12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hutan, Desa, dan Perhutanan Sosial | Bagaimana Sebaiknya Desa “Menggarap” Hutan?

Gusti Putu Armada by Gusti Putu Armada
May 21, 2021
in Esai
Hutan, Desa, dan Perhutanan Sosial | Bagaimana Sebaiknya Desa “Menggarap” Hutan?

Perbekel Baktiseraga Gusti Putu Armada

Bersyukur bahwa kawasan Buleleng bagian atas, terdapat jalur kawasan hutan lindung milik negara. Kita sebut saja sabuk hutan lindung.

Hutan lindung adalah kawasan hutan yang dilindungi; tidak boleh ada penebangan pohon dan kawasannya tidak bisa bertransformasi menjadi lahan lain. Intinya harus di jaga, bahkan kalau bisa dirawat, ditumbuhkan, agar  lebih tumbuh lagi.

Hutan inilah yang menjaga keseimbangan alam kita, terutama di Buleleng, hari ini.

Lalu ada istilah perhutanan sosial. Apa itu?

Perhutanan sosial memberikan ruang kepada desa-desa yang berbatasan dengan kawasan hutan lindung untuk mendapat akses ijin kelola hutan. Nama modelnya; hutan desa (boleh juga model lain yang sejenis).

Turut mengelola, artinya ikut menjaga hutan itu, sekaligus diizinkan memanfaatkan potensi yang ada di hutan itu. Yakni memanfaatkan HHBK (hasil hutan bukan kayu), jasling (jasa lingkungan), jual karbon kepada negara lain, dan sejenis-sejenis itu. Jadi, ingat, yang dimanfaatkan bukan kayu, tapi bukan kayu.

Kenapa negara memberikan akses pengelolaan semacam itu? Karena negara ingin desa dan masyarakatnya ikut menjaga hutan dan menikmati potensinya.

Dulu, jika bicara soal hutan, yang terdengar adalah larangan-larangan saja. Seakan semua dilarang. Itu malah membuat masyarakat skeptis, apatis dan tidak peduli. Sehingga desa diberi akses, agar turut merasa “memiliki”. “Memiliki” bukan berarti boleh sesukanya terhadap “milik” sendiri, tapi “memiliki” artinya menjaga sebaik-baiknya “milik” sendiri.

Di Buleleng, banyak desa berbatasan dengan hutan. Mulai dari barat sampai dengan timur, mulai dari Gerokgak hingga Tejakula. Sejumlah desa itu sudah memiliki ijin untuk mengelola Hutan Desa. Luasan ijin yang didapatkan bervariasi. Ada yang 100-an hektar, sampai ada yang 1000-an hektar.

Yang terluas dimiliki Desa Sumber Kelampok di wilayah Kecamatan Gerokgak. Berdasar ijin hutan desa yang diperoleh, desa itu bisa mengelola hutan desa seluas 1206 hektar

Terbayang kan? Jika ijin pengelolaan itu dimanfaatkan dengan manajemen pengelolaan yang baik, desa-desa yang mendapatkan ijin itu akan berkesempatan menghasilkan potensi ekonomi yang tidak sedikit.

Pun sebaliknya, ada risiko yang besar pula. Kalau hutannya malah menjadi bukan hutan lagi tentu akan timbul dampak yang besar terhadap alam Buleleng dan sekitarnya.

*

Kabupaten Buleleng sebagai wilayah terluas di Bali memang memiliki kawasan hutan negara yang juga luas. Negara atau pemerintah juga memberikan akses perhutanan sosial oleh dengan jumlah yang tidak sedikit.

Selain Hutan Desa (HD), ada beberapa pola perhutanan sosial yang diberikan pemerintah di Buleleng yaitu Hutan kemasyarakatan (HKM), Hutan Tanaman Rakyat (HTR), dan Kemitraan.

Untuk Buleleng, skema Hutan Desa adalah skema yang terluas yaitu 9.301 hektar tersebar di 22 desa. Model itu sudah berkembang sejak tahun 2015.

Pola Hutan Desa lebih menarik. Tentu karena ijin diberikan melalui LPHD – Lembaga Pengelola Hutan Desa. LPHD bisa berada di bawah unit BUMDES dan terkoneksi langsung dengan Pemerintahan Desa. Apalagi Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi juga mengakomodir bahwa untuk pengelolaan Hutan Desa bisa dilakukan suport dengan menggunakan dana desa.

Satu hal yang sangat jelas terlihat adalah belum semua pemegang ijin Hutan Desa di Buleleng mampu memanfaatkan kesempatan itu dengan optimal sesuai apa yang dimiliki.  Faktor utamanya adalah keraguan, ketidakpahaman, dan ketidaksiapan manajemen desa untuk mengelola hutan desa itu. Ketidaksinkronan antara LPHD dan Pemerintah Desa juga satu hal yang membuat pengelolaan hutan desa menjadi jalan di tempat.

Apa yang harus dilakukan jika ada kendala semacam itu?

  • Konsolidasi di internal desa, entah itu Pemdes, Bumdes, LPHD, BPD, dan lain-lain.
  • Petakan dan rancang dengan jelas apa yang akan dilakukan di hutan desa. (Setiap hutan desa sebenarnya sudah memiliki rencana kerja, namuan kebanyakan hanya sekedar rencana)
  • Libatkan anak-anak muda di desa dalam pengelolaan, karena nantinya mereka sebagai generasi yang melanjutkan penjagaan dan pengelolaan hutan itu.
  • Lakukan koordinasi dengan para pihak untuk mendapatkan suport baik penguatan kapasitas, dana, market, dan lain-lain. Para pihak itu adalah Pemda melalui dinas-dinas, kementrian, LSM, dan lain-lain.

Memang semua itu tidak mudah dan perlu proses. Tapi, kalau tidak pernah dimulai sampai kapan pun hal itu akan sebatas euforia saja. Rasanya sayang melihat suatu potensi yang dimiliki dibiarkan saja dan tidak dilakukan apa apa. [T]

BACA JUGA:

Terima Penghargaan Bhakti Pertiwi Bali Nugraha | Desa Baktiseraga Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber
  • Terima Penghargaan Bhakti Pertiwi Bali Nugraha | Desa Baktiseraga Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

Tags: balibulelengdesaDesa BaktiseragahutanHutan DesaperbekelPerbekel Menulis
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menimbang Jarak | “You Know Nothing Jon Snow!”

Next Post

Nyepi Subak | Petani Jeda, Padi Tak Jeda-Jeda

Gusti Putu Armada

Gusti Putu Armada

Perbekel Desa Baktiseraga, Buleleng, Bali

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Nyepi Subak | Petani Jeda, Padi Tak Jeda-Jeda

Nyepi Subak | Petani Jeda, Padi Tak Jeda-Jeda

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co