24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Canggu Bali menuju Canggu Mojokerta

Sugi Lanus by Sugi Lanus
October 31, 2021
in Esai
Lontar Mpu Kuturan | Sosok Historis atau Mitos?

— Catatan Harian Sugi Lanus, 31 Oktober 2021

Pelabuhan Carik di Lombok Utara juga disebut Pelabuhan Bali, demikian cerita para tetua di Lombok. Kenapa? Karena di titik pelabuhan itulah masyarakat Sasak yang hendak ke Bali berangkat.

Demikian juga penyebutan Pelabuhan Tuban di Bali, yang kini identik dengan wilayah Airport Internasional Ngurah Rai, pesisir baratnya dan sekitarnya, seperti pesisir Kelan, Kedonganan, dan Kuta, adalah dahulunya disebut Pelabuhan (menuju) Tuban. Lama kelamaan menjadi Tuban. Kenapa? Karena dari sana masyarakat Bali yang berangkat ke Jawa, tepatnya Pelabuhan Tuban di Jawa bagian timur, yang menjadi salah satu pelabuhan atau poros maritim Kerajaan Majapahit.

Jika masyarakat Bali Selatan menuju Majapahit, mereka berangkat melalui wilayah Canggu, yang kini menjadi wilayah pariwisata di Badung Selatan. Kenapa melalui wilayah ini? Sebab yang dituju adalah Pelabuhan Canggu yang ada di Sungai Brantas. Kini wilayah ini masuk Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, yang situs kejayaan Majapahit dengan ribuan peninggalan ditemukan di Kabupaten Mojokerto, sampai kini menjadi situs-situs bersejarah peninggalan kejayaan Majapahit.

Pelabuhan menuju Canggu di Bali itu kini bernama Canggu.

Pelabuhan Canggu di Sungai Brantas kini masih ada jejaknya dengan nama Dusun Pelabuhan, Desa Canggu, di Mojokerto.

Bukti sejarah berupa Prasasti Canggu 1280 Saka (1358 M) menyebutkan terdapat 34 pelabuhan di sepanjang sungai Brantas. Pelabuhan Canggu yang terpenting, sehingga siapapun dahulu menuju pusat Kerajaan Majaphit berlabuh di Pelabuhan Canggu.

Para sejarahwan dunia telah mengakui dengan berbagai kajian bahwa akses perdagangan dari pesisir Jawa ke pusat kota Majapahit diakses dengan perahu melalui Sungai Brantas.

Profesor M. Yamin mengutip Prasasti Canggu dalam rangka menjelaskan kekuatan maritim Majapahit yang berpusat di daratan tapi menguasai Nusantara lewat berbagai pelabuhan pesisir Jawa:

kapangkwa denikang anāmbingi sayawadwipamandala.

i rumasan. i canggu. i randu gowok. i wahas i nagara. i sarba……

Terjemahannya:

“….agar disimpan oleh petugas penyeberangan di seluruh Mandala Jawa, terutama (nama-nama desa penyeberangan)

Mabuwur, Godog, Rumasan, Canggu, Randu Gowok, Wahas, Nagara, Sarba……”

Di masa prasasti ini ditulis jelas disebutkan nama Panji Marggabhaya sebagai pejabat otoritas pelabuhan dan pengelola pelabuhan ini.

….. makādi mahādwija. i pingsornyājñā pāduka śri mahārāja. kumonakěn ikanang anambangi sayawadwipamandala. makādi pañji marggabhaya. makasikasir ajaran rata. sthatita. munggwi canggu pagawayakna sang hyang ājñāhaji praśasti. rājasanagaralañcana. munggwe salah sikining tāmra. riptopala. kapangkwa denikang anāmbingi sayawadwipamandala.

Terjemahannya:

“adapun isi pertulisan perintah Raja itu, setelah diturunkan kepada para pegawai rendah, ialah supaya segala orang disegenap mandala Pulau Jawa diseberangkan, terutama sekali Panji Marggabhaya yang bertempat tinggal di Canggu harus melaksanakan pertulisan perintah Raja menjadi piagam perunggu bertanda lencana Rajasanegara dan digariskan atas piagam perunggu atau di atas batu. Piagam itu harus dipegang teguh oleh semua orang yang menambang penyeberangan di segenap mandala Pulau Jawa.”

Raja Hayam Wuruk memberikan hak swakelola pelabuhan-pelabuhan di Sungai Brantas. Untuk Pelabuhan Canggu dan sekitarnya diberikan pada Panji Margabhaya dan Panji Angraksaji. Panji Margabhaya berkedudukan di Canggu, sementara Panji Angraksaji bertempat tinggal di Terung.

Sungai Brantas memiliki 34 pelabuhan penting di era Majapahit. Majapahit dikenal beberapa kotanya sebagai ‘front water cities’.

