23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cara Ampuh Lupakan Mantan

Ni Luh Meisa Wulandari by Ni Luh Meisa Wulandari
July 22, 2020
in Esai
Cara Ampuh Lupakan Mantan

Manusia memiliki kecenderungan untuk lebih mengingat pengalaman negatif daripada pengalaman positif. Misalnya sakit hati karena putus cinta. Ya, putus cinta memang hal yang menyakitkan. Bahkan ada penelitian yang menunjukkan bahwa sakit hati sama sakitnya dengan sakit fisik, atau bahkan lebih menyakitkan.

Ketika seseorang yang baru saja mengalami putus cinta, diminta untuk menceritakan pengalamannya, muncul respon yang beragam. Seperti, marah, sedih, kecewa. Pola reaksi tersebut cenderung sama, pada setiap kejadian tertentu yang disebut sebagai emosi. Emosi inilah yang memiliki andil dalam mendorong seseorang melakukan sesuatu. Perlu diingat, meski semua memiliki pola reaksi yang serupa, bukan berarti memiliki perilaku yang sama. Mengapa demikian? Karena pada dasarnya emosi juga dipengaruhi oleh pengalaman, latar belakang, dan budaya. Sehingga pengekspresian emosi tersebut berbeda-beda.

Emosi berasal dari reaksi-reaksi kimia yang ada di otak. Dengan begitu otak selalu mencari tahu stimulus apa yang terjadi pada indra kita, untuk menentukan kira-kira reaksi apa yang cocok untuk stimulus itu. Dan hal ini bisa muncul setiap saat bahkan di setiap aspek kehidupan.

Jika emosi diberi arti, maka muncul perasaan. Jadi, ketika seseorang merasakan suatu emosi, kemudian dihubungkan dengan pengalaman maka muncullah perasaan. Lalu perasaan akan mengarahkan seseorang untuk melakukan sesuatu.

Susah move on, terpaku pada kekurangan di dalam diri, kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan. Hanya membuat fokus kita ke hal yang negatif saja. Sedangkan hal positif, langkah evaluasi yang harus dilakukan justru tidak terpikirkan sama sekali. Seseorang malah cenderung sakit hati, menyesal, galau, marah dan sedih. Ini wajar, tidak apa-apa sedih, marah kecewa dan sebagainya. Tetapi ingat, bahwa emosi tidak bisa dikontrol, jadi rasakan saja. Luangkan waktu untuk merasakannya, akan tetapi jangan berlarut-larut. Jangan menekan atau menolak perasaan tersebut, sebaiknya juga menceritakan apa yang kamu rasakan,

Percayalah bahwa ini adalah sebuah proses. Yakinkan dirimu bahwa kamu bisa survive dari putus cinta. Seringkali seseorang yang patah hati, lupa merawat dirinya sendiri. Seperti, lupa makan, minum dan istirahat. Sehingga membuat uring-uringan. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan aktivitas yang mampu meningkatkan mood, lakukan apapun yang membuat dirimu merasa bahagia. Entah itu jalan-jalan, bernyanyi, bermain musik, menulis, olahraga dan sebagainya.

Pernahkah terpikir, mengapa usaha untuk melupakan belum juga berhasil? Bukankah tujuan move on itu adalah untuk melupakan? Tetapi malah mencoba kembali ke masa lalu. Mungkin saja karena hidup itu kontradiktif. Seperti apa kehidupan yang kontradiktif?

Jadi begini, semakin mencoba melupakan malah semakin mengingatnya. Dan semakin mencoba tidak memikirkannya justru semakin memikirkannya. Maka, berhentilah untuk berpura-pura merasa tidak sedih, marah, kecewa dan semua perasaan negatif yang dirasakan, adalah hal yang wajar dan harus diterima. Banyak hal kontradiktif dalam hidup. Terima perasaan itu dan coba lepaskan.

 Jika sudah merasa lebih tenang, maka lakukan apa yang harus kamu lakukan. Lakukanlah teknik manajemen emosi yaitu dengan mengontrol perilaku. Sehingga mampu mengurangi dampak negatif karena terlarut dengan emosi. Dan memilah tindakan apa yang harus dilakukan.

Menerima dan mengikhlaskan kesalahan di masa lalu, kemudian belajar dari kesalahan tersebut, agar mampu mengubah beberapa hal, supaya tidak melakukan kesalahan lagi di kemudian hari. Mulai menyusun plan baru untuk kehidupan yang lebih baik. Mulai membuka hubungan dengan orang yang baru, tapi jangan terlalu berharap, ingatlah tujuannya hanya untuk berteman, bukan untuk mencari pacar. Sehingga kamu akan menemukan seseorang yang tepat untuk memulai hubungan yang baru. Setelah itu akan ada waktu yang wajar untuk merasa cemas. Akan terbesit dalam benakmu , apakah hubungan kali ini akan berhasil? Jadi, sadari hal tersebut dan mulailah hubungan baru dengan pasanganmu.

Hidup harusnya tidak semua tentang rasa sedih bukan? Meski kesedihan menunjukan betapa dalamnya emosimu. Sebuah bentuk akan kecintaan terhadap sesuatu, namun tidak dapat dimiliki atau tidak mampu bersama lagi. Sehingga merasa diri masih terjebak dalam masa lalu dan belum mampu hidup di masa sekarang. Harus diketahui, betapa banyaknya energi yang di sia-siakan untuk memikul beban semacam ini,  belum bisa menerima apa yang terjadi dan masih sangat perduli akan hal  ini. Namun dengan kesedihan pula, yang akan membuat kita jauh lebih berhati-hati dan kritis dalam berpikir.

Setiap emosi memiliki peran tertentu untuk memotivasi diri, dalam berperilaku sehari-hari. Kenali apa arti dari setiap emosi dan kenapa emosi itu bisa muncul, agar dapat lebih menerima dan mengendalikannya. Tentunya emosi akan menjadi positif, jika tahu cara menggunakannya dengan baik.

Jadi, sebuah pepatah mengatakan bahwa sakit hati lebih baik daripada sakit gigi, mungkin adalah sebuah kekeliruan. Karena baik sakit hati atau sakit gigi sama-sama memicu terganggunya aktivitas baik fisik maupun psikis. Untuk itu keduanya perlu dihindari.

Putus cinta artinya harus bangkit kembali.

Tags: cintamantan pacarpacarputus cinta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cerita Horor: Darah Malam Doa Arwah – [Jangan Dibaca Sendirian, Jika Takut Dihantui]

Next Post

Dear “Overthinker”, Beri Jarak pada Pikiranmu

Ni Luh Meisa Wulandari

Ni Luh Meisa Wulandari

Lahir di Batur Tengah, 9 Mei 1998. Kini mahasiswa Jurusaan Kesehatan Gigi Poltekkes Denpasar

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Dear “Overthinker”, Beri Jarak pada Pikiranmu

Dear “Overthinker”, Beri Jarak pada Pikiranmu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co