2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Misteri di Balik Lagu Ogoh-Ogoh

AjeNg Bali Tour by AjeNg Bali Tour
March 13, 2021
in Esai
Misteri di Balik Lagu Ogoh-Ogoh

Okid Kres dan Yan Bero dalam video klip lagu Ogoh-ogoh

Apakah yang paling dinanti masyarakat Bali saat perayaan Nyepi? Tak lain tak bukan, jawabannya tentulah satu: Ogoh-ogoh! Boleh dikata ogoh-ogoh adalah salah satu perayaan terbesar, ter-serentak, tergawat yang bukan hanya digemari satu dua kelompok, melainkan seluruh lapisan masyarakat. Dari yang tua sampai muda, laki perempuan, dajan peken dauh peken, dan seantero wilayah Bali dari yang terpencar sampai yang terpencil.

Bicara soal ogoh-ogoh tentu tak bisa dilepaskan dari lagu Ogoh-ogoh yang dinyanyikan duo legendaris Okid Kres dan Yan Bero. Tak ada pecinta ogoh-ogoh yang tak tahu dengan lagu ini. Lagu yang populer di tahun 90-an ini adalah icon wajib yang biasanya diputar di radio, TV, dan balai banjar terdekat di kota semeton untuk memotivasi semangat para pemuda mengerjakan ogoh-ogoh. Seperti sayur tanpa garam, seperti dikau tanpa cinta dariku, demikian kehadiran lagu ogoh-ogoh selalu menggenapi perayaan menyambut pawai ogoh-ogoh.

Namun, tahukah semeton? Ternyata di balik lagu ogoh-ogoh ini, ada banyak misteri yang tersimpan di dalamnya. Misteri yang tak kalah seramnya dibandingkan fenomena ogoh-ogoh yang tiba-tiba hidup ketika dihaturkan canang. Misteri yang tak kalah misteriusnya dengan ending cerita Misteri Gunung Merapi bagaimana nasib Kalagondang di akhir cerita?

Berikut adalah beberapa misteri yang tersimpan di balik lagu Ogoh-ogoh.

Misteri Okid Kres dan Yan Bero

Sebagaimana yang tercantum dalam video klip ogoh-ogoh, lagu ini dinyanyikan oleh Okid Kres dan Yan Bero. Jika menelusuri jejak duo penyanyi ini, kita akan menemukan misteri di balik keduanya. Bagi semeton musisi balai banjar, tentu sudah tak asing lagi dengan lagu ‘Kidung Kasmaran’. Lagu yang populer dengan reff lagu suwe sampun beli mengantosang, yang kemudian ditimpali dengan kata beibeh! ini dinyanyikan oleh Okid Kres.

Siapakah Okid Kres? Mengutip dari blog seniman dewata, Okid Kres sebenarnya bernama asli I Nyoman Ardika (alm). Diko begitu kerap ia disapa, adalah anak ketiga dari tujuh bersaudara pasangan Ni Ketut Netri dan I Ketut Retu Penyanyi kelahiran 18 Agustus 1961, mengenyam pendidikan di SD 8 Pemecutan, SLUB 1 Saraswati, SMSR (Sekolah Menengah Seni Rupa Denpasar) dan Universitas Udayana Jurusan Prodi Seni Rupa dan Desain Bidang Ilmu Seni Murni. Menikah pada Desember 1990. Mempunyai tiga orang putra yakni, I Putu Gita Aristia, I Made Ganis Santika, dan I Nyoman Gilang Gandira. Diko meninggal pada 17 September 2004 .

Sejak tahun 90-an, Okid Kres sudah mulai mengembangkan karya musiknya. Nama Okid Kres sendiri diambil dari nama panggilan Diko yang dibalik menjadi Okid. Yang menjadi misteri adalah, darimanakah sebenarnya kata Kres ini diambil? Apakah Kres berasal dari Kresendo, yang berarti perubahan dinamika dari suara lembut menjadi keras? Apakah itu juga yang membuat kedua lagu yang beda dinamika ini menjadi terkenal? Kidung Kasmara yang lembut meluluhlantakan hati dengan Ogoh-ogoh yang keras gagah perkasa?

Misteri lain adalah pasangan duet beliau, yaitu Yan Bero. Tak seperti Okid Kres yang sulit ditemukan biodatanya, Yan Bero bahkan sangat-sangat sulit dicari beritanya. Padahal kalau dilihat dalam skema musik, nama Yan Bero selalu disebut sebagai penyanyi top era 80-an bersama Ketut Bimbo, Yong Sagita, dan Yan Stereo. Yang lebih misterinya lagi, kenapa beliau menamai dirinya Yan Bero? Padahal vocal Yan Bero sendiri begitu pas padu mengental jadi satu kesatuan dengan Okid Kres yang terdengar legit di telinga.

____

Video Klip Lagu Ogoh-ogoh

___

Lirik Lagu Ogoh-ogoh

Misteri yang kedua adalah lirik lagu Ogoh-ogoh itu sendiri. Cobalah simak!


Tilem kesanga nyaluk sandikala

Bulane mengkeb di durin ambune

Galang obor traktak nyinarin gumi

Uyut suryak tetabuhan gambelan beleganjur, saling ceburin.


