6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komang Ego | Kabur dari SD, Mengemis, Jual Gelang, Sekolah Lagi, Juara Olimpiade

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
June 23, 2021
in Khas
Komang Ego | Kabur dari SD, Mengemis, Jual Gelang, Sekolah Lagi, Juara Olimpiade

Komang Ego

Usianya sekira 7 tahun saat itu. Baru sebulan masuk SD, ia tiba-tiba kabur dari sekolah. Tanpa pulang ke rumah, ia langsung naik angkutan umum bersama empat temannya. Sempat singgah di Amlapura, lalu jenak di Klungkung. Di situ ia, bersama temannya, memulai pekerjaan baru; jadi gelandangan dan pengemis alias gepeng, dan tidur di sembarang tempat.

Dari Klungkung ia kemudian berpindah-pindah kota. Hingga seluruh kota di Bali (kecuali Negara) pernah ia jadikan tempat untuk mengemis. Sampai akhirnya ia mengadukan nasib kanak-kanaknya di wilayah Kuta. Dari Kuta, nasibnya kemudian berubah. Berubah, terus berubah.

Anak itu bernama I Komang Ego. Kini usianya sudah 21 tahun. Selama 21 tahun itu, ia mengalami lika-liku kehidupan yang mungkin tak banyak dialami anak-anak lain di desa lainnya.

Ia lahir Desa Tianyar Tengah, Pedahan Kelod, Karangasem. Tepatnya di Dusun Padang Sari. Kenal daerah itu? Desa ini berbatasan langsung dengan Desa Trunyan di Kintamani, Bangli. Memang sebagian wilayah Tianyar, Kecamatan Kubu, Karangasem, berbatasan langsung dengan wilayah Kintamani seperti Desa Trunyan dan Desa Songan.

Jadi, dengan menyebut nama-nama desa itu, bisa dibayangkan di titik mana Dusun Padang Sari itu berada.

***

Pada Minggu yang cerah, 20 Juni 2021, saya berkunjung ke rumah Komang Ego, di kampungnya di atas bebukitan itu. Saat menuju rumahnya, dari Jalan Raya Singaraja-Amlapura, saya melewati jalan hotmik. Saya pikir jalan semulus itu akan berujung di rumah Komang Ego, tapi tidak. Saya harus melewati jalan tanah terlebih dulu, berliku, dan kecil, dan tentu saja harus melewati tanjakan dan turunan.

Tiba di rumah Komang Ego, selain bertemu lelaki muda itu, saya juga bertemu sepasang suami istri, I Jero Budi dan Ni Jero Budi, sedang membuat gula lontar. Itu adalah orang tua Komang Ego. Pembuatan gula lontar masih menggunakan cara-cara tradisional khas petani gula dari Pedahan. Gula itu dibungkus kroso (anyaman daun lontar), hingga gula jadi padat dan langsung dipasarkan bersama pembungkus kroso. [Bagian gula kroso ini akan saya ceritakan nanti pada tulisan lain.]

Ibu Komang Ego membuat gula lontar

Ego anak ketiga dari enam bersaudara. Sejak lahir, sebagaimana juga warga yang lain, ia mengandalkan hidup dari air tadah hujan. Kehidupan yang tentu saja berbeda dengan banyak desa lain di Bali. Kemiskinan membuat liku-liku hidupnya penuh warna.

Untuk mengubah nasib, ia disekolahkan oleh orang tuanya. Apalagi, semua anggota keluarganya buta huruf, sehingga Komang Ego adalah andalan satu-satunya untuk bisa sekolah dan kelak mendapatkan pekerjaan yang layak.

Tapi, baru sebulan di sekolah, ia kabur untuk bertualang keliling Bali. Petualangan itu adalah awal dari liku-liku hidupnya yang penuh warna, suka-duka, pahit-manis.  

