25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ngelapak di Youth Park | Gerakan Kecil di Tengah Gemerlap Kota Denpasar

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
January 29, 2021
in Khas
Ngelapak di Youth Park | Gerakan Kecil di Tengah Gemerlap Kota Denpasar

Komunitas Narmada Bali ngelapak di area Youth Park, Taman Kota Denpasar

Suatu sore ketika sedang asik menyeruput kopi yang masih hangat, ponsel pintar saya berbunyi nyaring juga singkat. Sepertinya pesan masuk di salah satu grup Whatsapp. Entah grup yang mana, karena sampai detik ini puluhan grup saya ikuti—mulai grup kantor, organisasi, komunitas, sampai grup yang dibuat hanya sekadar iseng saja.

“Bli Ted, kira-kira hari apa lagi kita ngelapak?” kata seorang kawan di salah satu grup.

“Jumat aja seperti biasa Gus.” jawab saya lugas.

Yahh, begitulah rutinitas kami saban minggu. Memilih untuk menjajakan berbagai buku bacaan di Taman Kota Denpasar (tepatnya di area YouthPark). Saya dan beberapa kawan tergabung dalam komunitas literasi bernama Narmada Bali. Awal tahun ini kami memiliki ageda rutin—Ngelapak. Menjajakan buku untuk dibaca gratis di tempat, tapi kalau memang tertarik dengan salah satu buku yang kami jajakan, tentu pembaca bisa membacanya di rumah (meminjam untuk dibawa pulang dengan rentan waktu yang sudah ditentukan).

Selain ngelapak, kami pun mengisi waktu dengan membahas isi buku yang sedang dibaca. Lebih tepatnya salah satu dari kami membahas buku yang sedang atau sudah dibaca untuk didiskusikan bersama. “Wahh, pasti ramai tuh peminatnya” sepertinya banyak dari kalian berpikir demikian. Tapi saya jawab dengan tegas, untuk saat ini belum banyak peminatnya.

Membaca sampai detik ini belum menjadi aktivitas utama bagi masyarakat, yahh setidaknya itu yang saya lihat di Kota Denpasar. Dari sekian kali kami menjajakan “dagangan”, pengunjungnya bisa dihitung dengan jari. Sampai detik ini memang minat membaca dari masyakat Indonesia masih kurang. Berangkat dari keresahan inilah Narmada Bali muncul untuk membumikan aktivitas literasi di Bali, ya setidaknya dimulai dari Kota Denpasar terlebih dahulu.

Lahir di Bawah Sinar Rembulan

Lima pemuda ini terlihat antusias dalam sebuah diskusi—ditemani segelas kopi sambil mengagumi indahnya malam mereka saling bertukar pikiran guna melahirkan satu gebrakan baru di Ibu Kota. Ada yang menyunggingkan senyum saat salah seorang kawannya melontarkan ide. Satunya lagi dengan gaya bak orator ulung coba memengaruhi lawan bicara. Sisanya? Ya mencoba menyimak barangkali menemukan ide baru di tengah-tengah ruang diskusi.

Singkat cerita, lima pemuda yang tadi asik diskusi bersepakat membentuk satu komunitas literasi. Nalar Mahasiswa dan Pemuda Bali (Narmada Bali) namanya. Memiliki makna bahwa komunitas ini nantinya akan menjadi sungai (bangawan) yang besar dan bermuara ke samudera lepas. Spirit ini mengantarkan saya dan kawan-kawan membuat banyak orang untuk jatuh cinta dan tumbuh bersama aktivitas literasi. Hanya satu hal yang diperlukan—jatuh cinta. Maka jika sudah jatuh cinta, apapun akan terasa ringan untuk dijalani—termasuk aktivitas literasi.

Membumikan Literasi

Saat menulis catatan ini saya mencoba mencari arti dari literasi di mesin pencarian dalam ponsel saya. Kurang lebih hasil dari pencarian tadi seperti ini “Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari”. Juga dua tahun lalu, saya berkesempatan bertemu langsung dengan Duta Baca Nasional—Najwa Shihab. Dalam penjelasannya, ia menyampaikan kalau literasi merupakan kemampuan seseorang mengolah informasi yang diterima untuk dijadikan informasi baru sehingga lebih mudah dimengerti oleh pembaca.

Dari dua penjelasan di atas tadi, saya mencoba menarik benang merahnya. Jadi literasi tidak bisa dilepaskan dari aktivitas seseorang dalam menganalisa suatu permasalahan, kemudian membahasakannya kembali agar mudah dimengerti oleh orang banyak. Dua kata kuncinya adalah “analisa” dan “menyampaikan kembali”. Tentu untuk memiliki dua kemampuan tersebut, seseorang harus bergumul dengan aktivitas yang sudah disebutkan sebelumnya. Seseorang bakal memiliki daya analisa baik apabila ia terbiasa membaca, menghitung, kemudian menuliskan hasil analisisnya. Juga seseorang akan memiliki kemampuan membahasakan informasi secara baik ke khalayak ramai apabila ia rajin berdiskusi (bicara).

Sebagai komunitas yang cukup concern di bidang literasi, Narmada Bali mencoba melakukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan penjelasan di atas. Kami cukup sering menginisiasi berbagai pelatihan menulis kepada siapapun yang berminat mengikutinya. Bincang Muda sebagai salah satu kegiatan andalan juga sering kami balut dengan Nonton Bareng (Nobar) Film.

Kenapa Nobar? Di sini daya analisa kita dilatih untuk menyimak jalan cerita serta maksud dari film tersebut, karena setelahnya peserta Nobar tentu akan antusias “menguliti” film tersebut. Dalam kegiatan ini, kemampuan analisis kemudian bicara dilatih.

Bukan Sebagai Kewajiban, Tapi Kebiasaan

Tentu Narmada Bali hadir di tengah hiruk pikuk Kota Denpasar bukan untuk memaksa anak muda suka membaca, menulis, dan berdiskusi. Melainkan Narmada Bali hadir sebagai pemantik anak muda untuk lebih mudah jatuh cinta kepada dunia literasi. Berbagai kegiatan yang kami lakukan tidak lebih untuk mengajak kalian berkenalan dan tentu saja jatuh cinta. Saat cinta sudah berlabuh di lubuk hati paling dalam, percayalah bahwa kamu akan menjalankan berbagai aktivitas literasi dengan suka cita—apapun risiko dan pengorbanan yang harus dilakukan.

Mungkin banyak yang menganggap bahwa setiap jatuh cinta selalu dibayangi satu risiko besar—sakit hati. Tapi setelah saya jatuh cinta pada literasi dan terbenam dalam dekapannya, saya baru menyadari ternyata masih ada jatuh cinta yang tidak menimbulkan sakit hati (setidaknya itu yang saya rasakan hingga detik ini). Jadi maukah kalian ikut jatuh cinta bersama saya? Ehh, maksudnya Narmada Bali? [T]

Tags: BukudenpasarLiterasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Śāstra Cermin Kehidupan

Next Post

Tata Perguruan di Desa Kami

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
“Mungkah Saka” dan Kisah-kisah Para Pendeta

Tata Perguruan di Desa Kami

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co