8 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Ngusaba Kadasa” ala Desa Kedisan | Dimulai Yang Muda, Diselesaikan Yang Muda

IG Mardi Yasa by IG Mardi Yasa
April 10, 2021
in Khas
“Ngusaba Kadasa” ala Desa Kedisan | Dimulai Yang Muda, Diselesaikan Yang Muda

Suasana upacara ngusaba kadasa di Desa Kedisan, kintamani, Bangli

Kadasa dalam  Bahasa Jawa Kuna disebut sebagai istilah waisaka massa, yang  jatuh pada bulan Maret–April. Dalam perhitungan Bali bahwa pada bulan Maret–April disebut sebagai sasih kadasa  atau bulan kesepuluh. Dalam sasih kadasa ini banyak Desa Adat yang melaksanakan Piodalan. Salah satunya Desa Adat Kedisan di wilayah Kintamani, Bangli.

Desa Adat Kedisan dalam melaksanakan  ngusaba kadasa  sangat berbeda dengan desa-desa yang lain.  Saya sebagai warga Desa Adat Kedisan sangat merasakan perbedaan itu. Perbedaannya terletak pada ritual acaranya. Ritual dimulai oleh deha truna (kawula muda) dan muput-nya juga oleh deha truna.

Sebelum ngusaba kadasa digelar terdapat sejumlah rangkaian upacara lain. Misalnya ngusuba embah/piodalan Ida Bhatara Bujangga Sakti tudak luah. Dari sana diberlakukan upacara ngempet.

Ngempet intinya sebuah upacara sebagai penanda atau simbol penting bahwa deha truna Desa Adat Kedisan dilarang menikah sebelum melakukann sebuah upacara ngerebeg. Upacara ngerebeg dilaksanakan pada tileming sasih jaista.

Upacara ngerebeg diikuti oleh daha truna dengan mengelilingi desa sebanyak tiga kali dimulai dari Pura Desa/Bale Agung, Pura Dalem Pingit, dan Pura Puseh. Sebelum acara ngerebeg dilakukan dahulu acara maprani. Acara maprani diikuti oleh Krama Desa Adat Kedisan yang jumlahnya 185 KK dengan menggunakan sistem tegak.

Suasana upacara ngusaba kadasa di Desa Kedisan, Kintamani, Bangli

Upacara ngusaba kadasa di Desa Kedisan dilaksanakan setiap tahun. Setiap dua tahun sekali upacara ngusaba kadasa dilengkapi dengan upacara ngantukang. Ngantukang dilakukan untuk mengganti penyungsung Ratu Wayan dan Ratu Ketut. Upacara ngusaba kadasa yang disertai dengan ngantukang dilaksanakan selama tujuh hari yang bertempat di Pura Dalem Pingit.

Dipuput oleh Deha Truna

Ngusaba kadasa di Desa Kedisan adalah ngusaba yang dilakukan dalam kurun waktu tiga hari atau bisa sampai tujuh hari. Sesuai dresta Desa Kedisan, warga yang memiliki andil terpenting dalam upacara itu adalah deha truna. Dari awal mulai ngusaba sampai akhir deha truna yang memiliki andil terpenting dalam menyelesaikan upacara.

Dalam sebuah pembagian ayah-ayahan (tugas), deha truna mendapatkan ayah-ayahan yang amat penting untuk dilaksanakan. Karena deha truna mendapatkan tugas untuk membuka upacara dan mengakhiri upacara.  Deha truna menjadi ujung tombak dari keberhasilan upacara ngusaba kadasa.

Selain deha truna, semua elemen masyarakat tentu saja diikut sertakan dalam menyelesaikan sebuah upacara. Namun, yang terpenting sekali adalah deha truna. Bahwa deha truna–lah yang bisa muput upacara karena mereka dianggap sebagai abdi serta tulang punggung Desa Adat Kedisan.

Deha truna sebagai pemuput, artinya tidak muput seperti pemangku ataupun sang dwijati. Akan tetapi, deha truna muput dengan menggunakan sebuah mantra yang terdapat di dalam hati dan tidak menggunakan bajra dan segala macamnya.

Dan dalam persembahyangannya tidak menggunakan bunga pacar atau bunga yang mudah kita temukan di pasar atau di warung-warung.  Bunga yang digunakan hanyalah bunga tunjang langit.  Dalam muput, para deha truna melakukannya bersama linggih dane Jro Peduluan Desa Adat Kedisan. 

Suasana upacara ngusaba kadasa di Desa Kedisan, kintamani, Bangli

Sebagai Ajang Pemuliaan Desa

Upacara ngusaba Desa Adat Kedisan adalah sebagai pemuliaan desa. Tepat sehari sebelum acara makiis atau upacara pemuput yang dilakukan oleh deha truna, linggih dane jro peduluan diikuti oleh pengayah lainnya mempersiapkan sarana yang akan digunakan untuk makiis dan sarana yang dihaturkan pada saat itu.