Sekancan kala, kali sewengkon Bali

Nyinahyang rupa ogah-ogah mecaling renggah

Ade ane merupa manusa muah raksasa

Ogah-ogah ogoh-ogoh kala-kali lumang-lumang

Ogah-ogah ogoh-ogoh ngiterin Desa

Ogah-ogah ogoh-ogoh kala-kali lumang-lumang

Ogah-ogah ogoh-ogoh ngiterin Kota


Jika dibaca, dapat dilihat begitu puitis sesungguhnya lagu Ogoh-ogoh ini Di dalamnya ada memakai personifikasi misalnya. Pada lirik bulane mengkeb di durin ambune, jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti bulan yang sembunyi di balik awan. Di sini tampak bulan diumpamakan seumpama manusia yang bersembunyi. Pertanyaannya, kenapa bulan ini sembunyi? Apakah ia malu bertemu banyak orang? Atau takut dengan rupa ogoh-ogoh yang seram?

Menjadi misteri ketika membandingkannya dengan lirik lagu Bali kebanyakan saat ini yang memakai bahasa Indonesia campur-campur dengan bahasa Inggris. Pertanyaannya, apakah Okid Kres dan Yan Bero waktu itu tidak bisa berbahasa Indonesia yang baik dan benar? Apakah mereka saat itu belum mengenal les bahasa Inggris? Sehingga tidak ada kosakata yang mencampurkan lirik lagunya dengan bahasa Indonesia atau dengan bahasa Inggris?

Misteri Ogoh-ogoh Menaiki Roket

Dalam menit awal video, kita akan melihat Ogoh-ogoh Rakasasa kurus cungkring  tengah menaiki sebuah roket bertuliskan USA bergambar bendera Amerika. Apakah sebenarnya pesan yang ingin disampaikan? Ada konspirasi apakah di baliknya? Jika Ogoh-ogoh kita umpamakan sebagai simbol orang Bali, apakah di tahun tersebut ada rencana Bali ingin menjajah Amerika?

Misteri Koreo Ogoh-ogoh

Yang tak kalah menarik jika melihat video klip ogoh-ogoh, adalah sorot wajah para penabuh beleganjur. Khususnya pada pemuda yang memegang klenong. Tampak dalam video ia tengah cemberut. Pertanyaannya, apa sesungguhnya penyebab ia bisa cemberut? Apakah karena sebenarnya ia ingin jadi pemukul gong? Karena jika dilihat diantara semua penabuh, hanya pemain gong yang terlihat enjoy dan sangat bersemangat.

Beberapa koreo dari Okid Kres dan Yan Bero juga nampak belum serempak dan seirama. Misalnya dalam lirik ngeraris ida memargi, salah satu tangan penyanyi direntangkan ke kanan tapi agak lambat. Ada juga pada lirik ogah-ogah ogoh-ogoh, satu penyanyi terlalu cepat menengok kawan mainnya. Serta saat sampunang je ngerebeda salah satu tampak lebih cepat keluar dibanding yang lainnya.

Apakah itu memang model koreo Bali ala 90-an? Kalau demikian, tentu akan sangat berbahaya jika mereka bernyanyi, menari, atau menabuh dengan gaya seperti itu di zaman sekarang karena pasti para penabuh dan penyanyi ini tidak akan pernah lolos Pesta Kesenian Bali, yang mana koreografi penari dan penabuh diatur sedemikian rupa, sampai cara untuk mengulum senyumpun jadi tak ada beda satu sama lain.

Baju Ogoh-ogoh

Misteri lainnya adalah baju ogoh-ogoh yang dikenakan oleh para pemain dalam video klip. Apa sebenarnya tulisan lengkapnya? Adakah tulisannya sing punyah sing mulih? Atau I Love Tunang Timpal? Di manakah mereka menyablon kostum baju ogoh-ogoh ini? Bagaimana nasib tukang sablon ini sekarang? Apakah sudah masih bertahan di zaman covid ini? Atau sudah berganti bisnis menjadi pembuat endek? Mengikuti perkembangan zaman.

Terkahir, adalah misteri yang mimin sendiri begitu penasarannya setiap kali memutar video klip ogoh-ogoh dari tahun ke tahun, yakni yang mana sebenarnya Okid Kres? Yang mana sebenarnya Yan Bero? Keduanya terlihat mirip di mata mimin. Sudah tiang cari-cari gambar penyanyinya di google, di youtube, di facebook, jek tetap sing jelas… Mohon klarifikasinya… eh, petunjuknya maksudnya niki semetoooonnnn…… [T_T]

Tags: baliHari Raya NyepiLagu Pop Baliogoh-ogoh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

CK, Nyepi dan Ogoh-Ogoh

Next Post

Hindu Inklusif Nusantara, Paham Eksklusif & Potensi Benturannya

AjeNg Bali Tour

AjeNg Bali Tour

Penyedia jasa tour & travel narasi Bali alternatif

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Covid-19 dalam Alam Pikir Religi Nusantara – Catatan Harian Sugi Lanus

Hindu Inklusif Nusantara, Paham Eksklusif & Potensi Benturannya

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co