26 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kiat Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar

I Ketut Suar Adnyana by I Ketut Suar Adnyana
December 3, 2020
in Esai
Kiat Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar

tatkala.co

Pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan kehidupan. Penyebaran virus yang begitu cepat juga mengubah pola pembelajaran yang mulanya dilaksanakan dengan tatap muka, berganti menjadi pembelajaran daring. Kebijakan yang diambil pemerintah sudah sangat tepat karena tidak memungkinkan dilakukan pembelajaran dengan tatap muka. Guru tidak punya pilihan lain lagi  selain melaksanakan pembelajaran daring.

                Hal ini mensyaratkan kecermatan guru dalam melaksanakan pembelajaran. Kendala utama dalam pembelajaran daring adalah sebagian besar guru belum pernah mengadakan pembelajaran daring. Disamping itu, siswa belum terbiasa dengan pembelajaran daring. Kondisi tersebut mengakibatkan banyak kendala dalam melaksanakan pembelajaran daring.  Tidak semua siswa pada tingkat sekolah dasar mempunyai handphone. Mereka masih menggunakan telepon orang tuanya dalam melaksanakan pembelajaran daring. Hal itu menyebabkan guru pada  harus ekstra keras mengelola pembelajaran karena siswa tidak merespon dengan cepat materi pembelajaran yang telah diberikan. Hal ini terjadi karena siswa tidak memiliki handphone. Siswa baru dapat menggunakan telepon  orang tuanya setelah orang tuanya datang dari bekerja.

                Pelaksanaan pembelajaran daring menemui banyak hambatan. Hambatan utama adalah orang tua harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli kuota. Hambatan lain adalah masalah koneksi jaringan. Belum semua wilayah mempunyai koneksi jaringan yang bagus terutama di daerah yang terpencil.   

                Pembelajaran daring khususnya pada tingkat sekolah dasar(SD) dapat menggunakan aplikasi whatsApp. Aplikasi ini merupakan aplikasi yang paling mudah dilakukan siswa. Penerapan aplikasi lain belum begitu familiar bagi siswa SD. Apabila menggunakan aplikasi seperti zoom, google classroom tentu membebani keuangan orang tua siswa karena membutuhkan biaya kuota yang cukup mahal. Memperhatikan kendala seperti itu, jalan terbaik bagi guru terutama di SD adalah dengan menggunakan aplikasi whatsApp.

                Ada beberapa fitur yang ada pada whatsApp  yang bisa dijadikan media pembelajaran. Fitur-fitur tersebut adalah  penyampaian pesan secara individu maupun grup, mengunggah foto, video, file baik dalam bentuk pdf dan word. Disamping itu juga dilakukan dengan melampirkan rekaman audio serta melakukan video call.

                Pembelajaran dengan aplikasi whatsApp dapat dilakukan dengan efektif apa bila pembelajaran sudah dirancang dengan baik. Rancangan tersebut antara lain:

  • Tetapkan Waktu Pelaksanaan Daring

                Penetapan waktu pembelajaran perlu disepakati sehingga siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Guru dapat melaksanakan pembelajaran sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Guru dapat melaksanakan pembelajaran dari sekolah atau dari rumah.

                Hal ini perlu ditentukan agar siswa dapat mempersiapkan diri dengan baik. Disamping itu, orang tua dapat mengatur waktu untuk mendampingi anaknya dalam pembelajaran daring. Guru perlu menyampaikan ketentuan yang harus ditaati siswa dalam pembelajaran daring misalnya guru menyampaikan tugas apa yang harus dikerjakan siswa setelah melakukan pembelajaran daring.

                Kesepakatan ini sangat penting dilakukan sehingga orang tua dapat mendampingi anaknya dalam pembelajaran sehingga orang tua dapat menyesuaikan waktu belajar anaknya dengan waktu kerja orang tua.

  • Tetapkan Waktu Pengumpulan Tugas Oleh Siswa

                Waktu pengumpulan tugas dapat disepakati oleh siswa dan guru. Hal ini perlu diatur untuk menghindari banyaknya tugas yang harus diperiksa oleh guru. Apabila guru telah memberikan pembelajaran secara daring, guru dapat memberikan tugas kepada siswa dan disepakati kapan batas akhir pengumpulan tugas oleh siswa. Hal ini penting ditetapkan karena siswa SD belum begitu banyak mempunyai handphone. Sebagian dari siswa masih menggunakan handphone orang tuanya. 

