2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Harta, Tahta dan Variegata

Suara Perubahan by Suara Perubahan
January 5, 2021
in Esai
Harta, Tahta dan Variegata

Made Anik Wiryantini

Penulis: Made Anik Wiryantini

_______

Beberapa bulan ini janda bolong menjadi viral di Indonesia ketika sebuah akun gosip di sebuah media sosial memuat berita tentang “janda” yang “bolong” itu. Janda bolong bukan janda yang bolong sebagaimana arti sebenarnya. Janda bolong adalah sebutan untuk tanaman dengan nama ilmiah Monstera Adansonii. Tanaman ini disebut janda bolong karena daunnya memiliki keunikan yaitu bentuk daun yang memiliki banyak lubang.

Tanaman ini menjadi viral karena harga janda bolong variegata mampu menembus angka puluhan juta rupiah. Tanaman disebut variegata jika memiliki campuran corak warna unik yang berbeda seperti putih atau pink dalam satu tanaman.

Selain janda bolong, sekitar bulan November 2020 media sosial juga ramai terkait pemberitaan transaksi pertukaran sebuah mobil Toyota Avansa dengan tiga jenis tanaman hias variegata yang tergolong langka di Kediri, Jawa Timur. Sungguh harga yang fantastis untuk sebuah tanaman hias, dan meskipun tidak masuk logika bagi sebagian besar masyarakat tetapi transaksi ini nyata terjadi.

Hingga saat ini dengan menggunakan mesin pencarian google, kita dapat melihat kisaran harga untuk tanaman variegata masih mencapai jutaan rupiah. Tingginya permintaan yang tidak sebanding dengan ketersediaan tanaman mendorong tingginya harga jual.

Terlepas dari harga tanaman hias yang saat ini mengalami lonjakan, jika diamati perkembangan trend tanaman hias merupakan fenomena perubahan yang terjadi di masyarakat akibat Pandemi Covid 19. Masyarakat yang dilanda kecemasan, ketakutan, kesedihan berujung pada kebosanan karena memiliki banyak waktu luang di rumah saja. Kebijakan pembatasan sosial mendorong masyarakat mencari aktivitas yang bisa dikerjakan di rumah, dan berkebun adalah salah satu aktivitas yang banyak dipilih masyarakat.

Media sosial juga mempengaruhi minat masyarakat. Jika sebelum pandemi, artis, selebgram ataupun sosialita memamerkan foto travelling dan barang-barang mewah, maka saat ini media sosial mereka dipenuhi dengan berbagai postingan tanaman hias variegata. Bahkan saat ini pameran tanaman hias sudah merambah mall dan pusat-pusat perbelanjaan, sehingga secara tidak langsung mendorong fenomena berkebun di masyarakat.

Berkebun bisa menjadi langkah awal untuk menghijaukan bumi dari rumah. Berkebun juga memiliki segudang manfaat. Dikutip website Hello Sehat, berdasarkan beberapa hasil penelitian, berkebun dapat meningkatkan daya tahan tubuh, dapat menjaga kesehatan otak, meningkatkan koordinasi dan kekuatan tangan bahkan dapat menurunkan berat badan karena menuntut pemiliknya jadi aktif bergerak.

Beberapa jenis tanaman hias juga memiliki manfaat penting bagi kesehatan, misalnya :

  • Sirih Gading dan Lidah Mertua yang dapat menangkal polusi dan radiasi elektromagnetik,
  • Peace lily yang mampu  mengurangi tingkat kelembaban udara,
  • Tanaman lavender yang mampu mengusir nyamuk dan berbagai tanaman lainnya.

Perubahan pola hidup masyarakat yang terjadi akibat pandemi memunculkan peluang bisnis tanaman hias, termasuk di Bali ataupun di Kabupaten Buleleng khususnya. Jika diamati bisnis tanaman hias sangat potensial untuk ditekuni. Di satu sisi tingginya permintaan masyarakat baik berupa tanaman hias maupun bunga potong juga didukung oleh ketersediaan tanaman yang jenisnya cukup banyak dan mudah dibudidayakan di Indonesia ataupun di Kabupaten Buleleng yang beriklim tropis dan memiliki banyak keanekaragaman hayati.

