24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ayah, Rumah Pohon, dan Cara Elegan Menghadapi Problematika Masa Muda

Sayang Kukiss by Sayang Kukiss
February 22, 2021
in Esai
Ayah, Rumah Pohon, dan Cara Elegan Menghadapi Problematika Masa Muda

Foto ilustrasi: Pameran instalasi di atas pohon || Foto Mursal Buyung

Selama hidup kita tentu selalu ingin menjadi lebih baik, wajar sekali dan sangat manusiawi. Menjadi lebih baik tentu sebaiknya disertai dengan pola pikir, ucapan serta tindakan yang baik. Bukan untuk terlihat baik di mata orang, bukan juga agar dilihat baik-baik saja di depan publik, tapi menjadi baik untuk kesehatan diri sendiri, itulah yang terpenting.

Ada sebuah kisah menarik dari hamparan bukit hijau di ujung pulau, ketika itu seorang anak laki-laki sedang membantu ayahnya membangun sebuah rumah pohon yang nantinya akan menjadi rumah mereka untuk bercerita. Sang anak dengan giatnya membantu ayahnya karena ia tahu ayahnya akan memberikan hal terbaik di hari ulang tahunnya nanti.

Sebelum mereka membangun rumah pohon, sang ayah berkata “Nak, coba kamu pilih pohon yang mana yang paling kokoh!”

Kemudian sang anak menunjuk salah satu pohon yang besar dan kokoh. Ia memilih satu pohon yang tertinggi namun daunnya sudah berguguran.

“Baik Nak, jika itu pilihanmu maka ayah akan berusaha memanjatnya dan membuatkanmu rumah pohon yang indah”.

Sang anak nampak gembira sekali ketika tahu bahwa ayahnya akan membuat tempat yang sangat nyaman baginya. Dua hari berselang, mimpi mereka akhirnya terwujud, hanya tinggal membuat anak tangga yang menarik untuk dipijak. Satu per satu anak tangga dibuat, yang kemudian menjadi jalan untuk mereka memanjat dan sang anak tetap membantu ayah dengan penuh semangat, hingga hari ulang tahun sang anak pun tiba.

“Ini dia hadiah spesial untukmu, maafkan ayah yang belum bisa memberikanmu rumah yang mewah, tapi melalui rumah pohon yang tinggi ini ayah ingin kamu tahu bagaimana proses dan usaha yang harus kita bangun untuk mencapai mimpi dan cita-cita kita. Tapi ini belum selesai, rumah pohon ini sangat tinggi, ayah harus pastikan rumah ini siap untuk kita tempati.”

Kemudian sang ayah menaiki anak tangga itu satu persatu dengan perlahan dan sangat hati-hati. Siapa yang sangka satu anak tangga ternyata goyah ketika dipijak, kemudian sang ayahpun terjatuh. Sang anak tekejut melihat ayahnya terjatuh namun sang ayah sesegera mungkin bangkit dan membenahi anak tangga yang goyah itu. Ia tak ingin ada yang terluka dan jatuh sepertinya, dan sang ayah kemudian menata ban-ban bekas miliknya di sekeliling rumah pohon tersebut agar ketika hal yang sama menimpa sang anak maka ada ban yang baik yang masi melindunginya.

Singkat cerita kemudian ayah berhasil sampai di atas rumah pohon dengan selamat, lalu kembali turun untuk menjemput sang anak. “Ayo, Nak, kamu harus melihat apa yang ayah lihat.”

Perlahan-lahan anak itu memijak tangga kayu buatan ayahnya, dan ayahnya tetap menuntun dan menjaganya dari bawah. Sampailah mereka di rumah pohon, hamparan bukit hijau tampak indah dari atas sana, dan itu menjadi hadiah terindah sang anak sepanjang hidupnya karena sang ayah dengan jelas sekali menceritakan setiap esensi dari rumah pohon milik mereka.

“Rumah adalah tempat di mana kita bisa tinggal dan bercerita, ini adalah tempat yang membuat kita bisa semakin dekat. Kamu bebas bercerita apapun denganku di sini Nak, kamu punya hak untuk meluapkan semua emosimu di rumah ini, namun satu pesan ayah untukmu, ayah tidak ingin kamu menyakiti siapapun di rumah ini.”

Sang anak masih mendengarkan dengan penuh rasa antusias dan ayah melanjutkan ceritanya. “Kamu tahu mengapa ayah memintamu memilih pohon yang paling kokoh? Ayah ingin kamu seperti pohon ini, pohon ini hanya tumbuh keatas, ia tak mengganggu siapapun. Ketika kamu kokoh seperti pohon ini maka hujan dan badai akan siap kamu lalui. Tak apa jika daun ini berguguran, karena mereka akan tumbuh kembali ketika musimnya tiba. Cukup kamu rawat saja dengan sebaik yang kamu bisa.”