Sebelum acara tersebut dimulai didahului dengan acara mendak (menjemput) Ratu Puseh. Yang konon Ratu Puseh sebagai pamuput acara ngusaba kadasa secara niskala yang sakala-nya di-puput oleh deha truna. Setelah mendak Ratu Puseh dilakukan upacara mamando. Dimana mamando ini diikuti oleh 185 KK yang didahului dengan mengelilingi Pura Dalem Pingit sebanyak tiga kali dan dilangsungkan menuju Pura Dalem Kahuripan.

Setelah upacara mamando dilaksanakan sebuah upacara nyolahang (menarikan) Ratu Keker. Dimana yang menyolahang tersebut adalah seorang Jro Kubayan. Pada saat Jro Kubayan nyolahang Ratu Keker menggunakan gelungan yang terbuat dari ental, kerikan kayu tulak, daun andong, dan lumut kayu.

Pada saat nyolahang tersebut diikuti oleh Jro Paduluan dan Jro Dangka ke cabang desa. Dimana ketika upacra nyolahang  Ratu Keker diikuti dengan sapaan “baas barak baas putih, nyen negak ia sugih. Dari sapaan itu, dapat saya ketahui bahwa jro peduluan berseta pengayah sedang meminta anugrah kepada bhatara agar di Desa Kedisan tidak kekurangan sandang, pangan, dan papan. Karena dapat saya lihat bahwa dari atribut yang digunakan oleh Jro Kubayang adalah semuanya alami bahkan mudah didapatkan.

Suasana upacara ngusaba kadasa di Desa Kedisan, kintamani, Bangli

Besoknya digelar upacara ngelurang atau makiis. Dimana makiis yang bertujuan untuk melebar semua sarana yang digunakan dalam upacara ngusaba kadasa. Pada saat makiis ini Jeo Kubayan mucuk membawa satu pohon pisang yang bernama biu kayu yang diukir menyerupai Naga Basukih. Naga Basukih konon seekor naga yang mampu memberikan kemuliaan. Dari sanalah saya berasumsi bahwa upacara ngusaba kadasa yang digelar adalah sebagai ajang untuk kemuliaan desa beserta isinya.

Pada ngusaba pun digelar upacara matetanduran. Yang mana matatanduran ini adalah pica (anugerah) dari Ratu Wayan dan Ratu Ketut. Dengan mendapatkan pica ini diharapkan bahwa di Desa Kedisan tidak kekurangan sandang pangan dan papan. Selain itu, dengan pica ini diharapkan bahwa Desa Kedisan mendapatkan sebuah kemulian dari Ida Bhatara yang berstana di Pura Dalem Pingit. [T]

Tags: BangliDesa KedisanKintamaniupacara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sepuluh Ribu Mangrove dari Somethinc untuk Desa Bedono, Demak, Jawa Tengah

Next Post

Puisi-puisi Ruhma Ruksalana Huurul’in | Lakon Penari, Hikayat Serdadu

IG Mardi Yasa

IG Mardi Yasa

Lahir dan besar dan tinggal di Bukit Tunggal, sekarang sedang menempuh pendidikan.

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Ruhma Ruksalana Huurul’in | Lakon Penari, Hikayat Serdadu

Puisi-puisi Ruhma Ruksalana Huurul’in | Lakon Penari, Hikayat Serdadu

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru
Pameran

Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

KETIKA mengunjungi pameran ini, jangan kaget jika menemukan warisan budaya seperti tenun, batik, dan berbagai perhiasan yang beradaptasi dengan zaman,...

by Nyoman Budarsana
October 8, 2026
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan
Kuliner

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul...

by Rusdy Ulu
October 8, 2026
Dari Rasa ke Kata: Cara Seru Belajar Bahasa Prancis
Pendidikan

Dari Rasa ke Kata: Cara Seru Belajar Bahasa Prancis

“J’aime atau je n’aime pas?” PERTANYAAN itu terdengar beberapa kali di LSPR Bali pada Senin, 28 September 2026. Saat itu,...

by Rusdy Ulu
October 8, 2026
Permata Bali — Kumpulan Cerita Pendek
Buku Tatkala

Permata Bali — Kumpulan Cerita Pendek

Judul: Permata Bali -- kumpulan cerita pendek Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Putu Oka Sukanta ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
October 7, 2026
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa
Opini

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

by Chusmeru
October 7, 2026
10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud
Pameran

10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

SUDAH mengunjungi pameran Ten Ubud Local Artists di Sthala Ubud Bali? Jumlah karya yang disajikan tidak terlalu banyak memang, namun...

by Nyoman Budarsana
October 7, 2026
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi
Esai

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co