23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Covid-19: Sebuah Pandemi, Sebuah Cerita [1]

Rsi Suwardana by Rsi Suwardana
June 8, 2020
in Esai
Covid-19: Sebuah Pandemi, Sebuah Cerita [1]

Lima bulan sudah virus korona-gaya-baru (SARS-CoV-2) menjadi beban kesehatan global. Beban kesehatan yang ditimbulkan benar-benar penuh seluruh: menyebar ke seluruh dunia; menginfeksi seluruh sendi-sendi kehidupan. SARS-CoV-2 adalah agen penyebab penyakit Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Sebelum melanjutkan tulisan ini, kembali ditekankan bahwa SARS-CoV-2 adalah nama virusnya, sedangkan Covid-19 adalah nama penyakitnya. Perbedaan penyebutan ini mirip seperti HIV/AIDS, dimana HIV adalah istilah untuk virusnya, adapun penyakitnya disebut dengan AIDS.

SARS-CoV-2 merupakan anti-tesis bagi definisi ‘sehat’ itu sendiri. Virus ini menginfeksi sel-sel saluran nafas, menimbulkan gejala seperti demam, batuk, sesak nafas, hingga kematian pada kondisi-kondisi tertentu. Meski sebagian besar kasus Covid-19 bersifat ringan atau tanpa gejala, namun tetap saja si pasien akan menjadi ‘pesakitan’ yang terisolir dari lingkungannya.

Begitu pula dengan pola interaksi masyarakat yang kian tersekat. Pemerintah pusat dan turunannya di daerah, memperkenalkan slogan belajar, bekerja, dan beraktivitas dari rumah. Tagar #dirumahsaja memenuhi jaring-jaring media sosial di Indonesia. Segala hingar-bingar aktivitas sosial dan ekonomi dipaksa berhenti oleh pandemi Covid-19. Bayang-bayang kecemasan serta stigma bisa saja menghantui pikiran masyarakat yang terinfeksi SARS-CoV-2, juga kelompok masyarakat yang sehat dan afiat.

SARS-CoV-2 seakan-akan menertawakan jargon sehat fisik, sehat psikis, dan afiat sosial (termasuk ekonomi) yang digunakan untuk mendefinisikan status ‘sehat’ sesuai konstitusi Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) serta UU nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. 

Berita baiknya, Covid-19 bukanlah satu-satunya pandemi yang pernah menimpa umat manusia. Pandemi Pes (black death), membunuh lebih dari setengah populasi Eropa pada abad ke-14. Konsep ‘karantina’ pertama kali muncul dan digunakan untuk meredam pandemi ini.

Pandemi influenza (virus Influenza tipe H1N1) tahun 1918 diperkirakan menginfeksi 500 JUTA ORANG atau sepertiga populasi dunia kala itu, 20-50 juta diantaranya meninggal dunia. Peristiwa mematikan ini terjadi bersamaan dengan Perang Dunia pertama. Letupan-letupan kasus influenza terus terjadi hingga saat ini, meski kasusnya lebih terlokalisir. Flu burung dan flu babi adalah tipe virus influenza yang mewabah dua dekade terakhir, walau jumlah kasus dan kematiannya tidak separah pandemi 1918.

Pandemi HIV/AIDS tahun 1980-an sedikit berbeda dari pandemi yang terjadi sebelumnya. Tidak seperti perjalanan penyakit influenza yang mengganas selang beberapa hari, HIV menggerogoti sistem pertahanan tubuh pasiennya secara perlahan—dalam hitungan tahun. Obat-obatan anti-retrovirus (ARV) sedikit banyak berperan untuk menekan angka kematian dari kasus AIDS. Belum ada vaksin yang terbukti efektif untuk mencegah infeksi HIV.

Pandemi selanjutnya diakibatkan oleh sepupu dari SARS-CoV-2, yakni SARS-CoV yang menyebabkan penyakit SARS tahun 2002, dan MERS-CoV yang mengakibatkan penyakit MERS pada tahun 2012. Dua jenis virus ini termasuk golongan virus corona, namun tidak menyebar secepat dan semudah SARS-CoV-2.

Pandemi SARS dan MERS menginfeksi kurang dari sepuluh ribu pasien (SARS tercatat menginfeksi delapan ribu orang, sedangkan pasien MERS kurang dari tiga ribu jiwa), dengan angka kematian masing-masing dibawah seribu orang. Vaksin sempat akan dikembangkan untuk SARS dan MERS. Tetapi, penelitiannya tidak dilanjutkan karena angka penularan kedua pandemi ini berhasil ditekan secara signifikan. 

Sebelum pandemi Covid-19, dunia kesehatan internasional sempat dilanda kecemasan ketika wabah Ebola terjadi di benua Afrika tahun 2014. Wabah ini disebabkan oleh virus dengan nama yang sama yakni Ebola, menginfeksi 28 ribu orang dan membunuh hampir SETENGAHNYA (total kematian mencapai angka 11 ribu orang).

Presentase angka kematian lebih tinggi pada tenaga kesehatan (nakes) yang merawat pasien Ebola yakni sebesar 61% hingga 74%. Oleh karena itu, penggunaan alat pelindung diri (APD) pada nakes menjadi syarat mutlak sebelum bertugas di ruang perawatan pasien Ebola. Pemakaiannya juga lebih kompleks jika dibandingkan dengan APD untuk perawatan pasien Covid-19. Bak kostum seorang astronot. Kecuali peruntukannya bukan untuk bertahan hidup di luar angkasa, melainkan bertahan hidup dari ganasnya virus Ebola. 

Bersyukurnya para peneliti berhasil menemukan obat-obatan sebagai terapi pasien Ebola, dan vaksin (iya vaksin!) untuk mencegah penularannya. Kedua mantra ini kemudian digunakan untuk mengatasi wabah Ebola yang kembali terjadi di Republik Demokrat Kongo—Afrika, sejak tahun 2018 dan terus berlangsung secara sporadis hingga saat ini.

Pada akhirnya, tiap pandemi pasti memiliki alur penghabisannya masing-masing. Entah berakhir karena kuman penyebab pandemi-pandemi itu bermutasi menjadi lebih ‘jinak’, atau karena sebagian masyarakat telah memiliki sistem kekebalan tubuh untuk mencegah penularan yang lebih massif. Terakhir, karena kemajuan paradigma kesehatan sehingga memungkinkan ditemukannya obat-obatan (farmakologis) seperti antibiotik dan antiviral, serta upaya non-farmakologis berupa karantina kesehatan atau perilaku hidup bersih dan sehat.

Lalu, bagaimanakah akhir cerita dari Covid-19?.

Bersambung…

Tags: ceritacovid 19pandemi
Share47TweetSendShareSend
Previous Post

Demam Berdarah, Perang Lain yang Tak Pernah Usai

Next Post

Berkendara di Jakarta: Tak Berani, Tak akan Jalan – Tak Siaga, Tabrakan!

Rsi Suwardana

Rsi Suwardana

Lulus sebagai dokter umum tahun 2018, memiliki ketertarikan dalam bidang mikrobiologi

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Sop Kaki Kambing

Berkendara di Jakarta: Tak Berani, Tak akan Jalan - Tak Siaga, Tabrakan!

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co