2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cara Ampuh Lupakan Mantan

Ni Luh Meisa Wulandari by Ni Luh Meisa Wulandari
July 22, 2020
in Esai
Cara Ampuh Lupakan Mantan

Manusia memiliki kecenderungan untuk lebih mengingat pengalaman negatif daripada pengalaman positif. Misalnya sakit hati karena putus cinta. Ya, putus cinta memang hal yang menyakitkan. Bahkan ada penelitian yang menunjukkan bahwa sakit hati sama sakitnya dengan sakit fisik, atau bahkan lebih menyakitkan.

Ketika seseorang yang baru saja mengalami putus cinta, diminta untuk menceritakan pengalamannya, muncul respon yang beragam. Seperti, marah, sedih, kecewa. Pola reaksi tersebut cenderung sama, pada setiap kejadian tertentu yang disebut sebagai emosi. Emosi inilah yang memiliki andil dalam mendorong seseorang melakukan sesuatu. Perlu diingat, meski semua memiliki pola reaksi yang serupa, bukan berarti memiliki perilaku yang sama. Mengapa demikian? Karena pada dasarnya emosi juga dipengaruhi oleh pengalaman, latar belakang, dan budaya. Sehingga pengekspresian emosi tersebut berbeda-beda.

Emosi berasal dari reaksi-reaksi kimia yang ada di otak. Dengan begitu otak selalu mencari tahu stimulus apa yang terjadi pada indra kita, untuk menentukan kira-kira reaksi apa yang cocok untuk stimulus itu. Dan hal ini bisa muncul setiap saat bahkan di setiap aspek kehidupan.

Jika emosi diberi arti, maka muncul perasaan. Jadi, ketika seseorang merasakan suatu emosi, kemudian dihubungkan dengan pengalaman maka muncullah perasaan. Lalu perasaan akan mengarahkan seseorang untuk melakukan sesuatu.

Susah move on, terpaku pada kekurangan di dalam diri, kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan. Hanya membuat fokus kita ke hal yang negatif saja. Sedangkan hal positif, langkah evaluasi yang harus dilakukan justru tidak terpikirkan sama sekali. Seseorang malah cenderung sakit hati, menyesal, galau, marah dan sedih. Ini wajar, tidak apa-apa sedih, marah kecewa dan sebagainya. Tetapi ingat, bahwa emosi tidak bisa dikontrol, jadi rasakan saja. Luangkan waktu untuk merasakannya, akan tetapi jangan berlarut-larut. Jangan menekan atau menolak perasaan tersebut, sebaiknya juga menceritakan apa yang kamu rasakan,

Percayalah bahwa ini adalah sebuah proses. Yakinkan dirimu bahwa kamu bisa survive dari putus cinta. Seringkali seseorang yang patah hati, lupa merawat dirinya sendiri. Seperti, lupa makan, minum dan istirahat. Sehingga membuat uring-uringan. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan aktivitas yang mampu meningkatkan mood, lakukan apapun yang membuat dirimu merasa bahagia. Entah itu jalan-jalan, bernyanyi, bermain musik, menulis, olahraga dan sebagainya.

Pernahkah terpikir, mengapa usaha untuk melupakan belum juga berhasil? Bukankah tujuan move on itu adalah untuk melupakan? Tetapi malah mencoba kembali ke masa lalu. Mungkin saja karena hidup itu kontradiktif. Seperti apa kehidupan yang kontradiktif?

Jadi begini, semakin mencoba melupakan malah semakin mengingatnya. Dan semakin mencoba tidak memikirkannya justru semakin memikirkannya. Maka, berhentilah untuk berpura-pura merasa tidak sedih, marah, kecewa dan semua perasaan negatif yang dirasakan, adalah hal yang wajar dan harus diterima. Banyak hal kontradiktif dalam hidup. Terima perasaan itu dan coba lepaskan.

 Jika sudah merasa lebih tenang, maka lakukan apa yang harus kamu lakukan. Lakukanlah teknik manajemen emosi yaitu dengan mengontrol perilaku. Sehingga mampu mengurangi dampak negatif karena terlarut dengan emosi. Dan memilah tindakan apa yang harus dilakukan.

Menerima dan mengikhlaskan kesalahan di masa lalu, kemudian belajar dari kesalahan tersebut, agar mampu mengubah beberapa hal, supaya tidak melakukan kesalahan lagi di kemudian hari. Mulai menyusun plan baru untuk kehidupan yang lebih baik. Mulai membuka hubungan dengan orang yang baru, tapi jangan terlalu berharap, ingatlah tujuannya hanya untuk berteman, bukan untuk mencari pacar. Sehingga kamu akan menemukan seseorang yang tepat untuk memulai hubungan yang baru. Setelah itu akan ada waktu yang wajar untuk merasa cemas. Akan terbesit dalam benakmu , apakah hubungan kali ini akan berhasil? Jadi, sadari hal tersebut dan mulailah hubungan baru dengan pasanganmu.

Hidup harusnya tidak semua tentang rasa sedih bukan? Meski kesedihan menunjukan betapa dalamnya emosimu. Sebuah bentuk akan kecintaan terhadap sesuatu, namun tidak dapat dimiliki atau tidak mampu bersama lagi. Sehingga merasa diri masih terjebak dalam masa lalu dan belum mampu hidup di masa sekarang. Harus diketahui, betapa banyaknya energi yang di sia-siakan untuk memikul beban semacam ini,  belum bisa menerima apa yang terjadi dan masih sangat perduli akan hal  ini. Namun dengan kesedihan pula, yang akan membuat kita jauh lebih berhati-hati dan kritis dalam berpikir.

Setiap emosi memiliki peran tertentu untuk memotivasi diri, dalam berperilaku sehari-hari. Kenali apa arti dari setiap emosi dan kenapa emosi itu bisa muncul, agar dapat lebih menerima dan mengendalikannya. Tentunya emosi akan menjadi positif, jika tahu cara menggunakannya dengan baik.

Jadi, sebuah pepatah mengatakan bahwa sakit hati lebih baik daripada sakit gigi, mungkin adalah sebuah kekeliruan. Karena baik sakit hati atau sakit gigi sama-sama memicu terganggunya aktivitas baik fisik maupun psikis. Untuk itu keduanya perlu dihindari.

Putus cinta artinya harus bangkit kembali.

Tags: cintamantan pacarpacarputus cinta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cerita Horor: Darah Malam Doa Arwah – [Jangan Dibaca Sendirian, Jika Takut Dihantui]

Next Post

Dear “Overthinker”, Beri Jarak pada Pikiranmu

Ni Luh Meisa Wulandari

Ni Luh Meisa Wulandari

Lahir di Batur Tengah, 9 Mei 1998. Kini mahasiswa Jurusaan Kesehatan Gigi Poltekkes Denpasar

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Dear “Overthinker”, Beri Jarak pada Pikiranmu

Dear “Overthinker”, Beri Jarak pada Pikiranmu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co