2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Harta, Tahta dan Variegata

Suara Perubahan by Suara Perubahan
January 5, 2021
in Esai
Harta, Tahta dan Variegata

Made Anik Wiryantini

Penulis: Made Anik Wiryantini

_______

Beberapa bulan ini janda bolong menjadi viral di Indonesia ketika sebuah akun gosip di sebuah media sosial memuat berita tentang “janda” yang “bolong” itu. Janda bolong bukan janda yang bolong sebagaimana arti sebenarnya. Janda bolong adalah sebutan untuk tanaman dengan nama ilmiah Monstera Adansonii. Tanaman ini disebut janda bolong karena daunnya memiliki keunikan yaitu bentuk daun yang memiliki banyak lubang.

Tanaman ini menjadi viral karena harga janda bolong variegata mampu menembus angka puluhan juta rupiah. Tanaman disebut variegata jika memiliki campuran corak warna unik yang berbeda seperti putih atau pink dalam satu tanaman.

Selain janda bolong, sekitar bulan November 2020 media sosial juga ramai terkait pemberitaan transaksi pertukaran sebuah mobil Toyota Avansa dengan tiga jenis tanaman hias variegata yang tergolong langka di Kediri, Jawa Timur. Sungguh harga yang fantastis untuk sebuah tanaman hias, dan meskipun tidak masuk logika bagi sebagian besar masyarakat tetapi transaksi ini nyata terjadi.

Hingga saat ini dengan menggunakan mesin pencarian google, kita dapat melihat kisaran harga untuk tanaman variegata masih mencapai jutaan rupiah. Tingginya permintaan yang tidak sebanding dengan ketersediaan tanaman mendorong tingginya harga jual.

Terlepas dari harga tanaman hias yang saat ini mengalami lonjakan, jika diamati perkembangan trend tanaman hias merupakan fenomena perubahan yang terjadi di masyarakat akibat Pandemi Covid 19. Masyarakat yang dilanda kecemasan, ketakutan, kesedihan berujung pada kebosanan karena memiliki banyak waktu luang di rumah saja. Kebijakan pembatasan sosial mendorong masyarakat mencari aktivitas yang bisa dikerjakan di rumah, dan berkebun adalah salah satu aktivitas yang banyak dipilih masyarakat.

Media sosial juga mempengaruhi minat masyarakat. Jika sebelum pandemi, artis, selebgram ataupun sosialita memamerkan foto travelling dan barang-barang mewah, maka saat ini media sosial mereka dipenuhi dengan berbagai postingan tanaman hias variegata. Bahkan saat ini pameran tanaman hias sudah merambah mall dan pusat-pusat perbelanjaan, sehingga secara tidak langsung mendorong fenomena berkebun di masyarakat.

Berkebun bisa menjadi langkah awal untuk menghijaukan bumi dari rumah. Berkebun juga memiliki segudang manfaat. Dikutip website Hello Sehat, berdasarkan beberapa hasil penelitian, berkebun dapat meningkatkan daya tahan tubuh, dapat menjaga kesehatan otak, meningkatkan koordinasi dan kekuatan tangan bahkan dapat menurunkan berat badan karena menuntut pemiliknya jadi aktif bergerak.

Beberapa jenis tanaman hias juga memiliki manfaat penting bagi kesehatan, misalnya :

  • Sirih Gading dan Lidah Mertua yang dapat menangkal polusi dan radiasi elektromagnetik,
  • Peace lily yang mampu  mengurangi tingkat kelembaban udara,
  • Tanaman lavender yang mampu mengusir nyamuk dan berbagai tanaman lainnya.

Perubahan pola hidup masyarakat yang terjadi akibat pandemi memunculkan peluang bisnis tanaman hias, termasuk di Bali ataupun di Kabupaten Buleleng khususnya. Jika diamati bisnis tanaman hias sangat potensial untuk ditekuni. Di satu sisi tingginya permintaan masyarakat baik berupa tanaman hias maupun bunga potong juga didukung oleh ketersediaan tanaman yang jenisnya cukup banyak dan mudah dibudidayakan di Indonesia ataupun di Kabupaten Buleleng yang beriklim tropis dan memiliki banyak keanekaragaman hayati.

