24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jebakan “Overthinking” dan Peluang Antiklimaks | Catatan Jelang Laga Man City vs Chelsea

Komang Adnyana by Komang Adnyana
May 29, 2021
in Ulasan
Jebakan “Overthinking” dan Peluang Antiklimaks | Catatan Jelang Laga Man City vs Chelsea

Foto: UEFA.COM

Apa yang menyebabkan Pep Guardiola selalu gagal menjuarai Liga Champions sejak terakhir kali melakukannya bersama Barcelona 2011 lalu? Bahkan dengan skuad-skuad bertabur bintang pun, Pep memerlukan waktu hingga satu dekade untuk bisa kembali lolos ke final.

Beberapa mengatakan, Pep seperti terjebak dalam sikap overthinking-nya sendiri untuk pertandingan-pertandingan besar, terkhusus di kompetisi level Eropa. Pria yang dianggap jenius ini dituding terkadang terlalu memperumit keadaan yang sebetulnya sederhana. Kalau istilah sok Inggris-nya, too clever, too much tinkering. Terlalu banyak membuat kejutan-kejutan taktik dan susunan pemain sehingga paling mentok dari dua tim lain yang ditukanginya setelah Barcelona, Bayern Munich dan sekarang Manchester City, di tahun-tahun sebelumnya hanya maksimal bisa sampai di semifinal.

Tahun ini, Pep seperti menjadi sosok yang sedikit berbeda. Bersama City, dia seolah sudah menemukan ramuan skuad yang konsisten untuk dimainkan di Liga Champions. Final dengan Chelsea, Minggu (30/05) dini hari nanti akan jadi pembuktian selanjutnya bagi pelatih dengan filosofi total football-nya ini.

Istilah Pep yang overthinking bermula dari jurnalis olahraga sekaligus penulis biografi, Marti Perarnau dalam bukunya, Pep Confidential: The Inside Story of Pep Guardiola’s First Season at Bayern Munich (2014). Istilah ini berkaca dari kekalahan telak Munich 0-4 pada laga kedua semifinal kontra Real Madrid di Allianz Arena 2014 silam. Pep disebutkan terlalu terobsesi untuk kreatif dan mempersiapkan pertandingan itu hingga melakukan tiga kali pergantian formasi, sebelum akhirnya memilih formasi yang justru dianggap menjadi biang kerok kekalahan. Perarnau yang memang diberikan akses leluasa di semua aktivitas Pep saat itu menuturkan betapa kecewanya sang pelatih akibat keputusannya yang keliru.  

Beberapa pertandingan krusial di Liga Champions, khususnya di fase sistem gugur, yang kemudian juga dihubungkan dengan kebiasaan “berpikir berlebihan” ala Pep ini diantaranya semifinal antara Munich dengan Barcelona pada 2015, semifinal berikutnya antara Munich dengan Atletico Madrid pada 2016, termasuk juga fase sistem gugur yang dilakoninya bersama City ketika Pep justru kalah oleh lawan-lawan yang sebetulnya lebih imperior dari mereka. Beberapa pihak mengiyakan, beberapa lainnya mengeluarkan analisis yang membantah hal itu. Pep dibela sebagai pelatih yang hanya merubah strategi berdasarkan kebutuhan situasi.

Akankah jebakan yang sama dialami Pep saat melawan Chelsea? Apakah hantu masa lalu (istilah yang disematkan media) ini bisa dilewati kembali sebagaimana dia telah mengalahkan kutukan tak pernah melebihi fase semifinal (dengan menyingkirkan PSG), dan City benar-benar menjadi kampiun untuk pertama kalinya selayak-layaknya sebuah tim yang memang ideal dan favorit untuk juara?

“Kami harus meneruskan apa yang sudah kami kerjakan bersama selama bertahun-tahun. Mencapai final Liga Champions seperti menyelesaikan sebuah bagian dari proses yang dimulai sejak empat atau lima tahun lalu. Tim yang layak menang akan menang,” kata Pep seperti dikutip Daily Mail, sembari menambahkan, kegugupan bagi pemain dalam menghadapi partai final pertamanya amatlah normal dan harus tetap dihadapi.

Di semifinal Piala FA April lalu, City kalah 0-1 dari Chelsea. Dan saat keduanya bertemu di Liga Inggris dua pekan lalu pun, The Citizens kembali keok 1-2. Ada yang bilang, hantu masa lalu Pep muncul lagi. Terbukti pada laga yang seharusnya bisa mempercepat langkah mereka mengunci gelar, justru Pep melakukan beberapa rotasi pemain. Seolah yang dihadapi The Blues adalah tim bayangan City. Apakah keputusan itu memang akibat beban overthinking Pep ataukah tudingan ini hanya sebatas label yang diberikan media dan semacam stereotipe saja?

