25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cara Ampuh Lupakan Mantan

Ni Luh Meisa Wulandari by Ni Luh Meisa Wulandari
July 22, 2020
in Esai
Cara Ampuh Lupakan Mantan

Manusia memiliki kecenderungan untuk lebih mengingat pengalaman negatif daripada pengalaman positif. Misalnya sakit hati karena putus cinta. Ya, putus cinta memang hal yang menyakitkan. Bahkan ada penelitian yang menunjukkan bahwa sakit hati sama sakitnya dengan sakit fisik, atau bahkan lebih menyakitkan.

Ketika seseorang yang baru saja mengalami putus cinta, diminta untuk menceritakan pengalamannya, muncul respon yang beragam. Seperti, marah, sedih, kecewa. Pola reaksi tersebut cenderung sama, pada setiap kejadian tertentu yang disebut sebagai emosi. Emosi inilah yang memiliki andil dalam mendorong seseorang melakukan sesuatu. Perlu diingat, meski semua memiliki pola reaksi yang serupa, bukan berarti memiliki perilaku yang sama. Mengapa demikian? Karena pada dasarnya emosi juga dipengaruhi oleh pengalaman, latar belakang, dan budaya. Sehingga pengekspresian emosi tersebut berbeda-beda.

Emosi berasal dari reaksi-reaksi kimia yang ada di otak. Dengan begitu otak selalu mencari tahu stimulus apa yang terjadi pada indra kita, untuk menentukan kira-kira reaksi apa yang cocok untuk stimulus itu. Dan hal ini bisa muncul setiap saat bahkan di setiap aspek kehidupan.

Jika emosi diberi arti, maka muncul perasaan. Jadi, ketika seseorang merasakan suatu emosi, kemudian dihubungkan dengan pengalaman maka muncullah perasaan. Lalu perasaan akan mengarahkan seseorang untuk melakukan sesuatu.

Susah move on, terpaku pada kekurangan di dalam diri, kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan. Hanya membuat fokus kita ke hal yang negatif saja. Sedangkan hal positif, langkah evaluasi yang harus dilakukan justru tidak terpikirkan sama sekali. Seseorang malah cenderung sakit hati, menyesal, galau, marah dan sedih. Ini wajar, tidak apa-apa sedih, marah kecewa dan sebagainya. Tetapi ingat, bahwa emosi tidak bisa dikontrol, jadi rasakan saja. Luangkan waktu untuk merasakannya, akan tetapi jangan berlarut-larut. Jangan menekan atau menolak perasaan tersebut, sebaiknya juga menceritakan apa yang kamu rasakan,

Percayalah bahwa ini adalah sebuah proses. Yakinkan dirimu bahwa kamu bisa survive dari putus cinta. Seringkali seseorang yang patah hati, lupa merawat dirinya sendiri. Seperti, lupa makan, minum dan istirahat. Sehingga membuat uring-uringan. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan aktivitas yang mampu meningkatkan mood, lakukan apapun yang membuat dirimu merasa bahagia. Entah itu jalan-jalan, bernyanyi, bermain musik, menulis, olahraga dan sebagainya.

Pernahkah terpikir, mengapa usaha untuk melupakan belum juga berhasil? Bukankah tujuan move on itu adalah untuk melupakan? Tetapi malah mencoba kembali ke masa lalu. Mungkin saja karena hidup itu kontradiktif. Seperti apa kehidupan yang kontradiktif?

Jadi begini, semakin mencoba melupakan malah semakin mengingatnya. Dan semakin mencoba tidak memikirkannya justru semakin memikirkannya. Maka, berhentilah untuk berpura-pura merasa tidak sedih, marah, kecewa dan semua perasaan negatif yang dirasakan, adalah hal yang wajar dan harus diterima. Banyak hal kontradiktif dalam hidup. Terima perasaan itu dan coba lepaskan.

 Jika sudah merasa lebih tenang, maka lakukan apa yang harus kamu lakukan. Lakukanlah teknik manajemen emosi yaitu dengan mengontrol perilaku. Sehingga mampu mengurangi dampak negatif karena terlarut dengan emosi. Dan memilah tindakan apa yang harus dilakukan.

Menerima dan mengikhlaskan kesalahan di masa lalu, kemudian belajar dari kesalahan tersebut, agar mampu mengubah beberapa hal, supaya tidak melakukan kesalahan lagi di kemudian hari. Mulai menyusun plan baru untuk kehidupan yang lebih baik. Mulai membuka hubungan dengan orang yang baru, tapi jangan terlalu berharap, ingatlah tujuannya hanya untuk berteman, bukan untuk mencari pacar. Sehingga kamu akan menemukan seseorang yang tepat untuk memulai hubungan yang baru. Setelah itu akan ada waktu yang wajar untuk merasa cemas. Akan terbesit dalam benakmu , apakah hubungan kali ini akan berhasil? Jadi, sadari hal tersebut dan mulailah hubungan baru dengan pasanganmu.

Hidup harusnya tidak semua tentang rasa sedih bukan? Meski kesedihan menunjukan betapa dalamnya emosimu. Sebuah bentuk akan kecintaan terhadap sesuatu, namun tidak dapat dimiliki atau tidak mampu bersama lagi. Sehingga merasa diri masih terjebak dalam masa lalu dan belum mampu hidup di masa sekarang. Harus diketahui, betapa banyaknya energi yang di sia-siakan untuk memikul beban semacam ini,  belum bisa menerima apa yang terjadi dan masih sangat perduli akan hal  ini. Namun dengan kesedihan pula, yang akan membuat kita jauh lebih berhati-hati dan kritis dalam berpikir.

Setiap emosi memiliki peran tertentu untuk memotivasi diri, dalam berperilaku sehari-hari. Kenali apa arti dari setiap emosi dan kenapa emosi itu bisa muncul, agar dapat lebih menerima dan mengendalikannya. Tentunya emosi akan menjadi positif, jika tahu cara menggunakannya dengan baik.

Jadi, sebuah pepatah mengatakan bahwa sakit hati lebih baik daripada sakit gigi, mungkin adalah sebuah kekeliruan. Karena baik sakit hati atau sakit gigi sama-sama memicu terganggunya aktivitas baik fisik maupun psikis. Untuk itu keduanya perlu dihindari.

Putus cinta artinya harus bangkit kembali.

Tags: cintamantan pacarpacarputus cinta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cerita Horor: Darah Malam Doa Arwah – [Jangan Dibaca Sendirian, Jika Takut Dihantui]

Next Post

Dear “Overthinker”, Beri Jarak pada Pikiranmu

Ni Luh Meisa Wulandari

Ni Luh Meisa Wulandari

Lahir di Batur Tengah, 9 Mei 1998. Kini mahasiswa Jurusaan Kesehatan Gigi Poltekkes Denpasar

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Dear “Overthinker”, Beri Jarak pada Pikiranmu

Dear “Overthinker”, Beri Jarak pada Pikiranmu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co