Dari sebuah acara televisi, seorang pebisnis tanaman hias di Jakarta baru-baru ini mengklaim bahwa omzet penjualan tanamannya mencapai Rp. 700 juta dalam sebulan. Penjualan tanamannya melayani pengiriman ke seluruh Indonesia bahkan saat ini sudah merambah luar negeri. Metode pemasaran yang digunakan juga cukup mudah yaitu dengan memanfaatkan media sosial seperti live sale di Instagram, pameran tanaman di mall, disamping menerima kunjungan langsung ke tempat penjualan.

Salah satu lapak tanaman hias di Singaraja, Urban.garden.bali

Dengan perkembangan teknologi saat ini, penjualan tanaman online seperti di marketplace, maupun melalui media sosial seperti ‘peken online’ sangat mudah dan marak dilakukan. Konsumen cukup diam dirumah, kemudian memilih tanaman melalui media sosial, disepakati maka tanaman akan diantarkan kepada pelanggan melalui ekspedisi yang saat ini dapat dengan mudah ditemukan. 

Ditinjau dari sisi resiko, bisnis ini dinilai minim resiko, bahkan jika tanaman dirawat jangka waktu lama dan tanaman akan bertambah besar maka harga jualnya juga akan semakin meningkat.

Hasil pencarian google, untuk tanaman monstera variegata

Selain tanaman hias dalam pot, bisnis bunga potong juga merupakan peluang bisnis yang menjanjikan saat ini. Seorang petani bunga Anthurium dan Cemara dari Desa Pancasari menuturkan dari lahan 200 m2 yang ditanami bunga anthurium dan tiga pohon cemara, dalam dua minggu beliau bisa memanen 700 tangkai bunga seharga Rp. 1000/tangkai untuk jenis lokal bahkan untuk jenis impor harganya mencapai Rp. 2500/tangkai. Penjualan cemara juga sangat menguntungkan, karena sekarung plastik cemara harganya mencapai Rp. 150.000. Dapat dibayangkan berapa penghasilan setiap bulannya hanya dengan menjadi petani bunga saja.

Kemudian bagaimana dengan permintaan bunga potong ?  Bunga potong dibutuhkan untuk berbagai acara seperti pernikahan, dekorasi, bahkan upacara pemakaman. Saat ini bunga potong di Bali juga menjadi kebutuhan bagi bisnis perhotelan, restoran dan perkantoran. Bertambahnya jumlah usaha florist di Kota Singaraja maupun kota-kota lain di Bali juga menunjukkan bahwa permintaan masyarakat terhadap bunga potong semakin meningkat.

Apakah nanti dengan berakhirnya masa Pandemi, trend tanaman hias juga hilang ? Bisa saja trend tanaman hias menurun tetapi dengan berkembangnya budidaya pertanian, munculnya varietas baru tentunya akan tetap menjadi daya tarik bagi pecinta tanaman hias. Selain itu, bertambahnya pemahaman masyarakat akan manfaat berkebun sekaligus penerapan aturan tata ruang yang mewajibkan masyarakat menyediakan lahan minimal 20% dari total luas lahan yang dimiliki sebagai Ruang Terbuka Hijau di rumah masing-masing tentu akan menjadi potensi/peluang berkembangnya bisnis tanaman hias.

Perubahan tentunya akan terus terjadi baik perubahan akibat pola hidup masyarakat, perubahan akibat pembangunan ataupun sebab-sebab lainnya. Untuk bisa beradaptasi dengan perubahan maka diperlukan kejelian untuk selalu melihat peluang dalam setiap perubahan sekaligus menyusun strategi untuk memanfaatkan peluang tersebut.

Dengan berbagai perubahan yang terjadi di masyarakat mungkin nanti slogan HARTA, TAHTA DAN WANITA akan bergeser menjadi HARTA, TAHTA DAN VARIEGATA. SALAM PERUBAHAN !

  • Made Anik Wiryantini, ST, Mahasiswa S2 Ilmu Manajemen Universitas Pendidikan Ganesha sekaligus Owner @Urban.Garden.Bali

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Blind In Paradise”, I Gede Made Surya Darma | Gelap dalam Gemerlap Dunia

Next Post

I GUTO BRAHMANA JAWA

Suara Perubahan

Suara Perubahan

Suara Perubahan berisi esai-esai tugas mata kuliah "Change Management" Program S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja yang diampu oleh dosen Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si.

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Covid-19 dalam Alam Pikir Religi Nusantara – Catatan Harian Sugi Lanus

I GUTO BRAHMANA JAWA

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co