Di Pelabuhan Canggu sudah ada disclaimer: Jika ada barang jatuh di sungai saat menyeberang, kehilangan dan kerugian bukan tanggung jawab petugas. Ini sama semacam disclaimer di tempat parkir sekarang: “Kehilangan helm dan sepeda motor di tempat parkir bukan tanggung jawab petugas. Pastikan helm dan sepeda motor Anda terkunci.”

Demikian juga di Pelabuhan Canggu, ada tertulis disclaimer sangat jelas.

Bunyinya seperti ini:

muwah ri sdenganikang anambangi amwata padatining akalang. dagangan asing awakanya. karěm pwekang dagangan. tan bwatana tekang anambangi, ndatan wehana ta ya tambangan yan cirnekang dagangan muwah..

Terjemahannya:

“apapun jenis barangnya, bila barang itu jatuh ke dalam air, maka tukang penambang itu tidak bertanggung jawab atas peristiwa itu, dan mereka tidak berkewajiban membayar barang yang hilang pada saat penambang tersebut.”

Petugas penyeberangan sungai tidak boleh membantu para penjahat. Siapapun yang punya indikasi melakukan kejahatan tidak boleh diseberangkan, atau tidak dibantu menaiki perahu. Demikian juga petugas penyeberangan tidak mengijinkan perempuan yang bermasalah dengan suaminya untuk menyeberang (baik ditinggal suaminya atau meninggalkan suami), tidaklah dibolehkan tukang penambang menyeberangkan mereka dari sisi sungai ke sisi yang lain.

Disebutkan pelaku 8 perbuatan melanggar hukum dan perempuan yang sedang bermasalah dengan rumah tangganya disebutkan sebagai berikut:

kuněng asing awakanya, swāmigata. lungha sangke swāminya. tan bwatana ktekang anambangy angěntasakěn sangkeng nadítira yadin sādhu prawrěttinyang anamambangi. kalut sangkeng astacora, muwah yan hana stri karěm asing awakanya.

Sekarang Pantai Canggu di Bali jarang terlihat ada perahu yang bersandar. Yang banyak, berlimpah, sebelum situasi pandemi, adalah para pelancong yang bersandar di kursi malas melihat matahari terbenam. Aktivitas pariwisata makanan dan klub malam yang memenuhi Pantai Canggu di Bali. Sekarang di Desa Canggu, tepian Sungai Brantas di Mojokerto, tidak tampak pula pelanjut Panji Margabhaya dan Panji Angraksaji yang dahulunya sibuk mengurusi penyeberangan atau pelayaran ke berbagai tujuan. Seakan kedua titik tersebut tanpa temali-relasi.

Ada beberapa catatan bagaimana rute perjalanan orang-orang Bali yang pernah ke Majapahit, tercatat dalam babad keluarga. Salah satunya adalah catatan Arya Yasan, salah satu keturunan Arya Damar di Bali yang pernah kembali menengok keluarganya di Majapahit pada akhir periode kejayaan Majapahit. Disebutkan Arya Yasan yang besar di Bali pernah tinggal di Majapahit selama 8 tahun.

Lontar-lontar di Bali, seperti Usana Jawa, Usana Bali, Kidung Pamancangah, Babad Arya Tabanan, dan berbagai babad lainnya, sangat jelas menyebutkan bagaimana rute ekspedisi perjalanan rombongan dari naik perahu dari kawasan Majapahit menuju Bali. Di sana disebutkan masa tempuh, berapa hari, dan titik-titik pelabuhan apa yang dilewati dan disinggahi.

Jika seorang tidak pernah membaca Prasasti Canggu, atau tidak pernah membaca lontar-lontar babad di Bali yang menyebutkan pelayaran leluhur Bali menuju Tuban dan Majapahit di Jawa, tampaknya tidak akan percaya kalau leluhur Bali biasa hilir mudik dari Pelabuhan Tuban Bali menuju kota pelabuhan Tuban di pesisir Jawa. Tidak akan percaya kalau pantai Canggu di Bali Selatan terkait dengan Pelabuhan Canggu di aliran sungai Brantas.

Selain memang harus membaca berbagai sumber prasasti dan naskah kuno yang ditulis jauh sebelum kedatangan Belanda, menimbang sejarah masa lalu leluhur sepertinya harus banyak piknik. Piknik untuk merenda sudut-sudut lain yang lebih jauh agar terbayangkan relasi dan jaringan sejarah satu titik dengan titik lain, yang kadang terhubung di masa lalu, tapi telah dilupakan dan hampir lenyap jejak. Ruang-ruang kosong ini, yang tidak bisa dijangkau oleh ingatan antar generasi, bisa direnda secara filologi dan efigrafis. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pergulatan dengan Puisi

Next Post

Tantangan Media dalam Pemberitaan Adil Gender

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Tantangan Media dalam Pemberitaan Adil Gender

Tantangan Media dalam Pemberitaan Adil Gender

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co