2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Canggu Bali menuju Canggu Mojokerta

Sugi Lanus by Sugi Lanus
October 31, 2021
in Esai
Lontar Mpu Kuturan | Sosok Historis atau Mitos?

— Catatan Harian Sugi Lanus, 31 Oktober 2021

Pelabuhan Carik di Lombok Utara juga disebut Pelabuhan Bali, demikian cerita para tetua di Lombok. Kenapa? Karena di titik pelabuhan itulah masyarakat Sasak yang hendak ke Bali berangkat.

Demikian juga penyebutan Pelabuhan Tuban di Bali, yang kini identik dengan wilayah Airport Internasional Ngurah Rai, pesisir baratnya dan sekitarnya, seperti pesisir Kelan, Kedonganan, dan Kuta, adalah dahulunya disebut Pelabuhan (menuju) Tuban. Lama kelamaan menjadi Tuban. Kenapa? Karena dari sana masyarakat Bali yang berangkat ke Jawa, tepatnya Pelabuhan Tuban di Jawa bagian timur, yang menjadi salah satu pelabuhan atau poros maritim Kerajaan Majapahit.

Jika masyarakat Bali Selatan menuju Majapahit, mereka berangkat melalui wilayah Canggu, yang kini menjadi wilayah pariwisata di Badung Selatan. Kenapa melalui wilayah ini? Sebab yang dituju adalah Pelabuhan Canggu yang ada di Sungai Brantas. Kini wilayah ini masuk Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, yang situs kejayaan Majapahit dengan ribuan peninggalan ditemukan di Kabupaten Mojokerto, sampai kini menjadi situs-situs bersejarah peninggalan kejayaan Majapahit.

Pelabuhan menuju Canggu di Bali itu kini bernama Canggu.

Pelabuhan Canggu di Sungai Brantas kini masih ada jejaknya dengan nama Dusun Pelabuhan, Desa Canggu, di Mojokerto.

Bukti sejarah berupa Prasasti Canggu 1280 Saka (1358 M) menyebutkan terdapat 34 pelabuhan di sepanjang sungai Brantas. Pelabuhan Canggu yang terpenting, sehingga siapapun dahulu menuju pusat Kerajaan Majaphit berlabuh di Pelabuhan Canggu.

Para sejarahwan dunia telah mengakui dengan berbagai kajian bahwa akses perdagangan dari pesisir Jawa ke pusat kota Majapahit diakses dengan perahu melalui Sungai Brantas.

Profesor M. Yamin mengutip Prasasti Canggu dalam rangka menjelaskan kekuatan maritim Majapahit yang berpusat di daratan tapi menguasai Nusantara lewat berbagai pelabuhan pesisir Jawa:

kapangkwa denikang anāmbingi sayawadwipamandala.

i rumasan. i canggu. i randu gowok. i wahas i nagara. i sarba……

Terjemahannya:

“….agar disimpan oleh petugas penyeberangan di seluruh Mandala Jawa, terutama (nama-nama desa penyeberangan)

Mabuwur, Godog, Rumasan, Canggu, Randu Gowok, Wahas, Nagara, Sarba……”

Di masa prasasti ini ditulis jelas disebutkan nama Panji Marggabhaya sebagai pejabat otoritas pelabuhan dan pengelola pelabuhan ini.

….. makādi mahādwija. i pingsornyājñā pāduka śri mahārāja. kumonakěn ikanang anambangi sayawadwipamandala. makādi pañji marggabhaya. makasikasir ajaran rata. sthatita. munggwi canggu pagawayakna sang hyang ājñāhaji praśasti. rājasanagaralañcana. munggwe salah sikining tāmra. riptopala. kapangkwa denikang anāmbingi sayawadwipamandala.

Terjemahannya:

“adapun isi pertulisan perintah Raja itu, setelah diturunkan kepada para pegawai rendah, ialah supaya segala orang disegenap mandala Pulau Jawa diseberangkan, terutama sekali Panji Marggabhaya yang bertempat tinggal di Canggu harus melaksanakan pertulisan perintah Raja menjadi piagam perunggu bertanda lencana Rajasanegara dan digariskan atas piagam perunggu atau di atas batu. Piagam itu harus dipegang teguh oleh semua orang yang menambang penyeberangan di segenap mandala Pulau Jawa.”

Raja Hayam Wuruk memberikan hak swakelola pelabuhan-pelabuhan di Sungai Brantas. Untuk Pelabuhan Canggu dan sekitarnya diberikan pada Panji Margabhaya dan Panji Angraksaji. Panji Margabhaya berkedudukan di Canggu, sementara Panji Angraksaji bertempat tinggal di Terung.

Sungai Brantas memiliki 34 pelabuhan penting di era Majapahit. Majapahit dikenal beberapa kotanya sebagai ‘front water cities’.

