25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Demam Gowes di Kota dan Gowes Sampai Demam di Pedesaan

Wayan Paing by Wayan Paing
August 9, 2021
in Esai
Demam Gowes di Kota dan Gowes Sampai Demam di Pedesaan

Anak-anak gowes di pedesaan wilayah Gulinten, Karangasem, lebih banyak menuntun sepeda ketimbang menaikinya.

Istilah gowes dalam kamus bahasa Indonesia online diartikan bersepeda atau menggowes. Menggowes sendiri diartikan sebagai mengayuh sepeda. Jika dicari dalam google translate kata gowes diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai bicycling happily dan bicycling happily diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya bersepeda dengan senang hati.

Sepeda sebagai alat transportasi mulai mengalami transformasi menjadi alat untuk menyalurkan hobi, sebagai alat untuk berpetualang, dan yang paling penting pada masa pandemi saat ini adalah sebagai alat untuk menjaga kesehatan.

Ada banyak manfaat bersepeda bagi kesehatan seperti mengurangi risiko gangguan jantung dan pembuluh darah. Bersepeda secara rutin merupakan salah satu olahraga yang dapat menjaga kesehatan jantung dan menjaga sirkulasi darah dlam tubuh.

Selain itu bersepeda juga akan melatih otot-otot tubuh seperti otot perut, paha, betis, dan kaki. Dengan bersepeda juga mengurangi risiko obesitas karena saat bersepeda lemak akan terbakar dan tidak tertimbun dan menjadi lemak jenuh di dalam tubuh. Pada intinya, bersepeda dengan rutin dan waktu yang tepat dapat menjaga stamina dan kesehatan tubuh. 

Selain dilakukan dengan teratur, pemilihan waktu yang baik untuk bersepeda juga perlu diperhatikan. Bersepeda pada siang hari terik mungkin kurang baik bagi kesehatan, begitu juga kalau bersepeda ditengah guyuran hujan lebat disertai petir.

Di samping itu, bersepeda tengah malam merupakan pilihan yang kurang tepat karena angin malam kurang cocok bagi kesehatan. Waktu yang ideal untuk bersepeda adalah pagi hari ketika udara masih segar dengan sinar matahari yang masih bersahabat, begitupula saat senja merupakan pilihan waktu yang baik.

Selain baik bagi kesehatan tubuh, bersepeda juga dianggap baik bagi kesehatan lingkungan. Di kota-kota besar, pemerintah membuat jalur-jalur khusus untuk pesepeda. Harapannya, makin banyak masyarakat kota yang memakai sepeda dalam melakukan aktivitas penggunaan kendaraan bermotor akan berkurang. Berkurangnya volume penggunaan kendaraan bermotor akan mengurangi polusi udara.

Gerakan bike to work atau bekerja dengan bersepeda sudah lama digaungkan untuk menarik minat masyarakat menggunakan sepeda dalam melakukan aktivitasnya. Walaupun bike to work sudah lama digaungkan, namun kegiatan bersepeda atau gowes baru mulai menggeliat lagi di masa pandemi saat ini.

Hampir setiap saat kita menemukan orang berlalu lalang dengan sepeda terutama diakhir pekan atau waktu-waktu liburan. Status-status media sosial saat ini banyak yang dihiasi kegiatan gowes baik secara individu maupun rombongan. Hal ini memicu makin digandrunginya kegiatan gowes karena sudah dianggap sebagai gaya hidup baru yang perlu diikuti di tengah pandemi. Alasan sederhananya adalah untuk menjaga kesehatan dengan mudah dan murah.

Akan tetapi gowes yang dilakukan di kota-kota besar ternyata tidak mampu tidak mampu mengurangi kebisingan di kota. Ketika jalur sepeda permanen dipermasalahkan, gaungnya sampai ke mana-mana. Televisi, koran, dan berita-berita online babarapa hari terakhir dipenuhi kekisruhan jalur sepeda permanen tersebut.

Anak-anak desa gowes di halaman rumah

Gowes di Pedesaan

Jika di kota-kota keriuhan gowes karena berita dan kotroversinya, di daerah-daerah pedesaan atau pedalaman, keriuhannya berbeda. Di desa-desa bahkan di perkampungan yang jauh di pegunungan sana, gemanya tidak mau kalah. Ruang dan jalur yang gowes tentu tidak sama dengan yang ada di kota. Beberapa ada yang harus berebut dengan jemuran hasil panen yang mengambil sebagain ruang yang ada di halaman rumah.

Kesepian yang disajikan sepeda tidak membuat anak-anak di pelosok merasa puas. Mereka seolah tidak mau kalah dengan keriuhan gowes yang terjadi di kota. Maka terjadilah, sesekali ditempelnya botol bekas minuman mineral di dekat roda agar saat dikayuh, ada suara yang timbul layaknya mengendari kendaraan bermotor.

Jika tidak demikian, bersepeda sambil menirukan suara motor dari mulutnya, merupakan pemandangan yang biasa. Jika tidak puas dengan kedua hal tadi, mengisi beberapa botol plastik bekas dengan kerikil kemudian mengikatkannya di belakang sepeda agar saat dikayuh botol-botol tersebut terseret dan suara yang ditimbulkannya semakin riuh. Sensasi yang dirasakan mungkin sama dengan yang dirasakan oleh orang-orang kota yang berdebat masalah jalur permanen: sama-sama riuh.

Jika riuh gowes yang terjadi di kota karena masalah jalur, di desa terutama yang di daerah perbukitan, demam gowes acapkali menjadi gowes sampai demam. Jalan yang kurang mendukung karena dipenuhi tanjakan dan turunan yang tajam membuat kegiatan gowes sedikit lebih menantang. Seperti di wilayah perbukitan Desa Gulinten di Karangasem.

Anak-anak di desa itu juga suka gowes. Sebagian besar jalanan di perbukitan memaksa para anak-anak pecinta gowes untuk “membawa” sepeda. Membawa dalam artian tidak dikendarai, melainkan dituntun atau didorong karena medannya yang terjal. Medan yang tidak bersahabat dengan sepeda-sepeda yang tidak “bergigi”. Itulah sebabnya, selain karena jatuh dan memar di beberapa bagian tubuh, anak-anak di perbukitan yang demam gowes, akhirnya demam sungguhan karena kelelahan mendorong sepeda ketimbang menaikinya. [T]

Tags: balap sepedadesagowessepeda
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hadapi Covid-19 dengan Secukupnya | Catatan Seorang Penyintas

Next Post

Bermainlah ke Mandul di Panji | Ada Jahe Merah Hangat dan Mariani yang Petani

Wayan Paing

Wayan Paing

Lahir di Gulinten, 6 April 1983. Menjadi guru di Ababi, Abang, Karangasem. Saat mahasiswa suka sastra dan teater yang kini ingin ditekuninya kembali

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Bermainlah ke Mandul di Panji | Ada Jahe Merah Hangat dan Mariani yang Petani

Bermainlah ke Mandul di Panji | Ada Jahe Merah Hangat dan Mariani yang Petani

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co