12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Demam Gowes di Kota dan Gowes Sampai Demam di Pedesaan

Wayan Paing by Wayan Paing
August 9, 2021
in Esai
Demam Gowes di Kota dan Gowes Sampai Demam di Pedesaan

Anak-anak gowes di pedesaan wilayah Gulinten, Karangasem, lebih banyak menuntun sepeda ketimbang menaikinya.

Istilah gowes dalam kamus bahasa Indonesia online diartikan bersepeda atau menggowes. Menggowes sendiri diartikan sebagai mengayuh sepeda. Jika dicari dalam google translate kata gowes diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai bicycling happily dan bicycling happily diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya bersepeda dengan senang hati.

Sepeda sebagai alat transportasi mulai mengalami transformasi menjadi alat untuk menyalurkan hobi, sebagai alat untuk berpetualang, dan yang paling penting pada masa pandemi saat ini adalah sebagai alat untuk menjaga kesehatan.

Ada banyak manfaat bersepeda bagi kesehatan seperti mengurangi risiko gangguan jantung dan pembuluh darah. Bersepeda secara rutin merupakan salah satu olahraga yang dapat menjaga kesehatan jantung dan menjaga sirkulasi darah dlam tubuh.

Selain itu bersepeda juga akan melatih otot-otot tubuh seperti otot perut, paha, betis, dan kaki. Dengan bersepeda juga mengurangi risiko obesitas karena saat bersepeda lemak akan terbakar dan tidak tertimbun dan menjadi lemak jenuh di dalam tubuh. Pada intinya, bersepeda dengan rutin dan waktu yang tepat dapat menjaga stamina dan kesehatan tubuh. 

Selain dilakukan dengan teratur, pemilihan waktu yang baik untuk bersepeda juga perlu diperhatikan. Bersepeda pada siang hari terik mungkin kurang baik bagi kesehatan, begitu juga kalau bersepeda ditengah guyuran hujan lebat disertai petir.

Di samping itu, bersepeda tengah malam merupakan pilihan yang kurang tepat karena angin malam kurang cocok bagi kesehatan. Waktu yang ideal untuk bersepeda adalah pagi hari ketika udara masih segar dengan sinar matahari yang masih bersahabat, begitupula saat senja merupakan pilihan waktu yang baik.

Selain baik bagi kesehatan tubuh, bersepeda juga dianggap baik bagi kesehatan lingkungan. Di kota-kota besar, pemerintah membuat jalur-jalur khusus untuk pesepeda. Harapannya, makin banyak masyarakat kota yang memakai sepeda dalam melakukan aktivitas penggunaan kendaraan bermotor akan berkurang. Berkurangnya volume penggunaan kendaraan bermotor akan mengurangi polusi udara.

Gerakan bike to work atau bekerja dengan bersepeda sudah lama digaungkan untuk menarik minat masyarakat menggunakan sepeda dalam melakukan aktivitasnya. Walaupun bike to work sudah lama digaungkan, namun kegiatan bersepeda atau gowes baru mulai menggeliat lagi di masa pandemi saat ini.

Hampir setiap saat kita menemukan orang berlalu lalang dengan sepeda terutama diakhir pekan atau waktu-waktu liburan. Status-status media sosial saat ini banyak yang dihiasi kegiatan gowes baik secara individu maupun rombongan. Hal ini memicu makin digandrunginya kegiatan gowes karena sudah dianggap sebagai gaya hidup baru yang perlu diikuti di tengah pandemi. Alasan sederhananya adalah untuk menjaga kesehatan dengan mudah dan murah.

Akan tetapi gowes yang dilakukan di kota-kota besar ternyata tidak mampu tidak mampu mengurangi kebisingan di kota. Ketika jalur sepeda permanen dipermasalahkan, gaungnya sampai ke mana-mana. Televisi, koran, dan berita-berita online babarapa hari terakhir dipenuhi kekisruhan jalur sepeda permanen tersebut.

Anak-anak desa gowes di halaman rumah

Gowes di Pedesaan

Jika di kota-kota keriuhan gowes karena berita dan kotroversinya, di daerah-daerah pedesaan atau pedalaman, keriuhannya berbeda. Di desa-desa bahkan di perkampungan yang jauh di pegunungan sana, gemanya tidak mau kalah. Ruang dan jalur yang gowes tentu tidak sama dengan yang ada di kota. Beberapa ada yang harus berebut dengan jemuran hasil panen yang mengambil sebagain ruang yang ada di halaman rumah.

Kesepian yang disajikan sepeda tidak membuat anak-anak di pelosok merasa puas. Mereka seolah tidak mau kalah dengan keriuhan gowes yang terjadi di kota. Maka terjadilah, sesekali ditempelnya botol bekas minuman mineral di dekat roda agar saat dikayuh, ada suara yang timbul layaknya mengendari kendaraan bermotor.

Jika tidak demikian, bersepeda sambil menirukan suara motor dari mulutnya, merupakan pemandangan yang biasa. Jika tidak puas dengan kedua hal tadi, mengisi beberapa botol plastik bekas dengan kerikil kemudian mengikatkannya di belakang sepeda agar saat dikayuh botol-botol tersebut terseret dan suara yang ditimbulkannya semakin riuh. Sensasi yang dirasakan mungkin sama dengan yang dirasakan oleh orang-orang kota yang berdebat masalah jalur permanen: sama-sama riuh.

Jika riuh gowes yang terjadi di kota karena masalah jalur, di desa terutama yang di daerah perbukitan, demam gowes acapkali menjadi gowes sampai demam. Jalan yang kurang mendukung karena dipenuhi tanjakan dan turunan yang tajam membuat kegiatan gowes sedikit lebih menantang. Seperti di wilayah perbukitan Desa Gulinten di Karangasem.

Anak-anak di desa itu juga suka gowes. Sebagian besar jalanan di perbukitan memaksa para anak-anak pecinta gowes untuk “membawa” sepeda. Membawa dalam artian tidak dikendarai, melainkan dituntun atau didorong karena medannya yang terjal. Medan yang tidak bersahabat dengan sepeda-sepeda yang tidak “bergigi”. Itulah sebabnya, selain karena jatuh dan memar di beberapa bagian tubuh, anak-anak di perbukitan yang demam gowes, akhirnya demam sungguhan karena kelelahan mendorong sepeda ketimbang menaikinya. [T]

Tags: balap sepedadesagowessepeda
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hadapi Covid-19 dengan Secukupnya | Catatan Seorang Penyintas

Next Post

Bermainlah ke Mandul di Panji | Ada Jahe Merah Hangat dan Mariani yang Petani

Wayan Paing

Wayan Paing

Lahir di Gulinten, 6 April 1983. Menjadi guru di Ababi, Abang, Karangasem. Saat mahasiswa suka sastra dan teater yang kini ingin ditekuninya kembali

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Bermainlah ke Mandul di Panji | Ada Jahe Merah Hangat dan Mariani yang Petani

Bermainlah ke Mandul di Panji | Ada Jahe Merah Hangat dan Mariani yang Petani

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co