapkan menjadi penyemangat dalam pengelolaan sampah di desa itu. Dimana ‘kedas’ dalam bahasa Indonesia artinya bersih dan ‘mesari’ bisa diartikan mendapatkan rejeki.” Begitu kata Ketua Bumdesa Tembok Dewa Willy Asmawan.

Menurut Willy Asmawan, TPST ini dibentuk tahun 2015 dengan berbagai tantangan. Bank sampah “Kedas mesari” sendiri dibuat tahun 2020. “Semenjak berdirinya, aplikasi digital dari bank sampah ini disupport penuh oleh Griya Luhu,”  kata Dewa Willy, lelaki 33 tahun itu.

Berbagai inovasi

Sampai saat ini jumlah nasabah bank sampah sudah 936 KK. Ini tersebar di 6 banjar dinas di Desa Tembok. Jumlah itu bisa disebut lumayan dibandingkan dengan jumlah penduduk secara keseluruhan di Desa Tembok, yakni 2335 KK.  Apalagi, dalam satu rumah banyak yang memiliki KK berbeda, tetapi masuk satu KK di data bank sampah.

Dewa Willy Asmawan, kepala Bumdesa Tembok, di antara tumpukan sampah

Manfaat menjadi anggota bank sampah juga sangat menarik dan mencakup banyak hal. Ya, itu tadi. anggota bank sampah punya akses kesehatan gratis di poskesdes, anak-anak SMP gratis angkutan ke sekolah, dan manfaat lainnya.

“Banyak program desa dikolaborasikan dengan bank sampah,” kata Dewa Willy.

Sektor bisnis pun sudah dijalani. Salah satunya dengan menjalin kerjasama dengan Rezycology, sebuah perusahaan pengepresan botol plastik di Jakarta.

Hebatnya lagi dari desa tembok, mampu menginisiasi kolaborasi pembentukan bank sampah di dua desa di wilayah Kabupaten Karangasem. Yaitu Desa Ban  dan Desa Dukuh. Dua desa itu berada di Kecamatan Kubu, Karangasem.

Dewa Willy berharap kolaborasi kebaikan lewat pengelolaan sampah ini bisa dilakukan antardesa, baik desa di Buleleng maupun desa di kabupaten lain yang jaraknya berdekatan. “Sampah memang tak bisa dikelola sendiri, sangat perlu kolaborasi dengan berbagai pihak dan lembaga, di Buleleng, maupun di luar Buleleng, di Bali maupoun di luar Bali,” kata Dewa Willy.

***

Warga bekerjasama mengumpulkan sampah di Desa Tembok

Berwisata sampah di Bamk Sampah Desa Tembok membuka mata saya bahwa bank sampah sejatinya tempat menabung nilai-nilai baik. Ada nilai ekonomi, nilai sosial dan budaya.

Juga menumbuhkan kesadaran, bagaimana kita melihat dan menganggap sampah adalah kita. Karena kita yang membuat dan menghasilkan sampah. Karena sampah adalah kita mari berdamai dan saling bersinergi.

Jangan sampai sampah lebih mulia dari pada kita. Dia memiliki nilai guna, kita kalah guna. [T]

BACA JUGA:

Lisna Baktiari dari Kaliasem | Perempuan Muda Juga Bisa Kelola Bank Sampah

Lisna Baktiari dari Kaliasem | Perempuan Muda Juga Bisa Kelola Bank Sampah

Tags: Bank Sampahbulelengdaur ulang sampah plastikDesa TembokSampahsampah plastik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sinergi “Panggul” dan Pena, Dalam Menggaungkan Eksistensi Gamelan Bali

Next Post

Camper Van: Klub Kemping Bermobil | Adakan Jambore Nasional di Buleleng

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

by Agung Sudarsa
March 2, 2026
0
Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

“Jiwa muda adalah jiwa penuh energi, penuh semangat. Maka, dengan sendirinya penuh gejolak pula. Ia bisa membangkang, bisa memberontak, bisa...

Read moreDetails

Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

by Putu Ayu Ariani
February 27, 2026
0
Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

DESA Singapadu, Kabupaten Gianyar, dikenal sebagai salah satu tempat kerajinan perak di Bali. Di tengah arus modernisasi dan persaingan produk...

Read moreDetails

‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

by Dede Putra Wiguna
February 23, 2026
0
‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

TIGA dasawarsa bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi Pemuda Theravāda Indonesia (Patria), 30 tahun adalah rentang pengabdian, pembelajaran, dan konsistensi dalam...

Read moreDetails

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

by Jaswanto
February 22, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

“SAYA menangis saat survei sekolah setelah lolos seleksi P3K,” ujar Samsul Rizal bercerita kepada saya pada malam yang gerah di...

Read moreDetails

Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
February 22, 2026
0
Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

SABTU pagi itu datang dengan suara burung dan kokok ayam yang bersahutan. Di sela suasana yang masih lengang, telepon genggam...

Read moreDetails

Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

by Made Chandra
February 21, 2026
0
Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

CATATAN ini berawal dari ajakan Bli Vincent Chandra—seorang pemuda yang berapi-api ketika bercumbu dengan kebudayaan, untuk mengajakku untuk menyambangi Museum...

Read moreDetails

Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 19, 2026
0
Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

WIMBAKARA (Lomba) Opini Berbahasa Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali mirip sebuah ujian sekripsi atau tesis. Peserta tidak hanya menyelesaikan sebuah...

Read moreDetails

Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 18, 2026
0
Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

WAJAH-wajah kecil itu tampak amat serius pagi itu. Jas dokter kecil yang mereka kenakan terlihat rapi, lengkap dengan pin dan...

Read moreDetails

Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

by I Nyoman Darma Putra
February 15, 2026
0
Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet di Nyuhkuning, Ubud, Gianyar, Minggu, 15 Februari 2026, ditandai dengan peluncuran dan bedah empat buku...

Read moreDetails

Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

by Son Lomri
February 15, 2026
0
Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

MANG ADI memegang sebilah paku dengan gaya seperti layaknya memegang pena. Dengan ujung paku yang runcing itu, ia menggurat garis...

Read moreDetails
Next Post
Camper Van: Klub Kemping Bermobil | Adakan Jambore Nasional di Buleleng

Camper Van: Klub Kemping Bermobil | Adakan Jambore Nasional di Buleleng

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co