4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nyoman Jaya dari Desa Les dan Bata Premium dari Desa Tulikup

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
October 5, 2021
in Khas
Nyoman Jaya dari Desa Les dan Bata Premium dari Desa Tulikup

Nyoman Jaya saat mencetak batu bata di desa Tulikup, Gianyar, Bali

Bata dari Desa Tulikup, Gianyar, siapa yang tahu? Di desa itulah bata premium atau bata unggulan diproduksi dengan proses penuh cinta.

Senin pagi yang berawan, 4 Oktober 2021. Saya berkunjung ke Desa Tulikup di Kabupaten Gianyar.  Dari Denpasar ke Tulikup saya menyusuri Jalan By Pass Ida Bagus Mantra kurang lebih 30 menit.  Tepat di perempatan Pantai Lebih, belok kiri, ikuti petunjuk jalan. Tanpa GPS (General Positioning System). Bertanya sesekali pada ibu di pinggir jalan. Akhirnya tiba saya di Tulikup, sebuah desa yang dikenal sebagai sentra produksi bata.

Di sana saya bertemu Nyoman Jaya. Nama aslinya Nyoman Astrawan, dan entah kenapa ia lebih dikenal dengan nama Nyoman Jaya.  Usainya 45 tahun. Ia bukan warga asli dari Tulikup. Ia berasal dari Desa Les, Tejakula, Buleleng. Ia merantau ke Tulikup, dan di desa itu ia menjadi perajin bata bata.

Seperti kebanyakan anak desa di Desa Les, merantau seakan-akan sebuah cita-cita. Sesekali pulang ke desa untuk bersua dengan sanak keluarga di desa. Begitu juga dengan Nyoman Jaya. Bapak dari dua anak ini sudah menghabiskan seperempat abad hidupnya di Desa Tulikup, mengeluti pekerjaan sebagai perajin bata-bata. Dua puluh lima tahun waktu yang tidak singkat untuk mendedikasikan diri menjadi perajin batu-bata.

“Awalnya, ketika memulai pekerjaan dua puluh lima tahun lalu, saya hanya melihat-lihat, lalu belajar dari teman, dan kini sudah menjadi biasa,” kata Nyoman Jaya.

Sekarang pekerjaan membuat batu-bata telah menjadi laku sehari-hari dan sumber penghasilan bersama istri dan dua orang anak. Setiap hari ia bersama istri mencetak kurang lebih 360 biji bata mentah. Harga bata terus naik, dari harga Rp 1000-an sampai sekarang harganya Rp 3.000-an per biji, dan ia tetap bekerja.

Ia bekerja dengan sistem borongan dan bertanggungjawab pada majikan. Seperti juga pekerja hotel, umumnya pembuat batu-bata membagi waktu kerjanya menjadi tiga bagian atau tiga shift:

Shift Pagi

Pagi hari dimulai pada puku 7.00. Nyoman Jaya sudah membuat adonan tanah, untuk dicetak menjadi bata mentah. Adonan tanah ini akan didiamkan satu hari sampai “pasil” untuk mendapatkan kualitas adonan yang super. Pasil adalah istilah untuk adonan tanah yang siap dicetak menjadi bata.

Proses membuat adonan

Shift Siang

Tepat setelah istrahat makan siang, pukul 13.00 adonan yang sudah siap akan dicetak menjadi bata dengan cetakan ukuran 26 cm X 12 cm persegi panjang.

Shift Sore.  

Setelah bata mentah dicetak, bata itu dipindahkan ke tempat penjemuran setelah dioles dengan alat khusus untuk meratakan sisi-sisi bata. Tanah yang digunakan menjadi batu-bata adalah tanah lokal Desa Tulikup dan dicampur abu dapur.

Proses penjemuran
Tanah asli Desa Tulikup, Gianyar

Nyoman Jaya bercerita, proses pembuatan bata ini bisa dilakukan sambil menahan lapar dan haus karena  panjang dan lamanya proses yang harus dilakukan untuk mendapatkan bata yang siap dijual atau siap dipakai.

Bayangkan saja, proses penjemurannya bisa sampai sebulan penuh jika cuaca kurang bersahabat. Paling cepat  20 hari jika cuaca normal. Jelaslah, dalam hal ini bata gososk ini adalah memang hasil kreatif dari tangan perajin seperti Nyoman Jaya tanpa menggunakan bantuan mekanik sedikitpun.

Proses penjemuran mencapai 3 hingga 4 minggu. Setelah itu masuk ke proses pembakaran. Proses terakhir ini adalah proses yang sangat premium. Bagaimana tidak? Bata yang sudah kering disusun rapi  ke dalam gerombong (tempat pembakaran). Pembakaran dengan mengunakan kayu spesial yakni kayu belalu dan tidak pernah kayu lain. Selain sebagai pengantar panas yang dipercaya baik, penggunaan kayu ini juga sudah menjadi tradisi untuk mendapatkan hasil pembakaran yang maksimal.

Bata kering yang siap dibakar di gerombong
Gerombong

Gerombong yang kurang lebih mampu memuat 20.000 biji bata itu, memerlukan kurang lebih lima truk kayu bakar.  Proses pembakaran bata ini biasanya dilakukan setiap 3 atau 4 bulan sekali, agar kuota atau jumlah bata yang biasanya dipesan orang bisa terpenuhi.

Proses pembakaran bata premium ini memakan waktu 3-4 hari non stop tanpa henti. Terbayang satu hari 24 jam, dikalikan 3 -4 hari. Memang butuh ketelatenan dan cinta tersendiri untuk mengerjakan ini sehingga memperoleh kematangan sempurna.

 Setelah itu, bata dalam gerombong itu didiamkan selama 3-4 hari lagi untuk proses pendinginan. Dan jadilah batu bata yang sering kita lihat di berbagai tempat, berbagai bangunan. Tetapi batu bata ini spesial dari proses bahan, sampai akhir.

“Saya punya angan dan idealisme untuk tetap membuat pakem pembuatan bata sema seperti dulu,” kata Nyoman Jaya. [T]

Bata yang siap digunakan

Tags: bulelengDesa LesDesa TulikupGianyarPerajin Batu Bata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tanah Subur dan Air Bersih: Dua Infrastruktur yang Luput Dari Perhatian

Next Post

Memikirkan Seorang Remaja yang Bercita-cita jadi Antropolog

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Memikirkan Seorang Remaja yang Bercita-cita jadi Antropolog

Memikirkan Seorang Remaja yang Bercita-cita jadi Antropolog

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co