2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Noorca M. Massardi | 7 Puisi Sapta dan 5 Puisi Panca

Noorca M. Massardi by Noorca M. Massardi
January 16, 2021
in Puisi
Noorca M. Massardi | 7 Puisi Sapta dan 5 Puisi Panca

Digital Drawing ✍️: Rayni N. Massardi

Puisi Sapta adalah puisi berpola dengan 7 suku kata 7 baris dan 7 bait. Puisi Panca berpola 5 sukukata 5 baris 5 bait.


PUISI SAPTA

Digital Drawing ✍️: Rayni N. Massardi

Ketika Kau dan Aku


Kau bukan cuma kata

Aku tak hanya saya

Kau aku dalam kita

Terbalut metafora

Lalu bulan purnama

Dan laut langit senja

Bergegas cakrawala


Kau bisik kata cinta

Dengan bibir terbuka

Ombak membayang mata

Basah dada terbuka

Menyusup jantung kita

Meliput makna cinta

Membalut luka lama


Bila dua menyatu

Maka tubuh bersatu

Bagai pasir dan batu

Hingga buih terharu

Usai laut menderu

Lalu air membiru

Angin pantai cemburu


Waktu tinggal berlalu

Malam bawa dedalu

Lupakan masa lalu

Kamu dengan yang dulu

Cintaku yang benalu

Dan kamu yang pemalu

Hasrat datang bertalu


Malam menyimpan bukti

Bahwa cinta merpati

Bisa jadi sejati

Harum kembang melati

Membungkus dua hati

Terbawa sampai nanti

Hanya berbatas mati


Rembulan menerangi

Kasih harum mewangi

Tinggalkan langit wengi

Sampai terbit pelangi

Dan kita dikalungi

Demi yang melindungi

Tak ada menandingi


Lalu kutulis sajak

Pastikan tanda jejak

Tiada lagi jarak

Aku kan jadi bapak

Kamu lahirkan anak

Dua menjadi banyak

Dan kita jadi bijak


  • Noorca M. Massardi
  • 241120
Digital Drawing ✍️:
Rayni N. Massardi

Cinta Itu Katanya


Cinta itu katanya

Apakah kata tanya

Adakah yang bertanya

Siapakah yang tanya

Mengapa dia tanya

Kapan ajukan tanya

Apa motifnya tanya


Katanya itu cinta

Kata siapa cinta

Apakah ada cinta

Mengapa bisa cinta

Sejak kapankah cinta

Apa alasan cinta

Di mananyakah cinta


Katanya cinta monyet

Karena jenis monyet

Atau prilaku monyet

Cinta berbulu monyet

Blingsatan gaya monyet

Cintanya ekor monyet

Seperti jambu monyet


Cintanya dari mata

Lihat cinta di mata

Beroleh cinta mata

Mengapa bisa mata

Buta selain mata

Kalaulah bukan mata

Ada cintakah mata


Cinta yang penuh kasih

Apakah belas kasih

Berapa yang dikasih

Hingga jadi kekasih

Berpadu dalam kasih

Jadi sepasang kasih

Apa pun yang dikasih


Cinta yang dari hati

Lebih berhati-hati

Bertemu dua hati

Panah sepasang hati

Berikrar dalam hati

Menjadi satu hati

Sehidup dan sehati


Lalu cinta abadi

Adakah yang abadi

Kapan bisa abadi

Apa syarat abadi

Harus api abadi

Kisah cinta abadi

Pencarian abadi


  • Noorca M. Massardi
  • 231120
Digital Drawing ✍️:
Rayni N. Massardi

Waktu Berjalan Sunyi


Waktu jalan sendiri

Dari kosong ke isi

Dari sunya ke sunyi

Dari alam menjadi

Dari hulu ke hilir

Dari adam ke khuldi

Tiada menemani


Takdir terikat waktu

Nasib bergantung waktu

Gerak mengikut waktu

Insan mengejar waktu

Karya diburu waktu

Tahta diatur waktu

Hidup mati berwaktu


Waktu jalan sendiri

Diikat sejak dini

Digantung hingga kini

Dikejar sampai nanti

Ditunggu tiba hari

Dibenci dikasihi

Tiada menemani


Detak peduli waktu

Wajah peduli waktu

Uang peduli waktu

Tahta peduli waktu

Umur peduli waktu

Jodoh peduli waktu

Waktu peduli waktu


Waktu jalan sendiri

Dari hening ke sepi

Dari zahir ke akhir

Napak takdir sendiri

Langkah nasib mandiri

Dalam disiplin diri

Tiada menemani


Tak ada lebih tepat

Tak ada lebih cepat

Tak ada lebih lambat

Tak ada lebih cermat

Tak ada lebih sekat

Tak ada lebih kodrat

Tanpa waktu sepakat


Belajar pada waktu

Bagi segala tentu