Meskipun menurunkan tim yang beberapa pemainnya dirotasi, City sejatinya sangat merepotkan Chelsea ketika itu. Pep seperti sudah menemukan formula untuk meredam taktik Thomas Tuchel. Sangat jarang tim sekelas City, yang lebih banyak memainkan bola dari kaki ke kaki, justru bermain dengan umpan bola lambung jauh dari lini pertahanan, yang ternyata malah berkali-kali berhasil menembus sektor belakang Chelsea dengan formasi tetap 3-4-3.

Pep kemungkinan akan turun dengan kekuatan penuhnya di pertandingan nanti. Bila di kompetisi lain dia terkadang melakukan perubahan, statistik menunjukkan, selama fase knock out Liga Champions musim ini, City hanya dua kali melakukan rotasi pemain untuk starternya. Selebihnya, komposisi pemainnya nyaris sama. Momen dan ritme yang konsisten ini, selain lini pertahanan yang makin kokoh, juga diyakini sebagai salah satu kunci penentu berhasil atau tidaknya City merebut treble winners musim ini sebagai pelengkap gelar Piala Carabao dan Liga Inggris.

Perubahan pendekatan yang dilakukan Pep kali ini juga dirasakan gelandang Kevin de Bruyne. “Dia (Guardiola) memberikan ruang yang lebih leluasa bagi tim ini untuk bernafas. Mungkin sisi itulah yang dilihatnya berhasil. Aku pikir itulah yang menyebabkan setiap pemain merasa sedikit lebih santai menghadapi situasi ini,” jelas si pemain Belgia.

Sebaliknya dalam tiga pekan terakhir, The Blues memang seolah mengalami masa-masa yang penuh antiklimaks. Kita masih ingat Si Biru sempat begitu dipuji-puji usai berhasil menyingkirkan Real Madrid di semifinal. Tuchel seolah dianggap berhasil menyulap Chelsea yang sedang limbung hanya dalam waktu tiga bulan, dan mencapai dua final dalam dua kompetisi berbeda sekaligus.

Namun alih-alih semakin solid, Chelsea justru takluk 0-1 dari Leicester di final Piala FA. Pada laga penutup musim yang sangat krusial untuk merebut satu tiket ke zona Liga Champions musim depan hari Minggu lalu, tim London ini juga menyerah 1-2 dari Aston Villa. Amat beruntung di partai lain Tottenham Hotspur bisa mengalahkan Leicester sehingga membuat Chelsea finish di urutan keempat klasemen Liga Inggris. Urutan terakhir untuk lolos ke Liga Champions musim depan.

Sungguh, kekalahan itu bukanlah persiapan yang ideal bagi Chelsea untuk menghadapi partai final yang venue-nya dipindahkan dari Istanbul ke Porto ini. Taktik Tuchel dianggap sudah terbaca oleh lawan dan lini depan yang tidak efektif masih saja menjadi kendala utama. Sanggupkah Chelsea menghadapi serangan bergelombang City sebagaimana yang mereka tunjukkan pada dua kemenangan sebelumnya? Apakah final kali ini juga bakal berujung antiklimaks untuk Chelsea dan musim mereka berakhir tanpa satu pun trofi? Atau justru kisah manis pada 2012 bisa terulang sewaktu mereka berhasil mengalahkan Munich di final?

Tuchel, yang di final musim lalu kalah dari Munich bersama PSG, memilih cara lain untuk memotivasi anak asuhnya. Bercermin pada mimpi kanak-kanak. “Ini momen untuk menghubungkan kita dengan sisi kanak-kanak kita dan merasakan kegembiraannya sekaligus di saat yang sama merasakan rasa lapar untuk memenuhi mimpi itu,” serunya kepada Daily Express.  

Menarik melihat, di stadion Dragao nanti, lini pertahanan mana yang lebih solid, antara duet John Stones dan Ruben Dias, atau trio Thiago Silva, Toni Rudiger dan Cesar Azpilicueta, begitu juga dengan duel dua pemain muda yang sedang moncer-moncernya di tim masing-masing, Phil Foden dan Mason Mount. Pun secara keseluruhan enak untuk ditunggu, mana yang lebih ampuh, antara City dengan serangan bergelombangnya, atau Chelsea dengan counter attack, dan sesekali juga penguasaan bolanya yang justru berakhir dengan amat membuat frustasi.

Sebab memang, bola itu tidak kotak.  [T]

Tags: ChelseaLIga ChampionManchester Cityolahragasepakbolaulasan sepakbola
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sastra Saraswati Sewana | Ari Dwipayana: Gering Agung Tak Boleh Hentikan Penciptaan Karya Sastra

Next Post

Wayan Sumahardika | PR Untuk Sastra Bali Modern yang Berada di Persimpangan

Komang Adnyana

Komang Adnyana

Penikmat cerita, yang belajar lagi menulis cerita.

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Wayan Sumahardika | PR Untuk Sastra Bali Modern yang Berada di Persimpangan

Wayan Sumahardika | PR Untuk Sastra Bali Modern yang Berada di Persimpangan

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co