13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Blind In Paradise”, I Gede Made Surya Darma | Gelap dalam Gemerlap Dunia

tatkala by tatkala
January 5, 2021
in Lingkungan
“Blind In Paradise”, I Gede Made Surya Darma  | Gelap dalam Gemerlap Dunia

Surya Darma latihan dalam rangka Performance Art "BLIND IN PARADISE"

Pameran senirupa bertajuk “Sip Setiap Saat” yang digelar di Griya Santrian Hotel Sanur, menampilkan beragam karya. Selain lukisan, sejumlah perupa juga menyuguhkan performance art. Salah satunya I Gede Made Surya Darma. Pelukis lulusan ISI Yogyakarta ini selain memajang karya berjudul “Pedanda Baka”, juga menampilkan performance art berjudul ” Blind In Paradise”, tanggal 6 Januari 2021 pukul 16.00 di kolam renang Griya Santrian Hotel.

Karya performance art Surya Darma kali ini merespons situasi pandemi Covid-19 yang melanda dunia saat ini. Ia menampilkan kembali karya performance art-nya yang pernah dibuat di Museum Nasional Bangalore, India, pada tanggal 11 sampai 25 November 2011 dalam sebuah Festival Performance art International “ DAWN-DUSK LIVE ART 2011”.

Karya ini dikolaborasikan dengan lukisannya yang berjudul Pedanda Baka, dikarenakan adanya kedekatan konsep. Dipilihnya kolam renang sebagai tempat performance art karena “kejadiannya” sama-sama di dalam air. Dalam pentas seni ini Surya Darma berkolaborasi dengan musisi DJ Kamau Abayomi dari California America, seorang dalang wayang kulit dari Sanggar Seni Kembang Bali, yaitu I Putu Purwwangsa Nagara (Wawan Brsacuk ), D Jimmy Tedjalaksana (musisien dan founder Virama Music studio ), dan I Kadek Dedy Sumantra Yasa (seniman).

Dalam performance art tersebut Surya Darma menutupi kolam renang dengan berbagai macam bunga, sebagai simbol dari paradise itu sendiri atau keindahan kehidupan duniawi. Sedangkan lukisan Pedanda Baka dibiarkan menggambang di antara taburan bunga di dalam kolam renang tersebut. Itu mengandung makna bahwa kearifan lokal atau cerita rakyat seperti Pedanda Baka, banyak mengandung pesan moral yang bisa dijadikan sesuluh hidup. Di sisi lain Surya Darma menebarkan print di atas kertas mengenai sejarah virus yang melanda dunia dan dampak yang ditimbulkan– merekonstruksi sejarah virus, sebagai perenungan untuk selalu waspada.

Suasana latihan dalam rangka performance art Surya Darma

Dalam garapan seni itu, Surya Darma mengawali dengan melantunkan tembang Alas Arum. Tembang ini biasanya dinyanyikan dalang sebelum pementasan cerita pewayangan. Surya Darma memaknai itu sebagai simbol bahwa Tuhan dalam menciptakan alam, diawali getaran atau alunan suara indah yaitu AUM atau OM. Surya Darma mencoba merefleksikan proses penciptaan alam itu dengan melantunkan tembang dan direspons alunan suara gender, gitar, Dj, musik Didgeridoo dan jimbe.

Selanjutnya Surya Darma menaburkan bunga ke dalam kolam renang, sebagai simbol makrokosmos. Lukisan Pedanda Baka yang diambangkan di air itu sebagai simbol tatwa dari kearifan cerita Tantri itu sendiri. “Saya mengambang di permukaan air dengan tebaran bunga dan kertas yang di-print tentang sejarah virus melanda dunia. Mata saya ditutup sebagai simbol bahwa tidak bisa jelas melihat mana yang benar mana yang salah. Seolah-olah buta dalam kegemerlapan kehidupan duniawi. Dengan adanya situasi dunia yang tidak menentu tersebutlah, saya ingin mengajak audience untuk memaknai kembali kearifan lokal dari cerita tradisional Pedanda Baka, maupun cerita rakyat lokal lainnya, sebagai sesuluh hidup pada era kekinian, ” ujarnya.

Terinspirasi dari Cerita Tantri

Karya lukis Pedanda Baka yang dipamerkan Surya Darma terinspirasi dari cerita Tantri. Karya itu dipamerkan bersama karya lain dari sejumlah perupa dalam ajang gelar senirupa bertajuk “Sip Setiap Saat” di Griya Santrian Hotel, Sanur, sejak Senin (28/12) lalu.

‘’Sebagai salah satu cara untuk merespons situasi pandemi COVID-19 yang saat ini melanda dunia, saya berupaya memaknai kembali cerita Wayang Tantri yang mengisahkan cerita Pedanda Baka yang saya tuangkan ke dalam kanvas. Walaupun cerita ini sudah sangat tua, namun pesan yang disampaikan sangat relevan dengan era kekinian,’’ ujar pelukis yang sempat berpameran di sejumlah negara seperti Jepang, Jerman, India, Myanmar, Filipina dan Malaysia itu.

Dikatakan, pada zaman serba online dan era disruption saat ini, pesan yang ada dalam cerita tersebut penting dimaknai. Cerita Pedanda Baka tersebut menurutnya sangat relevan dijadikan sesuluh hidup agar kita selalu waspada, sehingga tidak mudah terkena tipu. Sebab, kasus penipuan dalam berbagai bentuk dan cara, sering terjadi, baik melalui internet maupun offline. Dengan memaknai kisah cerita Pedanda Baka, seseorang juga diharapkan tidak melakukan penipuan. Jika itu dilakukan, lambat laun buah karmanya akan diterima. Jangan menyalahgunakan kepandaian untuk menipu sesama.