Berawal dari waktu

Berakhir pada waktu

Berharap pada waktu

Berikhlas saat waktu

Tak ada lagi waktu


  • Noorca M. Massardi
  • 231120
Digital Drawing ✍️:
Rayni N. Massardi

Dunia Mempesona


Dunia hanya maya

Rona karena warna

Megah karena rasa

Mulia karena harga

Hasrat karena jiwa

Tinggi karena tanda

Anggun karena puja


Dunia mempesona

Terang oleh rencana

Kilau oleh lencana

Citra oleh wacana

Mahal oleh bejana

Gerak oleh wahana

Sirna oleh bencana


Dunia lalu penting

Sebab selalu genting

Tiap saat berdenting

Diburu pontang-panting

Dipeluk ontang-anting

Disimpan terpelanting

Akar pohon meranting


Dunia menyilaukan

Lalu jadi pijakan

Lupakan kebajikan

Lalaikan kebaikan

Serakah disuburkan

Halal disembunyikan

Haram disempurnakan


Dunia jadi harta

Indah tersebab mata

Gagah terpandang tahta

Harkat terhimpun nista

Kitab terlumur tinta

Rakus terlupa pinta

Napsu terliput dusta


Dunia tanpa cinta

Kuasa hanya buta

Janji sekadar kata

Sumpah lidah semata

Kalbu melulu kusta

Rakyat cuma melata

Bangsa tinggal meronta


Dunia maka surga

Cintai keluarga

Hormat sesama warga

Rahmat bagi tetangga

Amal kian berharga

Hikmah terus terjaga

Bersyukur jiwa raga


  • Noorca M. Massardi
  • 221120
Digital Drawing ✍️:
Rayni N. Massardi

Siapa Berkehendak


Siapa berkehendak

Bagai beringin tegak

Meneguhkan yang berhak

Tak goyah duri landak

Hadapi yang berontak

Keragaman semarak

Wewangian semerbak


Selalu ada jalan

Bagi pengkhianatan

Napsu kekuasaan

Demi keserakahan

Bangkitkan permusuhan

Abai kesejahtraan

Lupakan kedamaian


Para pejabat negri

Harus kukuh berdiri

Menghalau onak duri

Dari bangsa sendiri

Yang cemburu dan iri

Kebudayaan fitri

Anugrah Sang Pemberi


Takdir berkaum-kaum

Kebebasan bermakmum

Hormati milik umum

Aneka bunga kuntum

Alun bagai pendulum

Tebar aneka senyum

Kearifan yang harum


Penyakit memang perlu

Sebagai arah pandu

Agar umat berilmu

Menghindarkan benalu

Memilih yang bermutu

Menjaga rukun fardhu

Memohon ke Yang Satu


Siapa yang bertindak

Hanya karena hendak

Sebab merasa berhak

Tak peduli menginjak

Tempat orang berpijak

Akan mendapat tolak

Pertentangan pun marak


Wahai para pejabat

Dengar suara rakyat

Bangsa yang berkeringat

Laksanakan amanat

Menyebarkan manfaat

Kuasa jadi berkat

Demi harkat martabat


  • Noorca M. Massardi
  • 151120
Digital Drawing ✍️:
Rayni N. Massardi

Bersujud Salat Subuh


Fajar tiba menyentuh

Berhelai daun jatuh

Kulipat liku tubuh

Bersuci dan berbasuh

Bersimpuh berseluruh

Bersujud salat subuh

Perahuku berlabuh


Dermaga yang terbuka

Membawa getah luka

Angin di atas palka

Terbang bersama duka

Layar kembang ketika

Aku hanya menerka

Dalam kalbu merdeka


Elang yang beterbangan

Bertemu persinggahan

Bersama angin topan

Badai membawa hujan

Bintang jadi panduan

Cakrawala tujuan

Pulauku masa depan


Mimpiku bebungaan

Bisikku dedaunan

Harumku wewangian

Suburku rerumputan

Lebatku pepohonan

Bangkitku gegunungan

Syairku geguritan


Tapak jejak di sini

Lahan tanpa penghuni

Mengalir masa kini

Membayangkan petani

Pemburu pemberani

Yang hidup sejak dini

Berlayar dan bertani


Aku membangun puri

Sebagai pokok suri

Gerak langkah terpatri

Untuk anak dan istri

Teladan putra putri

Bagaimana memberi

Bersama awak negri


Lalu pelangi senja

Semburat warna jingga

Mengisahkan pesona

Alam yang bersahaja

Membawa pesan surga

Dari alpa dan lupa

Akhir bagi segala


  • Noorca M. Massardi
  • 081120
Digital Drawing ✍️:
Rayni N. Massardi

Puisi Cabe Garam


Puisi tetes embun