Petualangan menjadi gepeng ia jalani satu setengah tahun. Tidur di emper toko, diciduk Satpol PP, sudah biasa ia jalani. Sampai akhirnya, salah satu bibinya mengajak ia untuk menetap di Kuta, Badung. Jalanan masih saja menjadi tempat utama Komang Ego. Ia diajak bibinya jualan buah potong berkelilling di jalan dan pantai.

Berhenti jualan buah potong, Komang kecil menjual gelang souvenir untuk ditawarkan pada wisatawan. Semacam pedagang acung. Beberapa kali ia ditangkap petugas karena tak punya ijin berjualan. Ia sebenarnya tak kuat hidup semacam itu, tapi mau apa lagi.

Bertemu Turis Baik

Di tengah rasa putus asa, ia bertemu seorang warga Negara Hongkong, nama panggilannya Toni. Toni  yang biasa bolak -balik bali dan berlibur di Pantai Kuta .

Warga Hongkong itu meminta Komang sekolah lagi. Komang pun menurut. Komang pun melanjutkan sekolahnya di SD Prashanti Nilayam Kuta sambil terus berjualan sepulang sekolah. Biaya sekolah dibantu warga Hongkong itu.

Tapi kegetiran kembali hinggap dalam hidupnya. Ketika hendak naik ke kelas lima, ia kehilangan kontak dengan Toni, warga Hongkong yang membantu biaya sekolahnya. Ia bingung, apakah melanjutkan ke kelas lima atau putus sekolah lagi.  

Akhirnya ia bertekad untuk tetap sekolah, bagaimana pun caranya. Timbullah ide membuat gelang sendiri dan menjualnya. Jika dulu ia mengambil gelang di tempat lain, lalu dijual, kini dia membikin gelang sendiri agar hasilnya bisa lebih banyak untuk biaya sekolah. Dengan tekad yang besar, ia akhirnya tamat SD.

Komang Ego (berdiri)

Tamat SD, tiba akhirnya ia pulang kampung, hidup kembali bersama ayah-ibu, dan tentu saja untuk melanjutkan ke SMP. Di kampungnya, ia sekolah di SMPN Satap (Satu Atap) Tianyar Tengah. Di SMP ini ia mulai menunjukkan kecerdasannya. Mungkin kecerdasannya terpupuk oleh pengalaman hidup yang begitu keras, sehingga beberapa kali ia menjadi juara dalam ajang OSN (Olimpiade Sains Nasional), kini disebut KSN (Kompetisi Sains Nasional), terutama di bidang ekonomi dan akuntansi.

Ketika kelas 7 SMP  tahun 2014, ia sukses ikut OSN IPS di Palu Sulteng dan di kelas 8 ia ikut OSN di Palembang, Sumsel. Atas prestasinya itu, Komang Ego diterima melanjutkan pendidikan ke SMA Bali Mandara tahun 2017 Jurusan IPS dengan biaya sepenuhnya ditanggung pemerintah. Usianya tentu lebih tua dari teman-teman sekolahnya, karena hidupnya banyak dihabiskan di jalanan.

Prestasi Berlanjut

Prestasinya di SMA Bali Mandara berlanjut. Ia berhasil mengikuti beberapa lomba   ekonomi tingkat nasional  di UGM  dan  ikut OSN Ekonomi di Manado. Wajahnya sempat terpampang di sebuah surat kabar lokal sebagai “peraih juara 1 lomba cerdas cermat bergengsi bidang ekonomi”.

Ia tamat SMA Bali Mandara tahun 2020, lalu diterima melalui program bidikmisi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana. Ia pun mulai kuliah, tapi perjuangan hidupnya yang penuh tantangan ternyata belum berhenti.

Pada saat pandemi, masa pengenalan kampus dan kuliah dilakukan secara daring. Nah, masalah baru pun muncul. Di desanya yang terpencil dan berbukit itu amat susah mendapatkan sinyal internet sehingga program pengenalan kampus tak bisa diikuti dengan lancar.

