4 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gestapu, Tatmadaw Hingga Taliban

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
September 19, 2021
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Imagine there’s no countries
It isn’t hard to do
Nothing to kill or die for
And no religion, too

Imagine all the people
Livin’ life in peace
You

(Imagine, John Lennon, 1971)

Tepat 50 tahun sudah, sang maestro John Lennon mempopulerkan hits legendaris berisi pesan perdamaian itu. Dan sepanjang waktu itu pula, orang-orang tidak mau belajar soal perdamaian. Sebelum ataupun sesudahnya. Maka hari-hari ini, di berbagai kota-kota besar dunia, peringatan 50 tahun Imagine dirayakan tetap dengan penuh harapan. Harapan untuk kita mau belajar dari tema-tema penting seperti Tatmadaw atau Taliban.

Jika itu masih terlalu jauh, ada yang lebih dekat bagi kita yaitu Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh). Bulan September ini, bangsa kita selalu diingatkan pada seberkas hitam sejarah bernama Gestapu atau secara resmi pemerintah menyebutnya dengan G30S-PKI. Sesungguhnya belum ada versi yang cukup jernih dan dapat diterima semua pihak terkait peristiwa mengerikan itu.

Sejarah yang ditulis pemerintah secara gamblang menyebutkan PKI melakukan kudeta berdarah dengan maksud merebut kekuasaan. Adakah klaim ini nyata ataukah ada teori konspirasi yang lain di sekitarnya? Kita tak pernah tahu pasti. Yang jelas, sejujurnya misteri masih menganga hingga kini dan masih ada anak bangsa berada di pengasingan. Sebuah rekonsiliasi nasional selalu menjadi harapan seperti lirik-lirik dalam lagu Imagine dan kita terus bertanya kapan itu akan terjadi. Kita memang masih sulit untuk mengakui dan saling memaafkan.

Ambisi politik kekuasaan memang dapat menjelma dalam berbagai wajah. Prahara Gestapu adalah bentuknya dalam wajah ideologis pengusung semangat revolusi Rusia. Revolusi Rusia oleh kelompok Bolshevik berfaham Marxis yang memuncak pada tahun 1917 sukses menghepaskan otokrasi Tsar Nicholas II yang bertangan besi. Dan ini menjadi referensi gerakan-gerakan ambisius ideologi sosialis komunis di berbagai belahan dunia. Entah itu demikian persis terjadi di tanah air atau dimanfaatkan untuk menciptakan sebuah konspirasi untuk menghabisi Soekarno, kita belum tahu pasti.

Yang pasti, tak kurang setengah juta jiwa anak bangsa direnggutkan sebagai pelengkap ambisi politik kekuasaan saat itu. Ratusan ribu nyawa harus dibasmi untuk menciptakan sebuah drama menjadi nyata. Begitu pula, sebuah entitas yang telah dibangun dengan bilah-bilah pedang kekerasan dan agresi, bernama Uni Soviet pada akhirnya roboh sendiri. Kekerasan akan melahirkan kekerasan yang lain. Demikianlah runtuhnya Uni Soviet diikuti serangkaian kekerasan antar etnis yang telah terpecah hingga kemudian melahirkan 15 negara-negara baru di kawasan Eropa Timur.

Tatmadaw adalah ambisi politik kekuasaan yang lain, berwajah militer. Namanya ambisi, ia memang tak pernah dikaruniai rasa malu. Tatmadaw, sebutan untuk penguasa junta militer di Myanmar tak pernah belajar dari sejarah. Pernah berkuasa dengan penuh kekerasan selama tahun 1962-2011, membuat junta sulit menerima hasil pemilu demokratis yang telah menghantarkan Aung San Suu Kyi ke tampuk kekuasaan. Padahal pemilu tersebut diyakini paling bebas dalam 25 tahun terakhir.

Kepongahan junta militer ini telah medorong Myanmar ke jurang perang saudara yang dalam dan curam. Itu terjadi, saat Duwa Lashi La, salah seorang tokoh pemerintah bayangan Myanmar menyerukan perlawanan nasional terhadap Tatmadaw. Sejak itu korban telah berjatuhan sedikitnya 800 orang, namun ini diyakini jauh lebih kecil dari jumlah sebenarnya dan akan terus bertambah. Kelakuan keji junta militer Myanmar, sedari dulu telah menjadi sorotan dunia internasional karena melanggar prinsip-prinsip demokrasi. Namun mereka selalu berkilah, pemerintahan sipil tak mampu menerapkan stabilitas dan keadilan.

Taliban, tak sama, namun serupa. Ia ambisi politik kekuasaan berwajah agama. Tak sulitlah memahami ini. Karena saat ini Taliban telah merebut kekuasaan di Afghanistan dan membentuk pemerintahan baru. Melihat ribuan warga Kabul berlomba hendak meninggalkan negerinya, jelas sebuah paradoks. Bagaimana bisa, wajah agama telah membuat umatnya sendiri ngeri dan ketakutan?

Meski sebuah paradoks, dunia toh sudah maklum bagaimana para mullah itu menerapkan ajaran agama sebagai dasar bernegara, kepada warganya. Itu telah tercatat dalam sejarah, saat Taliban berkuasa sebelumnya, selama tahun 1996-2001. Kaum wanita adalah pihak yang paling sengsara dan dirugikan oleh sistem pemerintahan yang diterapkan Taliban. Mereka tidak boleh bersekolah, bekerja dan jika ke luar rumah mesti mengikuti syarat yang sangat ketat.

Seorang gadis bernama Malala Yousafzai yang suka bersekolah dan tentu saja itu salah, oleh penguasa yang memergokinya tanpa ragu-ragu menembak kepala si gadis. Ajaibnya, ia selamat lalu melarikan diri meninggalkan negerinya. Tak berapa lama kemudian, ia dihadiahi penghargaan prestisius Nobel Prize sebagai simbol perlawanan penguasa yang kejam. Hal paling fenomenal yang menyulut kemarahan seluruh warga dunia adalah, tentu saja kejahatan arkeologis terbesar dalam sejarah, yaitu saat Taliban menghancurkan patung Budha kuno di lembah Bamiyan.

Patung-patung mencengangkan itu adalah salah satu mahakarya peradaban manusia pada abad ke-4 yaang memiliki tinggi 55 dan 38 meter. Semuanya harus dihancurkan karena berhala. Indonesia hari ini, sebagai bangsa jamak, harus selalu menyanyikan lagu sang maestro Imagine, tentunya dengan penghayatan yang dalam. Sembari menyelami dengan kesadaran intelektual yang jernih, betapa kelamnya sejarah Gestapu, Tatmadaw hingga Taliban. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mural 404 Not Found: Ekspresi Seni Tuai Kontroversi

Next Post

Di Nusa Penida, Ada Pohon Berbuah Lem

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails
Next Post
Buah bila di Nusa Penida

Di Nusa Penida, Ada Pohon Berbuah Lem

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co