Cabe di lahan kebun

Garam di tambang gurun

Simpanan harta karun

Satu sepanjang tahun

Pepes berbungkus daun

Kearifan karuhun


Puisi kayu jati

Menyayat jatidiri

Membingkai sunyi sepi

Membuka pintu hati

Menyapa matahari

Berbagi matahati

Jendela pagi hari


Puisi terang bulan

Mengibarkan bayangan

Menggoyangkan harapan

Menyanyikan kenangan

Memandikan pikiran

Membintangi tujuan

Menyulam masadepan


Puisi rumput laut

Luka terbawa hanyut

Jantung ombak berdenyut

Melipat hingga surut

Dendam berlarut-larut

Darah bersama rumput

Dalam selimut kabut


Puisi cabe garam

Tinggalkan kapal karam

Selamat jalan suram

Jejak tapak yang silam

Malam hapuskan kelam

Senandung burung balam

Dari kalbu terdalam


  • Noorca M. Massardi
  • 071120

PUISI PANCA

Digital Drawing ✍️:
Rayni N. Massardi

Sesama


Berbaik sangka

Kepada angka

Atau boneka

Dan buah nangka

Wajar belaka


Selami jiwa

Berbagi tawa

Rumput terbawa

Hingga ke rawa

Menguap fatwa


Dengan sesama

Berbagi kurma

Buah cengkrama

Saling berdharma

Jalan ke Roma


Alam berdamai

Bukit yang permai

Bibit tersemai

Pikiran ramai

Manis gelamai


Makhluk beragam

Insan bermacam

Langit bermalam

Bumi bersalam

Indah berkalam


  • Noorca M. Massardi
  • 301020
Digital Drawing ✍️:
Rayni N. Massardi

Semasjid


Jamaah masjid

Bertasbih tahmid

Berdzikir maajid

Bersaksi wahid

Bernalar rasyiid


Jamaah santri

Bersuci diri

Berhati murni

Bersunyi ruri

Berlaku fakhri


Jamaah taat

Menghadap kiblat

Berkhidmat salat

Memohon berkat

Hidup manfaat


Jamaah amal

Sisih zakat mal

Utama halal

Menghimpun bekal

Segala ihwal


Jamaah rahmat

Semua umat

Bumi akhirat

Marwah martabat

Harkat Makrifat


  • Noorca M. Massardi
  • 301020
Digital Drawing ✍️:
Rayni N. Massardi

Seranjang


Teman seranjang

Malam dan siang

Saiing menyayang

Yang bergelimang

Pun yang meradang


Semata wayang

Tak habis kenyang

Kasur mengembang

Saling memandang

Pun saling silang


Kadang terbayang

Yang lama hilang

Terbungkus kenang

Tersaput kembang

Dan kunang-kunang


Tubuh seranjang

Lupakan bayang

Jodoh sekarang

Kasih yang panjang

Maha Penyayang


Kini bersyukur

Nikmati umur

Sehingga uzur

Cinta melebur

Sampai ke kubur


  • Noorca M. Massardi
  • 291020
Digital Drawing ✍️:
Rayni N. Massardi

Sejalan


Sumpah sejalan

Satu tujuan

Badai rintangan

Ranting halangan

Iring ke depan


Segala janji

Berbuah bukti

Secawan suci

Anggur tersaji

Sari pohaci


Angin di bibir

Kapal di hilir

Sejuk semilir

Hasrat mengalir

Bersama takbir


Padi menguning

Burung bergunjing

Lolongan anjing

Memecah hening

Kalbu yang bening


Jalan berliku

Syair haiku

Ragu membeku

Ke dalam ruku

Kau bersamaku


  • Noorca M. Massardi
  • 291020
Digital Drawing ✍️:
Rayni N. Massardi

Sebutir


Sebutir debu

Mewujud kalbu

Seorang ibu

Wariskan sumbu

Jadilah aku


Setetes darah

Mewujud berkah

Seorang ayah

Wariskan marwah

Jadilah bilah


Sekejap malam

Menjadi adam

Bersujud alam

Iblis menikam

Jadilah sekam


Maka berdosa

Ular berbisa

Datang menggoda

Terusir surga

Sirna dunia


Neraca Tuhan

Jadi timbangan

Surga jahanam

Sudah suratan

Takdir gariskan


  • Noorca M. Massardi
  • 291020
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Subali || Cerpen Agus Wiratama

Next Post

Pariwisata Macet, Jalan Raya Lancar

Noorca M. Massardi

Noorca M. Massardi

penulis lakon, pengarang, pewarta

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Pariwisata Macet, Jalan Raya Lancar

Pariwisata Macet, Jalan Raya Lancar

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co