Kemudian beberapa saat burung-burung hinggap di ranting “Kau lihat burung-burung itu? Ya, terkadang mereka hanya singgah untuk mengambil ranting, terkadang juga mereka menetap di salah satu ranting untuk menarih sangkar dan mengerami telurnya, dan tak jarang juga mereka singgah untuk bertengger sejenak menikmati udara dan pemandangan, seperti kita saat ini.”

Di atas rumah pohon itu pemandangan nampak begitu indah sekali, dengan jelas bunga-bunga bermekaran, kelinci dan tupai melompat lincah, kuda-kuda sedang berjalan beriringan, danau terlihat tenang, indah sekali. lalu awan mulai tak bersahabat, terasa angin kencang sekali dari atas sana, sangat kencang. “Nak ketika angin seperti ini datang, kamu harus berpegangan yang erat, Nak, jika tidak maka kita akan terjatuh, pegangan yang kuat nak.”

Beberapa menit kemudian susana mereda, cuaca mulai membaik dan sang ayah kembali bercerita. “Angin dan badai tadi adalah salah satu contoh hal yang ada di luar kendali kita, kita tak pernah tahu kapan mereka akan datang, dan kita juga tak pernah tahu berapa lama mereka akan singgah. yang bisa kita lakukan adalah bertahan, berpegangan dengan apa yang kita yakini, dan jangan lupa untuk berterima kasih ketika selamat dari badai itu. Berterima kasih kepada diri sendiri, berterima kasih kepada rumah pohon ini, beterima kasih kepada ranting yang kita pegang, berterima kasih kepada akar yang kuat, berterima kasih kepada Tuhan karena berkatnya kita jadi punya kapabilitas untuk bertahan hidup dan menjadi lebih kuat.”

Tak hanya itu yang ayah ucapkan ia juga berpesan kepada sang anak “Nak, dari atas pohon ini kamu juga dapat belajar tentang paradigma. Belajar untuk memandang sesuatu lebih luas. Cara sederhana untuk mengerti tentang paradigma yakni dengan memandangnya sebagai peta, bukan sebagai wilayah. Semakin luas peta yang dapat kamu lihat, semakin besar kemungkinanmu untuk belajar lebih banyak. sikap dan prilaku kita akan tumbuh dari asumsi-asumsi yang telah kita pelajari. Cara kita memandang sesuatu adalah sumber dari cara kita berfikir dan cara kita bertindak. bijaklah, Nak.”

Ternyata hari telah larut, sang anak merasa itu adalah hari yang sangat bermakna dalam hidupnya, hari terindah di atas rumah pohon bersama ayah yang selalu menjadi sumber inspirasinya. “Terima kasih ayah, terima kasih banyak telah mengajarkanku untuk tetap kuat, ayah sangat hebat bisa membawaku sampai ke atas sini, suatu saat nanti, pesan ayah akan aku teruskan, aku berjanji padamu ayah.”

Dan malam itu mereka turun dari rumah pohon itu. sesampainya di bawah ayah tersadar ternyata ada satu hal yang belum ia sampaikan “Nak, hampir saja ayah lupa, tentang ban-ban ini. Mereka adalah teman-temanmu, merekalah yang nanti ya akan mejaganu ketika nanti kamu terjatuh, mereka ada agar kamu tidak terluka, jangan lupa berterimakasihlah kepada mereka!”

Dengan penuh senyuman sang anak berkata “Hihihihi, terima kasih banyak ya, ban.”

Setiap orang sangatlah unik, semua memiliki perbedaan, perbedaan dari segi apapun. Permasalahan boleh jadi sama, namun cara menghadapinya tergantung dari sudut pandang mana kamu melihatnya. Cara saya mirip seperti ayah dari cerita tadi, belajar memandang sesuatu dari dalam keluar, jika ada satu anak tangga yang goyah, kita tidak perlu repot-repot menyalahkan siapapun akan hal itu, cukup perbaiki saja apa yang seharusnya diperbaiki. Dalam menghadapi situasi sulit kuncinya adalah bagaimana kita mengendalikan persepsi kita dan membenahi komunikasi agar menjadi yang baik. [T]

Tags: masa mudapemudaRemaja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kenapa Harus Dokter Spesialis?

Next Post

Perjuangan Tiada Henti Masyarakat Adat Dalem Tamblingan untuk Kembalikan Hutan Adat

Sayang Kukiss

Sayang Kukiss

Sayang Kukiss adalah nama pena Diah Cintya. Biasa juga dipanggil DC. Perempuan kecil yang senang bermain kembang, tapi bukan kembang api. Gemar membaca, membaca timeline. dan sekarang sedang belajar menulis, menulis mimpi indah bersamamu...

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Perjuangan Tiada Henti Masyarakat Adat Dalem Tamblingan untuk Kembalikan Hutan Adat

Perjuangan Tiada Henti Masyarakat Adat Dalem Tamblingan untuk Kembalikan Hutan Adat

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co