14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Geger Kampung, Kebiasaan Indekos dan Usaha Bangun Pagi

Agus Wiratama by Agus Wiratama
June 13, 2020
in Esai
Sanggah Setengah Jadi dan Ritual yang Kembali Sederhana

Agus Wiratama || Ilustrasi tatkala.co || Nana Partha

Bagi Grudug, meski tubuhnya makin subur karena libur panjang, dia sesungguhnya tegang. Ia gagap dengan kebiasaan orang di rumah. Bagaimana tidak, kalau biasanya libur semester, ia tak pernah menyempatkan diri untuk belajar mekrama. Ia justru menghindar. Bila di rumah, dan kebetulan tetangga punya upacara, dia akan bertaka, “Harus segera kembali ke Singaraja. Ada persiapan acara anu.”  

Suatu kali, Grudug pernah ikut ngayah di Pura. Kala itu, ia masih sangat asing dengan segala hal yang dikerjakan ketika ngayah. Meski begitu, ia berhasil menyelesaikan beberapa pekerjaan yang disarankan prajuru adat. Membuat sate lilit, membersihkan kulit bawang, bahkan membersihkan sabut kelapa untuk dijadikan santun. Sejauh itu, ia terlihat berprestasi. Tetapi, setelah semua pekerjaan selesai adalah petaka baginya. Tak ada kerjaan, alias tangannya nganggur.

Grudug merasa cangung duduk sendiri di belakang limpahan kelapa yang sudah beres dijadikan santun. Langsung saja ia menuju teman-temannya yang mengerjakan hal lain. Tapi pekerjaan tinggal sedikit sehingga Grudug dilarang terlibat.

“temenin kami ngobrol aja,” ucap salah satu temannya. Sembari ngobrol, sungguh tak enak baginya hanya diam. Sampai-sampai rasa tak enak itu membuat tangannya tidak sadar mengambil sisa kelapa yang diparut. Seketika tangannya bekerja untuk memotong sisa kelapa itu di atas lantai tanpa alas.

“Untuk apa kelapa itu?” tanya seorang tua yang juga prajuru adat dan kebetulan duduk di belakangnya. Dengan cengengesan dia menjawab “tidak ada. Hehehe”. Jawaban itu langsung disambar, “kalau tidak ada gunanya mendingan diam!” Grudug terkesiap, lalu diam merunduk meski tahu teman-temannya tertawa cekikikan.

Semenjak itu, ia enggan turut dalam persiapan upacara. Mending kabur ke Singaraja dengan alasan mengerjakan sesuatu meski sesungguhnya di Singaraja dia tidak benar-benar menyelesaikan tugas. Di sana palingan dia bertemu teman-temannya untuk ngobrol hingga pagi. Pilihan untuk menghindari pekerjaan adat dan pergaulan kampung rupanya petaka pada saat-saat seperti ini.

Ia tidak paham betul kebiasaan orang rumah. Sementara Grudug biasa hidup dengan kebiasaan anak kos yang bebas begadang atau bangun jam berapa saja. Kebiasaan itu yang paling berat ia ubah selama pandemi ini. Kalau di kos, tentu bukan sebuah masalah bila ia bangun siang. Palingan kalau telat bangun pada jam kuliah, dia akan disuruh menutup pintu dari luar kelas. Hal seperti itu menurutnya hal biasa dan bisa dimaklumi.

Karena kebiasaan bangun siang itu dibawanya ke kampung, suatu kali Pamannya nyeletuk, “Grudug ini Jagoan! Jago tidur. Kalau ada lomba tidur kaulah pemenangnya” Grudug terperangah dengan perkataan semacam itu. Lalu ia jelaskan bahwa apa yang dia kerjakan hingga pagi dan bangun siang adalah kepentingan skripsi. Mendengar penjelasan itu, pamannya seolah paham dengan tersenyum mengangguk-angguk menatap rumput yang ada di depan mereka.

Berpikir pamannya sudah paham, dengan leluasa Grudug mengulangi kebiasaan itu. Alhasil, bibinya kemudian berkomentar seperti komentar pamannya. Kali ini Grudug bertekad mengubah kebiasaannya. Setelah beberapa kali gagal, akhirnya ia berhasil bangun pagi. Tetapi, ia tetap di dalam kamar untuk membaca beberapa buku, membaca chating yang masuk karena ditinggal tidur, dan sedikit membuka laptop untuk mengerjakan skripsi, sehingga ia baru keluar kamar sekitar pukul 11.00 pagi.

Kini, ayahnya yang menggedor pintu kamar, “gak baik tidur terlalu lama. Cepat bangun” gedor ayahnya berkali-kali. Grudug tak mendengar, sebab kala itu, sepasang headshet menempel di telinganya. Hingga gedoran kesekian, ia baru sadar ada suara berisik yang menggedor pintunya.

Rupanya, bangun pagi saja tidak cukup. Grudug kesal lalu menulis petikan di atas sebuah kertas yang kemudian menjadi motivasinya, “bangun adalah keluar kamar”. Esoknya ia lakukan kesimpulan yang dijadikan petikan itu dan memperhatikan kegiatan pagi di rumahnya.

Betul saja, ibu-ibu mulai sibuk dengan pekerjaan dapur. Mondar mandir dari kamar ke dapur untuk menyiapkan makanan. Begitu pula ayah dan pamannya yang mondar mandir mengurusi tanaman, peliharaan, lalu mengambil cangkul dan sabit entah untuk mengerjakan apa di sawah. Tetapi ada satu orang yang bertingkah lain dan tak pernah ditegur, yaitu sepupunya.

Pengamatan pun dilakukan terhadap sepupunya hingga pengamatan itu sukses. Ia melihat sepupunya bengong menatap sawah sambil ngopi dari jam 7.00 hingga jam 8.00, lalu pergi ke sungai bersama teman-temannya untuk mandi. Tapi sebelum itu, mereka ngobrol sampai jam 10.00, setelah itu pulang, makan, mengambil hp sebentar, lalu masuk kamar untuk tidur siang. Setelah beberapa hari memperhatikan, rupanya kegiatan sepupunya tidak berbeda jauh dari hari ke hari.

Selang beberapa lama, Grudug mulai terbiasa bangun pagi dan meninggalkan kegiatan malamnya hingga pagi. Ia fokus belajar bangun pagi dan mengorbankan tuntutan kampus yang ia anggap bisa ditunda. Tentu bangun pagi dengan pilihan sikap seperti sepupunya. Tetapi hal yang berbeda adalah sepupunya seorang pekerja pariwisata yang dirumahkan dan Grudug seorang mahasiswa semester akhir. Pamannya, suatu kali melempar pertanyaan yang membuatnya ingin segera kabur lagi ke Singaraja, “Bagaimana skripsimu?” [T]

Tags: gaya hidupkampungmahasiswa
Share49TweetSendShareSend
Previous Post

Covid-19: Sebuah Pandemi, Sebuah Cerita [2] – Herd Immunity dan New Normal

Next Post

Ketika Tim Kreatif Tak Lagi Kreatif

Agus Wiratama

Agus Wiratama

Agus Wiratama adalah penulis, aktor, produser teater dan pertunjukan kelahiran 1995 yang aktif di Mulawali Performance Forum. Ia menjadi manajer program di Mulawali Institute, sebuah lembaga kajian, manajemen, dan produksi seni pertunjukan berbasis di Bali.

Related Posts

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
0
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

Read moreDetails

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails
Next Post
Ketika Tim Kreatif Tak Lagi Kreatif

Ketika Tim Kreatif Tak Lagi Kreatif

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co