2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jebakan “Overthinking” dan Peluang Antiklimaks | Catatan Jelang Laga Man City vs Chelsea

Komang Adnyana by Komang Adnyana
May 29, 2021
in Ulasan
Jebakan “Overthinking” dan Peluang Antiklimaks | Catatan Jelang Laga Man City vs Chelsea

Foto: UEFA.COM

Apa yang menyebabkan Pep Guardiola selalu gagal menjuarai Liga Champions sejak terakhir kali melakukannya bersama Barcelona 2011 lalu? Bahkan dengan skuad-skuad bertabur bintang pun, Pep memerlukan waktu hingga satu dekade untuk bisa kembali lolos ke final.

Beberapa mengatakan, Pep seperti terjebak dalam sikap overthinking-nya sendiri untuk pertandingan-pertandingan besar, terkhusus di kompetisi level Eropa. Pria yang dianggap jenius ini dituding terkadang terlalu memperumit keadaan yang sebetulnya sederhana. Kalau istilah sok Inggris-nya, too clever, too much tinkering. Terlalu banyak membuat kejutan-kejutan taktik dan susunan pemain sehingga paling mentok dari dua tim lain yang ditukanginya setelah Barcelona, Bayern Munich dan sekarang Manchester City, di tahun-tahun sebelumnya hanya maksimal bisa sampai di semifinal.

Tahun ini, Pep seperti menjadi sosok yang sedikit berbeda. Bersama City, dia seolah sudah menemukan ramuan skuad yang konsisten untuk dimainkan di Liga Champions. Final dengan Chelsea, Minggu (30/05) dini hari nanti akan jadi pembuktian selanjutnya bagi pelatih dengan filosofi total football-nya ini.

Istilah Pep yang overthinking bermula dari jurnalis olahraga sekaligus penulis biografi, Marti Perarnau dalam bukunya, Pep Confidential: The Inside Story of Pep Guardiola’s First Season at Bayern Munich (2014). Istilah ini berkaca dari kekalahan telak Munich 0-4 pada laga kedua semifinal kontra Real Madrid di Allianz Arena 2014 silam. Pep disebutkan terlalu terobsesi untuk kreatif dan mempersiapkan pertandingan itu hingga melakukan tiga kali pergantian formasi, sebelum akhirnya memilih formasi yang justru dianggap menjadi biang kerok kekalahan. Perarnau yang memang diberikan akses leluasa di semua aktivitas Pep saat itu menuturkan betapa kecewanya sang pelatih akibat keputusannya yang keliru.  

Beberapa pertandingan krusial di Liga Champions, khususnya di fase sistem gugur, yang kemudian juga dihubungkan dengan kebiasaan “berpikir berlebihan” ala Pep ini diantaranya semifinal antara Munich dengan Barcelona pada 2015, semifinal berikutnya antara Munich dengan Atletico Madrid pada 2016, termasuk juga fase sistem gugur yang dilakoninya bersama City ketika Pep justru kalah oleh lawan-lawan yang sebetulnya lebih imperior dari mereka. Beberapa pihak mengiyakan, beberapa lainnya mengeluarkan analisis yang membantah hal itu. Pep dibela sebagai pelatih yang hanya merubah strategi berdasarkan kebutuhan situasi.

Akankah jebakan yang sama dialami Pep saat melawan Chelsea? Apakah hantu masa lalu (istilah yang disematkan media) ini bisa dilewati kembali sebagaimana dia telah mengalahkan kutukan tak pernah melebihi fase semifinal (dengan menyingkirkan PSG), dan City benar-benar menjadi kampiun untuk pertama kalinya selayak-layaknya sebuah tim yang memang ideal dan favorit untuk juara?

“Kami harus meneruskan apa yang sudah kami kerjakan bersama selama bertahun-tahun. Mencapai final Liga Champions seperti menyelesaikan sebuah bagian dari proses yang dimulai sejak empat atau lima tahun lalu. Tim yang layak menang akan menang,” kata Pep seperti dikutip Daily Mail, sembari menambahkan, kegugupan bagi pemain dalam menghadapi partai final pertamanya amatlah normal dan harus tetap dihadapi.

Di semifinal Piala FA April lalu, City kalah 0-1 dari Chelsea. Dan saat keduanya bertemu di Liga Inggris dua pekan lalu pun, The Citizens kembali keok 1-2. Ada yang bilang, hantu masa lalu Pep muncul lagi. Terbukti pada laga yang seharusnya bisa mempercepat langkah mereka mengunci gelar, justru Pep melakukan beberapa rotasi pemain. Seolah yang dihadapi The Blues adalah tim bayangan City. Apakah keputusan itu memang akibat beban overthinking Pep ataukah tudingan ini hanya sebatas label yang diberikan media dan semacam stereotipe saja?