                Cara lain yang dapat dilakukan untuk megumpulkan tugas siswa adalah menetapkan waktu pengumpulan tugas. Orang tua dapat mengumpulkan tugas siswa ke sekolah dengan catatan tetap mematuhi protokol kesehatan. Guru dan orang tua menyepakati mengenai waktu pengumpulan tugas siswa misalnya seminggu dua kali. Hal ini dapat meringankan tugas guru dalam memeriksa tugas-tugas siswa. Apabila hal ini tidak dilakukan, guru akan mengalami kesulitan dalam melakukan penilaian terhadap tugas-tugas siswa karena tugas yang dikumpulkan melalui whatsApp tidak sesuai dengan waktu yang telah disepakati.

  • Buatlah Pembelajaran Menyenangkan

             Pembelajaran didisain sedemikian simpel dan menyenangkan. Pembelajaran dirancang oleh guru tidak berfokus pada penyelesaian keseluruhan kompetensi dalam satu semester tetapi pembelajaran dilakukan untuk memenuhi kompetensi umum. Dengan itu, siswa tidak terlalu dituntut memiliki komptensi khusus. Hal ini merupakan bentuk menyederhanakan pembelajaran.

             Pembelajaran didisain dengan menyenangkan sehingga siswa merasa betah mengikuti pembelajaran dari rumah. Bentuk pembelajaran menyenangkan dapat  berupa  mendongeng virtual. Sebelum masuk materi pembelajaran guru dapat meminta siswa untuk menyimak dongeng. Materi dapat diambil dari youtube atau guru sendiri  mendongeng secara virtual.

             Tentu cara seperti ini tidak dilakukan setiap hari. Guru, siswa, serta orang tua dapat membuat kesepakatan mengenai pelaksanaan mendongeng virtual. Ini merupakan bentuk pembelajaran yang memberikan suasana baru bagi siswa. Mendongeng secara virtual tentu disesuaikan dengan topik pembelajaran sehingga siswa dapat dengan mudah mencerna topik pembelajaran karena berbantuan mendongeng virtual.     

              Variasi pembelajaran juga dapat dilakukan dengan tur secara virtual. Guru dapat mengunduh tur virtual yang ada di chanel youtube. Kegiatan ini tentu dapat menarik perhatian siswa. Siswa mengetahui tempat-tempat bersejarah yang ada pada daerah lain. Siswa dapat mengenal adat kebudayaan masyarakat lain.

             Guru dapat mempersiapkan pembelajaran dengan mengunduh link yang menyediakan tur virtual. Model pembelajaran ini mengajak siswa menjelajahi daerah lain secara maya. Hal ini dapat menarik minat belajar siswa.         Kedua model pembelajaran tersebut akan dapat memberikan kesenangan pada siswa sehingga siswa tidak merasa bosan di rumah selama masa pandemi covid 19.

  • Disain Pembelajaran Lebih Kontekstual

        Pembelajaran kontekstual dilakukan untuk memudahkan siswa mengikuti pembelajaran secara daring. Hal ini dilakukan karena guru dalam pembelajaran daring tidak dapat melakukan pembelajaran secara detil seperti sebelum masa pandemi covid 19. Guru dapat memanfaatkan situasi pandemi covid 19 untuk melakukan internalisasi betapa pentingnya kebersihan dalam kehidupan siswa. Guru dapat memberikan informasi kepada siswa bagaimana cara melindungi diri dari penularan covid 19.

                Pandemi covid 19 dapat dijadikan topik pembelajaran misalnya berkaitan dengan pembelajaran yang bertemakan lingkungan. Siswa akan mudah mencerna materi pembelajaran karena siswa mengalami materi yang dipelajari. Siswa diberikan pemahaman bagaimana cara melindungi diri  sehingga tidak terjangkit covid 19. Dengan pemahaman itu, siswa mengetahui dan dapat menjaga kesehatan dirinya.

                Informasi berkaitan dengan covid 19 perlu disampaikan kepada siswa sehingga siswa memiliki pengetahuan mengenai perkembangan pandemi covid 19 di daerahnya. Hal ini perlu disampaikan sehingga siswa mempunyai sikap tanggap dalam menangkal penyebaran covid 19.

  • Internalisasi Pendidikan Karakter

Kebijakan bekerja dari rumah, memberikan kesempatan kepada orang tua siswa mendampingi anaknya dalam pembelajaran. Sebelum pandemi covid 19, sebagaian besar orang tua murid disibukkan dengan pekerjaannya sehingga tidak punya cukup waktu untuk mendampingi anak dalam belajar di rumah.

                Orang tua ketika mendampingi anaknya dalam pembelajaran, dapat menekankan pembelajaran pada internalisasi pendidikan karakter. Internalisasi pendidikan karakter dapat dilakukan secara tersirat dalam pendampingan pembelajaran. Misalnya, orang tua dapat memberikan contoh kepada anak bagaimana cara berkomunikasi antara anaknya dengan gurunya. Ini penting ditekankan karena sebelum pandemi covid 19, anak tidak terlalu intensif berkomunikasi menggunakan media sosial dengan guru. Demikian pula dalam berdiskusi dengan temannya dalam grup whatsApp, orang tua dapat membimbing anaknya bagaimana cara menyampaikan pesan tertulis kepada temannya sehingga anak dididik santun berkomunikasi melalui media sosial.