Menurut Surya Darma, kisah certa rakyat banyak mengandung nilai budi pekerti. Pada masa pandemi ini, ketika anak-anak belajar dari rumah, orangtua perlu juga membantu membentuk karakter anak dengan nilai-nilai budi pakerti. Nilai budi pakerti itu banyak terdapat dalam kisah cerita rakyat, seperti cerita Pedanda Baka. Nilai etika dalam cerita Pedanda Baka dapat dijadikan rujukan dalam bersikap dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari, menghadapi era revolusi industri 4.0 ini.

Surya Darma dalam lukisan berukuran 185 x 280 cm itu menggambarkan seekor burung kuntul (Pedanda Baka) berpura-pura bijak, mengenakan jubah pendeta untuk menipu ikan-ikan di sebuah telaga. Pedanda Baka berpura-pura membantu memindahkan ikan-ikan itu ke telaga yang lebih luas, tetapi kenyataannya semuanya dijadikan santapan. Namun, karma segera berbuah. Ia mati dicekik kepiting, karena diketahui ulah bejatnya, menipu. Pedanda Baka mati karena ulahnya sendiri. [T][**]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mari Bawa Kembali Agama ke Ruang Privat

Next Post

Harta, Tahta dan Variegata

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
June 11, 2026
0
Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

KOMITMEN dalam menjaga kelestarian lingkungan terus ditunjukkan oleh Fakultas Vokasi Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPB Internasional). Melalui Program Studi...

Read moreDetails

Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali

by Nyoman Budarsana
June 6, 2026
0
Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan bersama WWF-Indonesia, Konservasi Indonesia, GIZ Indonesia, CTI-CFF, Coral Triangle Center, Yayasan Pesisir Lestari, dan Coca-Cola Europacific...

Read moreDetails

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

by Son Lomri
April 21, 2026
0
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

Read moreDetails

Kolaborasi Internasional Tanam 1000 Pohon di Kawasan Danau Tamblingan

by tatkala
March 29, 2026
0
Kolaborasi Internasional Tanam 1000 Pohon di Kawasan Danau Tamblingan

SEBANYAK lebih dari 100 orang melakukan penanaman pohon di kawasan Danau Tamblingan, Buleleng, Bali, Sabtu, 28 Maret 2026. Mereka berasal...

Read moreDetails

Ni Luh Djelantik dan Ribuan Bibit Pohon: Dari Rumah Aspirasi ke Hutan Desa

by Radha Dwi Pradnyani
February 22, 2026
0
Ni Luh Djelantik dan Ribuan Bibit Pohon: Dari Rumah Aspirasi ke Hutan Desa

RUMAH kecil bernomor 76 di pinggir Jalan Sudirman, Singaraja, tepatnya di Kelurahan Banyuasri, Kabupaten Buleleng, Bali, siang itu mendadak ramai....

Read moreDetails

Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

by tatkala
September 1, 2025
0
Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

TIGA orang perwakilan pemimpin Desa Luang Barat dan Desa Luang  Timur, Maluku Barat Daya, mengikuti kegiatan Sekolah Lapang di Turtle...

Read moreDetails

Minimalkan Sampah, Ini 5 “Pangeling-eling” untuk Umat saat “Ngusaba Kadasa” di Pura Batur

by tatkala
March 23, 2025
0
Minimalkan Sampah, Ini 5 “Pangeling-eling” untuk Umat saat “Ngusaba Kadasa” di Pura Batur

NGUSABA Kadasa Pura Ulun Danu Batur tahun Saka 1947 (tahun 2025) akan dimulai pada Tilem Kasanga, 28 Maret 2025. Selama...

Read moreDetails

Kolaborasi Internasional Tanam Pohon di Pedawa: PBJ Undiksha, Universitas Iwate Jepang dan Kayoman

by tatkala
March 19, 2025
0
Kolaborasi Internasional Tanam Pohon di Pedawa: PBJ Undiksha, Universitas Iwate Jepang dan Kayoman

INI benar-benar kolaborasi internasional antara mahasiswa dan komunitas di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng-Bali. Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang (PBJ)...

Read moreDetails

12.000 Pohon untuk Kurangi Emisi Karbon – Ini Program HUT ke-12 AirNav Indonesia

by tatkala
September 3, 2024
0
12.000 Pohon untuk Kurangi Emisi Karbon – Ini Program HUT ke-12 AirNav Indonesia

PERUBAHAN iklim semakin mendesak perhatian global, didorong oleh emisi karbon yang kian meningkat. Hal ini tak hanya mengancam lingkungan, tetapi...

Read moreDetails

Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih di Jembrana Kini Menjaga Penyu dengan “Adopt Nest Technology”

by tatkala
July 27, 2024
0
Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih di Jembrana Kini Menjaga Penyu dengan “Adopt Nest Technology”

“Adopt Nest Technology (ANT), sebuah program ekoeduwisata pionir berbasis sains dan Internet of Things (IOT), diluncurkan untuk memantau dan memitigasi...

Read moreDetails
Next Post
Harta, Tahta dan Variegata

Harta, Tahta dan Variegata

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co