23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Harta, Tahta dan Variegata

Suara Perubahan by Suara Perubahan
January 5, 2021
in Esai
Harta, Tahta dan Variegata

Made Anik Wiryantini

Penulis: Made Anik Wiryantini

_______

Beberapa bulan ini janda bolong menjadi viral di Indonesia ketika sebuah akun gosip di sebuah media sosial memuat berita tentang “janda” yang “bolong” itu. Janda bolong bukan janda yang bolong sebagaimana arti sebenarnya. Janda bolong adalah sebutan untuk tanaman dengan nama ilmiah Monstera Adansonii. Tanaman ini disebut janda bolong karena daunnya memiliki keunikan yaitu bentuk daun yang memiliki banyak lubang.

Tanaman ini menjadi viral karena harga janda bolong variegata mampu menembus angka puluhan juta rupiah. Tanaman disebut variegata jika memiliki campuran corak warna unik yang berbeda seperti putih atau pink dalam satu tanaman.

Selain janda bolong, sekitar bulan November 2020 media sosial juga ramai terkait pemberitaan transaksi pertukaran sebuah mobil Toyota Avansa dengan tiga jenis tanaman hias variegata yang tergolong langka di Kediri, Jawa Timur. Sungguh harga yang fantastis untuk sebuah tanaman hias, dan meskipun tidak masuk logika bagi sebagian besar masyarakat tetapi transaksi ini nyata terjadi.

Hingga saat ini dengan menggunakan mesin pencarian google, kita dapat melihat kisaran harga untuk tanaman variegata masih mencapai jutaan rupiah. Tingginya permintaan yang tidak sebanding dengan ketersediaan tanaman mendorong tingginya harga jual.

Terlepas dari harga tanaman hias yang saat ini mengalami lonjakan, jika diamati perkembangan trend tanaman hias merupakan fenomena perubahan yang terjadi di masyarakat akibat Pandemi Covid 19. Masyarakat yang dilanda kecemasan, ketakutan, kesedihan berujung pada kebosanan karena memiliki banyak waktu luang di rumah saja. Kebijakan pembatasan sosial mendorong masyarakat mencari aktivitas yang bisa dikerjakan di rumah, dan berkebun adalah salah satu aktivitas yang banyak dipilih masyarakat.

Media sosial juga mempengaruhi minat masyarakat. Jika sebelum pandemi, artis, selebgram ataupun sosialita memamerkan foto travelling dan barang-barang mewah, maka saat ini media sosial mereka dipenuhi dengan berbagai postingan tanaman hias variegata. Bahkan saat ini pameran tanaman hias sudah merambah mall dan pusat-pusat perbelanjaan, sehingga secara tidak langsung mendorong fenomena berkebun di masyarakat.

Berkebun bisa menjadi langkah awal untuk menghijaukan bumi dari rumah. Berkebun juga memiliki segudang manfaat. Dikutip website Hello Sehat, berdasarkan beberapa hasil penelitian, berkebun dapat meningkatkan daya tahan tubuh, dapat menjaga kesehatan otak, meningkatkan koordinasi dan kekuatan tangan bahkan dapat menurunkan berat badan karena menuntut pemiliknya jadi aktif bergerak.

Beberapa jenis tanaman hias juga memiliki manfaat penting bagi kesehatan, misalnya :

  • Sirih Gading dan Lidah Mertua yang dapat menangkal polusi dan radiasi elektromagnetik,
  • Peace lily yang mampu  mengurangi tingkat kelembaban udara,
  • Tanaman lavender yang mampu mengusir nyamuk dan berbagai tanaman lainnya.

Perubahan pola hidup masyarakat yang terjadi akibat pandemi memunculkan peluang bisnis tanaman hias, termasuk di Bali ataupun di Kabupaten Buleleng khususnya. Jika diamati bisnis tanaman hias sangat potensial untuk ditekuni. Di satu sisi tingginya permintaan masyarakat baik berupa tanaman hias maupun bunga potong juga didukung oleh ketersediaan tanaman yang jenisnya cukup banyak dan mudah dibudidayakan di Indonesia ataupun di Kabupaten Buleleng yang beriklim tropis dan memiliki banyak keanekaragaman hayati.