Ayah Komang Ego memelihara sapi

Untuk mendapatkan sinyal internet, ia harus membangun semacam kubu beratap klangsah di sebuah tempat yang sinyal internetnya cukup kuat. Tapi upaya itu tetap tak berjalan lancar karena sinyal di tempat itu tetap saja terputus-putus.

Ia hampir putus asa dan hampir memutuskan untuk tak jadi kuliah. Untung ia bertemu guru SMA-nya di Bali Mandara. Ia diberi kekuatan untuk tetap kuliah. Seorang teman kemudian memberinya sejumlah bantuan perangkat agar tugas-tugas kuliahnya bisa diselesaikan dengan mulus.

Dan syukurnya, hingga kini ia tetap bisa kuliah dari rumah, dan tetap bisa membantu pekerjaan keluarga.

“Anak-anak di sini (di Pedahan dan sekitarnya) tidak sekolah karena dipaksa oleh keadaan, bukan ingin!” kata Komang Ego seakan memberi kesimpulan dari seluruh cerita tentang dirinya. [T][Editor: Adnyana Ole]

Tags: gelandangan dan pengemiskarangasemkemiskinanPendidikanSMAN Bali Mandara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Misteri “Tapa Mentas” di Nusa Penida | Mitos atau Fakta?

Next Post

“My Document”, Alejandro Zambra | Bagaimana Cara Menceritakan Kisah-kisah Kecil?

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

by Agung Sudarsa
March 2, 2026
0
Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

“Jiwa muda adalah jiwa penuh energi, penuh semangat. Maka, dengan sendirinya penuh gejolak pula. Ia bisa membangkang, bisa memberontak, bisa...

Read moreDetails

Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

by Putu Ayu Ariani
February 27, 2026
0
Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

DESA Singapadu, Kabupaten Gianyar, dikenal sebagai salah satu tempat kerajinan perak di Bali. Di tengah arus modernisasi dan persaingan produk...

Read moreDetails

‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

by Dede Putra Wiguna
February 23, 2026
0
‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

TIGA dasawarsa bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi Pemuda Theravāda Indonesia (Patria), 30 tahun adalah rentang pengabdian, pembelajaran, dan konsistensi dalam...

Read moreDetails

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

by Jaswanto
February 22, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

“SAYA menangis saat survei sekolah setelah lolos seleksi P3K,” ujar Samsul Rizal bercerita kepada saya pada malam yang gerah di...

Read moreDetails

Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
February 22, 2026
0
Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

SABTU pagi itu datang dengan suara burung dan kokok ayam yang bersahutan. Di sela suasana yang masih lengang, telepon genggam...

Read moreDetails

Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

by Made Chandra
February 21, 2026
0
Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

CATATAN ini berawal dari ajakan Bli Vincent Chandra—seorang pemuda yang berapi-api ketika bercumbu dengan kebudayaan, untuk mengajakku untuk menyambangi Museum...

Read moreDetails

Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 19, 2026
0
Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

WIMBAKARA (Lomba) Opini Berbahasa Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali mirip sebuah ujian sekripsi atau tesis. Peserta tidak hanya menyelesaikan sebuah...

Read moreDetails

Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 18, 2026
0
Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

WAJAH-wajah kecil itu tampak amat serius pagi itu. Jas dokter kecil yang mereka kenakan terlihat rapi, lengkap dengan pin dan...

Read moreDetails

Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

by I Nyoman Darma Putra
February 15, 2026
0
Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet di Nyuhkuning, Ubud, Gianyar, Minggu, 15 Februari 2026, ditandai dengan peluncuran dan bedah empat buku...

Read moreDetails

Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

by Son Lomri
February 15, 2026
0
Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

MANG ADI memegang sebilah paku dengan gaya seperti layaknya memegang pena. Dengan ujung paku yang runcing itu, ia menggurat garis...

Read moreDetails
Next Post
“My Document”, Alejandro Zambra | Bagaimana Cara Menceritakan Kisah-kisah Kecil?

“My Document”, Alejandro Zambra | Bagaimana Cara Menceritakan Kisah-kisah Kecil?

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co