Dari sebuah acara televisi, seorang pebisnis tanaman hias di Jakarta baru-baru ini mengklaim bahwa omzet penjualan tanamannya mencapai Rp. 700 juta dalam sebulan. Penjualan tanamannya melayani pengiriman ke seluruh Indonesia bahkan saat ini sudah merambah luar negeri. Metode pemasaran yang digunakan juga cukup mudah yaitu dengan memanfaatkan media sosial seperti live sale di Instagram, pameran tanaman di mall, disamping menerima kunjungan langsung ke tempat penjualan.

Salah satu lapak tanaman hias di Singaraja, Urban.garden.bali

Dengan perkembangan teknologi saat ini, penjualan tanaman online seperti di marketplace, maupun melalui media sosial seperti ‘peken online’ sangat mudah dan marak dilakukan. Konsumen cukup diam dirumah, kemudian memilih tanaman melalui media sosial, disepakati maka tanaman akan diantarkan kepada pelanggan melalui ekspedisi yang saat ini dapat dengan mudah ditemukan. 

Ditinjau dari sisi resiko, bisnis ini dinilai minim resiko, bahkan jika tanaman dirawat jangka waktu lama dan tanaman akan bertambah besar maka harga jualnya juga akan semakin meningkat.

Hasil pencarian google, untuk tanaman monstera variegata

Selain tanaman hias dalam pot, bisnis bunga potong juga merupakan peluang bisnis yang menjanjikan saat ini. Seorang petani bunga Anthurium dan Cemara dari Desa Pancasari menuturkan dari lahan 200 m2 yang ditanami bunga anthurium dan tiga pohon cemara, dalam dua minggu beliau bisa memanen 700 tangkai bunga seharga Rp. 1000/tangkai untuk jenis lokal bahkan untuk jenis impor harganya mencapai Rp. 2500/tangkai. Penjualan cemara juga sangat menguntungkan, karena sekarung plastik cemara harganya mencapai Rp. 150.000. Dapat dibayangkan berapa penghasilan setiap bulannya hanya dengan menjadi petani bunga saja.

Kemudian bagaimana dengan permintaan bunga potong ?  Bunga potong dibutuhkan untuk berbagai acara seperti pernikahan, dekorasi, bahkan upacara pemakaman. Saat ini bunga potong di Bali juga menjadi kebutuhan bagi bisnis perhotelan, restoran dan perkantoran. Bertambahnya jumlah usaha florist di Kota Singaraja maupun kota-kota lain di Bali juga menunjukkan bahwa permintaan masyarakat terhadap bunga potong semakin meningkat.

Apakah nanti dengan berakhirnya masa Pandemi, trend tanaman hias juga hilang ? Bisa saja trend tanaman hias menurun tetapi dengan berkembangnya budidaya pertanian, munculnya varietas baru tentunya akan tetap menjadi daya tarik bagi pecinta tanaman hias. Selain itu, bertambahnya pemahaman masyarakat akan manfaat berkebun sekaligus penerapan aturan tata ruang yang mewajibkan masyarakat menyediakan lahan minimal 20% dari total luas lahan yang dimiliki sebagai Ruang Terbuka Hijau di rumah masing-masing tentu akan menjadi potensi/peluang berkembangnya bisnis tanaman hias.

Perubahan tentunya akan terus terjadi baik perubahan akibat pola hidup masyarakat, perubahan akibat pembangunan ataupun sebab-sebab lainnya. Untuk bisa beradaptasi dengan perubahan maka diperlukan kejelian untuk selalu melihat peluang dalam setiap perubahan sekaligus menyusun strategi untuk memanfaatkan peluang tersebut.

Dengan berbagai perubahan yang terjadi di masyarakat mungkin nanti slogan HARTA, TAHTA DAN WANITA akan bergeser menjadi HARTA, TAHTA DAN VARIEGATA. SALAM PERUBAHAN !

  • Made Anik Wiryantini, ST, Mahasiswa S2 Ilmu Manajemen Universitas Pendidikan Ganesha sekaligus Owner @Urban.Garden.Bali

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Blind In Paradise”, I Gede Made Surya Darma | Gelap dalam Gemerlap Dunia

Next Post

I GUTO BRAHMANA JAWA

Suara Perubahan

Suara Perubahan

Suara Perubahan berisi esai-esai tugas mata kuliah "Change Management" Program S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja yang diampu oleh dosen Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Covid-19 dalam Alam Pikir Religi Nusantara – Catatan Harian Sugi Lanus

I GUTO BRAHMANA JAWA

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co