16 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cara Ampuh Lupakan Mantan

Ni Luh Meisa Wulandari by Ni Luh Meisa Wulandari
July 22, 2020
in Esai
Cara Ampuh Lupakan Mantan

Manusia memiliki kecenderungan untuk lebih mengingat pengalaman negatif daripada pengalaman positif. Misalnya sakit hati karena putus cinta. Ya, putus cinta memang hal yang menyakitkan. Bahkan ada penelitian yang menunjukkan bahwa sakit hati sama sakitnya dengan sakit fisik, atau bahkan lebih menyakitkan.

Ketika seseorang yang baru saja mengalami putus cinta, diminta untuk menceritakan pengalamannya, muncul respon yang beragam. Seperti, marah, sedih, kecewa. Pola reaksi tersebut cenderung sama, pada setiap kejadian tertentu yang disebut sebagai emosi. Emosi inilah yang memiliki andil dalam mendorong seseorang melakukan sesuatu. Perlu diingat, meski semua memiliki pola reaksi yang serupa, bukan berarti memiliki perilaku yang sama. Mengapa demikian? Karena pada dasarnya emosi juga dipengaruhi oleh pengalaman, latar belakang, dan budaya. Sehingga pengekspresian emosi tersebut berbeda-beda.

Emosi berasal dari reaksi-reaksi kimia yang ada di otak. Dengan begitu otak selalu mencari tahu stimulus apa yang terjadi pada indra kita, untuk menentukan kira-kira reaksi apa yang cocok untuk stimulus itu. Dan hal ini bisa muncul setiap saat bahkan di setiap aspek kehidupan.

Jika emosi diberi arti, maka muncul perasaan. Jadi, ketika seseorang merasakan suatu emosi, kemudian dihubungkan dengan pengalaman maka muncullah perasaan. Lalu perasaan akan mengarahkan seseorang untuk melakukan sesuatu.

Susah move on, terpaku pada kekurangan di dalam diri, kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan. Hanya membuat fokus kita ke hal yang negatif saja. Sedangkan hal positif, langkah evaluasi yang harus dilakukan justru tidak terpikirkan sama sekali. Seseorang malah cenderung sakit hati, menyesal, galau, marah dan sedih. Ini wajar, tidak apa-apa sedih, marah kecewa dan sebagainya. Tetapi ingat, bahwa emosi tidak bisa dikontrol, jadi rasakan saja. Luangkan waktu untuk merasakannya, akan tetapi jangan berlarut-larut. Jangan menekan atau menolak perasaan tersebut, sebaiknya juga menceritakan apa yang kamu rasakan,

Percayalah bahwa ini adalah sebuah proses. Yakinkan dirimu bahwa kamu bisa survive dari putus cinta. Seringkali seseorang yang patah hati, lupa merawat dirinya sendiri. Seperti, lupa makan, minum dan istirahat. Sehingga membuat uring-uringan. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan aktivitas yang mampu meningkatkan mood, lakukan apapun yang membuat dirimu merasa bahagia. Entah itu jalan-jalan, bernyanyi, bermain musik, menulis, olahraga dan sebagainya.

Pernahkah terpikir, mengapa usaha untuk melupakan belum juga berhasil? Bukankah tujuan move on itu adalah untuk melupakan? Tetapi malah mencoba kembali ke masa lalu. Mungkin saja karena hidup itu kontradiktif. Seperti apa kehidupan yang kontradiktif?

Jadi begini, semakin mencoba melupakan malah semakin mengingatnya. Dan semakin mencoba tidak memikirkannya justru semakin memikirkannya. Maka, berhentilah untuk berpura-pura merasa tidak sedih, marah, kecewa dan semua perasaan negatif yang dirasakan, adalah hal yang wajar dan harus diterima. Banyak hal kontradiktif dalam hidup. Terima perasaan itu dan coba lepaskan.

 Jika sudah merasa lebih tenang, maka lakukan apa yang harus kamu lakukan. Lakukanlah teknik manajemen emosi yaitu dengan mengontrol perilaku. Sehingga mampu mengurangi dampak negatif karena terlarut dengan emosi. Dan memilah tindakan apa yang harus dilakukan.

Menerima dan mengikhlaskan kesalahan di masa lalu, kemudian belajar dari kesalahan tersebut, agar mampu mengubah beberapa hal, supaya tidak melakukan kesalahan lagi di kemudian hari. Mulai menyusun plan baru untuk kehidupan yang lebih baik. Mulai membuka hubungan dengan orang yang baru, tapi jangan terlalu berharap, ingatlah tujuannya hanya untuk berteman, bukan untuk mencari pacar. Sehingga kamu akan menemukan seseorang yang tepat untuk memulai hubungan yang baru. Setelah itu akan ada waktu yang wajar untuk merasa cemas. Akan terbesit dalam benakmu , apakah hubungan kali ini akan berhasil? Jadi, sadari hal tersebut dan mulailah hubungan baru dengan pasanganmu.

Hidup harusnya tidak semua tentang rasa sedih bukan? Meski kesedihan menunjukan betapa dalamnya emosimu. Sebuah bentuk akan kecintaan terhadap sesuatu, namun tidak dapat dimiliki atau tidak mampu bersama lagi. Sehingga merasa diri masih terjebak dalam masa lalu dan belum mampu hidup di masa sekarang. Harus diketahui, betapa banyaknya energi yang di sia-siakan untuk memikul beban semacam ini,  belum bisa menerima apa yang terjadi dan masih sangat perduli akan hal  ini. Namun dengan kesedihan pula, yang akan membuat kita jauh lebih berhati-hati dan kritis dalam berpikir.

Setiap emosi memiliki peran tertentu untuk memotivasi diri, dalam berperilaku sehari-hari. Kenali apa arti dari setiap emosi dan kenapa emosi itu bisa muncul, agar dapat lebih menerima dan mengendalikannya. Tentunya emosi akan menjadi positif, jika tahu cara menggunakannya dengan baik.

Jadi, sebuah pepatah mengatakan bahwa sakit hati lebih baik daripada sakit gigi, mungkin adalah sebuah kekeliruan. Karena baik sakit hati atau sakit gigi sama-sama memicu terganggunya aktivitas baik fisik maupun psikis. Untuk itu keduanya perlu dihindari.

Putus cinta artinya harus bangkit kembali.

Tags: cintamantan pacarpacarputus cinta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cerita Horor: Darah Malam Doa Arwah – [Jangan Dibaca Sendirian, Jika Takut Dihantui]

Next Post

Dear “Overthinker”, Beri Jarak pada Pikiranmu

Ni Luh Meisa Wulandari

Ni Luh Meisa Wulandari

Lahir di Batur Tengah, 9 Mei 1998. Kini mahasiswa Jurusaan Kesehatan Gigi Poltekkes Denpasar

Related Posts

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
0
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

Read moreDetails

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
0
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

Read moreDetails

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails
Next Post
Dear “Overthinker”, Beri Jarak pada Pikiranmu

Dear “Overthinker”, Beri Jarak pada Pikiranmu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan
Pendidikan

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

KETUA MPR RI, Ahmad Muzani memberikan Kuliah Umum Kebangsaan kepada sivitas akademika Institut Mpu Kuturan (IMK) pada Jumat (15/5) sore....

by Son Lomri
May 15, 2026
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo
Esai

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali
Liputan Khusus

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

by Jaswanto
May 15, 2026
Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co