                Anak dituntun untuk bisa berkolaborasi dengan temannya. Bagaimana anak dapat saling menghormati dan bagaimana memupuk rasa persaudaraan dan menanamkan nilai kegotongroyongan anak. Dengan itu rasa empati sudah tertanamkan dalam proses pembelajaran di rumah.

  • Hindari pembelajaran yang membuat siswa stres.

Kebijakan melakukan pembelajaran dari rumah selama pandemi covid 19 tentu membuat aktivitas siswa terbatas. Siswa merasa jemu tinggal di rumah dan belajar dari rumah. Situasi ini perlu menjadi atensi para guru. Guru dapat mendisain pembelajaran yang tidak menambah tingkat kesetresan siswa. Guru diharapkan tidak memberikan terlalu banyak soal. Soal diberikan sebagai pengukuran tingkat penguasaan kompetensi umum siswa. Situasi pembelajaran daring tidak memungkinkan menuntut penguasaan kompetensi secara keseluruhan dalam tiap semester. Guru hendaknya dapat memilih kompetensi yang paling penting dikuasai anak dalam pembelajaran, itu saja ditekankan.

                Untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari, guru dapat melakukan asesmen yang hanya untuk  menilai kompetensi umum sehingga siswa tidak dijejali dengan tugas-tugas yang begitu banyak. Jabarkan kompetensi dalam beberapa indikator. Jangan melakukan pembelajaran yang mengesankan pada kejar tayang penyelesaian pembelajaran. Ini tidak akan bermanfaat bagi siswa.

                Kita harus mengakui pembelajaran daring yang dilakukan selama masa pandemi banyak mempunyai kelemahan. Dengan keterbatasan akses internet, guru hendaknya dapat mendisain pembelajaran yang tidak mengakibatkan siswa stres. Hal yang utama yang menjadi atensi guru adalah siswa belajar dengan senang sehingga imun tubuh siswa terjaga dengan baik.   Hal ini dilakukan untuk mengikuti arahan presiden, dalam pandemi covid 19 yang terpenting dan yang dikedepankan adalah kesehatan siswa.

  • Ubah Pola  Asesmen

                Sebagian besar guru juga merasakan pembelajaran daring tidak seefektif kegiatan pembelajaran konvensional (tatap muka), karena beberapa materi tidak bisa dijelaskan secara online, guru tidak bisa memantau siswa ketika belajar, dan guru tidak bisa memastikan hasil belajar siswa apakah benar-benar merupakan buah pikirannya atau tidak. Keadaan ini sangat menyulitkan guru dalam memberikan penilaian, karena banyak ditemukan siswa yang memiliki kemampuan kurang dalam pembelajaran tatap muka ternyata dalam pembelajaran daring siswa tersebut justru hasil belajarnya sangat bagus.

                Kendala ini dapat diatasi dengan  melakukan komunikasi dengan siswa. Komunikasi tersebut berupa kesepakatan dengan siswa untuk mengadakan video call lewat whatsApp. Kesepakatan ini dilakukan guru agar siswa benar-benar dapat mempersiapkan diri sehingga tugas-tugas yang telah dikumpulkan dapat dipahami dengan baik. Guru dalam melakukan asesmen tetap mengedepankan berupa pembimbingan terhadap siswa. Guru hendaknya menghindari  menerapkan asesmen yangg terkesan menghakimi. Dengan itu, siswa tidak merasa dinilai. Ciptakan pola asesmen yang tidak membuat siswa merasa tertekan.

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Resolusi Berkarya Saat Pandemi I Ketut Sugantika Lekung

Next Post

Dari Karang Binangun ke Singaraja

I Ketut Suar Adnyana

I Ketut Suar Adnyana

Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. adalah Wakil Rektor I Universitas Dwijendra, Denpasar

Related Posts

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
0
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

Read moreDetails

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

Read moreDetails

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
0
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

Read moreDetails

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

Read moreDetails

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
0
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

Read moreDetails

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
0
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

Read moreDetails

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

by Angga Wijaya
September 22, 2026
0
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

Read moreDetails

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

by Chusmeru
September 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

Read moreDetails

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

by Angga Wijaya
September 21, 2026
0
Telenovela

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

Read moreDetails

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
0
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

Read moreDetails
Next Post
Priayi Kecil

Dari Karang Binangun ke Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono
Ulas Rupa

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

by Jaswanto
September 26, 2026
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka
Ulas Musik

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran
Esai

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan
Esai

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co