Dari sebuah acara televisi, seorang pebisnis tanaman hias di Jakarta baru-baru ini mengklaim bahwa omzet penjualan tanamannya mencapai Rp. 700 juta dalam sebulan. Penjualan tanamannya melayani pengiriman ke seluruh Indonesia bahkan saat ini sudah merambah luar negeri. Metode pemasaran yang digunakan juga cukup mudah yaitu dengan memanfaatkan media sosial seperti live sale di Instagram, pameran tanaman di mall, disamping menerima kunjungan langsung ke tempat penjualan.

Salah satu lapak tanaman hias di Singaraja, Urban.garden.bali

Dengan perkembangan teknologi saat ini, penjualan tanaman online seperti di marketplace, maupun melalui media sosial seperti ‘peken online’ sangat mudah dan marak dilakukan. Konsumen cukup diam dirumah, kemudian memilih tanaman melalui media sosial, disepakati maka tanaman akan diantarkan kepada pelanggan melalui ekspedisi yang saat ini dapat dengan mudah ditemukan. 

Ditinjau dari sisi resiko, bisnis ini dinilai minim resiko, bahkan jika tanaman dirawat jangka waktu lama dan tanaman akan bertambah besar maka harga jualnya juga akan semakin meningkat.

Hasil pencarian google, untuk tanaman monstera variegata

Selain tanaman hias dalam pot, bisnis bunga potong juga merupakan peluang bisnis yang menjanjikan saat ini. Seorang petani bunga Anthurium dan Cemara dari Desa Pancasari menuturkan dari lahan 200 m2 yang ditanami bunga anthurium dan tiga pohon cemara, dalam dua minggu beliau bisa memanen 700 tangkai bunga seharga Rp. 1000/tangkai untuk jenis lokal bahkan untuk jenis impor harganya mencapai Rp. 2500/tangkai. Penjualan cemara juga sangat menguntungkan, karena sekarung plastik cemara harganya mencapai Rp. 150.000. Dapat dibayangkan berapa penghasilan setiap bulannya hanya dengan menjadi petani bunga saja.

Kemudian bagaimana dengan permintaan bunga potong ?  Bunga potong dibutuhkan untuk berbagai acara seperti pernikahan, dekorasi, bahkan upacara pemakaman. Saat ini bunga potong di Bali juga menjadi kebutuhan bagi bisnis perhotelan, restoran dan perkantoran. Bertambahnya jumlah usaha florist di Kota Singaraja maupun kota-kota lain di Bali juga menunjukkan bahwa permintaan masyarakat terhadap bunga potong semakin meningkat.

Apakah nanti dengan berakhirnya masa Pandemi, trend tanaman hias juga hilang ? Bisa saja trend tanaman hias menurun tetapi dengan berkembangnya budidaya pertanian, munculnya varietas baru tentunya akan tetap menjadi daya tarik bagi pecinta tanaman hias. Selain itu, bertambahnya pemahaman masyarakat akan manfaat berkebun sekaligus penerapan aturan tata ruang yang mewajibkan masyarakat menyediakan lahan minimal 20% dari total luas lahan yang dimiliki sebagai Ruang Terbuka Hijau di rumah masing-masing tentu akan menjadi potensi/peluang berkembangnya bisnis tanaman hias.

Perubahan tentunya akan terus terjadi baik perubahan akibat pola hidup masyarakat, perubahan akibat pembangunan ataupun sebab-sebab lainnya. Untuk bisa beradaptasi dengan perubahan maka diperlukan kejelian untuk selalu melihat peluang dalam setiap perubahan sekaligus menyusun strategi untuk memanfaatkan peluang tersebut.

Dengan berbagai perubahan yang terjadi di masyarakat mungkin nanti slogan HARTA, TAHTA DAN WANITA akan bergeser menjadi HARTA, TAHTA DAN VARIEGATA. SALAM PERUBAHAN !

  • Made Anik Wiryantini, ST, Mahasiswa S2 Ilmu Manajemen Universitas Pendidikan Ganesha sekaligus Owner @Urban.Garden.Bali

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Blind In Paradise”, I Gede Made Surya Darma | Gelap dalam Gemerlap Dunia

Next Post

I GUTO BRAHMANA JAWA

Suara Perubahan

Suara Perubahan

Suara Perubahan berisi esai-esai tugas mata kuliah "Change Management" Program S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja yang diampu oleh dosen Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si.

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Covid-19 dalam Alam Pikir Religi Nusantara – Catatan Harian Sugi Lanus

I GUTO BRAHMANA JAWA

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co