Di Pelabuhan Canggu sudah ada disclaimer: Jika ada barang jatuh di sungai saat menyeberang, kehilangan dan kerugian bukan tanggung jawab petugas. Ini sama semacam disclaimer di tempat parkir sekarang: “Kehilangan helm dan sepeda motor di tempat parkir bukan tanggung jawab petugas. Pastikan helm dan sepeda motor Anda terkunci.”

Demikian juga di Pelabuhan Canggu, ada tertulis disclaimer sangat jelas.

Bunyinya seperti ini:

muwah ri sdenganikang anambangi amwata padatining akalang. dagangan asing awakanya. karěm pwekang dagangan. tan bwatana tekang anambangi, ndatan wehana ta ya tambangan yan cirnekang dagangan muwah..

Terjemahannya:

“apapun jenis barangnya, bila barang itu jatuh ke dalam air, maka tukang penambang itu tidak bertanggung jawab atas peristiwa itu, dan mereka tidak berkewajiban membayar barang yang hilang pada saat penambang tersebut.”

Petugas penyeberangan sungai tidak boleh membantu para penjahat. Siapapun yang punya indikasi melakukan kejahatan tidak boleh diseberangkan, atau tidak dibantu menaiki perahu. Demikian juga petugas penyeberangan tidak mengijinkan perempuan yang bermasalah dengan suaminya untuk menyeberang (baik ditinggal suaminya atau meninggalkan suami), tidaklah dibolehkan tukang penambang menyeberangkan mereka dari sisi sungai ke sisi yang lain.

Disebutkan pelaku 8 perbuatan melanggar hukum dan perempuan yang sedang bermasalah dengan rumah tangganya disebutkan sebagai berikut:

kuněng asing awakanya, swāmigata. lungha sangke swāminya. tan bwatana ktekang anambangy angěntasakěn sangkeng nadítira yadin sādhu prawrěttinyang anamambangi. kalut sangkeng astacora, muwah yan hana stri karěm asing awakanya.

Sekarang Pantai Canggu di Bali jarang terlihat ada perahu yang bersandar. Yang banyak, berlimpah, sebelum situasi pandemi, adalah para pelancong yang bersandar di kursi malas melihat matahari terbenam. Aktivitas pariwisata makanan dan klub malam yang memenuhi Pantai Canggu di Bali. Sekarang di Desa Canggu, tepian Sungai Brantas di Mojokerto, tidak tampak pula pelanjut Panji Margabhaya dan Panji Angraksaji yang dahulunya sibuk mengurusi penyeberangan atau pelayaran ke berbagai tujuan. Seakan kedua titik tersebut tanpa temali-relasi.

Ada beberapa catatan bagaimana rute perjalanan orang-orang Bali yang pernah ke Majapahit, tercatat dalam babad keluarga. Salah satunya adalah catatan Arya Yasan, salah satu keturunan Arya Damar di Bali yang pernah kembali menengok keluarganya di Majapahit pada akhir periode kejayaan Majapahit. Disebutkan Arya Yasan yang besar di Bali pernah tinggal di Majapahit selama 8 tahun.

Lontar-lontar di Bali, seperti Usana Jawa, Usana Bali, Kidung Pamancangah, Babad Arya Tabanan, dan berbagai babad lainnya, sangat jelas menyebutkan bagaimana rute ekspedisi perjalanan rombongan dari naik perahu dari kawasan Majapahit menuju Bali. Di sana disebutkan masa tempuh, berapa hari, dan titik-titik pelabuhan apa yang dilewati dan disinggahi.

Jika seorang tidak pernah membaca Prasasti Canggu, atau tidak pernah membaca lontar-lontar babad di Bali yang menyebutkan pelayaran leluhur Bali menuju Tuban dan Majapahit di Jawa, tampaknya tidak akan percaya kalau leluhur Bali biasa hilir mudik dari Pelabuhan Tuban Bali menuju kota pelabuhan Tuban di pesisir Jawa. Tidak akan percaya kalau pantai Canggu di Bali Selatan terkait dengan Pelabuhan Canggu di aliran sungai Brantas.

Selain memang harus membaca berbagai sumber prasasti dan naskah kuno yang ditulis jauh sebelum kedatangan Belanda, menimbang sejarah masa lalu leluhur sepertinya harus banyak piknik. Piknik untuk merenda sudut-sudut lain yang lebih jauh agar terbayangkan relasi dan jaringan sejarah satu titik dengan titik lain, yang kadang terhubung di masa lalu, tapi telah dilupakan dan hampir lenyap jejak. Ruang-ruang kosong ini, yang tidak bisa dijangkau oleh ingatan antar generasi, bisa direnda secara filologi dan efigrafis. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pergulatan dengan Puisi

Next Post

Tantangan Media dalam Pemberitaan Adil Gender

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Tantangan Media dalam Pemberitaan Adil Gender

Tantangan Media dalam Pemberitaan Adil Gender

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co