Meskipun menurunkan tim yang beberapa pemainnya dirotasi, City sejatinya sangat merepotkan Chelsea ketika itu. Pep seperti sudah menemukan formula untuk meredam taktik Thomas Tuchel. Sangat jarang tim sekelas City, yang lebih banyak memainkan bola dari kaki ke kaki, justru bermain dengan umpan bola lambung jauh dari lini pertahanan, yang ternyata malah berkali-kali berhasil menembus sektor belakang Chelsea dengan formasi tetap 3-4-3.

Pep kemungkinan akan turun dengan kekuatan penuhnya di pertandingan nanti. Bila di kompetisi lain dia terkadang melakukan perubahan, statistik menunjukkan, selama fase knock out Liga Champions musim ini, City hanya dua kali melakukan rotasi pemain untuk starternya. Selebihnya, komposisi pemainnya nyaris sama. Momen dan ritme yang konsisten ini, selain lini pertahanan yang makin kokoh, juga diyakini sebagai salah satu kunci penentu berhasil atau tidaknya City merebut treble winners musim ini sebagai pelengkap gelar Piala Carabao dan Liga Inggris.

Perubahan pendekatan yang dilakukan Pep kali ini juga dirasakan gelandang Kevin de Bruyne. “Dia (Guardiola) memberikan ruang yang lebih leluasa bagi tim ini untuk bernafas. Mungkin sisi itulah yang dilihatnya berhasil. Aku pikir itulah yang menyebabkan setiap pemain merasa sedikit lebih santai menghadapi situasi ini,” jelas si pemain Belgia.

Sebaliknya dalam tiga pekan terakhir, The Blues memang seolah mengalami masa-masa yang penuh antiklimaks. Kita masih ingat Si Biru sempat begitu dipuji-puji usai berhasil menyingkirkan Real Madrid di semifinal. Tuchel seolah dianggap berhasil menyulap Chelsea yang sedang limbung hanya dalam waktu tiga bulan, dan mencapai dua final dalam dua kompetisi berbeda sekaligus.

Namun alih-alih semakin solid, Chelsea justru takluk 0-1 dari Leicester di final Piala FA. Pada laga penutup musim yang sangat krusial untuk merebut satu tiket ke zona Liga Champions musim depan hari Minggu lalu, tim London ini juga menyerah 1-2 dari Aston Villa. Amat beruntung di partai lain Tottenham Hotspur bisa mengalahkan Leicester sehingga membuat Chelsea finish di urutan keempat klasemen Liga Inggris. Urutan terakhir untuk lolos ke Liga Champions musim depan.

Sungguh, kekalahan itu bukanlah persiapan yang ideal bagi Chelsea untuk menghadapi partai final yang venue-nya dipindahkan dari Istanbul ke Porto ini. Taktik Tuchel dianggap sudah terbaca oleh lawan dan lini depan yang tidak efektif masih saja menjadi kendala utama. Sanggupkah Chelsea menghadapi serangan bergelombang City sebagaimana yang mereka tunjukkan pada dua kemenangan sebelumnya? Apakah final kali ini juga bakal berujung antiklimaks untuk Chelsea dan musim mereka berakhir tanpa satu pun trofi? Atau justru kisah manis pada 2012 bisa terulang sewaktu mereka berhasil mengalahkan Munich di final?

Tuchel, yang di final musim lalu kalah dari Munich bersama PSG, memilih cara lain untuk memotivasi anak asuhnya. Bercermin pada mimpi kanak-kanak. “Ini momen untuk menghubungkan kita dengan sisi kanak-kanak kita dan merasakan kegembiraannya sekaligus di saat yang sama merasakan rasa lapar untuk memenuhi mimpi itu,” serunya kepada Daily Express.  

Menarik melihat, di stadion Dragao nanti, lini pertahanan mana yang lebih solid, antara duet John Stones dan Ruben Dias, atau trio Thiago Silva, Toni Rudiger dan Cesar Azpilicueta, begitu juga dengan duel dua pemain muda yang sedang moncer-moncernya di tim masing-masing, Phil Foden dan Mason Mount. Pun secara keseluruhan enak untuk ditunggu, mana yang lebih ampuh, antara City dengan serangan bergelombangnya, atau Chelsea dengan counter attack, dan sesekali juga penguasaan bolanya yang justru berakhir dengan amat membuat frustasi.

Sebab memang, bola itu tidak kotak.  [T]

Tags: ChelseaLIga ChampionManchester Cityolahragasepakbolaulasan sepakbola
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sastra Saraswati Sewana | Ari Dwipayana: Gering Agung Tak Boleh Hentikan Penciptaan Karya Sastra

Next Post

Wayan Sumahardika | PR Untuk Sastra Bali Modern yang Berada di Persimpangan

Komang Adnyana

Komang Adnyana

Penikmat cerita, yang belajar lagi menulis cerita.

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Wayan Sumahardika | PR Untuk Sastra Bali Modern yang Berada di Persimpangan

Wayan Sumahardika | PR Untuk Sastra Bali Modern yang Berada di Persimpangan

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co