2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Demam Gowes di Kota dan Gowes Sampai Demam di Pedesaan

Wayan Paing by Wayan Paing
August 9, 2021
in Esai
Demam Gowes di Kota dan Gowes Sampai Demam di Pedesaan

Anak-anak gowes di pedesaan wilayah Gulinten, Karangasem, lebih banyak menuntun sepeda ketimbang menaikinya.

Istilah gowes dalam kamus bahasa Indonesia online diartikan bersepeda atau menggowes. Menggowes sendiri diartikan sebagai mengayuh sepeda. Jika dicari dalam google translate kata gowes diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai bicycling happily dan bicycling happily diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya bersepeda dengan senang hati.

Sepeda sebagai alat transportasi mulai mengalami transformasi menjadi alat untuk menyalurkan hobi, sebagai alat untuk berpetualang, dan yang paling penting pada masa pandemi saat ini adalah sebagai alat untuk menjaga kesehatan.

Ada banyak manfaat bersepeda bagi kesehatan seperti mengurangi risiko gangguan jantung dan pembuluh darah. Bersepeda secara rutin merupakan salah satu olahraga yang dapat menjaga kesehatan jantung dan menjaga sirkulasi darah dlam tubuh.

Selain itu bersepeda juga akan melatih otot-otot tubuh seperti otot perut, paha, betis, dan kaki. Dengan bersepeda juga mengurangi risiko obesitas karena saat bersepeda lemak akan terbakar dan tidak tertimbun dan menjadi lemak jenuh di dalam tubuh. Pada intinya, bersepeda dengan rutin dan waktu yang tepat dapat menjaga stamina dan kesehatan tubuh. 

Selain dilakukan dengan teratur, pemilihan waktu yang baik untuk bersepeda juga perlu diperhatikan. Bersepeda pada siang hari terik mungkin kurang baik bagi kesehatan, begitu juga kalau bersepeda ditengah guyuran hujan lebat disertai petir.

Di samping itu, bersepeda tengah malam merupakan pilihan yang kurang tepat karena angin malam kurang cocok bagi kesehatan. Waktu yang ideal untuk bersepeda adalah pagi hari ketika udara masih segar dengan sinar matahari yang masih bersahabat, begitupula saat senja merupakan pilihan waktu yang baik.

Selain baik bagi kesehatan tubuh, bersepeda juga dianggap baik bagi kesehatan lingkungan. Di kota-kota besar, pemerintah membuat jalur-jalur khusus untuk pesepeda. Harapannya, makin banyak masyarakat kota yang memakai sepeda dalam melakukan aktivitas penggunaan kendaraan bermotor akan berkurang. Berkurangnya volume penggunaan kendaraan bermotor akan mengurangi polusi udara.

Gerakan bike to work atau bekerja dengan bersepeda sudah lama digaungkan untuk menarik minat masyarakat menggunakan sepeda dalam melakukan aktivitasnya. Walaupun bike to work sudah lama digaungkan, namun kegiatan bersepeda atau gowes baru mulai menggeliat lagi di masa pandemi saat ini.

Hampir setiap saat kita menemukan orang berlalu lalang dengan sepeda terutama diakhir pekan atau waktu-waktu liburan. Status-status media sosial saat ini banyak yang dihiasi kegiatan gowes baik secara individu maupun rombongan. Hal ini memicu makin digandrunginya kegiatan gowes karena sudah dianggap sebagai gaya hidup baru yang perlu diikuti di tengah pandemi. Alasan sederhananya adalah untuk menjaga kesehatan dengan mudah dan murah.

Akan tetapi gowes yang dilakukan di kota-kota besar ternyata tidak mampu tidak mampu mengurangi kebisingan di kota. Ketika jalur sepeda permanen dipermasalahkan, gaungnya sampai ke mana-mana. Televisi, koran, dan berita-berita online babarapa hari terakhir dipenuhi kekisruhan jalur sepeda permanen tersebut.

Anak-anak desa gowes di halaman rumah

Gowes di Pedesaan

Jika di kota-kota keriuhan gowes karena berita dan kotroversinya, di daerah-daerah pedesaan atau pedalaman, keriuhannya berbeda. Di desa-desa bahkan di perkampungan yang jauh di pegunungan sana, gemanya tidak mau kalah. Ruang dan jalur yang gowes tentu tidak sama dengan yang ada di kota. Beberapa ada yang harus berebut dengan jemuran hasil panen yang mengambil sebagain ruang yang ada di halaman rumah.

Kesepian yang disajikan sepeda tidak membuat anak-anak di pelosok merasa puas. Mereka seolah tidak mau kalah dengan keriuhan gowes yang terjadi di kota. Maka terjadilah, sesekali ditempelnya botol bekas minuman mineral di dekat roda agar saat dikayuh, ada suara yang timbul layaknya mengendari kendaraan bermotor.

Jika tidak demikian, bersepeda sambil menirukan suara motor dari mulutnya, merupakan pemandangan yang biasa. Jika tidak puas dengan kedua hal tadi, mengisi beberapa botol plastik bekas dengan kerikil kemudian mengikatkannya di belakang sepeda agar saat dikayuh botol-botol tersebut terseret dan suara yang ditimbulkannya semakin riuh. Sensasi yang dirasakan mungkin sama dengan yang dirasakan oleh orang-orang kota yang berdebat masalah jalur permanen: sama-sama riuh.

Jika riuh gowes yang terjadi di kota karena masalah jalur, di desa terutama yang di daerah perbukitan, demam gowes acapkali menjadi gowes sampai demam. Jalan yang kurang mendukung karena dipenuhi tanjakan dan turunan yang tajam membuat kegiatan gowes sedikit lebih menantang. Seperti di wilayah perbukitan Desa Gulinten di Karangasem.

Anak-anak di desa itu juga suka gowes. Sebagian besar jalanan di perbukitan memaksa para anak-anak pecinta gowes untuk “membawa” sepeda. Membawa dalam artian tidak dikendarai, melainkan dituntun atau didorong karena medannya yang terjal. Medan yang tidak bersahabat dengan sepeda-sepeda yang tidak “bergigi”. Itulah sebabnya, selain karena jatuh dan memar di beberapa bagian tubuh, anak-anak di perbukitan yang demam gowes, akhirnya demam sungguhan karena kelelahan mendorong sepeda ketimbang menaikinya. [T]

Tags: balap sepedadesagowessepeda
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hadapi Covid-19 dengan Secukupnya | Catatan Seorang Penyintas

Next Post

Bermainlah ke Mandul di Panji | Ada Jahe Merah Hangat dan Mariani yang Petani

Wayan Paing

Wayan Paing

Lahir di Gulinten, 6 April 1983. Menjadi guru di Ababi, Abang, Karangasem. Saat mahasiswa suka sastra dan teater yang kini ingin ditekuninya kembali

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Bermainlah ke Mandul di Panji | Ada Jahe Merah Hangat dan Mariani yang Petani

Bermainlah ke Mandul di Panji | Ada Jahe Merah Hangat dan Mariani yang Petani

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co