25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mari Bawa Kembali Agama ke Ruang Privat

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
January 5, 2021
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

“Tuhan bersemayam dalam hati setiap insan, usah lagi berkelana untuk mencarinya.”—- (Jalaludin Rumi)

Akankah sabda sederhana sang pujangga ini akan pernah menjadi pegangan hidup setiap insan di bumi? Berkali-kali alam memberi kode kepada kita, hal-hal sederhana telah menentukan yang vital. Oksigen (O2) dan airlah (H2O) yang menjaga kehidupan mahluk hidup bukannya C2H5OH (alkohol) atau C8H15 (bensin).

Tapi apa yang telah kita lakukan selama ini? Sangat terang, memusnahkan sumber oksigen dan air yang vital dengan merusak hutan belantara secara membabi buta. Tepatlah sindiran ahli astrofisika Hubert Reeves, “Manusia adalah makhluk yang paling gila. Mereka memuja Tuhan yang tidak terlihat dan merusak alam yang terlihat tanpa menyadari bahwa alam yang sedang mereka rusak sebenarnya adalah manifestasi Tuhan yang mereka puja.”

Kelahiran yang ditunggu-tunggu misalnya, sesungguhnya tak menuntut perayaan apapun, ia hanya butuh tangisan. Maka untuk bayi baru lahir, tangisan adalah kehidupan. Ini sebuah prototype betapa kehidupan begitu sederhana. Lalu kita membuatnya sedemikian rumit dan menyusahkan, bahkan tak sedikit mengundang bencana dan kehancuran.

  Suriah dan mungkin juga beberapa bangsa lain di Timur Tengah adalah satu model yang sangat baik bagaimana agama menjadi pemusnah masal. Dari mana pujangga-pujangga besar yang telah menggugah kebijaksanaan kita berasal, Jalaludin Rumi atau Kahlil Gibran. Di negeri-negeri yang indah dan kaya itu, manusia memang telah menciptakan praharanya sendiri, dalam konflik sosial berkepanjangan atas nama agama, bahkan dengan yang seiman.

Maka tepat rasanya ucapan Gandhi, sang jiwa agung, “Orang yang berkata bahwa agama tidak ada kaitan sama sekali dengan politik, tidak tahu apa sebenarnya arti agama.” Gagasan ini terasa menjadi begitu visioner jika kita amati fenomena politik saat ini, tidak hanya di Timur Tengah, pun di dalam negeri.

Apakah kemudian cuma agama Islam yang oleh segelintir pemeluknya dibawa menciptakan kerumitan? Tentu saja tidak, hampir setiap pemeluk telah menyeret agama dan keyakinannya untuk menjadi bengis.

Kita pasti masih ingat betapa mengerikannya pembantaian warga muslim  yang sedang beribadah di sebuah masjid oleh seorang ekstremis Kristen di kota Christcurch yang tenang di Selandia Baru.

Di India, tanah kelahiran sang jiwa agung Mahatma Gandhi pun tak luput dari prilaku intoleransi sekelompok militan Hindu. Dan yang paling fenomenal tentu saja pernyataan-pernyataan provokatif anti Islam seorang biksu radikal di Myanmar bernama Ashin Wirathu hingga ia dijuluki sebagai “Buddhist bin Laden”.

Mungkinkah sejak awal kelahirannya, agama adalah sebuah kekeliruan? Kecemasan ini mudah dimaklumi, misalnya kenapa hingga kini agama telah begitu banyak menciptakan tangisan. Bukankah bagi seorang bayi, untuk sebuah kelestariannya, tangisan sudah cukup saat kelahirannya saja? Sepertinya romantisme spirit pertarungan dalam melahirkan agama-agama manusia ini, tanpa disadari telah diwariskan kepada sejumlah penganutnya.

Spirit inilah yang menurut Gandhi kemudian mudah diinfiltrasi oleh motif politik kekuasaan. Secara primordial agama memang telah membatasi dirinya dengan penganut yang lain, lalu politik meninggikan tembok berduri kawatnya. Sekali keluar, bukan lagi untuk hangat berjabatan tangan, namun terbakar untuk menyerang yang lain dalam spirit glory, kemenangan agama. Politik memanfaatkan identitas dan tradisi yang berbeda antar agama, bahkan yang sering kali bertolak belakang. Inilah yang hari ini secara vulgar disuguhkan terang-terangan sebagai pertarungan suci yang harus dimenangkan.

Sudah saatnya identitas, simbol dan tradisi agama dikembalikan ke ruang-ruang hening pribadi kita semua. Cukuplah esensi-esensi agama yang kita sebut sebagai spiritualitas untuk disajikan dalam kehidupan bersama.

Nilai-nilai spiritual, karena ia esensi dalam setiap agama, maka ia akan mudah melebur dan menyatu dalam denyut nadi kehidupan semua manusia di bumi, universal. Jika Hindu merayakan Galungan dan Nasrani menyambut Natal, atau Muslim pergi ke Masjid dan Budha sembahnyang di Wihara, itu adalah warna-warni keindahan pelangi agama-agama di Indonesia. Di atas keindahannya ada kekuatan spiritual yang sama yaitu kebaikan.

  • BACA KOLOM DOKTER LAIN DARI PUTU ARYA NUGRAHA

Dalai Lama mengatakannya dengan, “Agamaku adalah kebaikan.” Atau boleh juga cara pandang sederhana budayawan Cak Nun, “Agama itu letaknya di dapur. Tidak masalah mau pakai wajan merk apa di dapur, yang utama adalah makanan yang disajikan di warung sehat. Maka ukuran keberhasilan orang beragama bukan pada sholat atau umrohnya, melainkan pada perilakunya.” Sedemikian menyentuh, mendasar dan universal.

Kita rindu ruang-ruang hening agama yang telah lama kita tinggalkan. Tumpah ruah hingar bingar kita bawa agama ke jalan-jalan layaknya perayaan karnaval. Ia perlu dipamerkan untuk mendapat riuh tepuk tangan. Jika mungkin bahkan perlu like dan subscribe sebanyak-banyaknya, demi juara atau pendapatan. Untuk itu kita butuh agresivitas, intimidasi bahkan kebohongan, demi kompetisi dan persaingan ini.

Kita rindu ruang-ruang hening agama yang telah lama kita tinggalkan karena seperti tangisan bayi baru lahir, agama adalah kesederhanaan vital yang lain. Ia meminta kita untuk berhenti, karena hanya dengan diam kita punya kesempatan mendengarkan dan melihat hati kita. Lalu bersepakat dengan Jalaludin Rumi, Tuhan ada di sana. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Vaksin Tiba Dinihari

Next Post

“Blind In Paradise”, I Gede Made Surya Darma | Gelap dalam Gemerlap Dunia

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
“Blind In Paradise”, I Gede Made Surya Darma  | Gelap dalam Gemerlap Dunia

"Blind In Paradise", I Gede Made Surya Darma | Gelap dalam Gemerlap Dunia

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co