12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gestapu, Tatmadaw Hingga Taliban

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
September 19, 2021
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Imagine there’s no countries
It isn’t hard to do
Nothing to kill or die for
And no religion, too

Imagine all the people
Livin’ life in peace
You

(Imagine, John Lennon, 1971)

Tepat 50 tahun sudah, sang maestro John Lennon mempopulerkan hits legendaris berisi pesan perdamaian itu. Dan sepanjang waktu itu pula, orang-orang tidak mau belajar soal perdamaian. Sebelum ataupun sesudahnya. Maka hari-hari ini, di berbagai kota-kota besar dunia, peringatan 50 tahun Imagine dirayakan tetap dengan penuh harapan. Harapan untuk kita mau belajar dari tema-tema penting seperti Tatmadaw atau Taliban.

Jika itu masih terlalu jauh, ada yang lebih dekat bagi kita yaitu Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh). Bulan September ini, bangsa kita selalu diingatkan pada seberkas hitam sejarah bernama Gestapu atau secara resmi pemerintah menyebutnya dengan G30S-PKI. Sesungguhnya belum ada versi yang cukup jernih dan dapat diterima semua pihak terkait peristiwa mengerikan itu.

Sejarah yang ditulis pemerintah secara gamblang menyebutkan PKI melakukan kudeta berdarah dengan maksud merebut kekuasaan. Adakah klaim ini nyata ataukah ada teori konspirasi yang lain di sekitarnya? Kita tak pernah tahu pasti. Yang jelas, sejujurnya misteri masih menganga hingga kini dan masih ada anak bangsa berada di pengasingan. Sebuah rekonsiliasi nasional selalu menjadi harapan seperti lirik-lirik dalam lagu Imagine dan kita terus bertanya kapan itu akan terjadi. Kita memang masih sulit untuk mengakui dan saling memaafkan.

Ambisi politik kekuasaan memang dapat menjelma dalam berbagai wajah. Prahara Gestapu adalah bentuknya dalam wajah ideologis pengusung semangat revolusi Rusia. Revolusi Rusia oleh kelompok Bolshevik berfaham Marxis yang memuncak pada tahun 1917 sukses menghepaskan otokrasi Tsar Nicholas II yang bertangan besi. Dan ini menjadi referensi gerakan-gerakan ambisius ideologi sosialis komunis di berbagai belahan dunia. Entah itu demikian persis terjadi di tanah air atau dimanfaatkan untuk menciptakan sebuah konspirasi untuk menghabisi Soekarno, kita belum tahu pasti.

Yang pasti, tak kurang setengah juta jiwa anak bangsa direnggutkan sebagai pelengkap ambisi politik kekuasaan saat itu. Ratusan ribu nyawa harus dibasmi untuk menciptakan sebuah drama menjadi nyata. Begitu pula, sebuah entitas yang telah dibangun dengan bilah-bilah pedang kekerasan dan agresi, bernama Uni Soviet pada akhirnya roboh sendiri. Kekerasan akan melahirkan kekerasan yang lain. Demikianlah runtuhnya Uni Soviet diikuti serangkaian kekerasan antar etnis yang telah terpecah hingga kemudian melahirkan 15 negara-negara baru di kawasan Eropa Timur.

Tatmadaw adalah ambisi politik kekuasaan yang lain, berwajah militer. Namanya ambisi, ia memang tak pernah dikaruniai rasa malu. Tatmadaw, sebutan untuk penguasa junta militer di Myanmar tak pernah belajar dari sejarah. Pernah berkuasa dengan penuh kekerasan selama tahun 1962-2011, membuat junta sulit menerima hasil pemilu demokratis yang telah menghantarkan Aung San Suu Kyi ke tampuk kekuasaan. Padahal pemilu tersebut diyakini paling bebas dalam 25 tahun terakhir.

Kepongahan junta militer ini telah medorong Myanmar ke jurang perang saudara yang dalam dan curam. Itu terjadi, saat Duwa Lashi La, salah seorang tokoh pemerintah bayangan Myanmar menyerukan perlawanan nasional terhadap Tatmadaw. Sejak itu korban telah berjatuhan sedikitnya 800 orang, namun ini diyakini jauh lebih kecil dari jumlah sebenarnya dan akan terus bertambah. Kelakuan keji junta militer Myanmar, sedari dulu telah menjadi sorotan dunia internasional karena melanggar prinsip-prinsip demokrasi. Namun mereka selalu berkilah, pemerintahan sipil tak mampu menerapkan stabilitas dan keadilan.

Taliban, tak sama, namun serupa. Ia ambisi politik kekuasaan berwajah agama. Tak sulitlah memahami ini. Karena saat ini Taliban telah merebut kekuasaan di Afghanistan dan membentuk pemerintahan baru. Melihat ribuan warga Kabul berlomba hendak meninggalkan negerinya, jelas sebuah paradoks. Bagaimana bisa, wajah agama telah membuat umatnya sendiri ngeri dan ketakutan?

Meski sebuah paradoks, dunia toh sudah maklum bagaimana para mullah itu menerapkan ajaran agama sebagai dasar bernegara, kepada warganya. Itu telah tercatat dalam sejarah, saat Taliban berkuasa sebelumnya, selama tahun 1996-2001. Kaum wanita adalah pihak yang paling sengsara dan dirugikan oleh sistem pemerintahan yang diterapkan Taliban. Mereka tidak boleh bersekolah, bekerja dan jika ke luar rumah mesti mengikuti syarat yang sangat ketat.

Seorang gadis bernama Malala Yousafzai yang suka bersekolah dan tentu saja itu salah, oleh penguasa yang memergokinya tanpa ragu-ragu menembak kepala si gadis. Ajaibnya, ia selamat lalu melarikan diri meninggalkan negerinya. Tak berapa lama kemudian, ia dihadiahi penghargaan prestisius Nobel Prize sebagai simbol perlawanan penguasa yang kejam. Hal paling fenomenal yang menyulut kemarahan seluruh warga dunia adalah, tentu saja kejahatan arkeologis terbesar dalam sejarah, yaitu saat Taliban menghancurkan patung Budha kuno di lembah Bamiyan.

Patung-patung mencengangkan itu adalah salah satu mahakarya peradaban manusia pada abad ke-4 yaang memiliki tinggi 55 dan 38 meter. Semuanya harus dihancurkan karena berhala. Indonesia hari ini, sebagai bangsa jamak, harus selalu menyanyikan lagu sang maestro Imagine, tentunya dengan penghayatan yang dalam. Sembari menyelami dengan kesadaran intelektual yang jernih, betapa kelamnya sejarah Gestapu, Tatmadaw hingga Taliban. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mural 404 Not Found: Ekspresi Seni Tuai Kontroversi

Next Post

Di Nusa Penida, Ada Pohon Berbuah Lem

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Buah bila di Nusa Penida

Di Nusa Penida, Ada Pohon Berbuah Lem

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co